Ibu Untuk Anakku

Ibu Untuk Anakku
Apakah Mimpi itu Halusinasi


__ADS_3

Ternyata walaupun hari ini dimulai dengan drama Maura, Hasna mendapatkan hadiah tak terduga dengan bisa pulang lebih cepat, kuliah hanya sampai jam 12 siang, dosen jam ketiga memberikan tugas karena harus ada tugas penelitian keluar kota. Hasna langsung tersungkur di meja begitu dosen matakuliah kedua keluar dari ruangan.


“Gitu amat Na.. masih kurang nasi yang tadi dimakan?” Ammera tertawa melihat sahabatnya terlihat seperti lelah. “Aku kok merasa capek banget sih Merra?” Hasna cuma pengen tidur saat ini. “Gula darahnya turun tuh, soalnya tadi kan kamu gak sarapan. Makanya musti maksain sarapan walaupun repot. Begitu tadi kamu makan, badan nyedot lagi persedian lemak ditubuh buat jadi energi mengolah makanan yang kamu makan tadi jam 10” Ammera cuma bisa memandang prihatin.


“Bukan itu aku tuh sudah hampir 2 minggu ini ngerasa lemes terus kaya gak ada tenaga, tadi walaupun gak makan nasi aku sempat minum susu” Hasna merasa sangat mengantuk. “Merra… aku pengen tidur bentar aja kamu jagain yah” Hasna kemudian tidur menelungkup di meja kuliah sambil memeluk jaketnya. Ammera mengangguk lagi pula sekarang jam istirahat jadi tidak akan yang masuk ke kelas sampai pergantian kelas.


Ternyata Hasna benar-benar tertidur, saat ia tidur handphone nya tidak henti-henti hidup karena suaranya di silent selama kuliah tadi, sehingga Ammera akhirnya mengambil handphone Hasna khawatir ada hal penting. Dilihatnya nama di telepon “Anak Kesatu” oww..rupanya anak sambung pertama Hasna yang telepon, ok lebih baik diangkat khawatir ada masalah di sekolahnya.


“Hallo assalamualaikum…” Ammera menjawab dengan pelan dan hati-hati, takut membangunkan Hasna.


“Siapa ini” Ammera langsung kaget, kok anaknya Hasna laki-laki yang kesatu bukannya perempuan dan masih SMP.


“Ini siapa?” Ammera langsung balik bertanya, kemudian langsung hening beberapa saat. Saat Ammera akan menutup telepon tiba-tiba terdengar suara laki-laki itu.


“Saya suaminya..Reza” Ammera langsung melotot, "ya ampun Hasna, kalau tau suami elo gw gak bakalan angkat, suaranya kok dalem banget ginih."


“Ohh maaf Mas, saya tidak tahu soalnya, nama di hapenya “anak kesatu” saya kira anaknya Hasna” Ammera berusaha mencoba membuat alasan yang masuk akal. Terdengar Reza menghela nafas panjang, ia sudah tidak heran karena namanya akan berubah-ubah sesuai mood Hasna.


“Hasnanya tidur Mas, tadi katanya lemes dan mengantuk” Ammera melihat lagi muka sahabatnya benar-benar lelap sampai meler begitu “Tidur lelap banget Mas sampai meler ke jaket..hihihi” ingin rasanya memfotokan langsung.


“Tidur dimana dia?” suara Reza terdengar dingin dan tidak bersahabat, Ammera langsung sadar ia bukan sedang berbicara dengan temannya. “Di meja kelas apa perlu saya bangunkan” Ammera jadi merasa tidak nyaman. “Tidak usah kasihan, nanti kalau sudah bangun suruh Hasna telepon saya, terima kasih maaf merepotkan” Reza langsung menutup telepon tanpa menunggu Ammera menjawab. Ia langsung bengong ternyata cerita Hasna kalau suaminya orang yang tidak suka bicara benar adanya.


“Arghhhhhhhh….. “Tiba-tiba Hasna terbangun dan menggeliat langsung menyusut mulutnya yang terasa basah…”Hahahah kaya Maura bikin pulau” ucapnya tiba-tiba sambil tersenyum. “Na..laki loe tadi telepon, baru gw denger suaranya kayanya galak banget orangnya...gak jadi deh gw suka… kaya yang belagu orangnya” Ammera langsung nyerocos karena merasa kesal diputus pembicaraan secara sepihak.


“Hahahahha kamu baru terima telepon sampai segitunya, lah gw kawin sama dia” ucapnya santai. “Gak sesadis yang dibayangkan kok..biasanya dia nyebelin kalau lagi banyak masalah, dia orangnya perhatian dan sayang sama keluarga” jawab Hasna sambil scrolling di hapenya, ternyata Reza banyak mengirimkan pesan. Eh...kang Arkhan mengirim pesan juga.

__ADS_1


“Halo Nana apa kabar? Gimana kuliahnya lancar? Sorry belum sempat ketemu sejak awal masuk. Sekarang aku baru balik dari summer class di Tohoku Jepang. Kabari kalau bisa kita ketemu buat diskusi studi banding kesana. Sudah di acc sama kaprodi buat angkatan kalian setelah beres uas katanya." tulis Arkhan dalam pesan


Hasna langsung melotot...Haaaa Sugooiii  studi banding ke Jepang, Hasna sudah mengimpikan ini semenjak lama. “Ammeraaaaa….OMG OMG OMG…. angkatan kita bakalan diajakin studi banding ke Tohoku Jepang” Hasna langsung teriak. Ammera yang langsung kaget karena Hasna berteriak dekat telinganya.


“Kamu tuhhh ih biasa aja kalee” Ammera mengosok-gosok telinganya. “Kamu mau ikut kan? Katanya bulan depan kalau nunggu kita beres uas artinya” Hasna menghitung waktunya. “Bulan depan? Gila cepet banget, ke Jepang itu kan gak murah Hasna minimal 20 juta musti nyiapin uang buat seminggu” Ammera langsung protes. Hasna terhenyak ia lupa kalau tidak semua orang mampu, kalau kemampuan ekonominya masih sama seperti dulu dia pasti akan pikir-pikir dulu.


“Iya...sorry aku terlalu bersemangat” Hasna langsung tidak bersemangat. “Yuk kita pulang aja, aku mau bikin kue buat anak-anak mumpung masih ada tenaga” Ammera hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, tidur selama 15 menit rupanya telah langsung membuat Hasna dalam posisi terisi penuh baterainya...betul-betul fast charging.


“Iya aku mau pulang sekarang..gak ada kuliah jam ke-3 nya dosennya ijin penelitian ngasih tugas” Hasna sambil bertelepon kemudian berpisah dengan Ammera di parkiran. “Bye hati-hati di jalan yaaa… yah gimana Mas?” Hasna langsung menuju mobilnya yang terparkir. “Mau makan siang diluar bareng? Aku belum makan sih emang..mau makan dimana?” Hasna ternyata diminta pergi ke kantor Reza untuk makan siang bersama suaminya.


Begitu sampai di kantor Reza, Hasna tidak naik ke atas, ia diminta untuk menunggu di parkiran supaya cepat. Tidak sampai 10 menit Reza sudah masuk ke mobilnya.


“Kenapa tumben-tumbenan pengen makan siang bareng segala” tanya Hasna langsung. Reza langsung melirik tajam, “Sudah tiga bulan ini aku gak pernah punya waktu quality time sama kamu, kalau malam pasti sudah tersungkur di tempat tidur” Reza cemberut. Setiap malam ia selalu hanya kebagian sisa tenaga dari Hasna.


“Sudah dibilang aku paling gak tahan kalau ngeliat kamu cemberut...mendingan sekarang kita pulang aja, mumpung Maura kerumah Mama terus Hujan kan belum pulang sekolah” Reza langsung bersemangat. Hasna melotot suaminya memang mengesalkan, “aku laper Masss… katanya tadi mau makan siang bareng” Hasna merengek sesekali ia ingin berjalan-jalan ganti suasana. Reza selalu melarangnya berjalan-jalan dengan temannya, selalu saja banyak alasan.


“Hmm iya nanti jalan-jalannya sambil jemput Maura ke rumah Mama, sekarang kita pulang dulu aja, makan siangnya di rumah… supaya hemat..kamu kan paling suka berhemat” Reza mengusap-usap pipi istrinya sambil berusaha membujuk. Hasna hanya bisa melengos pasrah, dia paling malas bernegosiasi sama manusia satu ini pasti banyak alasan. Ternyata tadi Mama Bertha langsung menjemput Maura begitu mendengar cerita Reza tentang Maura yang ingin bertemu Benny Kura-kura.


Akhirnya sesampai di rumah setelah menjalankan kewajiban dengan berbagai macam permintaan, Hasna bisa membaringkan tubuhnya yang penat di kasur. Jam masih menunjukkan tiga sore, masih ada waktu sebelum Hujan pulang sehingga ia bisa tidur dulu. Bubar semua rencana membuat kue, ia sudah terlalu lelah.


“Ra.. “ Reza mendekati istrinya yang tampak sudah mulai teler, “Mau apa lagiii..aku ngantuk” Hasna menjawab sambil memeluk guling dengan nyaman. “Tadi kamu katanya tidur di kelas, kenapa cape banget?” Reza memeluk Hasna dari belakang. “Iyaa belakangan aku suka gampang ngantuk sama lemes banget..gak tau kenapa” Hasna menjawab sambil setengah tertidur.


“Kamu kapan terakhir menstruasi.. Hmm kemarin yah tapi cuma bentar” Reza mengingat-ingat jadwal istrinya menstruasi. “Kenapa emang? Aku kalau capek siklus mensnya jadi kacau… pernah sampai dua bulan gak mens, kemarin juga cuma flek doang….oaaahhhh” Hasna kembali memejamkan mata. “Engga kita sudah tiga bulan lebih kan hubungan suami istri kamu kok masih belum hamil yaaah…. Dulu Mitha langsung hamil di bulan kedua” tidak ada jawaban dari Hasna, sehingga Reza berpikir kalau Hasna sudah tidur, padahal sebetulnya tidak.


Mendengar Reza menyebutkan Mitha langsung hamil di bulan kedua pernikahan entah mengapa membuatnya merasa sakit. Hasna hanya diam dan berpikir apa yang salah, ia sendiri sebetulnya tidak mengharapkan untuk hamil dulu, dengan kesibukannya sekarang rasanya akan semakin besar beban yang harus ditanggungnya kalau harus hamil. Tapi kalau ia mencetuskan keinginan untuk tidak hamil dulu pasti Reza menolak.

__ADS_1


Hasna ingat ada suatu malam dimana Reza mengungkapkan ingin segera memiliki anak laki-laki. Ia merasa kalau di rumah ini terlalu banyak perempuan sehingga ia sering merasa tidak memiliki teman. Bisa dimengerti karena memang Hujan dan Maura sangat berpihak pada Hasna, mereka lebih sering memilih bersamanya daripada dengan Reza, sehingga seringkali Reza seperti tidak memiliki teman, karena sifat Reza yang kaku dan cenderung otoriter.


Semua pikiran itu terasa berputar di kepala Hasna sampai akhirnya ia jatuh tertidur. Hanya saja aneh dalam tidurnya Hasna bermimpi, ternyata benar adanya ungkapan mimpi di siang bolong. Mimpi yang aneh tapi sangat indah. Hasna bermimpi disukai dan dikejar oleh laki-laki yang tampan dan yang paling bahagia adalah semuanya adalah orang yang ia kenal sebagai artis luar dan dalam negeri, hanya sayang tidak ada GD Oppa disana.


Untuk pertama kali dalam hidupnya Hasna merasakan kebahagian dikagumi dan dikejar-kejar oleh lawan jenis, ketiga lelaki itu berebut untuk berkenalan dengannya. Hasna merasakan bagaimana ia tersipu malu dan bingung dalam mimpinya. Mimpi yang sangat jelas. Ohhhh …


“Ra...ra….” Hasna meraba pipinya… aduuuh mengapa sampai malu begini… pipinya diusap dengan lembut oleh aktor tampan itu….


“Heeeei...kamu mimpi apa siiiih… banguuuun udah mau jam 5 kamu belum sholat ashaar” terdengar suara yang sangat dikenal masuk ke dalam mimpi indahnya…


“Kamu mimpi mesum yaaah… ya ampuun gak cukup yang tadi siang sampai kebawa-bawa mimpi” Hasna langsung terbangun, di depannya aktor tampan telah berubah menjadi aktor dengan tokoh antagonis.


“Banguuuun … kamu mimpi apa sampai senyam senyum seperti itu…” Hasna langsung memandang Reza dengan kesal.


“Gimana sih Mas… banguninnya kecepetan… aku baru mau pegangan sama orang itu aaaahhh ngeselin… kok bisa yah mimpinya jelas banget” Hasna langsung cemberut, hatinya masih berbunga-bunga.


“Kamu mimpi sama siapa? Ngapain?” Reza langsung melotot.


“Mimpi aku milik aku pribadi… dunia halusinasi gak boleh sama orang lain” Hasna turun dari tempat tidur.


“Heeeh… mimpi apa sama siapa?” Reza langsung mengejar….


“Rahasiaaa….. “


Sudahlah Reza…. Biarkan perempuan punya dunia halusinasi sendiri, penting untuk keseimbangan emosi...

__ADS_1


__ADS_2