
Diantara semua tamu undangan Hasna hanya mengenali satu orang yang tampak bete diantara semuanya… Hahahahahah ternyata mukanya tidak berubah kalau bete.
“Kang Arkhan…..hahahahahhaha” Hasna langsung akan menghampiri Arkhan, tapi sebelum dia melangkah tangannya sudah ditarik dari belakang.
“Mau kemana kamu…..” Reza yang baru datang belakang menarik tangan Hasna….
“Ehh… Mas sudah datang?” Hasna tampak kaget melihat Reza yang tiba-tiba sudah ada di belakangnya. Ia masih memakai baju yang sama saat pergi ke kantor tadi, pantas saja Hasna heran kenapa Reza memakai pakaian yang lebih casual ke kantor kemeja kotak-kotak dengan blazer dan celana denim gelap. Dipikirkan karena Hari Sabtu jadi memilih baju casual rupanya supaya bisa langsung datang ke acara Reuni.
“Kenapa kamu memakai baju pendek seperti ini?” Reza tampak melotot melihat pakaian Hasna.
“Ini baju yang diberi sama Mas Reza yah aku pakai, kenapa aneh?”Hasna langsung melirik pakaiannya
“Ukurannya pas banget sama badan aku cuma modelnya aja yang aku gak biasa”
“Tapi kata Mama bagus kok makanya aku pakai aja” Hasna melihat pakaiannya, memang sangat serasi dengan sepatu yang dibelikan Reza dulu.
“Ganti, kita beli di Mall depan pasti ada butik disana” Reza langsung menarik tangan Hasna.
“Ehh… gak mau.. jangan suka aneh-aneh. Itu ditunggu sama Mama dan Papa di dalam” Hasna menarik lengannya dari tangan Reza. Dia merasa terganggu dengan sikap Reza, rasanya pakaiannya biasa-biasa saja. Kenapa harus diganti ditempat acara terlalu memalukan baginya.
“Saya tidak suka kamu mengekspos bagian tubuh.. Ikut saya sekarang” Reza kembali menarik tangan Hasna.
“Jangan over reacting, liat orang pada melihat kita. Kalau saya pergi disangkanya saya orang yang gak patut datang ke pesta ini. Kalau sekarang saya keluar dari acara ini saya tidak akan datang lagi kesini” Hasna memandang Reza tajam, sikapnya yang keterlaluan membuatnya kesal.
Reza diam betul saja mereka menarik perhatian orang, matanya tadi langsung tertuju pada Hasna yang hari itu memang berdandan beda dengan biasanya.
“Reza kamu sudah datang, hampir bersamaan sama kita. Hasna terlihat cantik yaa..” Mama Bertha menghampiri mereka berdua.
Reza hanya diam saat Mama mengajaknya untuk bergabung bersama, ternyata sudah banyak yang datang dan acara akan segera dimulai. Hasna berjalan beriringan dengan Mama Bertha, ucapan Reza barusan membuatnya memilih untuk tidak berdekatan dengan Reza.
“Selvi … Felix.. Apa kabar ? Ya ampun 20 tahun lebih yah kita gak ketemu” Mama Bertha mendekati pasangan suami istri yang terlihat sangat serasi. Tante Selvi tampak lembut dan cantik sedangkan Om Felix dengan badan kurusnya terlihat seperti anak muda dengan kacamata photocromic yang dipakainya.
“Bertha yaaa ampun … masih jangkung dan cantik aja...hahahaha” Tante Selvi tampak memeluk Mama Bertha dengan penuh kehangatan tampaknya mereka sangat akrab.
“Katanya kemarin kamu mantuan, kok aku gak diundang sih, perasaan kamu tuh anak cuman 2 naha nikahin sampai tiga kali” ternyata orang sunda Tante Selvi itu pantesan cantiknya cantik Sunda pikir Hasna.
“Heheheh maaf makanya gak ngundang juga soalnya ini pernikahan ulangan untuk anak yang sama. Menantuku Mitha kan meninggal hampir 4 tahun yang lalu, Reza menikah lagi, ini istrinya ikut kami ajak sekarang… mana Hasnaaa…” Mama Bertha langsung memanggil Hasna yang menemani Maura melihat bunga dekorasi.
“Dia ini temennya anakmu Arkhan, kemarin pas nikahan datang” Mama Bertha tampak senang memperkenalkan Hasna pada temannya.
“Iya Arkhan cerita, kalau teman kuliahnya nikah sama putranya Mama Bertha, Arkhan sekarang ikut juga, asalnya dia gak mau tapi waktu diceritakan kalau teman kuliahnya datang juga dia baru mau datang. Anak itu masih saja susah buat diajak silaturahmi makanya sampai sekarang gak punya pacar, patah hati katanya sama temen kuliahnya dulu”
“Selamat siang Tante… perkenalkan saya Hasna menantunya Mama Bertha” Hasna menyalami Tante Selvi.
“Maura ayo kasih salim sama temannya Granny” Hasna langsung meminta Maura untuk menyalami tamu yang datang.
“Kaka Hujan sini, ayo kenalan dulu sama teman-temannya Granny” Hasna memanggil Hujan yang sibuk bermain Hp tak jauh dari mereka.
“Maaf anak sekarang tidak bisa lepas dari Hp kalau tidak ada kegiatan” Hasna langsung menarik Hujan yang datang dengan malas-malas.
“Ayo salim dulu..” Hasna langsung meminta Hujan untuk menyalami teman-teman Mama Bertha.
“Waaah ini ibu sambungnya masih muda jadi kaya kakaknya yaa heheheheh” Mama Selvi tertawa melihat ibu dan anak yang terlihat seperti sepantaran.
“Kalau gitu aku masih pantes punya anak sebesar Maura dong Sel..” Mama Bertha langsung bergaya seperti anak muda.
__ADS_1
“Masih pantes kalau kamu Berthaaa…. Sana punya bayi yang banyak, aku sih ogah” Tante Selvi cekikikan melihat Mama Bertha kegeeran.
“Katanya Hasna teman Arkhan yah, Arkhan sekarang ikut juga, kemana dia yah” Tante Selvi celingukan mencari anaknya.
“Iya Tante saya adik kelasnya Kang Arkhan, dia dulu di BEM sedangkan saya BPM. Banyak kegiatan yang harus kami koordinasikan”
Reza yang sedang mendampingi Papa Ardy tampak sesekali melihat ke arah Hasna. Hari ini Hasna memang terlihat berbeda, lebih segar, lebih cantik dan lebih terlihat aura kemudaannya. Mungkin karena memakai baju model baby doll yang berwarna pastel. Walaupun tidak pendek masih selutut panjang roknya karena Hasna jarang memakai baju yang pendek menjadikan kakinya terlihat putih bersih.
Reza menyesal karena ia pergi dari kantor sehingga tidak bisa melihat saat Hasna sejak dari rumah. Tidak jelek sih, menarik malah terlalu menarik apalagi kalau dilihat dari kejauhan seperti ini.
“Reza anak Om sekarang sudah mau selesai S2 nya kayaknya butuh bantuan mentor seperti kamu supaya Om bisa mulai pensiun ngurusin perusahaan kaya Papamu” Om Felix tampak terkesan melihat kematangan Reza sekarang.
“Dengan senang hati kalau putra Om Felix mau bisa magang kapan saja di perusahaan kami” Reza tersenyum penuh basa-basi dalam hatinya dia tidak menyukai sikap Arkan yang terkesan ngeyel dan tidak mau diatur.
“Ahhh itu dia.. Dari berangkat dia udah males aja ikut, lahh anakku cuman satu-satunya dia di rumah kalau gak ikut nanti kaya gak punya anak dong” tampak Arkhan yang datang dari arah backstage. Om Felix melambaikan tangannya hingga tampak Arkhan yang hari itu memakai kemeja flanel dan celana jeans.
“Arkhan sini, sama Papa dikenalkan dengan anak teman Papa Om Ardy. Dulu kita suka main ke rumah Om Ardy waktu umur kamu 5-6 tahunan lah, belum SD rasanya” Reza melirik Arkhan yang tampak tidak terlalu peduli padanya.
“Mas Reza ini sekarang sudah menjadi GM di perusahaan Om Ardy, kemarin sudah berhasil memimpin perusahaan untuk melakukan merger dengan perusahaan asing. Kamu mesti belajar banyak dari dia” Om Felix terlihat sangat terkesan dengan tampilan Reza.
“Selamat Mas sudah berhasil memimpin perusahaan dengan baik, semoga saya bisa mengikuti jejaknya. Istrinya mana Mas?” Arkhan langsung menyalami Reza dengan senyum penuh dengan formalin. Reza melihat muka basa basi yang terpancar dari senyuman Arkhan.
“Terima kasih… harus mau BELAJAR banyak kalau ingin sukses” jawab Reza.
“Kalau belajar banyaknya sampai harus menikah dua kali kayanya engga sih Mas, saya akan cukup menikah satu kali saja seumur hidup dengan perempuan pilihan saya” Arkhan sudah menyulutkan bendera perang, mereka bersalaman dengan keras.
“Husssh Arkhan kamu tuh ngomong suka sembarangan….hahahahaha mana ada yang mau menikah dua kali yaa Reza… hahahaha kecuali memang kalau diijinkan oleh istri pertama...hahahahha” Om Felix berusaha mencairkan suasana yang tiba-tiba beku.
“Apa ini baru juga ketemu sudah ngomongin menikah dua kali diizinkan istri pertama” Mama Bertha langsung nge gas mendengar obrolan kaum pria.
“Uhhhh sayang… aduh jangan denger berita sepotong-sepotong dong… itu lagi ngasih tau Arkhan supaya segera menemukan pendamping biar bisa punya cucu kita kaya Ardy sama Bertha” Om Felix langsung meringis sambil mengusap-usap perutnya.
“Kang kapan datang ke Indonesia, udah beres kuliah yang di Malaysia nya?” Hasna langsung menyapa Arkhan yang tampak geli melihat kedua orangtuanya berargumen.
“Udah Na.. dari minggu kemarin. Nana kamu udah daftarnya? Kemarin aku udah tanyain sama bagian pendaftaran di pascasarjana mereka bilang sudah mulai bisa daftar”
“Haaaah yang kamu sebut Nana itu Hasna ini?” Tante Selvi langsung terbelalak dan melihat Hasna dengan seksama.
“Mama sudah …. Nanti komentarnya di rumah” Arkhan langsung memegang Mamanya seperti mencegahnya untuk bicara lebih banyak.
“Heheheh iya Tante, Kang Arkhan suka manggil saya Nana soalnya dulu ada 2 orang yang namanya Hasna, katanya biar gak ketuker” Hasna cengengesan
“Kang Arkhan gak cerita yang aneh-aneh kan Tante, maaf dulu suka ngerepotin Kang Arkhan kalau rapat organisasi jadi pulangnya terlambat ke rumah ya Tante?.. Saya suka gak boleh nginep di teman, harus pulang ke rumah terus pas belum ngekost” Hasna mengingat masa organisasi dulu di kuliah.
“Eh Kak Angga masih galak ga? Kemarin waktu acara nikahan aku tuh sebetulnya males ketemu dia khawatir digebukin lagi” Arkhan tersenyum mengingat masa dulu.
“Hahahahah masih lagi, cuman gak sejahat dulu. Lagian kamu udah tau Kak Angga lagi marah malah nyolot pasti langsung dihajar…” Hasna langsung tertawa mengingat masa itu.
“Dihajar bagaimana?” Tante Selvi langsung waspada mendengar cerita anaknya dipukul.
“Iya Tante maaf, dulu waktu ada event saking sibuknya kita ngerjain persiapan sampai tidak sadar sudah tengah malam, karena masih belum selesai Kang Arkhan nyuruh kita nginep saja di himpunan rame-rame ada 10 orang lebih. Anak perempuannya lebih banyak malah, cuma saya yang tidak pernah menginap karena saya kan BPM jadi tidak sesibuk BEM lah”
“Iya dia banyak bantuin temen-temennya yang pada loading mikirnya, cuma dia yang bisa ngejar pola pikir aku” Arkhan tampak cemberut. Reza tampak menyibukkan diri dengan Maura ia tampak tidak ingin ikut masuk nimbrung ikut ngobrol, tapi masih dalam lingkaran untuk menyimak.
“Karena saya gak pernah menginap di kampus, saya ngebohong sama orangtua supaya diijinkan menginap Tante, saya bilang kalau saya nginep di rumah temen. Ehhh pas pagi-paginya kakak saya datang ke kampus dan langsung marahin saya. Kang Arkhan sok-sok an jadi pahlawan ngebela saya depan Kak Angga pakai nyolot lagi suaranya Tante. Hahahahah kakak saya kan lebih tua dari dia angkatannya, jadi ngerasa kalau Kang Arkhan ngelunjak langsung di pukul, terus Kang Arkhan gak terima jadi adu jotos...hehehe pagi-pagi itu semuanya jadi ribut yang masih tidur ketimpa sama yang adu jotos” Hasna cekikikan sambil mendorong Arkhan yang cengengesan sambil garuk-garuk rambut.
__ADS_1
“Om Arkhan berani ngelawan Om Angga? Waaah hebat… Om Angga kan galak” Hujan ikut nimbrung mendengarkan cerita Hasna saat kuliah.
“Iyaaa… tapi pas sampai di rumah Buna dimarahin sama Abab sampai Buna kesel… masa Ababnya bilang udah aja jangan pulang sekalian. Ya udah Buna pergi aja gak pulang” Hasna cemberut mengingat masa dia pundung kerumah Tante Ai.
“Tapi jangan ditiru yah ngambeknya Buna, soalnya Buna kan nginep di himpunan untuk kerja bukan ngedugem kaya orang lain.. Ini dimarahin kaya melakukan tindakan asusila”
“Nana… kalau nanti…” belum sempat Arkhan menyelesaikan ucapannya Reza sudah memotong.
“Maura mau ke toilet tolong temani” Reza menyorongkan Maura yang sedang digendongnya.
“Wahahahahah anak koala udah mau pipis lagi, ayo sama Buna kita ke toilet” Hasna langsung menuntut Maura. Anak koala ini sudah mulai terlalu besar untuk selalu digendong-gendong.
“Na toilet yang paling dekat yang belakang stage” Arkhan memberikan arahan toilet yang terdekat, walaupun sikapnya suka keras dan menyebalkan tapi Arkhan orangnya paling perhatian pada hal-hal yang kecil untuk teman-temannya. Itu sebabnya dia dipilih menjadi Ketua BEM dulu, karena peka dalam membaca aspirasi orang lain hanya saja sulit berkompromi saat sudah punya pendapat.
Tak lama Reuni dimulai, ternyata acara ini diadakan sekaligus untuk melakukan penggalangan dana dari alumni untuk beasiswa bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan untuk membayar UKT yang tidak sesuai dengan kondisi ekonomi keluarga mahasiswa. Beberapa mahasiswa yang orangtuanya bekerja di sektor swasta mengalami kendala dalam pembayaran UKT karena penurunan pendapatan sehingga membutuhkan bantuan dana tambahan. Selain itu alumni juga diharapkan dapat membantu mahasiswa yang baru lulus untuk dapat magang di perusahaan yang tempat bekerja alumni ataupun perusahaan yang dimiliki oleh alumni seperti Papa Ardy dan Om Felix.
Setelah acara inti selesai, sampailah pada acara makan-makan dan hiburan. Ternyata salah satu hal yang menyenangkan kalau menyelenggarakan Reuni di hotel adalah keragaman makanan. Hasna bisa melakukan kuliner, namun ia harus menjaga anak koala supaya bisa makan dengan baik kalau tidak bajunya bisa kotor semua.
“Na… ini strawberry coklat kesukaan kamu, dari tadi kamu nyuapin terus” tiba-tiba Arkhan datang dan memberikan dessert kesukaan Hasna. Hasna langsung kaget melihat Arkhan datang dan menyodorkan dessert yang terlihat sangat menggiurkan.
“Ehhh… “ Hasna melirik Reza yang melihatnya dengan tajam, Hasna sudah hapal kalau Reza sudah menatapnya dengan seperti itu artinya dia tidak suka.
“Gak usah Kang, nanti aku ambil sendiri aja, makan aja sama Kang Arkhan” Hasna mencoba menolak sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dan matanya melirik-lirik ke arah Reza seakan memberi kode kepada temannya untuk tidak memaksa.
“Suami kamu nanti suruh ambil saja sendiri, gak usah kamu pikirin” ucapnya sambil mengambil tangan Hasna dan menyimpan dessert itu. Arkhan langsung pergi lagi meninggalkan Hasna, wah parah ini punya teman sama aja dengan mendorong dia jatuh ke jurang.
“Cilaka dua belas alamat bakalan ngagogog ieu mah” Hasna langsung menunduk dan melihat Maura.
”celaka duabelas alamat kena gonggongan ini sih”
“Maura mau strawberry khan… ini kesukaan Mola udah dibawain sama Om Arkhan” Hasna langsung mengalihkan dessert itu untuk dimakan oleh Maura. Haduuuh ini terlihat menggiurkan pula. Ada tiga strawberry minta satu boleh kaleee Hasna langsung memakan satu strawberry coklat kesukaannya asem-asem manis gitu deh.
Di atas panggung Papa Ardy tampak berduet dengan teman-temannya sedang menyanyikan lagu lawas Hotel California… sebagian alumni yang sudah keliatan senior-senior tampak asyik mengobrol sebagian lagi menikmati musik di panggung sambil sibuk memberikan komentar teriakan… khas senior citizen.
Tampaklah anak dan cucu alumni yang sudah mulai terlihat gelisah dengan acara yang semakin lama semakin membosankan.. Siang hari dengan musik yang alon-alon asal kelakon, udara sepoy-sepoy dari AC dan acara yang tidak menarik membuat mereka semakin gelisah ingin pulang dan sebagian lagi sudah mulai selonjoran karena bosan.
Tiba-tiba Papa Ardy mengambil mike di panggung.
“Everybody… sengaja saya meminta teman-teman semua untuk membawa keluarga agar kita bisa saling mengenal satu sama lain. Saya juga khawatir kalau kita reunian tanpa didampingi pasangan bisa-bisa ada yang CLBK naaaahh saya sebagai panitia tidak mau kalau terjadi asmara terlarang….hahahahahha”
“Selain itu kalau kita membawa anak harapannya mudah-mudahan kita bisa saling besanan… yah paling tidak kalau besanan dengan teman kita gak segan buat marahin menantu… wong anak teman sendiri jadi bisa marahin trus nanti anaknya juga dimarahi orangtuanya…. Hahahahha didik anak yang bener gitu loh hahahahaha…”
“Cuma sayang kalau anak-anak saya sudah sold out semua… alias sudah pada menikah jadi sudah tidak bisa besanan dengan saya…. Tapi kalau mengharapkan saya jadi menantu kayanya saya masih kuat hahahahahhahaha….. Maap Maamm…. Cuma bercanda kok…. Hahahah matanya udah melotot aja hahahahhaha” Papa Ardy ternyata tidak jauh lucunya sama Ayah pikir Hasna sambil geleng-geleng kepala. Sayang bakat melucunya tidak turun ke anaknya, kaku kaya kanebo.
“Untuk itu saya ingin sekarang yang tampil adalah generasi ke 2 dan ke3 kalau ada untuk bergabung menyumbangkan kemampuannya di panggung ini”
“Sebagai pembuka saya minta cucu saya Raina atau suka dipanggil Hujan kalau dirumah… mungkin dibikinnya pas hujan-hujan hahahahhahahaha” Hasna langsung menunduk cekikikan tidak kuat menahan tawa apalagi melihat Hujan yang tampak cemberut mendengar kakeknya ngomong kesana kemari di panggung.
“Ayo Hujan… Babab minta kamu kedepan untuk bermain musik… cucu saya ini jagoan piano dan sekarang katanya sudah jago main gitar” Papa Ardy melambaikan tangannya kepada Hujan.. Owh ini rupanya perjanjian diantara mereka berdua.
“Ayoooo… saya sudah janji kalau dia mau naik panggung nanti saya belikan dia iphone yang terbaru” Papa Ardy langsung cengengesan… hadeuuuh pantesan mau datang dengan semangat ternyata ada gigitan buah kesemek di belakangnya.
“Ayo Buna…. Buna yang nyanyi aku yang main gitar.. Seperti biasa kaya di rumah” Hujan langsung berdiri dan menarik tangan Hasna.
“Ehhhh Buna gak diajak berunding kok disuruh ikutan… Buna gak ditawarin Iphone sama Babab…. Gak mau ahh malu… gak kenal Bunanya” Hasna langsung menarik tangannya, dia sama sekali tidak tahu ada acara menyumbangkan lagu di acara Reuni ini.
__ADS_1
Kalau bakat jadi artess memang selalu diajak naik ke atas panggung... nasib-nasib... salah siapa dikasih muka cantik dan menyenangkan.... jadi aja... dipanggilin terus....hahahahhaha geer loe