Ibu Untuk Anakku

Ibu Untuk Anakku
Yoroshiku Onegai Shimasu


__ADS_3

“Dasar menyebalkan” ucapan Hasna terdengar oleh Ammera yang duduk di sebelahnya, mereka duduk bersebelahan di pesawat.


“Siapa yang menyebalkan?” tanya Ammera, ia sempat tertidur tapi ia yakin mendengar Hasna berbicara. Hasna hanya diam dan memandang ke jendela luar. Ammera tersenyum ia sudah memperkirakan kalau Hasna masih memikirkan suaminya, diusapnya pundak sahabatnya


“Liatin apa sih lu gelap juga bentar lagi landing yah? Kaki lu ga bengkak kan?” Ammera mengecek kaki Hasna sambil diusap-usap.


“Gak tadi aku stretching terus setiap 1 jam.. Gak bisa tidur.. Kamu tuh cantik-cantik ngorok..mangap pula” Hasna ketawa melihat ke arah Ammera. Ia menunjukkan video Ammera yang tertidur dengan mangap.


“Suuttssss…. Kurang ajar....aib jangan direkam, kamu kurang kerjaan banget sih” mereka berdua langsung rebutan hp, “Stssss… berisik ihhhh..kalian tuh cewe cuma berdua tapi bikin malu kaya gak pernah naik pesawat” Ferdi langsung menendang dari kursi belakang. Keduanya langsung tertawa, anak horang kaya lagi bete soalnya duduk di kelas ekonomi selama perjalanan hampir delapan jam ini. Selama mereka menunggu boarding Ferdi berkeluh kesah kalau dia tidak pernah naik kelas ekonomi, ia baru berhenti bicara saat Arkhan menyuruhnya pulang dan keluar dari ruang tunggu boarding. Arkhan dilawan.....


Mereka tiba di Bandara Haneda Jepang jam delapan tiga puluh waktu setempat, tapi kalau Hasna melihat jam di tangannya sudah menunjukkan sepuluh tiga puluh menit. Anak-anak pasti sudah tidur pikirnya, ternyata ia masih belum bisa melepaskan pikiran tentang Maura dan Hujan.


“Mas Reza pasti sudah menemukan surat” pikiran Hasna melayang saat tadi ia meletakan surat di meja samping tempat tidur. Awalnya ia akan meninggalkan di meja belajar di kamarnya tapi ia khawatir anak-anak masuk ke kamar hingga akhirnya Hasna menyimpannya di kamar Reza. Ia menuliskan surat itu tiga hari yang lalu, berlembar-lembar kertas ia habiskan karena merasa selalu salah sampai akhirnya ia bisa menumpahkan semua perasaannya disana.


“Naa… jangan ngelamun tuh dipanggil imigrasinya” Ammera mendorong Hasna maju, pihak Imigrasi Jepang melambaikan tangan padanya.


“How long you will stay ini Japan?” perempuan yang bermata sipit dan mengenakan seragam biru dongker bertanya dengan bahasa inggris yang fasih. Petugas imigrasi pasti jagoan lah bahasa inggrisnya.


“Five days” jawab Hasna pendek.


“On what occasion you come to Japan?” tanyanya lagi sambil melihat-lihat paspor Hasna, hanya ada cap imigrasi Singapura di paspor itu.


“Conference in Tohoku University” dia langsung mengangguk mendengar kata Tohoku University. Universitas itu adalah universitas kekaisaran ketiga di Jepang sehingga dikenal oleh banyak orang.


Hasna langsung menepi menunggu Ammera yang masuk pemeriksaan imigrasi, ia melihat Mark yang tampak berkerut dan ditanya terus oleh pihak imigras, kenapa lagi anak itu ia lalu mendekat ke arah petugas agar bisa mendengar pertanyaannya. Tiba-tiba Mark menatap kepadanya.


“Hansa kita mau ketemu sama siapa di Jepang” Heuuuh ini anak kadal dibilangin disuruh baca surat undangan dari universitas, pasti dia gak baca. Hasna langsung mengacungkan surat undangan dari pihak universitas yang telah dibagikan saat mereka berkumpul di ruang bording.


“Liatin surat undangan dari universitasnya bilangin Prof. Matsumoto” ucap Hasna sambil mengacungkan dokumen undangan yang sudah ia siapkan. Mark langsung membuka ransel dan mengeluarkan dokumen undangan. Padahal tadi Arkhan sudah mengingatkan saat akan masuk ke imigrasi dokumen undangan dikeluarkan dan diperlihatkan kalau ditanya tujuan ke Jepang. Tadi anak kadal malah ribut sama si kuya  ngomongin merk sepatu yang mereka pakai jadi tidak memperhatikan, bikin gemes emang ini anak berdua.

__ADS_1


“Kenapa?” Ammera mendekat dan melihat Hasna.


“Itu si Mark ditanya-tanya banyak sama imigrasi” ucap Hasna sambil menunjuk ke arah Mark


“Dia mah emang muka buronan yang nyamar jadi turis makanya dicurigai” Hasna langsung melotot ke arah Ammera.


“Ya Allah Merraa mulut lu tuhhh… pedes kaya boncabe.. Jangan dibiasain ah” Hasna langsung cemberut.


“Ehhh mulut gw emang pedes tapi sesuai dengan peruntukan gak kaya laki lu.. Ngomong ga pake otak… mentang-mentang kaya seenaknya aja… emang kalau ganteng bisa ngomong seenaknya” Ammera masih sakit hati dan tidak menerima ucapan Reza dari cerita Hasna.


“Ganteng ngomong nyebelin bikin ilfil, gw gak kebayang kalau punya laki jelek terus nyebelin juga” ucap Hasna sambil nyengir, ia sudah tidak ingin mengingat Reza, selama di pesawat pikirannya masih saja memikirkan laki-laki itu. Terbayang pesan yang dikirimkan Reza yang menuliskan kata I love u diakhir pesannya. Ia tersenyum sinis di saat terakhir tiba-tiba suaminya berubah sikap menjadi manis, begitu mudahnya membulak balikan hati.


“Kalau kaya gitu artinya end hidup lu. Aku milih laki-laki biasa aja deh, yang baik gak banyak ngomong. Fokus kerja, cuma bisa ketawa-ketawa sama aku, kalau ngomong sama perempuan kaya yang bingung nyari topik, melindungi banget sama orang yang dia sayangin” Ammera langsung berkicau tentang pria idamannya.


“Waah Mas Aswin lewat kalau begitu, dia itu kalau sama perempuan pandai banget ngambil hati” Ammera langsung mencibirkan bibirnya, ia paling tidak suka laki-laki yang menjadi idola kaum hawa.


“Ahhhhhhahahahaha...aku tau aku tahu” Hasna langsung tertawa sambil menyeret Ammera ke tempat pengambilan bagasi. “Kak Angga...kakak aku...hahahahha cocok banget sama kamu..Black and White” Hasna langsung tertawa-tawa. Ia melihat semua teman-temannya sudah keluar dari imigrasi syukurlah, tampak Arkhan memimpin rombangan mengambil bagasi. Ferdi tampak sibuk dengan handphone mengabadikan suasana di bandara.


“Apaan sih lu Fer” Hasna melengos tidak mau melihat kamera. “ Mau tasnya dibawain gak? Kalau mau, musti mau diwawancara sama Bang Ferdi” Ferdi kembali mengarahkan kamera kepada Hasna yang langsung cemberut dan mengangguk. “Gimana perasaan Mbak Hasna saat tiba pertama kali di tiba di Jepang?”


“Wow amazing… saya tidak menyangka kalau saya akhirnya bisa menginjakkan kaki di negara Sakura Jepang… Suasananya sangat nyaman, bersih dan teratur. Kalian harus datang kesini.” Hasna merubah tampilannya 180 derajat bergaya seperti turis iklan. Ferdi langsung melengos “Biasa aja kali normal gayanya gak usah berlebihan” Hasna langsung cekikikan Ferdi adalah teman yang paling mudah untuk diprovokasi ia orang yang selalu bersemangat dalam segala hal, baik kebaikan dan keburukan dia bagaikan malaikat yang bertanduk.


Hasna menarik nafas semenjak dari Jakarta baru tadi ia bisa tertawa lagi, sebelumnya perasaannya terasa sesak.. Mungkin sudah saatnya musim  berganti… suasana Jakarta yang panas telah tergantikan oleh dinginnya musim salju di Jepang, perasaannya yang gundah berganti dengan optimisme. Hasna menggosokkan tangannya pada lengan atas, jangan sampai dia mengalami alergi dingin di negara orang.


Total rombongan ada delapan orang, dua perempuan dan enam laki-laki, tidak semua orang mampu mengumpulkan uang 23 juta dalam waktu satu bulan, perjalanan mereka nanti akan melewati empat kota di Jepang yaitu Tokyo, Sendai, Kyoto dan Nara. Malam ini mereka akan menginap semalam di Tokyo baru melanjutkan perjalanan ke Sendai.


Pemeriksaan bagasi berjalan lancar, Arkhan betul-betul bisa menjadi turis guide yang baik, semua paspor dikumpulkan dan langsung melewati pemeriksaan bagasi tanpa masalah yang berarti.


“Alhamdulillah… rendang gw selamet” ucap Ferdi sambil mengusap-usap dada, Hasna dan Ammera langsung bengong. “Kamu bekal rendang Fer?” Hasna langsung menatap kagum.

__ADS_1


“Aku bekal rendang, abon, sama Pop Mie” Ferdi tersenyum sambil menaikan alisnya dengan penuh kebanggaan.


“Aku bawa mie gelas sama bawang goreng… rendangnya minta sama Ferdi aku sih tinggal naburin bawang gorengnya aja” ucap Mark menimpali sambil menepul-nepuk pundak Ferdi.


“Aku cuma bawa boncabe aja.. Uda dengar disini makanan hambar tak terasa pedas… sebagai orang padang lidah awak harus beraso” Rendi tersenyum optimis. Ammera menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Ada yang bawa magic com sekalin? Kaya rombongan haji aja, bawa perbekalan makanan Indonesia” Mereka berjalan beriringan menuju tempat penukaran JR Pass.  Letak kantor itu di lantai 2 mereka hanya turun satu lantai dari area kedatangan.


“Kalian tunggu disini, aku mau tukar JR Pass nya. Hasna atau Ammera ikut bantu menuliskan identitas” Arkhan langsung memerintahkan rombongan untuk menunggu. Hasna dan Ammera berpandangan,


“Kamu aja Merra, aku mau duduk cape” Hasna langsung duduk di bangku tempat menunggu. Ammera langsung mengikuti Arkhan, kalau dalam kondisi seperti ini mereka harus bekerja sama, jangan saling mengandalkan tapi harus bergerak cepat.


Ternyata hanya 30 menit mereka menunggu tampak Arkhan dan Ammera berjalan dengan cepat sambil membawa dokumen JR Pass saat sampai di rombongan, kata-kata yang pertama diucapkan oleh Arkhan adalah.


“Hasna kamu lagi hamil? Kenapa gak bilang?” Hasna hanya tersenyum kecut rupanya Ammera mengatakannya kepada Arkhan.


“Hamiiiil?” Trio Wekwek Ferdi, Mark dan Randi langsung menatap Hasna, sedangkan dua temannya lagi dari kelas yang berbeda Bian dan Sena hanya menatap dengan penuh rasa ingin tahu.


“Hehehehhehe iya… Yoroshiku Onegaishimasu” ucap Hasna sambil membungkukkan badannya.


Welcome to Japan Guys….


##########


Yoroshiku Onegaishimasu \= Mohon bantuannya


********************


Stttttsssss.....Mohon bantuannya untuk tidak ribut yaaa... komentarnya jangan kebanyakan nanti kapal NT nya oleng terlalu berat. Terima kasih atas dukungan dan apresiasinya, jangan khawatir semua bentuk masukan diterima dengan senang hati... Mohon maaf hari ini saya ga bisa up banyak karena banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan. Besok kita lanjutkan cerita Reza mencari Hasna... tapi aku musti bobo dulu... biar Reza gak salah belok hehehhehe... smakin malam smakin garing bodornya... sekali lagi jangan ribut yaaa. Hasna aja udah bisa ketawa masa kita pembaca masih pada emosih.... Arigatou Gozaimasu

__ADS_1


*********************


__ADS_2