Ibu Untuk Anakku

Ibu Untuk Anakku
Screen Lock


__ADS_3

Reza menghampiri Hasna yang sedang makan di meja.


“Kenapa dia?” tanya Reza bingung


“Syana menyangka bibirku gara-gara Mas Reza” ucap Hasna sambil cemberut


“Lah memang karena aku kan, memangnya kamu bilang karena siapa?” ucap Reza


“Iya saya bilang gara-gara Mas Reza, tapi Syana nyangkanya bibirku jontor gara-gara yang lain” sambung Hasna


“Gara-gara apa?” Reza seperti bingung.


“Gara gara “itu” sambung Hasna pelan


“Itu apa?” Reza bertingkah seakan-akan tidak tahu


“Itu atuh...ahhhhh… udah ah gak usah dibahas” Hasna langsung memotong dan kemudian meninggalkan Reza di meja.


Reza tersenyum melihat Hasna yang kelihatan salah tingkah. Perempuan itu benar-benar belum punya pengalaman dalam hubungan dengan laki-laki.


 


 


REZA POV


Seharusnya kalau seseorang menikah tidak akan dibebani oleh pekerjaan di kantor lagi, tapi ternyata tidak berlaku untukku terutama karena semakin dekatnya agenda Merger dengan perusahaan Tiongkok. Entah karena kekesalannya dengan pernikahanku atau karena memang beban pekerjaan yang tidak bisa dihandle oleh ia sendiri Arcy mengirimkan banyak email yang berisi tagihan pekerjaan yang diminta oleh Dewan Direksi.


Akhirnya aku memaksakan diri untuk bangun dini hari agar bisa menyelesaikan pekerjaan. Untungnya di sore hari aku sempat tidur di rumah Hasna. Tidur sore yang nyaman sampai perempuan setengah otak itu menendangku dari kasur hingga terjungkal. Sakitnya sih tidak seberapa tapi rasa malu terutama pada Emran adiknya. Bisa-bisanya dia lupa kalau dia sudah menikah, ternyata kapasitas memori otaknya tidak bisa memuat banyak acara sampai lupa acara nikahannya sendiri.


Malam tadi menjadi malam pertama kami tidur bersama, untung Hujan sudah mengerti dan memilih tidur dengan kakek dan neneknya, entah karena keinginan sendiri atau diminta oleh orangtuaku. Anak itu memutuskan untuk tetap sekolah di hari Senin, tidak ingin membuat alasan ke  sekolahnya bahwa ayahnya menikah lagi. Memalukan katanya kemarin, aku tidak mau mengomentari lebih jauh, bagiku kerelaannya untuk menerima pernikahanku dengan Hasna sudah hal yang sangat hebat.


Malamnya ia langsung membuat kondisi agar Maura bisa tidur bersama kami, tidak masalah bagiku, tapi dia memang perempuan yang cerdas pandai membuat alasan sehingga keinginannya terpenuhi. Tapi tidak semudah itu, aku tidak akan membuatnya berpikir untuk bisa bertindak sesuka hati. Menikah adalah kesiapan untuk menyesuaikan diri dengan pasangan, maka Hasna harus menyiapkan diri untuk menerimaku sebagai suami.


Seperti biasa cerita yang dibuat Hasna selalu berbeda dari yang lain, hobinya membuat cerita Fabel membuatku berpikir dia memiliki bakat sebagai pendongeng anak-anak. Menghibur memang ceritanya, sama sekali tidak terpikir olehku membuat cerita seperti itu. Aku yakin cerita itu karangannya saja, mana ada dalam keluarga binatang, mamalia, reptil dan ikan berada dalam satu species yang sama. Kalau aku menjadi guru biologi pasti aku tidak akan menerima cerita yang mengelompokkan hewan yang berdarah panas dan berdarah dingin menjadi satu keluarga besar. Tapi yah paling tidak hewan dalam cerita tadi masih masuk kategori hewan bertulang belakang. Tidak terbayang kalau salah satu anaknya adalah cacing sudah dapat dipastikan mereka satu keluarga karena makhluk ciptaan Allah.


Mendengarnya bercerita kepada Maura memberikan kedamaian dari  suaranya, rasanya ada satu ketenangan saat mendengar suara perempuan saat kita merasa lelah. Setiap malam saat menidurkan Maura aku harus memikirkan berbagai cara agar ia segera tidur. Kadang terasa malas untuk pulang saat banyak pekerjaan di kantor, kalau begitu sampai ke rumah harus menidurkan Maura karena pasti dia akan banyak permintaan. Menikah dengan Hasna ternyata menjadi pilihan yang bijak dengan kemampuannya bercerita kepada Maura.


Aku terbangun saat beberapa kali Maura bangun dan sibuk bercerita, tapi Maura paling tidak nyaman kalau mendengar cerita yang mengancam atau mengerikan. Beberapa kali kalau ditakut-takuti oleh Hujan tentang hantu atau apapun saat mereka bertengkar atau karena Hujan yang iseng Maura akan mengompol dalam tidurnya, tidak bisa dibayangkan kalau Maura nanti mengompol di kasur Hotel akan sangat merepotkan.


Saat ia selesai bercerita pada Maura kulihat ia mulai mengantuk dan terlelap, tangannya yang terselip di bawah bantal seakan-akan melambai-lambai ingin kupegang. Kalau dipikir hingga saat ini belum pernah kita melakukan kontak fisik secara intens berdua. Dua kali aku pernah mencium keningnya, dua kali dia memegang tanganku dan menciumnya dan satu kali saat aku memeluknya setelah akad tadi sore.


Tidak ada perasaan yang lebih atau getaran yang memabukan seperti menyentuh perempuan dengan hawa nafsu. Lebih pada perasaaan sayang seperti kakak kepada adiknya, yaa kalau aku pikir lebih ke perasaan sayang karena perempuan ini memang loveable. Aku merasa sangat berterima kasih dia bisa begitu menyukai anak-anakku tanpa syarat. Aku seperti menemukan teman yang bisa berbagi dalam mengasuh anak-anak. Tapi apakah cukup dengan perasaan itu. Ini yang terus mengganggu pikiranku, membuatku merasa bersalah padanya.


Saat aku memilih Mitha sebagai istri, aku merasakan bahwa ia adalah perempuan yang menjadi pilihanku karena dia melengkapi dan memenuhi ekspektasi ku akan perempuan yang akan menjadi pendampingku. Tapi saat bertemu dengan Hasna alasanku memintanya menjadi istri adalah untuk menjadi ibu dari Hujan dan Maura, tapi bukankah makna dari pernikahan bukan hanya menjadi orangtua bagi anak tapi menjadi pasangan suami istri baik lahir maupun bathin.


Saat aku membaca sidhat taqlik aku kembali diingatkan akan janji yang harus aku penuhi kepadanya sebagai seorang suami, yaitu untuk mempergaulinya dengan baik. Ada empat janji yang harus aku penuhi, pertama tidak akan meninggalkannya selama 2 tahun berturut-turut, hmmm rasanya tidak mungkin aku meninggalkan dia secara sengaja, kedua tidak menyakiti badan atau jasmani, hmmm kalau itu mungkin terbalik, karena kejadian tadi sore dimana ia yang duluan menendangku dari kasur. Ketiga membiarkannya selama 6 bulan, itu juga rasanya tidak mungkin dengan kecerewatan dan keingintahuan dia yang sangat besar kepadaku dan terakhir keempat adalah memberikan nafkah wajib selama tiga bulan, untuk nafkah lahir aku sudah menyiapkan uang yang akan ia manfaatkan lebih dari cukup, tapi untuk nafkah bathin yang rasanya masih sulit untuk kulakukan, aku masih merasa kalau Mitha adalah istriku melakukan hubungan intim dengan perempuan lain rasanya seperti mengkhianati Mitha. Untungnya Hasna merasa belum siap untuk dekat denganku secara fisik jadi aku bisa memakai alasan itu.


Tapi kenapa tadi saat aku harus mengompres bibirnya, melihat tatapan matanya kepadaku membuatku sesaat kehilangan kendali. Matanya seperti merenggut kesadaranku melupakan semua ingatan dan perasaanku pada Mitha. Untung saja teriakan Maura yang sedang bermain game menyadarkan, kalau tidak mungkin aku sudah mencium bibirnya yang sudah bengkak itu.


Dia tidak sadar kalau sebetulnya aku yang tidak ingin terlalu dekat secara fisik dengannya, berdekatan dengan perempuan itu membuatku terkadang hilang akal. Melihatnya lari terbirit-birit saat aku keluar kamar dengan hanya memakai celana pendek meyakinku kalau aku akan aman dari gangguan fisik dengannya. Bisa dibayangkan kalau aku menikah dengan Arcy, mungkin hal pertama yang akan dia lakukan saat menikah denganku adalah menyeretku ke tempat tidur seperti yang selama ini selalu ia ingin lakukan.


Saat aku akan turun sarapan kuliat Hp Hasna tertinggal di sofa, rupanya saking takutnya ia melihatku tanpa pakaian sampai pergi ke Restaurant tanpa membawa Hpnya. Kulihat banyak pesan masuk dan ternyata dia tidak mengunci layar HP nya. Bener-benar perempuan yang tidak berpikir panjang, bagaimana jika ada orang lain yang membuka hp tanpa sepengetahuannya, seperti yang ku lakukan sekarang.


Sebetulnya aku tidak berniat membuka hp nya sampai kemudian masuk pesan yang membuatku jadi ingin tahu. Disana tertulis. Pesan dari Mas Arya. Laki-laki itu masih mengirimkan pesan untuk dia padahal kan sudah hampir seminggu mengundurkan diri jadi artinya sudah tidak ada urusan pekerjaan lagi.


Ternyata ada banyak pesan yang dikirimkan laki-laki itu. Pesan terakhir yang masuk adalah yang barusan.


“Monday morning without your coffe its like going to the beach without sunblock”


Maksudnya apa sih mengirimkan pesan seperti ini kepada istri orang. Laki-laki itu benar-benar harus dikasih pelajaran. Akhirnya aku jadi membaca pesan-pesan sebelumnya, pesan yang dikirimkan saat malam sebelum pernikahan.


Arya: “Besok acara akad nikahnya jam berapa?”


Hasna: “Jam 9 Mas, bisa hadir saat akad?

__ADS_1


Arya: “Insya Allah”


Hasna: “Mas Arya datang sama siapa nanti?”


Arya: “Yah sama siapa lagi pasti dengan Maytha dan Bu Rika”


Hasna: “Kirain sama calon anak divisi akuntan itu loh”


Arya: “Gebetan aku nikah besok jadi ga bisa bawa calon”


Hasna: “Hihihihi fighting Mas Arya, mohon bersabar ini cobaan”


Arya: “Mau dikasih kado apa buat nanti nikahan”


Hasna: “Hmmm dikasih lagu aja deh cukup buat aku. Makasih yang udah mau datang ke Bandung”


Arya: “Boleh tapi nyanyinya musti sama kamu duet lagi kita berdua”


Hasna: “ Yah gak mungkinlah mas, masa aku duet nyanyi sama laki lain depan suami aku”


Arya: “Biarin aja manusia batu kayanya gak akan peduli”


Setaaan dia nyebut aku manusia batu, betul-betul harus dikasih pelajaran dia itu.


Hasna: “Hahahaha… manusia batu maksudnya Mas Reza? Jangan gitu dong mas.. Dia itu calon suami aku loh”


Hasna: “Btw ada pribahasa dalam bahasa sunda cikaracak ninggang batu laun-laun jadi legok artinya batu kalau ditimpa air yang manisnya kaya akyu bakalan petcah juga.. Hahaha.. Udah ah aku mau tidur... Makasih ya Mas Arya”


Apaan lagi ini malah bikin pribahasa, artinya dia memang nganggap aku batu juga, awas nanti aku tanya kalau ketemu. Kulihat daftar pesan yang masuk hampir semuanya standar tidak ada yang aneh kecuali satu nama siapa ini Darth Vader, di pin lagi artinya orang penting bagi dia.


Kubuka pesan dari orang bernama Darth Vader. Aku langsung bingung kenapa ini pesannya rasanya aku kenal. Shits…..kurang ajar dia menyebut namaku dengan Darth Vader. Kurang ajar… semenyebalkan apa sih aku sampai disebut Darth Vader.


Aku ingat ia adalah karakter antagonis di film Star Wars, tokoh yang jahat, powerfull dan suka menyiksa orang lain, tapi kalau aku pikir-pikir tokoh itu sebetulnya keren juga secara penampilan dan ia mempunyai sisi baik kalau berhubungan dengan anaknya. Perempuan itu memang punya kemampuan untuk membuat julukan yang hebat, tapi tetap saja menulis namaku dengan sebutan Darth Vader itu menyebalkan. Kenapa tidak menyebut dengan sebutan yang manis seperti perempuan kebanyakan untuk pasangannya.


Saat aku bertemu di resto dia tampak kesal kebingungan saat bicara dengan Isyana. Rupanya dia bingung karena Isyana menyangka bibirnya jontor gara-gara malam pertama sebagai pengantin, padahal boro-boro melakukan malam pertama yang adalah malah mendengarkan cerita absurd tentang keluarga binatang yang tidak jelas family nya.


“Owh makasih, Mas Reza mau kubawakan Omelet?” ia tampak mencium omelet yang dia ambil dari stand resto.


“Nanti aku pesan sendiri, kamu makan aja” ucapku sambil memanggil waiter yang sedang membereskan meja untuk membawakan dua telor mata sapi setengah matang.


“Hmmm… beda kalau boz makanan minta dibawakan, kalau kita sih ngantri di stand sana” ucapnya saat melihatku memesan makanan.


“Tugas mereka kan untuk membantu kita, yah kita bantu mereka melakukan tugasnya” kulihat tidak nampak dia berusaha untuk membuka hp nya, aku ingin tahu bagaimana reaksinya kalau ia tahu aku sudah membuka pesan di hapenya.


“Kenapa Hp tidak memakai screen lock?” terlalu lama menunggu reaksi dia membuka handphone, mengesalkan.


“Hmmm .. kok tahu aku gak pakai screen lock?” tanyanya.. “Ehhh malah balik nanya lagi” pikirku.


“Yah tadi aku buka hapenya” menunggu reaksinya.


“Owh… ya kenapa mau pakai screen lock memangnya mau menyembunyikan apa?” tanya dia


“Mungkin pesan rahasia dari pacar” pancingku.


“Maksudnya?” dia memalingkan muka dari omelet, hmmm pancingan mulai kena nih.


“Yah orang suka mengunci hp karena takut pesan rahasianya dibaca orang” aku jawab sambil berpura-pura sibuk memakan telur yang baru datang.


“Ada rahasia apa memang di hape saya?” dia langsung membuka hapenya dan kembali memandangku.


“Tidak ada pesan yang aneh. Mas Reza mau membaca pesan di hape saya? Silahkan saja” dia memberikan hp nya ke depanku.


“Sudah saya buka tadi, ada pesan dari Arya katanya Senin pagi tanpa kopi buatanmu seperti pergi ke pantai tanpa memakai pelindung matahari… manis sekali yah ucapannya” ucapku sinis.


“Owh yaaaa… mana? Hahahahahhaha” bukannya merasa bersalah malah tertawa lagi…. Dasar perempuan setengah otak.

__ADS_1


“Hahahahahah… padahal aku udah belikan dia alat-alat untuk menyeduh kopi, masih saja kangen sama kopi bikinan aku”  dia kemudian sibuk membalas pesan, kurang ajar tidak memikirkan di depannya ada suami malah mengirim pesan pada laki-laki itu.


“Mas Reza nanti aku buatkan kopi yah kalau pagi hari … starting from tomorrow deh, aku akan mulai bertugas.. Hmmm kuliner lagi ahhhh” ehh dia malah pergi dari meja untuk mengambil makanan lagi.


Apa yang dia tulis kepada Arya, ya sudah tadi dia bilang mempersilahkan membuka hapenya, aku buka saja kalau begitu.


“Hahahah so sweet banget Mas, jangan nyari sunblock mas sekarang sudah waktunya nyari payung biar awet terus dipakenya” Apanya yang so sweet … asem aja yang ada pikirku.


“Hehehe sudah suka ngecek-ngecek hp istri sekarang yah… hati-hati loh itu tanda-tanda laki-laki posesif” ucapnya saat melihatku melihat Hpnya.


“Tadi kamu bilang tidak ada rahasia yah sudah aku lihat” jawabku sambil melemparkan hapenya ke atas meja.


“Mas Reza memangnya di screen lock?” ia mulai asyik menyuapi Maura dengan buah-buahan. Bukannya makan sendiri malah menyuapi Maura.


“Ya tentu saja, banyak rahasia yang harus aku jaga” jawabku santai.


“Termasuk rahasia dari perempuan?” tanyanya. Pertanyaan macam apa itu?


“Maksudnya?” tanyaku…


“Hahahahah enggak ah.. Suka sensitif kalau soal nama” ucapnya


“Bicara soal nama kenapa kamu menulis namaku dengan sebutan Darth Vader” aku langsung minta klarifikasi soal nama.


“Ehhhh…. Mas Reza kok buka hape aku sihhh” naaaah ternyata sadar merasa berdosa kalau untuk yang ini… kalau untuk si Arya Kurang Asem itu malah kalem aja.


“Kenapa nama aku Darth Vader?” tanyaku lagi


“Hmmm….” dia menunduk dan melihat makanannya seperti sedang mencari alasan.


“Tokoh sentral yang banyak dicari… kan sama kaya Mas Reza, paling dicari di kantor” ucapnya sambil tersenyum manis, huuuuh jangan sangka akan terbujuk oleh senyuman manis palsu itu.


“Tokoh utama yang baik kan banyak kenapa harus dia?” jawabku kesal.


“Masa mau Obi wan Kenobi kan aneh bentuknya ga simetris … kalau Darth Vader itu tampilannya tegas, gagah dan terlihat keren… ya kan” senyuman palsu itu terlihat lagi.


“Aku tau kamu menulis namaku itu karena aku jahat kan” tuduhku


“Sudah tau masih nanya kalau gitu” jawabnya singkat sambil cemberut.


“Aku nulis nama Mas Reza itu waktu dimarahin .. masih mending dikasih nama yang lumayan bagus… gak dikasih nama Gorila Gila juga”


“Ehhhh kamu tuh seenaknya aja ngasih nama” aku mendengus kesal.


“Sekarang aku mau tanya.. Mas Reza ngasih nama apa buat aku di hp?”


“Coba aku liat” dia mengulurkan tangannya.


“Ehhh……”


“Mana liaaat… kenapa pucat gitu”


“Sini liaaat” dia langsung berdiri dan akan mengambil hape dari tanganku


“Sebentar aku mau telepon Aswin dulu ada urusan penting” jawabku sambil beranjak dari meja, hadeeuuh kalau tau namanya Perempuan Setengah Otak bisa-bisa dibanting nanti malam dari kasur.


 


 


******************************


Uyug siah makanya jangan suka marahin orang sambil sendirinya jadi pelaku... muna kalau kata orang normal siy... saya lupa disini kita semua gak normal yah... suka halusinasi semuah ...hahahahhahaha tokoh jahat kalau dilihat dari sisi baik tetap terlihat keren kan... Jadi kalau aku sih segala hal tergantung dari mana kita melihatnya, kalau melihat sesuatu dari sisi negatif maka semua hal akan terlihat buruk, tapi kalau kita melihat sesuatu hal dari sisi positif maka segala hal akan terlihat baik dan indah... Ngomong opo iki.. sok tua banget... heheheh Terima kasih yaa untuk vote, like dan koment nya sampai jadi masuk ke 10 besar lagi... saya kasih hadiah deh bonus up... Mudah-mudahan kalau kuat melek... wqwqwqwq... jangan suka berharap pada orang... nanti kuciwa... hahahaha


*******************************

__ADS_1


 


 


__ADS_2