
Berjalan-jalan dengan Isyana seperti main sama teman SMA ke Mall, riweuh kalau kata orang Sunda mah, dia tuh bawa stroller kaya bawa troli belanjaan, ampun dah.. Ini anak apa masa remaja kurang lama gitu. Ngebelok dari satu sisi ke sisi lainnya gak pakai rem.
Sudah kakinya panjang jadi langkahnya lebih cepat, akhirnya Maura digendong daripada ribet. Tapi lama-lama berat juga.
“Syana kita mau kemana? Perasaan muter-muter terus” Hasna mulai kelimpungan
‘Ehhh hehehehe kita makan dulu atau belanja dulu” Isyana nyengir melihat Hasna yang kerepotan membawa Maura.
“Makan dulu aja deh, kasian Maura juga belum makan malam” Hasna langsung search tempat makan yang menunya bisa dimakan anak-anak.
“Ok… but i think we have to buy that stroller for Maura” Isyana menunjuk anak kecil yang didorong menggunakan stroller sepeda.
“Ide bagus, ini anak koala lumayan berat juga kalau dibawa lari” Hasna nyegir.
“Anak koala?” Isyana bingung
“Ini your niece, kalau udah digendong dan dipangku nemplok kaya koala” Hasna memperagakan Maura yang nempok dengan gendongannya.
“Whahahahahha… Sisi you are very funny.. Pantesan Abang suka sama kamu” Isyana ketawa-tawa.
“Suka apanya? Marah-marah aja yang ada kalau sama aku”
“Aku ke toko itu dulu kayanya ada stroller bike disana” Hasna langsung bergegas masuk ke Toko Perlengkapan Anak.
Hasna langsung memilih-milih ternyata lengkap dan banyak pilihan. Maura seperti biasa memilih yang warna pink, tapi Hasna langsung menggeleng. Nanti gak matching kalau Maura memakai baju warna yang lain.
“Bagaimana kalau warna ini hitam?” tanya Hasna.
“No..no itu warna anak yaki-yaki… mola anak pelempuan”
“Beuuuh ini bias gender sudah dimulai dari seumur balita” pikirHasna
“No..no… black itu warna untuk laki-laki dan perempuan, Buna suka memakai warna hitam” Maura langsung merengut tidak suka.
“Tapi mola nda suka hitam, its ugly color”
“Maura tidak suka warna hitam its ok… tapi jangan sebut itu jelek atau warna laki-laki yah.. Hitam itu warna yang keren karena dia membuat warna yang lain terlihat sehingga dia tidak kelihatan” jelas Hasna
“Mola nda ngelti”
“Ini coba Maura lihat, kalau kita simpan tas yang warna biru ini diatas warna hitam, Maura lihatnya warna apa?
“Biyu”
“Kalau Buna simpan saputangan merah diatas warna hitam yang keliatan warna apa?” Hasna tersenyum melihat ekspresi Maura yang sampai berkerut-kerut serius.
“Meyah”
“Hebat yaaa… coba kalau Buna simpan saputangan merah diatas sepeda ini yang keliatan warna apa?”
“Kain meyah ama cepeda biyu” jawab Maura cepat.
“Tuhh kan semuanya menang, gak kaya yang hitam dia tuh mengalah, jadi warna hitam itu baik sama warna-warna yang lain” Hasna langsung mengusap-usap stroller bike warna hitam.
“Walna hitam baik-baik yaah” Maura ikutan mengusap-usap stoller hitam
“Tapi Mola ga syuka walna hitam” kata Maura sambil cemberut
“Hehehehe gak apa-apa, boleh pilih warna yang Maura suka aja” Hasna tertawa
“Boleh walna bilu yang ada bintang-bintangnya boyeh” tanya Maura.
“Boyeeeh sayang… ayo hup naik” ucap Hasna yang langsung meminta sales penjual untuk membuat nota penjualan.
Isyana hanya mengamati interaksi antara Maura dan Hasna. Dia langsung mengcapture Hasna yang sedang sibuk berdua dengan Maura tanpa menyadari ada yang sedang mengamati mereka berdua.
*“Bukannya belanja keperluan nikahan malah membeli stroller buat Maura” *tulisnya kepada Reza
__ADS_1
“Hati-hati kalau dia gak niat belanja itu indikator rendahnya niat, i have experience like that, my friend decide not to marry Bang, disalip ditikungan.. Beware.. sebaiknya Abang datang kesini :)”
Isyana langsung senyum-senyum sendiri, terbayang perasaan abangnya yang tidak tenang dengan kiriman pesan darinya.
“Ok Syana kita mau makan dimana?” Hasna muncul dengan mendorong Maura yang sudah menclok di stroller bike dengan senyam senyum malu.
“Wahahahahah Maura you looks so cute with new bike” Isyana langsung tertawa melihat ekspresi Maura yang dengan enaknya nyangklok di sepeda.
*“Let me take a picture first, your Papi will happy to see you in this stroller” *
“Hasna just stay with Maura” teriak Isyana saat melihat Hasna yang langsung mau kabur saat mau difoto
“Enggak ah aku kucel… Maura aja” Hasna menolak difoto
“Just stay ok.. 1..2..3 say cheese” ucap Isyana dan diikuti oleh juluran lidah oleh Hasna
“Whahahaha nice picture… ok lets get eat first” akhirnya mereka memutuskan makan di restoran fast food yang terdekat karena Maura ingin makan ayam.
“ Syana untuk tema pernikahan, aku mau memilih pernikahan outdoor, hanya saja jumlah tamunya jangan terlalu banyak karena aku pengen lebih privat party saja” Hasna mendahului pembahasan soal pernikahan.
“How many guest yang mau diinvite sama Sisi” tanya Isyana, dia sibuk menyusui Mikail yang terbangun karena suara hiruk pikuk di restorarant.
“Maybe just 200 guest?” jadi kebawa ngomong ngenglish begini pikir Hasna.
“Itu sudah termasuk, keluarga, teman ayah dan Mama sama teman-teman dekat aku” tambahnya
“Why don't you want a big party? Because you are marrying a widower?”
“Oh… tidak bukan karena itu, aku tidak mempermasalahkan Mas Reza seorang duda dengan 2 anak...No”
“Aku hanya ingin pernikahan yang lebih santai dan tidak kaku, aku mengenal tamu yang datang”
“Tapi apakah itu bisa? Karena keluarga Mas Reza kan banyak relasinya”
“Hmmm… i think its ok, because this is his second married”
“Ya syukurlah kalau begitu” Hasna tidak terlalu memperdulikan pemikiran itu.
“Untuk menu makanan, dekorasi dan undangan pernikahan bisakah aku minta Syana untuk membantu memilih?”
“Aku khawatir kalau pilihan aku terlalu simple dan sederhana, dari dulu orang selalu bilang begitu”
“Heheheh ga punya taste kalau kata temen aku” Hasna tertawa-tawa, memang benar dia selalu merasa kalau ia kurang punya pengetahuan soal fashion dan design. Bisa menyebutkan sesuatu bagus atau indah tapi tidak punya ide kalau merancang. Kelemahannya dari dulu.
“Ok.. Saya senang bisa membantu, nanti Sisi kirimkan saja mana yang Sisi suka, nanti aku kasih masukan” ucapnya dengan senyum yang manis.
“Terima kasih yaaa, legaa aku sekarang”
“Hmm soal belanja keperluan seserahan pernikahan, aku ikut aja deh”
“Sekarang sudah malam, anak-anak sudah waktunya tidur, kasian”
“Owh no..no.. musti memilih mau apa saja?”
“Memangnya apa saja yang biasanya dibawa” tanya Hasna
“Depends on what you want. Dulu aku minta dibawakan makeup, bags, shoes, underwear, dress”
“Ya samakan saja lah gak usah pusing-pusing” ucap Hasna dia malas memikirkan harus belanja barang yang dia tidak merasa perlu.
“Bags maybe ok, but shoes harus dicoba and underwear I don't know your size” Isyana menatap ke arah dada Hasna.
“What size do you have?” ucapnya sambil memegang dada Hasna, Hasna langsung kaget tapi tangan Isyana keburu menangkup kedua belah dadanya. Hasna langsung menjerit.
“Adik…. Kamu apaan sih” terdengar suara di belakang
Ternyata Reza datang menjemput mereka berdua, Hasna langsung pucat.
__ADS_1
“Hahahaha… Hasna meminta aku membelikan keperluan dia, I don't know her size so aku lagi memperkirakan ukuran underwearnya… Lucky for you Abang she has a big size” Isyana langsung tertawa-tawa.
Hasna langsung cemberut.
“Syana kamu gimana sih, ngomong seenaknya. Ini ada Maura” Hasna langsung menutup telinga Maura yang sedang asyik mencomoti ayam di piringnya.
“What do mean? Ow no..no.. you have a dirty mind… big size is good when you have babies… Hahahaha you are thinking too far Hasna” Isyana langsung cekikikan.
“I have a small size so its hard for me when I have to breastfeeding Mikail, big size is good for your baby Hasna, but also for Abang...hahahhaahaha” Isyana masih cekikikan terus. Hadeuh ini punya adik gak ada yang bener satupun juga pikir Hasna. Hasna cuma bisa menggeleng-gelengkan kepala.
“Bapak kok menyusul kesini katanya dinner party” Hasna heran melihat Reza dengan pakaian lengkap datang ke Mall.
“Namanya juga party kita bisa menyelinap pulang duluan kalau sudah bertemu dengan klien, aku mau liat Maura memakai stroller”
“Ide yang bagus membeli ini, dia semakin lama semakin berat kalau minta digendong”
“Maura atau Maura...hahahaha” Isyana kembali cekikikan.
“Shut up… or I told Steve that kamu gak pulang bukan karena persiapan pernikahan Abang tapi karena malas musti pulang ke Singapura karena tidak ada yang membantu” Reza langsung mengancam.
“Own no..no don't do that, or I will tell Hasna about the ugly things that you did when sleeping” Kakak adik ini masuk dalam zona perang saling mengancam daerah kekuasaan.
“Woi...yow..yow… mohon tenang, jangan kebawa emosi… Mas Reza mau ice cream?” tawar Hasna mencoba mengalihkan perhatian.
“Aku bukan anak kecil yang disogok sama es krim” Reza langsung membuka jas nya, tadi ia terburu-buru turun dari mobil sampai lupa membuka jas.
“Mola mau ais krim” Anak koala langsung nyaut begitu mendengar kata es krim.
“Ok Buna beli dulu yah” Hasna langsung beranjak untuk membeli es krim. Memusingkan kalau mendengarkan keributan kakak adik itu, apalagi Isyana termasuk tipe ngeyel dan mau menang sendiri seperti kakaknya.
“Dia gak mau belanja keperluan seserahan dan menyuruhku membelikan untuknya” Isyana langsung merubah mode suaranya menjadi serius.
“Like I told you before, she still does not have a good connection with you” ternyata kakak adik itu hanya ribut sandiwara di depan Hasna
“Dia sangat perhatian pada Maura tapi tidak terlalu memperdulikan soal pernikahan, aku khawatir dia akan berubah pikiran kalau banyak masalah”
“Arcy memberikan efek yang buruk sama dia, tadi dia mengancam pada Hasna” lapor Isyana kepada kakaknya.
“Kemarin dia melemparkan tempat pulpen dari besi dan mengenai pelipis Hasna sampai berdarah, aku mengantarnya ke rumah sakit dan untung tidak sampai dijahit” Reza menghela nafas mengingat kejadian itu.
“What she is totally insane.. Kenapa Abang tidak cerita, kalau tahu begitu tadi aku marahi dia” Isyana langsung emosi begitu mengetahui hal itu.
“Dia minta bantuan aku untuk memberikan masukan soal persiapan pernikahan, ini sudah langkah bagus, sebaiknya Abang banyak melakukan kontak sama dia kalau ada waktu” saran Isyana.
“Ya 2 minggu kedepan agak sibuk, nanti aku usahakan” jawab Reza
“Oya usahakan sekarang antar dia membeli sepatu, karena sulit untuk membeli sepatu tanpa pemakainya, aku khawatir tidak cocok ukurannya kalau aku belikan. Untuk yang lain aku bisa bantu belikan, including underwear… I think her size its 36 cu B… hahahahaha good enough” Reza hanya menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar ocehan adiknya, karena Hasna datang dengan membawa 3 cup ice cream.
“One for Maura, one for Aunty and one for me” Hasna membagikan es krim untuk semua orang.
“Saya mana?” ucap Reza
“Bapak kan bukan anak kecil tadi bilang” Hasna langsung nembak jawaban Reza tadi. Reza langsung melengos.
“Hahahahaha…. Ini buat Mas Reza… jangan suka pundungan ah jelek… ketahuan masih anak kecilnya kalau suka pundungan” Hasna tertawa-tawa melihat ekspresi Reza yang kesal.
“What the meaning of pundungan” Isyana terlihat bingung.
“Owh… itu tempat penampungan air, persediaan untuk musim kering Syana, seperti danau buatan” Hasna tersenyum jahil.
Isyana terlihat semakin bingung. Reza menghela nafas….
‘Itu sih bendungan”..... ahahahahahahahahaha
***********************************
Pelajaran Bahasa Inggris episode kedua, hahahahah aku cape kalau musti bikin translate jadi dicampur saja dengan Bahasa Indonesia. Besok Hari Kemerdekaan, jangan lupa berdoa untuk kemajuan bangsa kita ya Gurlz... sekali merdeka tetap merdeka... Merdeka untuk membaca dan berekspresi. Terima kasih Mangatoon/Noveltoon sudah membantu memberikan kebebasan berekspresi dan menjadikan bangsa kita jadi gemar membaca. Semoga kedepan para reader disini tidak hanya baca novel saja tapi juga baca ilmu pengetahuan lain sesuai kebutuhan hidupnya menjadi pembelajar sepanjang hayat.. biar makin pinter kaya Hasna.... MERDEKA
__ADS_1
***********************************