
Hari itu mimpi buruk Soju ternyata belum berakhir, malam harinya dengan kerelaan dan keikhlasan serta ingatan yang kuat akan filosofis kucing harus dibuat kenyang supaya gak doyan ikan diluaran membuat Hasna membiarkan Reza tidur di kamarnya. Awalnya Hasna memilih tidur bersama dengan Maura, lebih tepatnya ketiduran saat menemani Maura tidur
Karena malam sebelumnya kurang tidur, saat Hasna nempel di bantal di kasur Maura ia langsung terlelap sehingga tidak ingat siapa yang tidur duluan apakah Maura atau dirinya. Ia terbangun saat tiba-tiba merasa dirinya melayang dan bergerak. Saat membuka setengah mata dengan kondisi setengah tertidur dia melihat dirinya yang digendong Reza pindah ke kamarnya.
“Mass… kenapa?” Hasna mencoba bangun dengan kondisi setengah tersadar tapi langsung kembali terlentang karena Reza sudah memeluknya.. Akhirnya Hasna merebahkan diri dalam pelukan Reza. Ternyata memang daripada meributkan kuda liar akhirnya mereka meliarkan diri sendiri.
Malam itu Hasna jadi tahu ada pengertian lain dari sarung yang dikenalnya selama ini, betapa ternyata selama ini pengetahuannya tentang dunia persarungan sangat sempit. Saat tadi Hasna tidur di kamar Maura setelah Isya Reza keluar rumah mencari sarung yang cocok untuknya. Sehingga saat Hasna mendebatkan kembali soal DNA Soju Reza langsung memperlihatkan sarung pilihannya.
Dan malamnya setelah pembelajaran tentang sarung bisa dipahami dengan baik, kelas diakhiri dengan hasil Hasna yang tidak bisa tidur kembali sementara yang di sebelahnya sudah terkapar tidak sadarkan diri. Hasna hanya bisa mensimulasikan adegan membekap bantal dalam pikirannya, melihat suaminya yang tidur dengan lelap bersama wajahnya yang ganteng to the max membuatnya hanya bisa menarik nafas.
Sejak kapan dia merasa sebagian dari hatinya telah tertambat pada pria ini? Perlahan tangan Hasna meraba rambut Reza yang menutupi dahinya, rambutnya sudah panjang. Selama ini dimana suaminya suka dipotong rambut, ia tidak pernah tahu banyak tentang dia.
Hasna PoV
Melihat Mas Reza yang tertidur dengan nyenyak di sebelah muncul perasaan lega, bahagia dan tersanjung yang muncul dalam hatiku. Dia memilih untuk terus bersamaku sampai memindahkan dari kamar Maura ke kamar, ternyata selain ada maunya “mengenalkan sarung” barusan ia bilang kalau sekarang susah tidur kalau sendirian. Kalau aku pikir-pikir itu hanya alasannya saja, toh selama hampir 4 tahun ia telah menduda sepertinya tidak pernah ada masalah.
Kulihat sarung andalannya, hmmfft ternyata bentuknya seperti itu, selama ini hanya tahu nama tapi tidak tahu bentuknya seperti apa. Ternyata menikah itu nambah pengetahuan juga selain nambah tanggung jawab dan kenikmatan hidup di dunia. Disyukuri saja tahun ini benar-benar naik kelas, semakin tinggi kelasnya semakin susah materi pelajarannya ujiannya juga makin susah. Aku cuma bisa menarik nafas melihat laki-laki di depanku ini.
Mukanya terlihat segar sekarang, tidak seperti tadi pagi terlihat pucat dan auranya gelap. Tadi saat sholat Magrib aku berikan buku doa dan zikir, dia terlihat bengong melihat aku memberikan buku itu.
“Bisa ngaji kan mas?” dia tampak diam, ok tampaknya sudah lama tidak mengaji.
“Ada beberapa doa permohonan ampun, aku lebih suka baca yang terjemahannya saja soalnya lebih mengerti jadi koneksinya lebih dapat sama Allah. Terus biar tenang perasaan coba baca zikir yang ada disana, pilih sesuai dengan perasaan Mas Reza” aku kemudian duduk bersimpuh di depannya.
“Aku suka banget baca zikir ini, memberikan ketenangan banget buat hati aku, trus doa ini juga” aku tunjukkan beberapa doa yang suka aku baca. Entahlah melihatnya duduk bersimpuh di atas sajadah dengan memakai baju muslim dan sarung membuat auranya berbeda dengan saat tadi pagi terlihat bersinar dan harum, sampai tidak sadar bersender pada bahunya. “Nah yang ini juga Mas..” mataku sudah terasa mengantuk, tapi hari ini belum mengajak Maura untuk mengulangi lagi membaca buku latihan iqra.
“Ngantuk kamu” suaranya malah terdengar seperti suara Baby Romeo penyanyi lawas… ngebasssss dalammm, hadeuuuh dari tadi pengen tidur tapi keganggu terus, pas mau magrib. “Iyaaa…. Gara-gara Mas Rezaa aku gak tidur semalaman” aku langsung melotot dan duduk tegak lagi, rupanya kalau emosi bikin ngantuk jadi hilang. Eh yang dipelototin malah ketawa...disangkanya main-main kali, aku langsung melengos.
“Aku tuh kenapa yah dipelototin kamu tuh bukannya takut malah jadi gemes liatnya” ucapnya sambil menarik dan memeluk...ehhh pake cium-cium kepala lagi. Ehhh mulai seenaknya ini sih, disangka udah memaafkan kali yaa...huuhh gak semudah itu Fulgoso. “Lepas aaah… aku masih ilfil soal ngedenger Mas Reza pangku-pangkuan” aku langsung berdiri dan pergi ke kamar Maura. Hari ini cukup 1 lembar saja membaca iqra nya. Mau langsung tidur setelah Isya, besok mulai kuliah, walaupun jadwalnya jam 10 tapi penyiapan kondisi lapangan harus dari pagi.
Dan ternyata seperti inilah adanya untunglah tadi sudah cukup tidur, sehingga saat tadi Mas Reza mengajak ke kamar hmm... lebih tepatnya memindahkan aku tidur ke kamar kondisi badan sudah lebih fit dan waras saat menerima ajakannya untuk mencoba memakai sarung. Dan sekarang pelaku utama sudah terkapar...hmm semudah itukah manusia ini aku maafkan karena terus terang setiap kali mengingat pengakuannya masih terasa sakit di dada ini.
__ADS_1
Heran kenapa dada terasa seperti ada yang menusuk padahal otak yang berpikir dan mencerna semua informasi. Karena tidak bisa tidur lagi akhirnya aku googling apa yang menjadi penyebab perasaan sesak dan sakit di dada, kalau manusia disakiti secara esmosi, sakit tapi gak berdarah. Seperti sekarang, setiap kali melihat Mas Reza aku tuh merasa sakit di dada dan ternyataaaa….
Dalam artikel itu dijelaskan kalau saat menusia mengalami sesuatu yang memicu stres, bagian otak yang mengelola reaksi emosional itu akan memberi respon dengan meningkatkan aktivitas saraf vagus (saraf yang bermula di cabang otak dan terhubung ke leher, dada, dan abdomen). Ketika saraf vagus mengalami kelebihan stimulasi, tubuh akan merasa sakit dan mual. Huffft pantas saja tadi merasa pengen muntah. Tiba-tiba aku membayangkan perasaan Mbak Mitha saat melihat foto yang dikirimkan makhluk jejadian itu, dalam kondisi hamil melihat foto seperti itu. Pantas saja langsung kambuh eclampsia nya.
Baru saja pikiranku berputar mengenai foto itu tiba-tiba handphone berbunyi ada pesan masuk. Siapa juga yang kurang kerjaan mengirimkan pesan jam segini, nomor tidak dikenal lagi. Begitu aku buka pesannya langsung perasaan sesak dan sakit itu muncul kembali dengan lebih kuat. Foto...foto….foto… foto...dan foto. Aku langsung duduk dan menjauh dari Mas Reza, siapa yang mengirimkan ini.
Foto pertama adalah mereka berdua Arcy memegang mike dan satu tangannya lagi meraih pundak Mas Reza, ia tampak sambil tersenyum dengan manja. Nice picture….. Kalau saja bukan suamiku akan kuberikan nilai 8 atas ekspresi bahagia yang terpancar dan wajah perempuan dan dan ekspresi cool dari laki-laki.
Foto kedua sekarang ternyata sudah mulai merangkul, hmmm ini seperti melihat foto prewed saja bertahap, makin dilihat kesini perasaan sakitnya gak seperti awal lebih ke emosi jadinya. Maksudnya apa sih mengirim foto seperti ini, ada untungnya tadi Mas Reza sudah mengakui kelakuannya saat minum. Kalau saja tadi tidak mengaku mungkin sekarang sudah dibekap langsung pake bantal.
Foto ketiga, astagfirullahalziem merangkul kedua tangan ke leher sedangkan Mas Reza bernyanyi, mungkin maksudnya memperlihat kan kemesraan owhh ok… bagus. Aku melirik laki-laki yang tidur disebelahku seperti makhluk tanpa dosa. Dia sadar tidak yah saat melakukan ini?, itu sebabnya kita dilarang minum alkohol bisa kehilangan akal waras. Ini foto diambil oleh orang lain dari sudut yang berbeda-beda antara foto pertama, kedua dan ketiga. Niat pisan.
Foto keempat ...oh yang ini rupanya pangku-pangkuan itu, mukanya Mas Reza sudah merah seperti udang artinya pengaruh alkoholnya sudah banyak tertawanya sudah tidak normal, begitu juga dengan setan perempuan yang duduk di pangkuannya, sudah tertawa tidak waras, Ya Allah kuatkan hambaMu ini … tidak terasa air mata mengalir di sudut mata. Padahal baru minggu kemarin aku merasakan sudah menjadi istri yang sesungguhnya dengan Mas Reza. Ok.. apa isi foto kelima
Foto kelima ternyata masih duduk di pangkuan tapi posisi dipegang dengan dua laki-laki. Benar-benar perempuan yang tidak tahu malu, foto yang seperti ini diberikan kepada orang lain, aib sendiri malah disebarkan. Niatnya untuk menghancurkan pernikahan orang lain lebih besar daripada rasa malu atas kelakuannya. Baru selesai melihat foto kelima tiba-tiba masuklah pesan dari nomor ini.
“Suaminya butuh hiburan diluar yah Mbak indikator tidak dipuaskan atau tidak bahagia di rumah”
“Lain kali kalau mau fotoin suami orang pas lagi waras yah Mbak jangan ditungguin mabok dulu" lanjutkan gimana reaksinya.
“Gak tau malu dasar perempuan udik… niat banget mau jadi cinderella”
“Mau jadi cinderella cirengbella atau bala-bala itu mah takdir njing… tong sok loba bacot" tulisku sambil tersenyum, terimakasih temanku Aurel yang sudah mengajarkan bahasa pergaulan preman.
Akhirnya aku mengeluarkan kata-kata mutiara untuk mengakhiri percakapan unfaedah yang harus ia tuliskan di malam menjelang dini hari itu. Dijamin kalau dikasih bahasa sunda akan rooming dan bingung menjawabnya dia hahahahhaha. Jelas sekali kalau perempuan itu sengaja menyuruh seseorang untuk mengambil foto dirinya dengan Reza. Jadi mereka memang berniat membuat aku dan Reza bertengkar. Ini sekarang masalah soal pertarungan untuk membuktikan siapa yang akan kuat bertahan.
Kalau aku menunjukkan foto ini pada Mas Reza yang pasti adalah kembali bertikai dan aku akan merasa marah atas reaksi yang ditunjukkannya. Dia akan membuat berbagai alasan dimulai dari tidak sadar melakukan itu, tidak tahu ada yang foto sampai kemudian dia akan marah-marah dan mencari tahu siapa yang mengirimkan foto ini. Tidak ada ending yang baik yang ada hanyalah kemarahan dan kekesalan.
Kalau aku sekarang menahan perasaan, mencari tahu siapa yang mengirimkan foto ini karena maksudnya sudah jelas ingin membuat aku dan Mas Reza bertengkar. Ok...tujuannya adalah membuat aku dan Mas Reza berpisah, artinya kalau besok aku ribut dengan Mas Reza tujuan mereka tercapai.. Benar-benar seperti buah simalaka, tidak marah tapi dada sesak oleh amarah, tapi marah dan bertengkar mereka akan mencapai apa yang diinginkan.
Kuusap air mata yang terus mengalir, rupanya suara isakan ku terdengar olehnya, Mas Reza tiba-tiba terbangun. Langsung aku pukul kepalanya dengan keras memakai bantal…
__ADS_1
“Awwww… kenapa lagi sih Ra… kamu tuh suka kekerasan begini” Mas Reza langsung memegang kepalanya yang terjengkang.
“Tadi ada nyamuk di pipi Mas Reza jadi aku gemes langsung pukul aja sama bantal” jawabku sambil turun dari kasur.
“Mau kemana?” tanyanya sambil mengusap-usap kepala.
“Solat tahajud… berdoa sama Allah supaya suami dikasih hidayah jadi orang yang soleh dan bisa menjaga keimanan” jawabku sambil mengambil beranjak ke kamar mandi. Kalau mau berperang musti ngumpulin amunisi yang banyak. Gak cukup tabungan kebaikan lagi, kejadian soju ini menguras semua tabungan kebaikan yang kemarin melimpah. Amunisi hati keikhlasan dan kesabaran harus dikirim langsung dari atas.
Mas Reza hanya menggaruk-garuk kepalanya dan kembali tertidur, aku masih belum memiliki energi yang cukup tinggi untuk mengajaknya sholat tahajud berjamaah, perlu waktu yang cukup untuk bisa berproses. Setelah sholat rasa tenang dan keyakinan untuk tidak memperpanjang masalah ini semakin pasti. Meributkan kembali masalah ini hanya akan menguras energi, yang terpenting Mas Reza sudah mengakui kesalahannya dan tidak akan mengulangi lagi, sekarang tinggal menunjukkan bahwa mereka tidak akan menang.
Setelah sholat rasa ngantuk mulai menyerang, masih jam 3 kurang tidur dua jam rasanya cukup untuk menambah energi untuk esok. Saat kurebahkan diriku terasa langsung tangan Mas Reza merengkuhku, dipeluk seperti ini malah membuatku ingin menangis padahal tadi sudah terasa kebal perasaan, hingga air mata tanpa terasa merembes keluar dan membuat hidung kembali meler… srooks...srokss….
“Maafin aku yaaa…. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi” terdengar suara serak Mas Reza di telingaku.. Dan akhirnya tanggul pun bobol, aku berbalik dan menyembunyikan muka di dadanya menangis untuk mengeluarkan semua rasa sesak yang tadi terasa sakit dan menghimpit di dalam dada, sampai akhirnya tertidur.
Dimana-mana juga paling enak kalau udah nyesek itu nangis lahh…. Suka jadi plong cuma yaaah endingnya aja yang gak enak… mata bengkak… hadeuuh mangkaning besok kuliah hari pertama Hasnaa…
Translate :
“Rek jadi cinderella cirengbella atau bala-bala itu mah takdir njing… tong sok loba bacot"
“Mau jadi cinderella cirengbella atau bala-bala itu sih takdir ***** .. jangan banyak omong
#mohon maaf itu adalah bahasa kasar tingkat dewa yang hanya dikeluarkan untuk menolak bala dan dedemit. Gak boleh ditiru yah gak baik
**********************
Helew-helew… Meluruskan permasalahan iddah dan nifas. Sebagai pihak yang pernah mengalami nifas tapi belum pernah iddah (entong atuh) maka ada cerita dualisme dimana otak saya pabalieut karena harus menceritakan DNA yang berhubungan dengan idah dan Reza yang harus puasa tapi gak pake lama cukup nifas saja. Jadi kalau nifas itu lamanya 40 hari yang terjadi pada perempuan yang baru melahirkan untuk memberikan kesempatan bagi organ wanitanya untuk recovery. Sedangkan iddah itu adalah temannya amir… ehhh wkwkwk.. maaf tidak boleh bercanda soal aturan agama. Iddah adalah masa dimana perempuan berpisah dengan suaminya baik karena meninggal ataupun bercerai harus mengalami masa tunggu/rehat selama 4 bulan sepuluh hari (ini yang berhubungan dengan DNA itu loh). Jadi intinya sebenarnya hanya ancaman Hasna aja mau nunggu 4 bulan 10 hari atau 40 hari… tapi kayaknya gak akan sekuat itu.. Maklum Hasna hobinya suka ngancem.
Mohon maaf kalau salah nulis, terima kasih masukannya karena author bukan dewa tapi dewi alias suka bikin salah. Yang butuh info lengkap soal nifas, iddah dan amir googling aja yah.
Buat yang kemarin left grup… ihh suka pundungan kaya Hasna :) katanya cewek strong wkwkwkwk.. setiap kelompok itu membutuhkan tokoh antagonis dan protagonis...heheheh nanti balik lagi yaaa.. jadi protagonis boleh antagonis juga gak apa-apa...gak ada loe gak rame...wkwkwkwkkwkw
__ADS_1
************************