Ibu Untuk Anakku

Ibu Untuk Anakku
Buna Hasna


__ADS_3

Hasna POV


Semalam kami berpisah tanpa membicarakan apapun. Hanya selamat malam dan terima kasih, seperti suasana antiklimaks dari pertemuan keluarga hari ini. Tapi paling tidak aku merasa bebanku sedikit terangkat.


Jangan sampai hanya aku sendiri yang merasakan kesedihan dari seorang perempuan yang meninggalkan anak-anaknya karena maut. Ternyata kepergian perempuan itu membawa serta rasa bersalah dari beberapa orang. Mama Bertha sangat jelas memperlihatkan rasa bersalahnya, yang aku tidak ketahui hanya Pak Reza yang tampak memasang dinding yang tebal akan perasaanya ditinggalkan mati oleh istrinya.


Tidak ada rasa ingin tahu untuk menanyakan apa dan mengapa kematian itu terjadi pada Pak Reza karena kalau aku lihat duka yang dirasakan laki-laki itu masih sangat dalam. Namun tekanan untuk membesarkan anak-anaknya menjadikan ia memilih untuk mencari pendamping baru.


Hari ini aku putuskan untuk menenangkan semua permasalahan dengan rebahan di kamar. Ah nikmatnyooooooo ….. Belum 10 menit aku merasakan keheningan dan ketenangan suasana, tiba-tiba handphone berbunyi.


“Assmlkm…. Teteh dimana?”


“Dikamaaar yah dmana lagiiii atuhhh”


“Kamu tuh gimana sih kok gak bilang-bilang ini orangtuanya Pak Reza datang kerumah”


ALAMAKZAN….. Ya Allah apalagi ini


“Apaaaaaa!!!!! Aku gak tahu Maaamaaaa…. Demi Allah, teteh gak tau…. Kemarin ketemu sama Mamanya Pak Reza gak ngomong apa-apa”


“Siapa yang kesana?”


“Ibu dan Bapaknya…. Mangkaning Mama gak masak apa-apa lagi, rencana mau libur masak minggu ini teh, untung aja ini ada kue bolu bikin kemarin”


“Udah ah… Mama mau bikin minum dulu… awas kamu nanti Mama telepon lagi…. Teungteuingeun kamu mah ka kolot teh”


tega banget kamu sama orangtua


Hadeuuuuuhhh… Ini apalagi kenapa tidak ada pemberitahuan apapun, perasaan dari subuh aku gak matiin hp. Aku langsung menulis pesan kepada Pak Reza


“Assmlkm Pak, maaf barusan Mama telepon katanya orangtua bapak ke rumah Bandung, kok saya gak tahu yah Pak?”


Tak berapa lama kemudian langsung ada jawaban


“Wlsklm. Ya sama saya juga tidak tahu, saya baru tahu tadi pagi, tampaknya sengaja mereka diam-diam pergi”


“Maaf tadi saya lupa memberitahu, teralihkan perhatian karena Maura jatuh dari kursi”


“Waah gak apa-apa Mauranya?”


“Engga cuma agak memar sedikit, gak mau diem joged di kursi :( “


“Owh syukurlah.. Ya tidak apa-apa nanti saya menunggu berita dari Mama saja”


“Lagi apa kamu?”


“Rebahan … tapi sekarang jadi galaw mendengar ortu bapak datang ke Bandung”


“Kenapa galaw?”


“Gak tau pak.. Bingung aja semuanya serba mendadak dan tiba-tiba”


Dan tiba-tiba Manusia salju itu menelepon. Hadeuuh ini pake telepon segala, kaya orang pacaran gini telepon-teleponan sambil rebahan.


“Halo..”


“Bingungnya kenapa” suaranya terdengar serak


“Bapak lagi tidur?”


“Ya, tadi menemani Maura tidur karena menangis jadi ikut kebawa tidur”


“Itu sih emang Bapaknya aja yang mau tidur pake bawa-bawa Maura segala, waktu di Bandung juga Bapak kan tidur siang-siang”


“Heeh ya capelah”


“Faktor U kali pak”


“Apa itu U”


“Umur pak, kalau umur udah tua suka gampang cape”


“Saya kira wajar kalau weekend dipakai untuk istirahat, tidak berhubungan dengan umur, saya memang sudah biasa tidur kalau hari minggu”


“Hehehehe iya atuh Pak jangan ngambek meni sensitif kalau ngebahas umur...hehehehe”


Aku langsung mentertawakan reaksinya yang langsung sensitif kalau membahas soal umur.


“Pak kenapa orangtua Bapak ke Bandung tanpa memberitahu terlebih dahulu?’


“Tadi mereka gak bicara banyak hanya bilang kalau mereka sedang dalam perjalanan kerumah mu, mereka sudah tahu alamat rumah karena meminta Agus untuk mengantar ke Bandung”


“Kira-kiranya membahas tentang apa ya Pak?”


“Palingan soal rencana pernikahan”


“Ini serius jadi mau nikah Pak”


“Loh koq siapa yang tidak serius? Saya serius kok sejak awal”


“Kenapa kamu ragu-ragu?


Aku diam


“Tiba-tiba banget ini, langsung menikah belum ada acara mengenal lebih dekat, saya khawatir apakah nanti tidak akan jadi masalah di masa depan”

__ADS_1


“Bapak tidak mengenal saya dengan baik”


“Saya pun tidak mengenal Bapak dengan baik”


“Ada banyak hal yang saya tidak tau tentang Bapak”


“Bapak juga tidak banyak tahu tentang saya, siapa teman-teman saya”


“Saya tidak tahu musik kesukaan Bapak”


“Saya…”


Belum sempat menyelesaikan omongan main dipotong aja sama dia


“Sekarang bisa ditanyakan”


“Mau tanya apa?”


“Hmmm semuanya boleh ditanyakan?” tanyaku


“Ya kalau bisa akan saya  jawab”


“Saya mau tanya soal Bu Mitha”


“Itu saya belum bisa jawab sekarang, masih tidak nyaman membicarakan Mitha”


“Hm…. ok” sudah kuduga


“Musik… Penyanyi siapa yang bapak suka?”


“Bryan Adam”


“Owh.. ternyata penyuka Rock Pop… tapi dia kan lumayan udah tua penyanyinya” Aku langsung merubah posisi dari tiduran jadi duduk… lumayan nih bisa mengorek rahasia Boz


“Lagu yang disukai dari Bryan Adam apa”


“Banyak… Could No. 9, Heaven, Summer of 69… ada lah beberapa lagi”


“Bapak sebetulnya umurnya berapa tahun”


“35 mau 36 tahun”


“Kamu berapa tahun?” dia balik tanya, ternyata dia gak tau umur aku


“25 mau 26… wuihhhh ternyata kita beda 10 tahun, saya pas lahir Bapak udah anak SD kelas 3… hahaha tua amat, Maura aja skrng baru 3 tahun lebih udah segede gitu….”


“Bapak kalau nikah sama saya kaya paedofil ...hahahahah”


Diam aja diseberang sana, mikir atau kesel yah… wqwqwqwq


“Cieee pundung nihhh… wqwqwqwqwq”


“Kamu suka sama si Arya?”


“Mas Arya…. Hmmm sukalah baik dia, suka bantuin trus ngelindungin banget”


“Kenapa gak pacaran sama Arya?”


“Mana sempat pacaran sama Mas Arya baru 2 bulan masuk ke kantor Bapak udah di ajak nikah sama Bapak, Bapak lebih gercep… padahal kaya Mbak Maytha sih Mas Arya suka sama aku” Mencoba mengingat-ngingat kejadian barengan sama Mas Arya


Diam lagi yang diseberang telepon. Terdengar suara menghela nafas.


“Bapak gak ada yang dikepoin gitu sama aku?”


“Maksudnya?”


“Pengen tau dari saya.. Apa gitu yang Bapak pengen tau”


Diam lagi… hmm ini sih ngabisin pulsa data kebanyakan diamnya.


“Kamu kenapa umur 24 tahun baru lulus kuliah?”


“Lah bukannya normal kalau kita masuk sekolah SD umur 7 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun trus kuliah 4 tahun jd selesai umur 24”


“Sebetulnya saya masuk SD hampir 8 tahun sih Pak, dulu mogok gak mau sekolah...heheheh”


“Saya masuk SD usia 5.5 tahun, dan kuliahnya hanya 3.5 tahun”


“Woaaaah debaaaak… Bapak itu pinter atau kerajinan sih… sekolah tuh dinikmati Pak, jangan pengen cepet-cepet beres, soalnya kalau udah kerja cape… makanya jadi cepat tua .. padahal umur Bapak baru 35 loh”


“Siapa bilang muka saya tua, banyak orang yang tidak menyangka saya sudah punya anak seusia Hujan.. Kamu saja yang yang sok kemudaan”  Hahaha dia emosi terus kalau disinggung soal umur


“Hmm jadi Bapak menikah usia 23 tahun yah… wuiiih gercep … saya pas umur segitu boro-boro kepikiran nikah”


“Saya kan harus kuliah di luar, pergaulannya disana bebas jadi saya memilih menikah cepat”


“Wuiiih debaaak, benar-benar menjaga pergaulan, gak pengen gitu Pak pacaran sama bule, saya sih pengen punya pacar orang asing kayanya asyik gitu ngobrol pake B Inggris setiap hari, kalau nyebelin kita tinggal maki-maki pakai B Indonesia dia gak bakalan ngerti...wqwqwqwqwq”


Kembali terdiam dan menghela nafas…


“Ada lagi yang mau ditanyakan, sebentar lagi Maura bangun pasti akan banyak permintaan”


“Ada pak satu lagi… kalau saya menikah dengan Bapak saya diijinkan langsung kuliah S2 kan..?”


“Ya”

__ADS_1


“Setelah S2 saya rencana akan melamar pekerjaan sebagai dosen, jadi saya tetap bisa bekerja dan mengurus keluarga.. Ini bukan permintaan tapi informasi kepada Bapak, jadi kalau Bapak tidak setuju lebih baik Bapak pikirkan kembali rencana Bapak untuk menikah dengan saya” hehehe coba aku pengen denger reaksinya bakalan gimana


Diam kembali, mikirnya pake lama lagi.


“Kenapa selalu ingin bekerja, bukankan saya akan memenuhi kebutuhan finansial setiap bulan dengan cukup, lebih besar dari gaji yang kamu dapatkan sekarang dari kantor”


“Bukan soal uang yang saya butuhkan Pak tapi wawasan, saya tidak ingin menjadi orang yang  terus belajar, dan saya ingin memberikan ide pemikiran saya pada orang lain”


“Belajar kalaupun di rumah juga bisa” jawabnya lagi


“Iya memang Pak banyak orang yang memilih melakukan aktivitas bekerja dari rumah, supaya tidak meninggalkan kewajibannya di rumah, saya menyadari bahwa dalam rumah tangga harus ada keseimbangan peran antara suami dan istri”


“Suami mencari nafkah dan Istri mengelola rumah dengan baik”


“Tapi kalau sekiranya dimungkinkan ingin membagi waktu antara rumah dengan pekerjaan secara profesional juga, yang tidak menuntut waktu yang banyak”


“Bekerja dalam artian bukan mencari nafkah loh yaa Pak, tapi memberikan kontribusi pada lingkungan”


Diam lagiii… hadeuuuh loading nya lama nih orang.


“Ya kalau memang bisa membagi waktu dengan baik saya tidak berkeberatan”


“Kita lihat saja nanti, kamu kuliah dulu sebagai latihan membagi waktu antara rumah dan kampus, kalau bisa termanage dengan baik, baru kita diskusikan lagi”


“Okidoki Boz”


“Papi lagi bicala sama syiapa?”  terdengar suara anak koala yang baru bangun tidur


“Tante Hasna”


“Mola mau bicala sama Ka Asna”


“Maura mau tidak kalau Kak Hasna jadi ibunya Maura, trus tinggal disini sama-sama kita” waaah langsung diinfo begini sama anaknya, ini orang memang sangat percaya diri pada keputusan yang diambilnya.


“Mamanya Mola kaya olang lain, tidul sama Mola tlus, makan disinih sinih telus?”


“Iya tinggal sama Kaka Hujan dan Maura di rumah ini”


“Mola mahuuu… mola mahuuuu… nanti Mola bisa panggil Ka Asna ibunya Mola”


“Iya boleh… Maura mau panggil apa sama Kak Hasna nanti jangan panggil Kakak lagi kan sudah jadi ibunya Maura”  pertanyaan Pak Reza langsung membuatku tercenung


“Mola mau bicala sama Kak Hasna” dan kemudian terdengar suara anak koala ini dengan memakai kekuatan penuh karena baru bangun tidur.


“Alooooo Ka Asna… mau jadi ibunya mola?” hmmm ini dilamar sama anaknya kalau beginih


“Iyaaa… kalau Maura mau Kak Hasna jadi ibunya Maura” tanyaku


“Mola mahu...Mola mahuu nanti Mola bisa dicelitain celita yang banaaak telus lama” hahaha modus pengen punya ibu supaya dapat cerita rupanya.


“Iya boyeh boyeh nanti cerita yang banyak” jawabku membayangkan anak koala yang baru bangun tidur.


“Kata papi mola nanti manggilnya apa sama Kak Asna” tanya dia bingung


“Apa yaaah… Kak Hasna aja gak apa-apa kok” jawabku


“Tidak bisa… kamu jadi kaya anak saya” langsung Manusia salju nyamber jawab.


“Hmmm dipanggilnya apa yaaa… Kata Kak Hujan gak boleh dipanggil Mami jadi pilihannya, Mama, Ibu, Bunda trus Emak… nah Maura mau pilih yang mana?”


“Ga tau mola binun ga ngelti” hahahaha anak koala gak biasa dapat pertanyaan pilihan berganda.


“Kalau Mama nanti ketuker sama Mamanya Kak Hasna, kalau ibu kesannya serius, kalau Bunda kesannya lagu banget, kalau Emak kita musti tinggal dipedesaan” Aku jadi bikin analisa sendiri


“Coba sekarang Maura panggil Mama sama kak Hasna”


“Mama Asna” standar rasanya


“Sekarang Bunda”


“Buna Asna” hmmm lumayan enak


“Sekarang Ibu”


“Ibu Asna” hmmm kaya dipanggil sama murid


“Sekarang Emak”


“Mak Asna” waaah kaya si Ema di rumah...wqwqwqwq


“Tadi dipanggil Buna enak juga… jangan pake d yah tapi.. Biar kaya Bona si Gajah lucu”


“Mola mau dengel celita Bona si Gajah luccuuuu”... ehhhhhh nih anak pasti aja kalau kepijit tombol dongeng langsung mupeng.


“Iya boyeh boyeeeh… coba sekarang mau denger Maura bilang gini”


“Bunaaa mau denger cerita lagiiii” godaku


“Bunaa mola mau dengel celita dagih” hahahahah cadelnya kebanyakan nih anak… Baiklah Buna si Ibu yang lucu akan bercerita dulu yaah guys….


******************************


Akhirnya bisa up story, hehehe jangan suka emosi kalau saya gak bisa up, itu artinya memang sangat sibuk atau kondisi kurang fit. Malam bekerja sampai jam 11 karena harus mengejar deadline sebagai kewajiban dan up story itu adalah hak saya.. dulu kan pelajaran PKN dijelaskan kalau kita harus mendahulukan kewajiban baru menuntut hak...hehehehe. Tapi dimata deterjen up story adalah kewajiban nyak... gak apa-apa aku mah digibahin juga lumayan ngurangin dosa. Mohon maaf yaaa... besok lebaran loh.. tetap semangat dan menjaga protokol kesehatan saat menjalankan ibadah. Semoga kita semua berada dalam lindungannya... Staf safe and keep productive yaaa.... Love u all


*******************************

__ADS_1


__ADS_2