
Reza POV
Malam itu acara ramal meramal berlangsung lambat tapi pasti.
“Kalau Mas Reza masuk kategori tangan apa?” perempuan ini tanpa ragu langsung meraih tanganku. Ternyata sudah mulai tidak sungkan lagi untuk memegang tanganku
“Hmm kalau menurut bentuk dan panjang jari tangannya masuk kategori fire hand katanya. Tangan api itu jari-jarinya lebih pendek daripada telapak tangan” aku memperlihatkan telapak tangan di depannya
“Hahahahha iya aku baru sadar jari tangan Mas Reza pendek gemuk kaya bayi...hihihi lucu kaya tangan Maura” malah cekikikan melihat tanganku, dipegangnya jari-jari yang tampak lebih pendek kekar. Kepalanya bersender ke bahuku, sama sekali tidak ada kecanggungan dalam sikapnya.
“Ya wajarlah kalau tangan laki-laki lebih kokoh daripada tangan perempuan yang cenderung panjang dan lentik” Ku kepalkan tangan dan kemudian menggenggam tanganya.
“Kamu lebih suka dipegang tangan laki-laki yang lentik atau tangan yang kokoh?” tanyaku
“Ihhhh ya sama tangan yang kokoh dong masa tangan yang lentik… amit-amit deh” dia tiba-tiba sadar tangannya digenggam kuat olehku, langsung ditarik tangannya.
“Trus sifat fire hand itu sifatnya gimana?” Ia kemudian mencoba bangun dari tidur untuk duduk.
“Mau kemana bangun?” Aku langsung protes, sia-sia kalau dia menjauh, tidak ada skin to skin lagi.
“Diskusinya lebih enak sambil duduk biar lebih jelas” ia masih berusaha bangun untuk duduk.
“Gak… aku capek dari tadi pagi duduk terus, udah malam pengen tidur rebahan aja ngobrolnya” ku tarik pundaknya untuk kembali tidur.
“Jadi karakter fire hand itu punya kecenderungan sifat pemarah dan tidak sabaran dan ia cend..” belum selesai bicara sudah terpotong oleh tawanya
“Hahahahha bener-bener … kok bisa sih, ya ampun rame banget ternyata” dia langsung tertawa mendengar aku disebut pemarah dan tidak sabar… menyebalkan.
“Mau diterusin gak… motong melulu” musti dimarahin dikit biar agak diem, dadanya malah gerak-gerak terus di tanganku “ya ampun*…. sabarrr… jangan sampai dia sadar bisa-bisa meloncat lagi menjauh*”.
“Iya-iya terusin” dia langsung memegang lenganku. “Hmmm bagusss semakin terasa akrab”
“Untuk fire hand mereka sangat cocok untuk menjadi pemimpin karena mereka memiliki visi dalam kehidupannya sehingga bisa mengarahkan orang lain, karena punya rencana seperti apa hidupnya di masa depan. Terkadang karena sifat kerasnya membuat tidak disukai tapi kan itu keunikan dari orang dengan tipe fire hand.
“Sekarang aku liat garis tangan kamu” kuambil kembali tangannya, terasa hangat dan halus.
“Aku mulai dari Heart line, garis yang paling dekat dengan jari-jari ini menjelaskan tentang bagaimana hubungan kamu dengan orang lain termasuk di dalamnya percintaan dan pertemanan”
“Hmmm….. “ aku pura-pura berpikir keras, ingin melihat bagaimana reaksinya kalau dikasih jeda waktu apakah semakin semangat atau tidak perduli”
“Kenapaaa heart line aku… jeleek atau bagus?...ihhhh buruan atuh” hahahaha terpancing langsung panik dia.
“Garisnya tebal menunjukkan kalau jiwa sosial kamu yang tinggi, hhmmm...tapiii garisnya dimulai dari jari tengah, menunjukkan kalau kamu egois dalam percintaan, pantesan susah punya pacar.. Egois ternyata..untung saja mereka gak pacaran sama kamu, bisa-bisa habis dipukuli” aku mentertawan kejombloannya yang ternyata akibat dari sifat egoisnya. Tapi sebetulnya keberuntungan berpihak kepadaku, tidak bisa dibayangkan kalau dia duduk pegang-pegangan dengan laki-laki lain.
“Tapi kelebihan garis yang dimulai dari jari tengah adalah orangnya mudah untuk jatuh cinta, trus hearth line kamu itu panjang dan melengkung itu indikator kamu suka mengutarakan perasaan dan pikiran kamu” memang dia gampang sekali untuk protes dan kalau tidak suka pasti langsung diungkapkan.
“Ihhh bener banget, kok pinter sih Mas” dia senyam senyum sambil menggesek-gesekan kepalanya ke bahu mirip Maura kalau mengantuk. Huuffttt bibirnya yang bengkak sudah normal juga… Ya Allah berikan hambaMu kekuatan.
“Punya Mas Reza coba aku lihat?” ia segera membalikan tanganku.
“Mas Reza kok garisnya mulai dari telunjuk terus gak melengkung kaya aku tapi lurus pendek” dia menujuk garis tanganku dengan telunjuknya, terasa berdesir.
“Katanya aku orang yang mudah puas dengan kehidupan asmara aku, sehingga tidak mudah tertarik pada percintaan dengan orang lain” jawabku pendek.
__ADS_1
“Ow pantesan mukanya lempeng padahal udah di gesek-gesek terus sama Bu Arcy” jawabnya dengan cemberut.
“Kata siapa Arcy suka menggesek-gesek? Memangnya kamu pernah melihat?” tanyaku dengan tajam, aku khawatir dia mendengar cerita dari orang lain di kantor.
“Kemarin saja waktu di kantor Mas Reza, asyik ngobrol berdua deket-deket gitu, gak risih emang? Kayanya kalau aku gak ada udah pangku-pangkuan” ehhhh ngomongnya jadi kemana-mana.
“Pikiran kamu tuh suka gak beres, mulutnya musti dikondisikan kalau bicara jangan mengucapkan sesuatu yang tidak berdasar, lebih baik diam gak bicara daripada bicara asal malah jadi fitnah” ucapku sambil membekap bibirnya yang manyun, bikin gemes.
“Uhmm.. iya-iya ampun”
“Lanjutin nya besok lagi aja ah, udah ngantuk malah dituduh melakukan hal-hal yang gak jelas” jelasku sambil berusaha memunggunginya, biar belajar jangan suka menuduh yang tidak-tidak.
“Ehhh jangan dulu, kalau besok-besok Mas Reza suka sibuk, trus nanti aku besok tidur sama Maura nanti ngegantung ramalannya” duuuuhh ini anak gak sadar malah terus nempel badannya ke punggung. Harus segera diselesaikan ramalannya kalau tidak bisa-bisa aku tidak bisa menahan diri lagi. Aku akhirnya berbalik.
“Ya sudah Aku percepat, garis yang ditengah-tengah sering disebut dengan garis intelegensi, garis tangan kamu panjang, jelas lurus. Orang dengan garis lurus seperti ini orangnya cerdas, terbuka dan banyak memiliki ide tapi sering pusing oleh idenya sendiri. Garis intelegensi kamu terpisah dengan garis kehidupan.. Ini garis yang paling bawah. Orang yang garis intelegensinya terpisah dengan garis kehidupan menunjukkan orang yang sedang berpetualang, berani dan terbuka”
“Mas Reza gimana?” selalu saja ingin membandingkan dengan garis tangan milikku.
“Garis intelegensi aku juga sama panjang dan lurus seperti kamu tapi ujungnya aku bersatu dengan garis kehidupan menunjukkan kalau orangnya yang memiliki sifat tertutup tapi bijaksana”
“Heuu meni ditambah bijaksana segala.. Itu mah ditambah-tambahin aja...hihihi” malah cekikikan lagi, haduh punya istri seumuran dia memang musti banyak sabarnya.
“Terakhir ah… aku udah ngantuk nih, yang terakhir garis kehidupan, waaah bagus garis kehidupannya panjang dan melengkung, indikator panjang umur kamu, energinya besar dan kuat serta penuh vitalitas.. Baguslah nanti kedepan banyakin kamu yang gendong Maura, tenaga kamu lebih gede daripada aku” aku langsung ingin tertawa melihat mukanya yang langsung kaget. Dia langsung melihat tanganku dan berkomentar
“Ya Allah Mas kenapa garis kehidupannya pendek begini, trus ada banyak garisnya? Umurnya pendek yah, jadi nanti aku cepet jadi janda dong masih muda, gak apa-apa sih asal banyak dikasih warisan aja” aku langsung toyor kepalanya.
“Enaknya saja ngatain aku pendek umur, ini beda modelnya sama kamu yang berbentuk kurva, yang aku lurus sampai kebawah, indikator vitalitasnya tinggi. Kuat tahu.. Bisa beberapa kali, nanti aku tunjukkan kalau kamu sudah siap digauli” jawabku cepat.
“Udah ah mau tidur aja ngantuk” ia langsung menarik selimut dan membelakangiku
“Ya sudah tidur saja sekarang sudah malam, gak usah tau tentang garis takdir” godaku
“Ehh emang ada?” dia langsung berbalik dan menyodorkan kembali tangannya.
“Yang ini ada tarifnya soalnya agak private gak semua orang tau, termasuk ada garis anak dan pernikahan”
“Pernikahan aku gak perlu tahu, udah kadung nikah sama Mas Reza, tapi kalau bisa keliatan gak apa-apa ding… kali aja nikahnya gak cuma sekali hehehehe”
“Kamu tuh otaknya gak bener” ku toyor lagi kepalanya, mikir aku cepet mati apa.
“Kan tadi dibilanginnya garis hidupnya pendek” dia malah cekikikan dibalik selimut, beuuuh kalau gak kuat lama-lama ditarik juga nih selimut.
“Aku bakalan kasih tau garis takdir, sama berapa jumlah anak asal…”
“Asal apa?”
“Asal tiap pagi kalau mau ke kantor kasih cium pipi dulu setelah salim” jawabku cepat, mustinya dari tadi bikin persyaratan ini. Lumayanlah inget sekarang juga kali-kali aja kepancing.
“Gak ah… gak usah tau..malu sama anak-anak”
“Takdir aku udah jelas, nikah sama duda beranak dua, kuliah s2 dan nanti bekerja sesuai kemampuan” jawabnya sambil membelakangiku.
“Hmmm ya udah padahal tadi keliatan banget garis anak kamu agak beda dari yang lain” jawabku… pancingan langsung dilempar… kali aja dapat ikan
__ADS_1
Krik…..krikkk….krikkkk
“Sabar Reza sudah jelas perempuan ini banyak dipengaruhi sama emosi daripada berpikir logisnya…. Tunggu sedikit lagi” aku mencoba menenangkan diri… nothing to lose.
Krik...krik….krik… aku yakin dia belum tidur.
“Ya atuh… tapi cium pipi aja yah beneran, jangan jadi cium bibir lagi”
“Hahahhaahhahaha…. Keberuntungan memang selalu berpihak pada orang yang sabar” aku berusaha menahan muka supaya tetap lurus, kemudian mengangguk.
“Iya… yang penting dicium pipi setiap hari, terserah mau dimana juga...dikamar boleh, di mobil boleh, dikamar mandi juga boleh” aku tersenyum penuh kemenangan.
“Buruan liat garis nya, gimana takdir dan anak aku ada berapa” sekarang dia sudah sadar tidak mau lagi dempet-dempet.
“Hmmm garis takdirnya sangat jelas, indikator bahwa kehidupan kamu sangat jelas dipengaruhi oleh takdir”
“Arghhh itu sih aku sudah tau, kalau takdir hidup aku sudah ditetapkan sama Allah di Lauhul Mahfudz… aku musti nikah sama Mas Reza juga udah jadi takdir aku”
“Iya makanya garis takdir kamu tuh jelas banget beda sama punya aku punya aku tipis, jadi kamu gak bisa menghindar buat gak nikah sama aku” sambungku
“Iya-iya aku sudah pasrah.. Udahlah gak apa-apa aku bersyukur punya anak sambung yang lucu dan cantik” ucapnya.
“Kalau suami yang baik dan murah hati gak disyukuri” godaku
“Suami yang murah hati aku syukuri, baiknya masih belum keliatan, kalau suka maksa iyah” sambungnya lagi.
“Ya gak apa-apa nanti juga akan bersyukur punya suami kaya aku” jawabku pasrah.
“Ih sangat bersyukur kok, nihhh aku kasih ciuman pipi..jangan bibir nanti bibir aku bengkak lagi” dia mencium pipiku cepat. Hahahahah dia pasti akan selalu luluh kalau kita bersikap lemah didepannya.
“Hmmm kalau aku liat garis anaknya sangat tegas, ada 2. Kalau tegas itu indikator anak laki-laki tapi kenapa ini berdekatan begini yah… jangan-jangan kembar” aku melihat dengan seksama. Kenapa ini sangat berdempetan baru sekarang ku liat garis anak seperti ini.
“Hahhhhhhh kembar…. Waaah gak mau repoooot kaya Tante Risma sepupunya Mama...anaknya kembar dia sampai jungkir balik dulu ngejar-ngejar si Aiman sama Aidan” dia langsung menutup mukanya, waaaah ada turunan kembar rupanya.
“Ya sudah gak apa-apa kita terima saja, apapun yang diberikan Allah” jawabku sambil memeluknya. Hmmm kalau kondisi terpukul seperti ini perempuan selalu butuh pelukan.
“Bunaaaaaa…. Aku mau tiduul sama Bunaaaaaa” tiba-tiba pintu terbuka Maura masuk dengan membawa guling kecil kesukaannya.
“Papiiiii kok bobo disyini aku tadi ditindalin” anak ini hadeuuuh pasti terbangun karena ingin pipis.
“Mola udah pipis belum… ayo pipis dulu sebelum bobo sama Buna” dia langsung bangun dengan cepat, sudah hafal rupanya musti mengajak Maura pipis kalau terbangun malam-malam.
“Tenapa Papiii bobonya sama Bunaaa….” Maura melihat kearahku.
“Tadi Bunanya nangis takut bobo sendiri terpaksa Papi temani” jawabku santai
“Massss…. “ dia langsung melotot. Hahahahahahaha… lumayan nanti tinggal matiin lampu saja biar ada alasan nemenin perempuan emosional tidur.
**************************
Nerusin acara ramalan tadi malam yang kepotong sama ngantuk. Yang mau diramal silahkan tuliskan ciri-ciri garis hati, garis intelegensi dan garis kehidupannya... nanti sama Mbah ShanTi diterawang dari laptop... wqwqwq.. Jangan percaya ramalan musyrik... percaya saya takdir Allah saja dan usaha terbaik yang bisa dilakukan setelahnya kita bertawakal dan menerima semuanya dengan penuh keikhlasan. Cerita episode ini just for fun but i already do my research...hehehehe have a good time yaa... its monday already... have a productive week ahead... love u all.
***************************
__ADS_1