Ibu Untuk Anakku

Ibu Untuk Anakku
Behind Every Successful Man There is A Woman


__ADS_3

Hasna menoleh ke arah pandangan Papa Ardy ternyata keluarga Arkhan diundang oleh Papa, tampak Arkhan mendekat karena dipanggil. Hasna langsung menoleh ke arah Reza, dia tampak tidak peduli dan hanya memperhatikan hp. Tapi Hasna tahu kalau suaminya memperhatikan gerak geriknya.


“Halo Nana apa kabar? Ternyata malah bertemu disini” Arkhan mengulurkan tangannya mengajak bersalaman.


“Halo Kang. Sudah lama pulang dari Jepang?” Hasna mengulurkan tangan secara formal, ia lupa kalau mengangkat tangan sedikit maka bagian dalam tangannya akan tampak, tapi masa ada yang mengajak bersalaman harus ditepis. Hasna cepat-cepat mengembalikan tangan ke posisi semula. “Sudah seminggu, kemarin sempat ke kampus ketemu Kaprodi” jawab Arkhan cepat.


“Kang saya kembali ke meja dulu, Mas Reza menunggu. Nanti kita lanjutkan obrolan soal studi banding. Papa ...Hasna kembali dulu menemani Mas Reza” Hasna cepat-cepat berbalik kembali ke mejanya tidak menunggu Arkhan menjawab. Ia tidak mau kembali mendengar amukan Reza sepulang dari pesta ini. Ada tujuan yang lebih penting yang harus ia capai diakhir semester ini. Restu untuk mengikuti studi banding.


“Maaf Mas lama” Hasna langsung duduk dan menatap Reza sambil tersenyum, yang dipandang tampak tidak bergeming bersikap seolah tidak melihat apapun. “Ingin menunjukkan pada semua orang rupanya. Penting sekali yaaa bersikap sok akrab dengan Komisaris” Arcy tersenyum mengejek sambil memutar mutar gelas minuman di tangannya. Hasna menarik nafas sudah ia perkirakan kalau ular berkepala sepuluh ini akan memancing keributan dengannya.


“Sayang sekali saya tidak mengenal Komisaris di sini yang saya kenal hanya Ayah Mertua dan dimana-mana MENANTU dan MERTUA pasti akrab” Hasna langsung menjawab dengan memberikan penekanan pada kata-kata menantu dan mertua supaya perempuan itu berpikir. Reza menggamit tangan Hasna dari bawah meja, memberikan isyarat supaya tidak membuat konfrontasi di depan umum. Hasna langsung sadar ia tidak boleh membuat keributan disini.


“Maaf” bisik Hasna sambil kemudian mencoba merilekskan tubuhnya, tadi ia sudah dalam posisi untuk menyerang. Ia harus bisa menempatkan dirinya dengan baik, ini adalah acara yang sangat penting bagi Reza.


Tak lama kemudian terdengar musik pembuka yang menjadi penanda bahwa acara akan segera dimulai. Ternyata acara ini dipandu oleh MC yang sering memandu acara-acara di televisi. Hasna sering melihatnya dalam acara entertainment ternyata memang dirancang secara khusus untuk memberikan kesan Private Party yang khusus. Kemudian acara terus bergulir hingga akhirnya sambutan dari Komisaris ternyata Papa Ardy yang maju ke depan.


Untuk pertama kalinya Hasna melihat Papa Ardy dalam mode serius, ia baru menyadari kalau selama ini ia menikahi keluarga pengusaha yang sukses. Papa Ardy memberikan sambutan dalam bahasa inggris karena acara ini merupakan perayaan hasil kerjasama perusahaan dengan perusahaan asing yang menjadi mitra baru dan calon mitra kedepan. Hasna melihat kalau tamu-tamu asing yang duduk di depan didominasi oleh Asia Timur. “Mas itu tamu yang asing dari negara mana saja” Hasna mencoba mengenali situasi yang sedang ia hadapi. Reza hanya melirik dan menjawab “Hmmmm…” yah sudahlah masih dalam mode diam rupanya.


Dalam sambutan akhir pidatonya Papa Ardy menyatakan apresiasi kepada tim pengembang di Indonesia yang telah bekerja keras sehingga perusahaan berhasil menunjukkan performa produksi yang terbaik daripada tahun-tahun sebelumnya. Sehingga menjadikan perusahaan asing berminat untuk berinvestasi dan menyerap hasil produksi untuk dapat dipasarkan di level internasional. Kemudian Papa Ardy mengundang Reza untuk maju ke depan dan memberikan kata sambutan.


Hasna tidak menyangka kalau malam ini Reza akan menjadi bintang dan sorotan semua tamu. Suaminya sama sekali tidak mengatakan kalau ia harus maju kedepan dan memberikan sambutan dan apresiasi kepada tamu yang undangan. Pantas saja pakaiannya terlihat berbeda dengan tampilan yang premium malam ini. Siapa yang menyiapkan jas dan tampilannya sehingga terlihat berbeda.


“Saya yang memesan pakaiannya Reza, pasti bertanya-tanya kan dalam hati...hahahaha kamu gak akan tahu dimana bisa memesan model pakaian seperti yang dia pakai sekarang...perlu pergaulan dan latar belakang ekonomi yang cukup untuk bisa tahu gaya hidup seperti ini” Arcy seperti membaca pikiran Hasna, perempuan ini memang berniat untuk mengintimidasinya, ok jangan terpancing. “Ya terima kasih Mbak Arcy, memang setiap kondisi dibutuhkan orang yang ahli dibidangnya masing-masing. Mbak Arcy tahu banyak soal di kantor sedangkan saya hanya jago melayani di dapur dan di KASUR” Hasna berusaha tersenyum dengan gaya imut malu-malu. Perempuan seperti ini memang harus dibalas dengan ungkapan yang memalukan, padahal dia cuma jagoan tidur di kasur.


Arcy tampak seperti menahan diri, perhatian Hasna teralihkan oleh sambutan akhir yang disampaikan oleh Reza. “Last but not least I want to share my achievement to a woman who willing to stand by my side” Arcy langsung tersenyum dan merapihkan rambutnya, sebagai anggota tim internal perusahaan, sudah banyak yang ia curahkan untuk membantu Reza. “She helped me a lot in overcoming many problems with her laugh and smile and made me a better man” Arcy kembali tersenyum dengan bahagia, ia tidak menyangka kalau Reza akan memberikan sambutan yang sangat manis tentangnya.


Mendengar Reza memberikan apresiasi yang sangat tinggi pada Arcy membuat Hasna merasa sakit. Seperti halnya yang ia katakan kepada Arcy memang perempuan itu banyak membantu pekerjaan Reza di kantor. Apalah artinya dia yang hanya menjadi penggembira menyediakan sarapan dan menemani suaminya malam di kamar. Ya ia harus berbesar hati kalau Reza memberikan apresiasi kepada Arcy. Hasna mencoba untuk tersenyum dengan tulus.


“There's a great quote that “behind every successful man there is a woman, and the woman in my back is my wife. Wifey… please stand up” Reza menatap Hasna sambil tersenyum. Hasna langsung terhenyak. “Owh ya masya allah dari tadi ucapan yang manis tadi untuk aku” Hasna terkesima dan memandang Reza yang terus menunjuknya dan meminta berdiri. Hasna menunjuk dirinya dan sambil berkata dengan bahasa isyarat “aku?” dan Reza kembali berkata “Yes you… are you my wife or not” dan seluruh tamu undangan tertawa mendengar ucapan Reza. Akhirnya Hasna berdiri dengan pelan sambil tersenyum malu dan kemudian menunduk memberikan hormat kepada seluruh tamu undangan. Terdengar tepuk tangan yang panjang dan membahana memenuhi seisi ruangan Ballroom.

__ADS_1


Hasna tidak berani memandang Arcy, ia merasa kasian. Sebetulnya ini adalah kesempatan yang baik itu membalas perempuan menyebalkan itu, tapi rupanya Reza sudah memberikan balasan yang cukup membuat Arcy merasa ditikam dari belakang. Saat Hasna melirik Arcy terlihat kalau perempuan itu mengepalkan tangannya dengan kuat untuk menahan perasaaannya. Hasna berusaha bersikap normal, ia tahu sedikit saja ada pematik maka Arcy akan langsung tidak terkendali.


Saat Reza turun dari panggung dan kembali ke meja, Hasna tersenyum malu dan mengucapkan kata terima kasih dengan isyarat bibir. Reza tersenyum dan memberikan ciuman ke pipi istrinya. Semua orang yang diruangan akan langsung memberikan senyuman manis melihat interaksi sepasang suami istri itu. Hanya ada dua pasang mata yang tampak merasa tidak nyaman melihatnya Arcy dan Arkhan.


Akhirnya acara inti selesai dan dilanjutkan dengan jamuan makan malam. Para tamu disajikan makanan yang terhidang dengan gaya restoran mewah yang Hasna lihat dalam tampilan di televisi. Makanan intinya hanya sedikit tapi ada banyak dekorasi di piring, sepanjang makan Hasna hanya berpikir bagaimana mungkin orang akan kenyang dengan hidangan yang akan habis dengan satu suapan sendok saja. Tadi siang dia hanya makan sedikit karena terlalu nervous memikirankan acara malam ini. Merasakan makanan yang disajikan hanya sedikit membuat perutnya terasa lapar.


Akhirnya main course datang, ternyata mereka menyajikan steak, Hasna ingin rasanya bersorak saat melihat daging steak disajikan di mejanya. Ia segera memposisikan untuk segera memotong daging steak, namun perhatiannya teralih saat tiba-tiba ayah Arcy datang ke meja dan duduk bersama mereka. “Reza selama ini kamu dibantu oleh Arcy, seharusnya paling tidak kamu memberikan apresiasi buat dia, bukan hanya untuk istrimu saja… Toh pekerjaan kantor yang membantu adalah Arcy bukan istrimu” ternyata sikap menyebalkan merupakan turunan dari ayahnya.


“Saya tidak meminta diapresiasi oleh siapapun, karena memang  itu menjadi  tanggungjawab saya sebagai orang yang bekerja, begitu juga dengan Arcy… kami berdua mendapatkan kompensasi materi dari yang kami kerjakan. Tapi istri saya tidak mendapatkan kompensasi apapun akibat dari pekerjaan saya, sudah sepantutnya kalau saya secara pribadi yang memberikan apresiasi untuk istri saya sehingga saya bisa bekerja maksimal tanpa ada beban pikiran sehingga memberikan kontribusi untuk perusahaan yang keuntungannya dinikmati oleh Om… Seharusnya bahkan Om juga memberikan apresiasi kepada istri saya karena berkatnyalah saya bisa bekerja dengan baik” Hasna hanya bisa melongo, daging steak yang ada di hadapannya tampak tidak semenarik laki-laki yang berbicara dengan fasih tanpa memakai teks tapi bisa memberikan ucapan yang indah.


“Saya sudah mengucapkan terima kasih kepada anggota tim saya secara khusus, tidak hanya Arcy, tapi juga manager, staf dan karyawan di pabrik yang telah bekerja dengan baik. Sehingga semua pekerjaan berjalan dengan lancar memberikan impresi kepada para investor” Reza masih menyampaikan pidatonya di meja. Hasna jadi semakin kehilangan rasa laparnya, suaminya benar-benar pintar dalam berbicara, rupanya dari tadi ia banyak diam sebagai upaya menabung bahan pembicaraan.


“Tukeran piringnya, steaknya sudah aku bantu potong-potong” Reza menyodorkan piringnya untuk ditukar dengan Hasna, benar-benar malam ini suaminya super duper seperti pemain drama korea. Ok mari kita ikuti irama permainan Hasna langsung menyambut uluran piring Reza dan menyantap hidangan steak. Ternyata seperti ini menjadi pemain drama korea lupakan para pemain antagonis yang ada di depannya.


Kemudian setelah acara makan selesai dilanjutkan dengan acara ramah tamah, minuman cocktail disajikan. Hasna tahu kalau itu minuman beralkohol tapi rupanya pihak hotel juga tahu kalau ada yang tidak meminum alkohol mereka menyediakan minuman non alkohol seperti jus  apple yang memiliki warna yang sama seperti champagne. Hasna menolak saat ditawari minuman tapi Reza tidak bisa menolak saat Arcy mendekat dan memberikan minuman itu kepadanya, apalagi mereka sedang bersama tamu-tamu undangan.


Lelah melakukan show bersama tamu Korea, akhirnya Hasna merasa perlu ke toilet, ia meminta ijin untuk meninggalkan Reza sejenak. Arcy yang tampak kehilangan semangatnya untuk berbicara, ia asyik mengambil minuman champagne dan cocktail yang berseliweran silih berganti. Hasna perhatikan sudah lebih dari tiga gelas perempuan itu minum tapi terlihat masih biasa saja mungkin karena kadar alkoholnya yang rendah.


Saat di toilet Hasna merasa perlu untuk melakukan touch up make upnya. Setelah makan ia merasa semua lipstik dan bedaknya sudah menghilang ternyata hanya memerlukan polesan tipis. Saat Hasna sedang membubuhkan lipstik di bibirnya tiba-tiba muncul Nenek Sihir di belakangnya dan menyenggolnya dengan keras. “Oh hahahahhaha maaf… aku sudah kebanyakan minum sampai tidak bisa berjalan dengan benar hahahahahha mukamu jadi terlihat seperti joker… hahahah hidupmu memang menyedihkan ya, menikah hanya untuk menjadi babu di rumah” Perempuan ini kembali mencoba memprovokasi. Hasna merasa sedih melihatnya, perempuan cantik yang tidak memiliki kepribadian, hanya karena memiliki kekayaan merasa berhak untuk menghina dan mentertawakan orang lain padahal sebetulnya hidupnyalah yang menyedihkan.


“Jangan terlalu banyak minum Mbak Arcy nanti menyesal” Hasna kemudian mencoba menghapus lipstik yang jadi mencoret mukanya, hmmm harus ditouch up lagi bedaknya karena terbawa oleh usapan bekas lipstik. Arcy keluar dari toilet sambil mendengus kesal karena tidak bisa memprovokasi Hasna. Saat ia mencoba untuk membentur Hasna kembali, ia sudah siap dengan mencondongkan tubuhnya kedepan hingga akhirnya Arcy yang terhuyung-huyung keluar. Hasna hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Benar-benar perempuan yang sudah tersesat, kekecewaan membuatnya terlihat menyedihkan.


Saat Hasna kembali ke ruangan Ballroom ia tidak melihat Reza ditempat ia meninggalkannya, ia pasti sudah berpindah dan bertemu dengan undangan yang lain. Malam ini Reza menjadi bintangnya pasti banyak yang ingin berbicara dan mengajaknya diskusi. Sulit baginya untuk menemukan Reza di ruangan yang sebesar ini, apalagi ia mengenakan pakaian yang hampir sama dengan semua lelaki disini.


Saat berjalan mencari suaminya Hasna melihat kalau di sisi Ballroom ada taman yang disiapkan bagi orang-orang yang mencari udara segar. Akhirnya Hasna memutuskan untuk mengambil udara segar melepaskan ketegangan konflik dengan perempuan yang bernama Arcy. Ia benar-benar harus bersabar dengan perempuan itu, Reza saja tampak berusaha menahan diri karena posisi ayahnya yang terlihat sangat dominan dan tidak segan untuk menunjukkan kekuasaannya.


Udara terasa dingin di luar, mungkin karena sudah malam dan baju yang dipakai Hasna ada belahan di tangannya. Tapi paling tidak paru-parunya bisa mengambil udara yang aseli bukan buatan seperti di dalam. Hasna memenuhi paru-parunya dengan penuh mencoba memberikan kekuatan energi baru di dalam dirinya.


“Kenapa? Merasa sesak di dalam” terdengar suara yang sangat dikenalnya. Kang Arkhan.

__ADS_1


“Ehhh.. hehehe engga Kang merasa perlu mengisi paru-paru saja dengan udara yang aseli bukan udara palsu heheheh” Hasna merasa senang ada orang yang bisa dia ajak bicara tanpa perlu berbasa basi.


“Pertunjukkan yang tadi juga bukan palsu kan… kamu betul-betul terlihat bahagia?” Arkhan tersenyum sinis.


Pertanyaan macam apa ini, senior yang satu ini dari dulu ngomong gak pernah pake filter selalu langsung to the point.


Translate :


Last but not least I want to share my achievement to a woman who willing to stand by my side


Terakhir saya ingin membagi capaian ini dengan perempuan yang bersedia mendampingi saya


She helped me a lot in overcoming many problems with her laugh and smile and made me a better man


Dia membantu saya mengatasi banyak masalah dengan tawa dan senyumannya dan membuat saya menjadi lelaki yang lebih baik


There's a great quote that “behind every successful man there is a woman, and the woman in my back is my wife. Wifey… please stand up


Ada ungkapan yang terkenal bahwa "dibalik kesuksesan seorang pria ada seorang perempuan, dan perempuan yang ada dibelakang saya adalah istri saya... Istriku kumohon untuk berdiri


Yes you... are my wife or not?


Ya kamu... kamu istri saya bukan?


*****************************


Da pasti banyak yang baper sama si Jurig... heran makemak jaman now gampang baperan sama kaya ginih. Selamat hari Pahlawan untuk Perempuan Pahlawan Keluarga. Semoga selalu menjadi pahlawan untuk suami dan anak-anaknya. Seorang istri dan ibu adalah pahlawan tanpa jasa yang selalu siap menjadi garda terdepan memperjuangkan agar suami dan anak-anak mendapatkan haknya dan tidak pernah menuntut imbal balik. Walaupun sebetulnya dikasih hadiah itu sebagai penghargaan seneng banget ternyata. Terima kasih ya parfume nya... tinggal dibantuin nyuci piring sama ngepel biar jadi pahlawan rumahtangga bareng-bareng hahahaha... Love u all gurlz.....


******************************

__ADS_1


__ADS_2