Ibu Untuk Anakku

Ibu Untuk Anakku
daaaan....goaaal!!!


__ADS_3

Hasna menggesek-gesekkan hidungnya yang terasa gatal pada bantal yang dipeluknya, bantal hotel mevah betul-betul nyaman dan hangat pikirnya.


“Ra sayang… mau bangun ga” terdengar suara serak di telinganya. Hasna berusaha membuka matanya, yang tampak pertama kali di depan matanya adalah dada telanjang.. jadi yang tadi ia gesek-gesek adalah dada Reza, ternyata gatal dihidungnya adalah Reza menggelitik ujung hidung. Hasna langsung tersadar matanya langsung membuka dan bisa melihat Reza sedang melihatnya dengan tersenyum.


“Mau bangun gak sudah jam 6 pagi ini” ucap Reza, ia mengeratkan pelukannya pada tubuh istrinya. Hasna langsung kaget jam 6 pagi artinya dia terlewat waktu subuh.


“Waaah aku kelewat subuh” Hasna langsung melotot dan akan bangun tapi ia langsung kembali bersembunyi ke dalam selimut, ternyata ia tidak memakai baju.. duhhhhh. “Baju aku mana?” Hasna langsung menutupi tubuhnya hingga kepala. Reza langsung tertawa “Gak tahu kemarin kamu lempar kemana?” godanya. “Enaknya aja… yang ngelemparin baju aku kmarin Mas Reza” Hasna langsung mengeluarkan kepalanya dari selimut sambil melotot.


“Jangan melotot kaya gitu jadi lucu keliatannya kaya kura-kura” Reza langsung menahan kepala kura-kura supaya tidak masuk lagi kedalam selimut. “Iiiihhh lepas aku mau bangun.. Baju akunya ambilin” Hasna menunduk malu. “Hmmm gak mau..ambil aja sendiri” goda Reza merasa di atas angin, Hasna langsung mendelik ditariknya selimut sehingga menutupi seluruh tubuhnya tapi saat menggerakkan tubuhnya terasa rasa sakit di pusat bawah. “Awwww..” ia meringis dan langsung mendelik melihat ke Reza.


“Kenapa? Sakit? “ wajah menggoda Reza langsung berubah serius melihat Hasna yang meringis. “Kalau tahu bakalan sakit aku gak mau” Hasna langsung merengut, ia berusaha duduk tapi sangat sulit dengan selimut tebal yang membungkusnya. Reza langsung mengambil kaos nya yang tergeletak di kepala tempat tidur, semalam ia hanya tidur memakai celana piyama saja, dipasangkannya kaos di tubuh istrinya. “Ini kaos Mas Reza” ucap Hasna sambil memakai kaos. “Ya gak apa-apa yang penting kamu pakai baju.. Hello Kitty takut lihat harimau kaya aku jadi ilang deh” Reza kembali menggoda istrinya.


“Gak lucuuu..” Hasna berusaha bergerak untuk duduk tapi masih terasa sakit. “Sakit yah.. Sini” Reza kemudian turun menyibakkan selimut. “Mauuu apaaa?” Hasna langsung menjerit menahan selimut. “Whahahaha gak akan diapa-apain Rara sayaaangku.. Aku cuma mau gendong kamu ke kamar mandi..katanya sakit” Reza mencoba merengkuh Hasna ke dalam pelukannya. “Ja..jangan..ini aku gak pake apa-apa” Hasna langsung menarik selimut lagi. “Yaaa aku tau laaah kan aku yang bukanya juga.. Udah jangan malu-malu gitu udah keliatan kok semuanya tadi malam” Reza memaksa disibaknya selimut dan diraupnya cepat.


“Awww….” Hasna kaget tidak menyangka Reza akan dengan cepat mengangkatnya. “Aku tuh berat” Hasna langsung melingkarkan tangannya ke leher Reza, seumur hidupnya belum pernah digendong oleh laki-laki saat dewasa. Ayah tentu pernah menggendongnya saat kecil seperti yang ia lihat difoto tapi ia tidak ingat bagaimana rasanya, ternyata menyenangkan dan membuatnya merasa istimewa. Reza mendudukannya di closet dan kemudian menghidupkan air di bathtub.


“Aku gak nyangka kalau hubungan suami istri itu ternyata sakit… aneh kok kalau di film yang aku tonton perempuannya gak kaya menderita kaya aku tadi malam” Hasna menunduk sambil menggulung-gulung kaos Reza yang dipakainya. Reza menggeleng-gelengkan kepalanya “Kamu tuh gak pernah baca googling tentang hubungan laki-laki dan perempuan memangnya?” diceknya air sudah cukup panas. “Sekarang berendam dulu sebentar, masih ada waktu 40 menit sebelum terbit..aku mandi pake shower” kemudian ia mendekati Hasna untuk memindahkannya ke bathtub, “aku bisa sendiri..emang lumpuh musti diangkat-angkat” Hasna langsung berdiri dan berjalan perlahan sambil meringis. Akhirnya ia merasakan jalan seperti penguin.


“Kamu cengeng juga rupanya… malam itu kita belum selesai keburu kamu teriak-teriak sambil narik telinga aku sampai sakit” Reza mengusap-usap telinganya yang tadi malam ditarik. Hasna langsung bengong “Arghhhh belum selesaiiii…. Gimana nanti selesainyaaa…” dia langsung melengos sedih. “Udah sana masuk ke shower aku mau buka baju…” ia masih belum terbiasa membuka baju di depan orang lain. Reza hanya tertawa sifat malu-malu perempuan ini semakin lama semakin menggemaskan.


Reza PoV


Seusai mandi dia terlihat lebih segar, jalannya sudah mulai terlihat normal tidak tertatih-tatih seperti saat bangun tidur. Kuraba telinga yang ditarik Hasna tadi malam, betul-betul seperti menikah dengan pegulat profesional, kalau dulu aku membaca novel romantis, perempuan saat melakukan hubungan intim akan menancapkan kukunya, tapi berbeda dengan perempuan ini dia melawan dengan menarik telingaku dengan keras. Sampai akhirnya kuputuskan untuk membuatnya nyaman terlebih dahulu.


Kalau seperti ini caranya aku harus menambah waktu cutiku satu hari lagi sehingga bisa memiliki waktu yang lebih banyak dengannya. Kalau sudah pulang ke Indonesia dan dia masih belum bisa kumiliki secara utuh maka sudah dapat dipastikan akan kembali bermain kucing-kucingan lagi dan aku tidak akan pernah merasa tenang. Perempuan akan lebih mudah dikendalikan saat dia sudah dimiliki secara lahir dan batin, tingkat ketergantungannya sangat menjadi sangat tinggi pada laki-laki.

__ADS_1


“Enak banget yah kalau di Singapura.. subuhnya jam enam pagi trus terbitnya jam 7 kurang tidur bisa lebih lama” dia bergulung di atas sajadah masih dengan mengenakan mukena, terlihat masih mengantuk. “Mau tidur lagi?” tanyaku melihat matanya yang tampak  sayu , ia mengangguk dan kemudian membuka mukena dan tampaklah piyama kedua yang ia bawa dari rumah.


“Kamu tuh untuk ukuran perempuan dewasa selera piyamanya aneh” ucapku sambil tersenyum. Kali ini dia memakai piyama berwarna putih dengan gambar-gambar kodok lucu dan celana yang yang pendek. Ia langsung tersenyum malas “kan udah aku bilang ini piyama kembaran sama Maura, aku juga belikan keroppi buat dia”  ia  terlihat malu sambil cemberut… langsung aku sambar dan bawa dia ke tempat tidur.


“Ehhhh aku mau tidur…” ucapnya.. “Aku juga mau...nidurin kamu lagi” Hahahahahhahaha salah sendiri pakai piyama seksi.


Hasna PoV


Saat kubuka mata, jam menunjukkan 9.30 artinya sudah 2 jam aku tadi tertidur setelah kembali memenuhi keinginan Mas Reza, ternyata apa disebut belum selesai adalah belum tuntasnya acara membobol gawang. Gara-gara aku tadi malam terlalu tegang dan takut hingga akhirnya Ia membiarkan aku untuk lebih tenang dan nyaman dulu. Tadi sebelum kembali melakukan pertandingan dan menghadapi tendangan penalti, aku diberitahu oleh pemain profesional bagaimana seorang penyerang akan melakukan tendangan penalti.


Ternyata video simulasi tendangan penalti sangat seru dan menggugah semangat untuk bisa melakukan latihan sendiri. Ternyata waktu dulu itu saat nonton bersama Aurel dan Ghina kita langsung menonton pertandingan babak final tidak melewati babak penyisihan, dan perempat final. Yang ditonton pun para pemain profesional sehingga pemain amatiran yang tidak mempunyai pengalaman seperti kita cuma bisa melongo.


Pemain profesional yang tidur di sebelahku tampak tidur dengan pulas, ternyata setelah berhasil melakukan tendangan penalti dia merasa telah berhasil mendidik pemain amatir untuk mulai bermain di lapangan. “Masss… aku mau sarapan” ucapku sambil menepuk-nepuk pipinya. Mas Reza membuka mata perlahan, ternyata kalau dilihat dari dekat seperti ini bulu matanya lentik tapi tidak panjang, pantas saja matanya terlihat tajam kalau dilihat dari jauh.


“Arghhhh gak mauuuu… aku mau makan lapar” percuma pikirku tinggal di hotel mewah tapi tidak merasakan sarapannya pasti menu yang disediakan hebat. “Hmmm aku minta sarapan di kamar aja..” dia langsung meraih telepon yang terletak di meja samping tempat tidur, dengan suara yang berat dan singkat meminta dikirimkan sarapan ke kamar untuk dua orang. Hmm sultan memang bebas untuk menyuruh asal punya modal.


Saat petugas hotel membunyikan bel untuk mengirimkan sarapan aku langsung menggulung diri dalam selimut jangan sampai mereka melihat aku. “Owhhh ya ampuuun itu piyama berserakan di lantai tapi gimana mereka sudah masuk” aku cuma bisa menutup selimut hingga kepala jangan sampai mereka mengenali aku… itu piyama keroppi berserakan pasti mereka mengira Mas Reza sedang tidur bersama anak-anak… owh yaa ampun itu baju tidur Hello Kitty tersampir juga di kursi kenapa tadi tidak terpikir untuk membereskan pakaian dulu.


“Ayooo katanya lapar…” tercium aroma kopi memenuhi ruangan. Mas Reza tampak duduk dan menikmati sarapan. Uaaaahhhh banyak sekali sampai ada dua meja sorong yang dikirimkan, satu meja berisikan main course dengan pilihan beragam makanan, dimulai dari western sampaikan makanan asia, dari nasi, roti hingga pasta dan kentang, beraneka macam daging, ikan dan omelet.. akhirnya ada omelet kesukaanku. Dan meja satu lagi berisikan desert dengan berbagai pilihan kue manis, puding dan buah-buahan... Minuman jus pun ada 3 macam yang dikirimkan dengan menggunakan pouch.


“Kamu suka omelet?” Mas Reza menatapku yang terlihat bersemangat memakan omelet. Aku langsung mengangguk angguk dengan tersenyum, fufufufuufu omeletnya enak sekali terasa sangat creamy, kupandang omelet yang tersisa tidak mungkin aku makan karena itu milik Mas Reza, “kamu makan lagi omeletnya.. Aku bisa makan yang lain” rupanya dia membaca pikiranku. “Hmmm bener gak apa-apa ini enak loh omeletnya” ucapku ragu tapi mau. “Makan saja” ucapnya sambil kemudian membaca koran pagi yang dikirimkan bersama sarapan.


Mas Reza hanya memakan roti gandum yang diolesi dengan mentega, kemudian ia mencoba pasta dan daging yang disajikan dengan kentang *****, lalu kembali minum kopi, selesai… ya ampun sayang sekali makanan yang lain tidak disentuh. “Mas ini makannya masih banyak ginih.. Kalau tidak dimakan sama mereka dibuang atau gimana yah?” aku memikirkan bagaimana mungkin makanan sebanyak ini dibuang.


“Mereka biasanya sudah memiliki aturan dalam pengelolaan limbah makanan” hanya itu jawabannya, aku cuma bisa menarik nafas betapa sangat ironis kehidupan ini, disaat bagian dunia lain kelaparan dan membutuhkan makanan disisi lain dunia, makanan yang enak dan tidak habis disebut limbah makanan.

__ADS_1


“Nanti pulang musti banyak sedekah sama orang yang gak mampu, jangan sampai gak berkah” ucapku.. Baiklah habiskan makanan yang sudah tersentuh. Yang tidak tersentuh mudah-mudahan bisa dimakan sama staf nya dan tidak dijadikan limbah. Sekarang harus segera bersiap karena sudah jam 10 lebih nanti harus menjemput anak-anak untuk pulang ke Indonesia, besok Hujan dan Maura harus sekolah dan mas Reza harus kembali bekerja. Untung jadwal kuliah baru mulai minggu depan.


“Nanti menjemput anak-anak jam berapa Mas?” tanyaku sambil merapihkan baju Hello Kitty yang terlempar jauh ke kursi sofa. Kok bisa sampai sejauh ini dilemparkan Mas Reza tadi malam...hebat. “Kita tidak pulang sekarang… aku sudah telepon Aswin tadi pagi untuk mengundurkan penerbangan ke besok hari” ia sudah menjadi kanebo kering lagi bicara tanpa melihat lawan bicara.


“Haaaah…. Kan anak-anak sekolah besok, trus Mas Reza juga kan bilangnya banyak kerjaan” aku langsung kaget, walaupun sebetulnya senang juga karena sejak kemarin belum sempat berjalan-jalan sepulang dari menonton konser BigBang. “Kamu kan belum sempat jalan-jalan dan mencari oleh-oleh...oya tadi malam Emran kirim pesan katanya handphone kamu tidak bisa dihubungi.. Kamu tidak mengaktifkan paket rooming yah?”


“Ya ampun… aku belum sempat menghidupkan hape dari kemarin” ku cari handphone di tas, memang kemarin tidak sempat menghidupkan paket rooming tapi kan ada wifi di hotel jadi kayanya tidak masalah. Begitu menghidupkan hape dan mengaktifkan wifi langsung banyak pesan masuk. Ting..ting...ting..ting...ting….ting….ting hadeuuuuh ini dari siapa saja.


“Hasnaaaaa…. Adeuuuuh euy hanimun… hihihihihi teu nyangka kamu duluan yang jadi perempuan berpengalaman…. Siapkan cerita lengkap dan oleh-oleh yang banyak yaaaa” hmmmm pasti nanti pulang harus setor dongeng sama cewek-cewek ababil.


“Teteh…. Handphonenya hidupkan ade mau ngobrol” hmmm ini pasti kuya tukang morotin bakalan minta oleh-oleh mendingan jangan ditelepon bahaya pasti mrudul permintaannya. Baru saja aku berpikir seperti itu, langsung handphone bunyi…. Astagfirulahalaziem ini anak kayanya pasang alarm di hp nya begitu terbaca pesan langsung telepon.


“Assmlkmmmmm tetehhh….. Adeuuuuh honeymoon eung ...wikwik atuuuuh” ya allah punya adik kurang ajar pisan


 


*****************************


Episode yang lalu banyak yang bertanya apakah saya pencinta KPop..... saya lebih tepatnya disebut pengagum budaya seni yang berkembang disana, mereka sangat serius menggarap industri hiburannya sehingga bisa dikemas menarik dan dinikmati oleh orang lain diluar dari negara mereka sendiri. Musik adalah universal benar adanya, kita tidak memahami bahasa yang mereka ucapkan tapi kita menikmati alunan musik dan membawa kebahagiaan bagi yang mendengar. Jadi intinya lakukan segala sesuatu dengan penuh kesungguhan maka akan membawa hasil yang baik. Membuat drama gak asal-asalan membuat orang termehek-mehek menangis dan tertawa  menontonnya, membuat alunan musik yang mengalun dan dinamis membuat orang merasa romantis ataupun bersemangat. Mari kita meniru budaya kerja keras dan fokus pada produk yang sudah mereka kembangkan, supaya kita bisa jadi orang yang bisa membawa perubahan dan menghasilkan produk yang berkualitas. Love u all... stay safe and keep productive


 


*********************************


 

__ADS_1


__ADS_2