Ibu Untuk Anakku

Ibu Untuk Anakku
terbiasa bersama


__ADS_3

*Mega dan Alan kini duduk disamping makam anaknya.. dengan membawa seikat bunga mawar putih yang cantik dia meletakanya dekat dengan batu nisan anaknya..


Mega yang dahulu selalu menangis setiap kemakam anaknya kini telah berubah..


Kini Mega selalu tersenyum dan tidak lagi menangisi anaknya ..


bukan karena Mega tidak sayang namun kini Mega sudah lebih bisa menerima kenyataan yang ada didepannya..


Matahari yang tadinya masih hangat lambat laun menjadi panas Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang..


Mereka kini berada didalam mobil


" sayang mau langsung pulang atau kemana ?"tanya Alan


" kita pulang saja Al, aku merasa lapar " menyentuh perutnya


" benarkah ? " dahi Alan mengernyit


mengangguk


"benar Al aku serius.."


" bagaimana kalau kita makan diluar ?"


" tidak aku ingin makan dirumah masakan bik Erna"


" oke baiklah " Alan tersenyum dan melajukan mobil dengan perlahan menuju kerumah..


40 menit mereka sampai dirumah..


Mega dan Alan langsung masuk kedalam..


lalu berhenti didekat tangga


"sayang aku mau kedapur" menyentuh tangan Alan


" baiklah , aku kekamar ya sayang " mengusap lembut kepala Mega


mengangguk


" hmm "


Alan berjalan menaiki tangga menuju kekamar sedangkan Mega menuju kedapur..


" bikk "


" iya non "memutar badannya menghadap Mega


" bibik sudah masak ?"


" sudah non ,tapi belum siap "

__ADS_1


" hmm bik aku ingin makan bik aku lapar"


tersenyum


" mau dibuatkan apa non ?"


" nasi goreng deh bik "


" iya non tunggu sebentar ya "


" maaf ya bik gangguin masaknya "


" gak apa apa non"


" bik aku kekamar aja ya bik "


" iya non nanti biar bibik antarkan "


" makasih bik " berjalan meninggalkan bik Erna lalu menuju kekamar .


membuka pintu


" sayang "


" Mega, katanya mau makan ?" menoleh keasal suara


" iya Al, aku mau makan nasi goreng lagi dibuatin sama bik Erna "


Alan mengangguk dan Mega berjalan kekamar mandi membersihkan badannya dan berganti pakaian..


baru saja Mega duduk bik Erna mengetuk pintu kamar mereka


Mega berjalan membuka pintu


" non ini nasi gorengnya" memberikan kepada Mega


" akh makasih ya bik cepet banget"menerima dengan antusias


" iya non saya permisi "


" iya bik makasih sekali lagi "menutup pintu dan duduk disamping Alan


" sayang kamu mau makan juga ?" mendekatkan piring berisi nasi goreng didepan Alan


" tidak sayang makanlah aku belum lapar "


tersenyum


" baiklah "


Mega mulai melahap nasi goreng itu dengan cepat Alan hanya tersenyum menatap Mega yang tengah lahap makan..

__ADS_1


hanya beberapa menit Mega sudah selesai makan..


" cepat sekali sayang " kata Alan


" benarkah ?? akh aku rasa biasa saja "


" bahkan belum 10 menit kamu sudah selesai makan " kata Alan


Mega tertawa


" entahlah mungkin aku terlalu merindukan masakan bik Erna"


Alan hanya tersenyum


Mega meletakan piring kemudian kembali duduk didekat Alan


" sayang apa besok kamu sudah kekantor ?"


" hmm aku rasa begitu "


Mega mengangguk dan ber ohh saja..


Alan meletakan ponselnya dan meletakan kepalanya dipangkuan Mega


" kkenapa sayang ?"


mengusap lembut kepala Alan


"tidak ada apa apa sayang aku hanya bertanya saja "


Alan memejamkan mata menerima perlakuan lembut istrinya..


" apa kamu masih mau aku dirumah ?"


" hmm tidak juga "


" benarkah ??" masih dengan mata terpejam


" aku hanya sudah terbiasa dekat denganmu Al "


" ikutlah kekantor "


" tidak tidak " menjawab Cepat


Alan duduk dan menatap Mega


" kenapa ??"


" aku tidak mau menganggu pekerjaanmu Al,kalau aku ikut kamu tidak akan fokus "


" tidak masalah, ikut saja "

__ADS_1


" tidak Al , kasihan bik Erna nanti sendirian"


" ya ya baiklah lakukan sesukamu, tapi sekarang bisakah kita tidur siang , aku mengantuk " Kata Alan sambil menguap*


__ADS_2