
Setelah khutbah kemudian Penghulu mempersilahkan mempelai pria untuk membacakan sighat ta'lik dan kemudian untuk menyerahkan mahar.
Keluarga Reza menyampaikan mahar yang yaitu seperangkat alat solat dan uang sebesar yang 1 milyar yang disimpan dalam deposito yang disimpan dalam bingkai kaca. Hasna baru mengerti saat Aswin menanyakan nomor rekening Bank nya untuk urusan kantor saat itu bilangnya, ternyata untuk pembuatan deposito atas nama Hasna.
Setelah acara akad selesai, kemudian MC mempersilahkan keluarga untuk memberikan selamat kepada para mempelai. Sebelumnya mempelai meminta doa kepada orangtua dengan sungkeman terlebih dahulu.
Hasna tersenyum mengingat percakapannya dengan ayah tadi malam, kalau Ayah tidak mau menangis saat acara sungkeman takut nanti kumisnya jadi basah oleh airmata. Dan ternyata memang pada akhirnya walaupun tanpa dikomando oleh MC, tetap saja air mata haru keluar.
Saat Hasna sungkeman dengan Ayah dan Mama, keduanya meneteskan air mata.
“Ayah jangan nangis nanti kumisnya turun” ucap Hasna sambil menangis haru, dilintingnya kumis ayah supaya kembali tegak. Ayah tertawa dan menyusut airmata di pipinya, Mama mengusap-usap punggung ayah supaya bisa berhenti menangis.
Saat sungkeman dengan Mama Bertha tidak lupa membisikkan kata-kata pesan kepada Hasna yang menitipkan anak dan cucunya supaya bisa dirawat dan didampingi oleh Hasna, tidak lupa mereka juga melakukan sungkeman kepada Mama Isna yang terus menangis haru terutama saat memeluk Reza. Lama sekali mereka berdua berpelukan, Hasna merasa sangat terharu melihat kedekataan keduanya.
“Mbak Mitha jangan khawatir, mamanya mba mitha juga nanti akan aku temani, gak cuma anak-anakmu saja yang nanti akan aku rawat” Hasna tersenyum, dalam hatinya ia merasakan kehangatan seakan doanya sampai kepada Mitha.
Tak lama setelah acara sungkeman MC memberikan kesempatan untuk para keluarga memberikan selamat kepada kedua mempelai. Dan akhirnya anak koala diberikan ijin untuk mendekat dan memeluk kedua orangtuanya.
“Bunaaaaa…. “ Maura langsung berlari ke arah Hasna dan Reza yang tengah berdiri di tempat duduk sementara sebelum naik ke pelaminan.
“Hai...haii… aduuuh Buna kangen banget sama Maura” Hasna langsung memeluk Maura dengan sepenuh hati, tidak lagi memperdulikan soal makeup dan pakaian pengantin.
“Buna tantiiiek banget kaya plinces… Bajunya banyak pelmata-pelmatanya… Mola juga mau nanti pakai mahkota kaya Buna sepelti ini”
“Hahahaha boleh..boleeh nanti Buna belikan yah” Hasna langsung tertawa, Maura memang paling suka sama warna blik-blink.
“Kaka Hujan mana?” Hasna mencari-cari Hujan diantara tamu keluarga.
“Aku disini” ternyata ada di belakang samping Reza.
“Selamat Papi… Selamat Tante… Selamat datang di keluarga kita” ucap Hujan sambil memeluk Papinya terlebih dahulu kemudian memeluk Hasna. Anak ini hanya bicara dengan lempeng saja.
“Kaka cantik memakai baju dress seperti ini, sampai gak kenal”
Hari ini Hujan memakai dress dengan gaya modern korean style yang senada dengan Reza, rambutnya yang panjang dikepang dan disematkan dibelakang kepala dengan memakai bunga-bunga kecil. Terlihat cantik dan classy. Baju yang dipakainya berbeda dengan yang dipakai Maura hanya warnanya saja yang sama. Kalau Maura model bajunya seperti princess.
Hujan hanya tersenyum tipis mendengar pujian Hasna tentang penampilannya. Hampir semua orang bilang kalau Hujan terlihat cantik dengan Modern Korean Dress yang dipakainya.
“Kita foto dulu sekarang mumpung bajunya Maura belum kena ais krim yahhh” Hasna langsung meminta photografer mengambil foto sesi santai terlebih dahulu, ia tidak membutuhkan foto model studio lebih butuh foto yang hangat dan akrab. Akhirnya keluarga besar memperhatikan keluarga kecil itu melakukan sesi foto santai dengan Hasna yang menggendong Maura dan Hujan yang dipeluk oleh Reza.
“Tolong Mas Rezanya agak rapat dengan Mbak Hasna, sudah sah Mas, bisa memeluk pinggang istri sekarang” juru foto memberikan arahan karena Reza terlihat kaku saat berdiri di sebelah Hasna.
Reza langsung mendekat dan memegang pinggang Hasna. Hasna langsung meloncat menjauh
“Geli…” katanya sambil melotot.
“Pelan-pelan Mas megangnya kasian belum biasa” ucap photographer sambil diikuti tawa orang-orang yang menonton mereka sedang berfoto. Akhirnya Hasna mendekat lagi karena tidak ingin menjadi perhatian orang-orang.
Reza kemudian meraih pundak Hasna untuk mendekat dan mereka kemudian melakukan beberapa kali sesi foto, yang dilanjutkan dengan acara ucapan selamat dari keluarga besar. Kemudian dilanjutkan sesi coffee break sebelum masuk pada acara resepsi.
Tampak Kak Angga dan Emran mendekat. Hasna langsung merasa tercekat melihat Kakaknya
“Kakak..” Hasna langsung memeluk Angga, yang langsung dipeluk dan dicium keningnya oleh Angga.
“Jadi istri yang baik yah, jangan suka manja dan keras kepala sama suami” hanya itu pesan singkat Kak Angga yang langsung beralih memeluk Reza adik iparnya sekarang.
Emran pun langsung memeluk Hasna dan mencium pipi kiri dan kanan.
“Emran geuleuuh ih geli kumis kamu... “ Hasna langsung mendorong Emran, dia tuh gak sadar badannya udah gede kelakukan nya masih kaya anak kecil saja.
“Teh aku minta modal 10 juta aja buat bikin Rental PS… itu cuma 1% dari 1 milyar” bisik Emran ditelinga Hasna… ternyata cium pipi cuma buat berbisik minta modal.
Hasna langsung menjewer telinga Emran.
“Kakak aku serah terimakan Emran buat kamu didik supaya jadi manusia manusia yang berguna” langsung didorongnya Emran ke arah Angga yang bengong melihat Emran cekikikan.
“Si teteh jadi milyader euy...hihihihi” Emran langsung diseret sama Kak Angga sambil geleng-geleng.
Perias langsung mengambil alih Hasna saat acara sessi coffee break karena harus memperbaiki makeup Hasna dan tampilan dari pakaiannya yang dimodifikasi sehingga tampil berbeda dengan saat akad.
Tepat jam 10 acara Resepsi dimulai dan tamu-tamu telah berdatangan, teman dari kedua belah mempelai, relasi di kantor, teman ayah di kantor dan relasi dari keluarga Bratadireja memenuhi tempat resepsi. Suasana pesta pernikahan yang tidak formal menjadikan para tamu mudah untuk melakukan interaksi.
Hasna hanya mengundang 3 orang temannya yang di kantor yaitu Bu Rika, Mbak Maytha dan Mas Arya, mereka datang bersama-sama. Dan ternyata mereka sudah datang sejak akad katanya, saking tegangnya Hasna sampai tidak sadar.
“Selamat yah Hasna, saya turut berbahagia” Bu Rika memberikan pelukan yang hangat untuk Hasna.
“Hasna sayang…. Aku ikut senang… jangan lupa nanti main ke kantor yah, baru ditinggalin 3 hari aku udah ngerasa sepi banget” Mbak Maytha sudah berkaca-kaca menangis melihat Hasna
“Selamat yah Neng… semoga berbahagia” Mas Arya hanya tersenyum sambil menyalami Hasna, matanya melirik ke arah Reza.
“Hadiah buat kamu nanti aku nyanyi deh, mengenang waktu di Lembang” ucapnya dengan keras.
“Heheheh bener yah Mas Arya makasih banget udah mau datang jauh-jauh dari Jakarta” Hasna berusaha menjawab dengan netral. Hadeuuh ini Arya pikirnya suka nyari masalah aja, ntar aku yang kena gos pikir Hasna.
__ADS_1
“Selamat Pak … Semoga bahagia” ucap Arya singkat, Reza hanya tersenyum tipis dan mengganggukan kepalanya.
Hasna menatap Reza tampak biasa saja, syukurlah pikir Hasna masa iya sudah menikah masih suka cemburuan gak jelas.
Selanjutnya tamu-tamu silih berganti memberikan selamat tidak terkecuali Aurel dan Ghina, Aurel tampak didampingi Steve pacarnya, sedangkan Ghina berjalan di depan mereka berdua.
“Hasna selamat semoga Samawa yahhh… sekarang udah bisa peluk kan kita” Ghina langsung memeluk Hasna dengan erat.
“Naaa…. 1 milyar maneh loba duiiit….hahahahhaha” Aurel seperti biasa membuat kericuhan di pelaminan. Hadeuuuh memalukan kedengaran sama Reza.
“Steve tolong punya pacar dikondisikan mulutnya supaya lebih beradab” ucap Hasna sambil membekap mulut Aurel. Steve hanya tersenyum, pacar Aurel ini paling lama bertahan dan sabar dengan temannya ini. Mungkin karena perbedaan sikap yang sangat jauh antara mereka yang menjadikan mereka bertahan.
Dan tamu terus datang silih berganti, hingga akhirnya perhatian Hasna teralihkan oleh panggilan dari atas panggung di samping pelaminan. Ternyata Mas Arya dan Mbak Maytha sudah ada di panggung dengan Mas Arya memegang gitar dan Mbak Maytha memegang marakas sebagai kecrekan.
“Halooo semuanya, kami disini ingin menyanyikan lagu untuk mempelai perempuan terutama yang sudah bersama kami selama 3 bulan tapi entah kenapa seperti telah menguasai hati kami semua” ucap Maytha
“Biasanya saya tidak pernah naik ke panggung, karena saya sadar kemampuan nyanyi saya di bawah rata-rata. Hasna yang paling jago nyanyi dan diiringi Arya, tapi saya khawatir kalau nanti gak ada yang nemenin Arya nyanyi bakalan ada yang baper ...hehehhehehe”
Hasna langsung tertawa mengingat dulu Mbak Maytha menolak mati-matian saat disuruh nyanyi bareng saat di Lembang, ternyata untuk menemani Mas Arya, dia maksain turun gunung.
“Lagu ini kami nyanyikan buat kamu Hasna semoga selalu berbahagia, kami yang ditinggalkan di kantor… berusaha untuk MENGHAPUS JEJAKMU”
“Owhhh ya ampun mereka menyanyikan lagunya Ariel versi bareng BCL” Hasna langsung membuat lambang cinta dengan kedua tangannya dari atas panggung.
Jreng--jreng Mas Arya langsung memainkan intro gitar
Terus melangkah melupakanmu / Lelah hati perhatikan sikapmu
Jalan pikiranmu buatku ragu / Tak mungkin ini tetap bertahan
Perlahan mimpi terasa mengganggu / Kucoba untuk terus menjauh
Perlahan hatiku terbelenggu / Kucoba untuk lanjutkan itu
Engkau bukanlah segalaku / Bukan tempat tuk hentikan langkahku
Usai sudah semua berlalu / Biar hujan menghapus jejakmu
Lepaskan segalanya / Lepaskan segalanya
Engkau bukanlah segalaku / Bukan tempat tuk hentikan langkahku
Usai sudah semua berlalu / Biar hujan menghapus jejakmu
Nanananana / Nanananana /Nanananana /Nanananana
“Jagoan mereka berdua nyanyi nya Mas, padahal dulu Mbak Maytha suka gak mau nyanyi” ucap Hasna pada Reza. Yang hanya ditanggapi Reza dengan senyuman tipis.
Kemudian MC mempersilahkan penyanyi kedua yang akan menyumbangkan lagunya, tanpa di diduga Aswin naik ke atas panggung.
“Terima kasih atas kesempatannya, kalau tadi yang sudah bernyanyi adalah rekan Hasna di kantor, maka saya juga tidak mau kalah, karena selama ini saya selalu mendampingi Pak Reza makan saya akan menyanyikan lagu mewakili beliau, karena saya tahu Pak Reza tidak bisa bernyanyi ...hehehehhe” Reza tampak tersenyum lebar saat mendengar candaan Aswin.
“Lagu dari Payung Teduh “Akad”…. Musik” teriak Aswin dengan penuh percaya diri
Betapa bahagianya hatiku saat / Ku duduk berdua denganmu
Berjalan bersamamu / Menarilah denganku / Namun bila hari ini adalah yang terakhir
Namun ku tetap bahagia / Selalu kusyukuri / Begitulah adanya
Namun bila kau ingin sendiri / Cepat cepatlah sampaikan kepadaku
Agar ku tak berharap / Dan buat kau bersedih
Bila nanti saat berpisah tlah tiba / Izinkanku menjaga dirimu
Berdua menikmati pelukan di ujung waktu / Sudilah kau temani diriku
Namun bila saat berpisah tlah tiba / Izinkanku menjaga dirimu
Berdua menikmati pelukan di ujung waktu / Sudilah kau temani diriku
Sudilah kau menjadi temanku / Sudilah kau menjadi Istriku
Aswin mengakhiri nyanyian dengan mengucapkan doa untuk Reza dan Hasna
“Selamat untuk Pak Reza dan Bu Hasna, semoga setelah menikah tidak akan ada banyak drama-drama lagi, dan doakan saya supaya bisa memiliki drama sendiri… semoga selalu berbahagia”
Reza langsung memberikan tepuk tangan setelah Aswin menyanyikan lagu Akad, sangat berbeda waktu Arya dan Maytha tadi bernyanyi. Hasna menyadari itu dan menganggap memang itu sifat Reza yang harus ia terima dengan lapang dada. Dan ternyata drama sumbangan lagu belum selesai, tiba-tiba Arya kembali naik ke atas panggung. Hasna langsung bengong,
“Hadeuh Mas Arya memang banci panggung mau nyanyi lagu apa lagi ini” Hasna langsung memandang ke arah Maytha dan Mbak Maytha langsung menggeleng-gelenggkan kepalanya.
“Kalau tadi saya berduet dengan Maytha, saya ingin menyanyikan 1 lagu lagi, untuk tamu undangan disini lagu terakhir yang akan saya nyanyikan untuk Hasna” ucapnya.
__ADS_1
“Hadeuuuh” Hasna langsung tertunduk … ini kenapa seperti acara nikahan yang datangnya mantan… Mas Arya kan gak pernah jadi mantan… hadeuuuh kacau ini.
“Maaf sebentar boleh saya tanya sama Masnya” tanya MC
“Apakah Mas ini mantannya Mbak Hasna?”
“Owh bukan kami hanya berteman”
“Baiklah… tidak apa-apa kalau teman…. Mari semuanya kita berikan tepuk tangan bagi temannya Mbak Hasna yang pernah ada rasa ini…. Ikhlaskan yaaa Mas… Ini cobaan”
Hasna hanya bisa menunduk … “Ya Allah aku pengen menggali lubang masuk ke Gua Jepang aja ini mah”
“Mungkin Nanti” Arya memulai nyanyiannya. Jreng-jreng….
Saatnya ku berkata mungkin yang terakhir kalinya / Sudahlah lepaskan semua kuyakin inilah waktunya
Mungkin saja kau bukan yang dulu lagi / Mungkin saja rasa itu telah pergi
Dan mungkin bila nanti kita kan bertemu lagi / Satu pintaku jangan kau coba tanyakan kembali
Rasa yang kutinggal mati / Seperti hari kemarin saat semua disini
Dan bila hatimu termenung bangun dari mimpi-mimpimu / Membuka hatimu yang dulu cerita saat bersamaku
Mungkin saja kau bukan yang dulu lagi / Mungkin saja rasa itu telah pergi
Dan mungkin bila nanti kita kan bertemu lagi / Satu pintaku jangan kau coba tanyakan kembali
Rasa yang kutinggal mati / Seperti hari kemarin saat semua disini
Tak usah kau tanyakan lagi simpan untukmu sendiri / Semua sesal yang kau cari semua rasa yang kau beri.
“Saya ucapkan selamat untuk Pak Reza semoga selalu berbahagia dan Hasna juga selalu bahagia dan ceria… kami akan selalu merindukan kamu” ucapnya kemudian turun dari atas panggung.
“Ya… hebat sekali… memang pengantin wanitanya cantik jadi wajar kalau banyak yang naksir yahhh hehhehehehe” MC kembali memberikan bodor-bodor garing ingin rasanya Hasna lempar pakai sepatu dari pelaminan
“Tapi tenang sekarang sudah ada yang punya jadi kita sudah tau kalau pemenangnya ada Pak Reza”
“Mungkin Pak Reza ingin menyumbangkan lagu untuk istri tercintanya, kami persilahkan jangan mau kalah Pak… harus ditunjukkan siapa yang punya hajat disini” MC kurang ajar ini malah manas-manasin Pak Reza .. pikir Hasna.
Reza kemudian berdiri dari duduknya…
“Mas mau kemana?” Hasna langsung panik, ia tahu kalau Pak Reza tidak pernah bernyanyi, bahaya kalau nanti nyanyi fals malah jadi kacau dan harus diakui kalau permainan gitar dan suara Arya sangat bagus.
Reza langsung naik ke atas panggung dan mengambil mike dari MC.
“Saya ucapkan terima kasih kepada staf dan teman-teman yang telah hadir disini”
“Pernikahan ini memang kami rancang untuk lebih akrab dan kekeluargaan, sehingga semua orang bebas untuk mencurahkan perasaannya”
“Terima kasih Arya bagus sekali permainan gitar dan nyanyiannya… nanti kita musti latihan yaa di kantor… saya tunggu di ruangan saya” ucap Reza sambil menunjuk Arya.
“Karena saya tidak bisa bernyanyi maka saya dan anak-anak ingin mempersembahkan lagu untuk anggota keluarga kami yang baru yaitu Hasna… Welcome to our family… saya minta anak-anak untuk naik ke atas panggung”
Kemudian Hujan membawa Maura naik ke atas panggung.
“Sebelum acara pernikahan saya dan anak-anak berlatih lagu yang khusus kami persembahkan untuk wanita yang baik yang mau mengambil tantangan untuk masuk pada keluarga kami”
“Mohon maaf bila saya banyak salah, karena saya sudah lama sekali tidak bermain piano, jadi agak sedikit kaku… Hujan yang paling jago dan sekarang Maura bisa bermain sedikit”
“Ini adalah lagu yang selalu kami mainkan bersama.. Canon in D Mayor”
Kemudian mereka bertiga duduk di belakang piano yang ternyata memang sengaja disimpan disana untuk perform mereka. Hasna langsung terharu melihat mereka duduk bertiga di depan piano dengan Maura yang duduk di pangkuan Reza dan Hujan yang berduet bersama.
Ia pun turun dari pelaminan dan berdiri di samping mereka bertiga yang sedang bermain piano. Sungguh pemandangan yang luar biasa melihat 3 orang yang menjadi bagian baru dari kehidupannya sekarang.
“Mbak Mitha … aku memenuhi keinginanmu untuk menemani mereka sekarang… Semoga engkau juga berbahagia di sana”
********************************
Akhirnya selesaaaiiii.... jadi gimana ini mau dilanjutkan perjuangan Hasna nya... mohon dukungannya
********************************
ps: list lagu yg bisa didengarkan sambil baca
Menghapus Jejakmu : BCL Ariel
Akad : Payung Teduh
Mungkin Nanti : Ariel
__ADS_1
Canon in D Mayor : Bella and Lucas