
“Ayo Buna…. Buna yang nyanyi aku yang main gitar.. Seperti biasa kaya di rumah” Hujan langsung berdiri dan menarik tangan Hasna.
“Ehhhh Buna gak diajak berunding kok disuruh ikutan… Buna gak ditawarin Iphone sama Babab…. Gak mau ahh malu… gak kenal Bunanya” Hasna langsung menarik tangannya, dia sama sekali tidak tahu ada acara menyumbangkan lagu di acara Reuni ini.
“Bunaaa…. Kalau aku gak dapat iphone dari Babab… Buna yang mesti beliin aku..” Hujan langsung menatap tajam…
“Ehhh kok Buna yang musti gantiin” Hasna langsung bingung.
“Waa saya lupa saya panggilkan juga menantu saya yang cantik ini untuk menemani cucu saya… maaf ini juga sold out yaaaa… jangan banyak berharap Felix… susah dapatin yang satu ini heheheh”
“Ayo Hasna temani Hujan di depan…. Yang lainnya siapa yang mau bergabung.. Buat yang bergabung main band di depan … saya langsung kasih doorprize voucher belanja hahahahah”
Hujan maju dengan menyeret Hasna bersamanya, tiba-tiba dari belakang Arkhan maju ke depan panggung dan mendahului mereka berdua.
“Saya vouchernya minta double yaa Om”... Arkhan langsung maju paling depan.
“Hahahahha kamu liciknya mirip Bapak kamu… boleh karena yang paling duluan maju…kamu main apa?” Papa Ardy menanyakan instrumen yang akan Arkhan mainkan.
“Bebas saya bisa main semuanya” jawab Arkhan santai dan sombong.
“Whahahahahha sombongnya mirip bapaknya juga…” Papa Ardy langsung tertawa terbahak-bahak…
“Woiii yang jelek semua mirip gw…. Yang bagusnya mirip sapa?” Om Felix langsung berteriak di ujung panggung.
“Ganteng dan cakepnya mirip sama ibunya, pinternya juga pasti turun dari ibunya soalnya IPK kamu dulu paling jeblok hahahahhahaha” Papa Ardy menang diatas angin soalnya dia yang pegang mike.
“Hujan kamu mau nyanyi atau pegang instrumen” Papa Ardy langsung menanyakan pada Hujan saat naik di atas panggung.
“Aku pegang piano dulu lagu ke-1 nanti lagu ke-2 aku pegang gitar, Buna yang nyanyi..” anak petir ini sudah mulai ngatur-ngatur. Hasna cuma bisa pasrah, lagipula kalau di rumah memang biasanya dia yang paling banyak bernyanyi diiringi Hujan yang berlatih alat musik.
“Papa aku dapat voucher gak?” Hansa langsung nagih voucher belanja.
“Kamu udah punya suami tajir… minta sama suami kamu dibeliin tokonya sekalian hahahahha duit dia sama duit Papa banyakan dia gajinya sekarang hahahahahaha” Hasna langsung manyun musnah semua harapan dia untuk memberi voucher belanja untuk Mama.
“Pemain drum siapa yang mau main drum?” Papa Ardy langsung menawarkan posisi pemain drum dan ternyata seorang perempuan maju dengan malu-malu.
“Saya Om… saya bisa main drum…. Tapi saya minta voucher nya triple….” ternyata malu-malu gak berarti gak matre dengan kalemnya minta voucher triple…
“Hahahhahaha anak siapa ini…. Whaahahaha anak loe doel…. Cocok banget jagoan gebuk drum…. Mirip bapaknya hobinya demo waktu mahasiswa whahahahhhaha” ternyata anak Om Abdoel yang rambutnya gondrong duduk di belakang. Benar-benar reuni yang komplit.
Akhirnya Hasna mengumpulkan semua keberaniannya, dia sama sekali tidak mempersiapkan untuk bernyanyi dalam Reuni. Di bawah panggung Hasna bisa melihat Reza menatapnya dengan tajam, tadi dia tidak sempat meminta izin pada suaminya. Tapi toh yang memintanya naik ke panggung adalah orangtuanya bukan atas keinginan Hasna sendiri.
Terlihat Maura melambai-lambaikan tangannya saat digendong oleh Reza,
“Bunaaaa…..gow...gow….. Kaka Ujan… yeah...yeahh...yeaaah….” Hasna langsung ingin tertawa, Maura menirukan gaya sebagai chearleader yang ia ajarkan untuk menyemangati orang lain. Anak itu tahu saja kalau Bunanya butuh dukungan moril yang tidak diberikan oleh Papinya.
“Nyanyi lagu apa Na?” Arkhan mendekat pada Hasna dan membisik.
“Haaaah… eh bentar tanya sama Hujan dia mau mainin lagu apa?
“Kak mau nyanyi lagu apa?
“Lagunya aku HUJAN hahahahaha” Hujan tampak tertawa, rupanya dia menikmati lagu lama itu karena sama dengan namanya..
“Kamu udah cuci otak anak kamu yah, sampai suka band kesukaan kamu… dari dulu hobi banget lagu itu… bentar aku tanya anak kutukupret dibelakang bisa mainnya gak?” Arkhan dengan santuynya menyebut kutukupret karena bisa mendapatkan voucher lebih banyak dari dia.
Anak perempuan itu tampak santuy dan senyam senyum saat Arkhan menanyakan kemampuan musiknya.
“Buset deh Na… itu anak monyet minta voucher punya aku kalau gak ntar dia mainnya asal… kurang ajar main ngancem aja… dia emang denger tadi aku ngomong kutukupret” Arkhan nampak ngomel-ngomel.
“Hahahahah makanya jangan suka maki-maki…” Hasna kemudian mendekati anak perempuan pemain drum untuk menanyakan namanya dan orangtuanya.
“Ok sayang kita bisa mulai?” Hasna memandang kepada Hujan dan pemain drum preman yang memberikan simbol ok.
Hasna kemudian memberikan pembuka.
“Assalamualaikum Om dan Tante semuanya… Terima kasih telah memberikan kesempatan kepada kami untuk bisa berpartisipasi dalam acara yang sangat hebat ini. Bersilaturahmi untuk memberikan kebaikan kepada adik-adik kelasnya yang masih studi di perguruan tinggi”
__ADS_1
“Semoga kami generasi kedua dan ketiga diberikan kemampuan yang sama untuk bisa memberikan kebaikan dan manfaat kepada almamater dan masyarakat serta sukses membangun kehidupan di masa depan seperti Om dan Tante semua”
Ucapan pembuka dari Hasna langsung mendapat sambutan dari para alumni yang hadir semuanya, kemunculan perempuan cantik dan muda di atas panggung langsung menarik perhatian yang hadir, sebagian alumni yang sudah berpencar mulai berkumpul kedepan. Jangan ditanyakan lagi yang muda. Mulai ada suitan-suitan dari bawah panggung.
“Mohooon maaf dikondisikan Bapak-bapak ingat sama umur… jangan sampai nanti pulang-pulang dibawa ambulan…” Hasna langsung tertawa sendiri mendengar humor yang ia lontarkan. Tawanya langsung terhenti melihat ekspresi Reza yang tampak kesal dan berkerut dahinya.
“Saya ingatkan kembali kalau saya sudah tidak availabe lagi karena di depan sana suami saya sudah mulai memanas melihat Om dan adek-adek disini bersuit seperti burung...baik tanpa berpanjang-panjang mari kita nikmati permainan pop rock … yang diwakili oleh Keluarga Ardy saya Hasna menantu Papa Ardy dan Raina cucunya yang cantik dan suka nyamber kaya petir akan bermain keybord, Kakang Ganteng Arkhan the Coolman Putra Om Felix yang bermain gitar dan Negosiator girl Andini putri Om Abdul yang bakalan menggebuki siang ini.
“Lagu pertama yang akan kita mainkan adalah lagu yang selalu dimainkan oleh Raina karena dia merasa kalau namanya selalu disebut dalam lagu ini …. HUJAN”
Lagu Hujan diawali oleh permainan gitar Arkhan yang masih menggigit seperti dulu, ternyata dia masih saja jago bermain gitarnya pikir Hasna.
Jreng...jreng jreng jreng jreeeeng jeng jereng….
Rinai hujan basahi aku / Temani sepi yang mengendap
Kala aku mengingatmu / Dan semua saat manis itu
Segalanya seperti mimpi / Kujalani hidup sendiri
Andai waktu berganti / Aku tetap takkan berubah
Aku selalu bahagia / Saat hujan turun
Karena aku dapat mengenangmu / Untukku sendiri / O-o-ow ...
Selalu ada cerita / Tersimpan di hatiku
Tentang kau dan hujan / Tentang cinta kita
Yang mengalir seperti air / Aku selalu bahagia
Saat hujan turun / Karena aku dapat mengenangmu
Untukku sendiri /O-o-ow ...
Aku bisa tersenyum sepanjang har /Karena hujan pernah menahanmu di sini
Untukku
“Lagiii….lagiiii…. We want more…. We want moreeeee….” teriakan para alumnus memberikan semangat kepada Hasna and the Band untuk kembali menyanyikan lagu.
“Ok baiklah… apakah ada yang akan maju untuk bernyanyi bersama saya disini” Hasna menawaran mike kepada yang lain tapi kemudian terdengar teriakan Papa Ardy dari bawah
“Vouchernya sudah habisss… jangan nambah pemain lagiiii” Hasna langsung tertawa, papa mertuanya memang luar biasa. Akhirnya dia mendekati Hujan dan Arkhan untuk mendiskusikan lagu selanjutnya, dan tentu saja Adinda yang langsung mengangguk setelah dijanjikan voucher Arkhan yang kedua. Setelah semuanya ok Hasna langsung menghampiri mike.
“Baiklah karena pihak sponsor sudah angkat tangan, maka saya akan menyanyikan lagu lawas lagi tapi masih bisa dinikmati oleh kita semua sekarang. Lagu ini nyanyikan oleh Once untuk orang-orang yang mau berkorban bagi cinta dalam hidupnya.. semoga saya juga menemukan cinta dalam hidup hahahaha. Mari kita nyanyikan untuk pasangan kita masing-masing. Yang belum punya pasangan mohon bersabar … ini cobaan” Hasna tertawa pada Arkhan sambil menggerakan telunjuk menunjukkan lambang kasian deh loe. Arkhan hanya mencibir dan tersenyum.
Aku Mau…..
Hujan langsung memainkan instrumen gitar pada lagu yang baru dikuasainya seminggu kebelakang. Hasna sengaja memilih lagu ini agar Hujan bisa langsung unjuk kabisa di atas panggung demi iphone terbaru yang sangat diidam-idamkannya.
Kau boleh acuhkan diriku… / Dan anggap aku tak ada...
Tapi takkan merubah, perasaanku kepadamu...
Kuyakin pasti suatu saat… /Semua kan terjadi...
Kau kan mencintaiku dan tak akan pernah melepasku...
Aku mau mendampingi dirimu… /Aku mau cintai kekuranganmu..
Selalu bersedia bahagiakanmu… /Apapun terjadi...
Kujanjikan aku ada...
“Silahkan Om dan Tante menggenggam tangan pasangan masing-masing awas yaaah jangan salah pegang sama mantan” Hasna mengajak semuanya bernyanyi
__ADS_1
Aku mau mendampingi dirimu… /Aku mau cintai kekuranganmu..
Selalu bersedia bahagiakanmu… / Apapun terjadi...
Kujanjikan aku ada...
Langsung semuanya tertawa dan semuanya ikut menyanyikan lagu bersama-sama hingga Hasna mengakhiri lagu itu. Akhirnya Hasna merasa lega, titah Paduka Mertua telah ia laksanakan dan keinginan anak petir bisa tercapai untuk memperoleh iphone keluaran terbaru. Mudah-mudahan ia kecipratan dapat hadiah iphone keluaran terbaru juga hihihihi pikirnya.
Hasna turun dengan peluh membasahi dahinya, untung ada saputangan dari Arkhan, kalau tidak mungkin ia sudah seperti tukang gorengan yang banjir keringat akibat kepanasan, aneh padahal ruangan hotel ini dingin oleh AC.
Saat tiba di dekat Reza, laki-laki itu diam tanpa berkata apapun. Hanya Maura yang langsung meminta digendong olehnya.
“Buna tadi nyanyi lagunya enak…. Buna tape yahhhh” Maura langsung menyusuti keringat yang tampak di dahi Hasna.
“Iya panas ternyata di atas panggung, banyak lampunya Buna gak kuat sama panas”
“Sudah puas reuniannya?” tanya Reza ketus.
“Reunian apa Mas? Kan Papi yang reunian, aku cuma ngisi lagu bantuin Papi” ucapan Hasna terpotong oleh dentingan gitar yang dimainkan Arkhan di depan.
“Karena tadi saya tidak kebagian mike untuk bernyanyi, maka saya ingin menyumbangkan lagu yang dulu suka kami nyanyikan bersama saat masih kuliah…. Anggap saja ini adalah reuni kami sebelum 20 tahun lagi reuni seperti Om dan Tante yang disini” Hasna langsung menatap Arkhan ...wah drama apalagi ini kenapa nyebut reuni juga…. Ya ampun maksud Mas Reza itu reuni antara dia dengan Arkhan.
Dealova
Arkhan menyebutkan lagu yang selalu ia nyanyikan saat jenuh mengerjakan tugas-tugas di BEM. Hasna ingat mereka biasanya selalu bergantian bernyanyi hanya untuk menghidupkan suasana, tanpa adanya maksud romantisme dalam lagu yang mereka nyanyikan. Tapi di panggung Arkhan menyanyi dengan dentingan gitar yang terdengar syahdu.
“Kita pulang sekarang” Reza berdiri, diambilnya saputangan Arkhan yang dipegang oleh Hasna.
“Buang ini, jangan dipakai lagi” dilemparnya sapu tangan keujung meja. Diraihnya Maura dan ditariknya tangan Hasna.
“Mas aku belum pamit pada Mama dan Papa” Hasna langsung menahan tangannya, ia datang bersama kedua mertuanya masa tiba-tiba menghilang tanpa pesan.
“Gak usah nanti aku kirim pesan saja, Kaka…. Kita pulang sekarang” Reza langsung memanggil Hujan yang menatap tajam pada Reza. Tanpa banyak bicara Hujan berdiri dengan muka yang ditekuk. Wah ini alamat bakalan ada hujan angin topan badai di mobil pikir Hasna.
Hasna berjalan tergesa dengan tangan ditarik oleh Reza. Hujan mengikuti dengan muka cemberut, ia tidak mau bicara apapun, ia sudah hapal kalau muka Papinya ditekuk seperti itu pasti sedang marah.
Sayup-sayup sambil berjalan Hasna mendengar nyanyian Arkhan
Aku ingin menjadi mimpi indah dalam tidurmu
Aku ingin menjadi sesuatu yang mungkin bisa kau rindu
Karena langkah merapuh tanpa dirimu / Karena hati telah letih
Aku ingin menjadi sesuatu yang selalu bisa kau sentuh
Aku ingin kau tahu bahwa ku selalu memujamu
Tanpamu sepinya waktu merantai hati / Bayangmu seakan-akan …………
Kau seperti nyanyian dalam hatiku / Yang memanggil rinduku padamu
Kau seperti udara yang kuhela kau selalu ada /
Hanya dirimu yang bisa membuatku tenang
Tanpa dirimu aku merasa hilang dan sepi…
Hujan Badai Angin Topan akan segera datang… Siapkan payung dan tissue seperti biasa
*******************
Janji double up sudah saya penuhi, sebagai dampak mbak dan teteh deterjen telah baik hati tetap sabar untuk tidak menyuruh menggurung gusuh untuk segera up… mohon maaf kepada boz di kantor hari ini kerjaan kantor tidak saya kerjakan… saya seharian bikin story hihihihi…. Untuk itu jangan sampai boz anda tahu kalau anda seorang novelis online supaya gak curiga kalau anda keliatan sibuk padahal lagi ngehalu bikin story…. Wkwkwkwkwk sing penting produktif memberikan manfaat kepada orang banyak… Tetap sehat dan tetap produktif yaaa… Love u all
*******************
__ADS_1