Ibu Untuk Anakku

Ibu Untuk Anakku
Friends with Benefit


__ADS_3

Di depan kost sepulang dari membeli cincin, Reza meminta Hasna untuk duduk dulu sebentar.


“Mulai besok agenda saya penuh sampai 2 minggu kedepan, koordinasi untuk Merger”


“Sangat sulit bagi saya untuk membantu kamu menyiapkan pernikahan”


“Iya saya mengerti, hanya saja karena pernikahan ini melibatkan 2 keluarga saya tidak bisa mengambil keputusan terkait tema, catering dan lain-lain. Karena kita berasal dari keluarga yang memiliki latarbelakang yang berbeda”


“Saya khawatir salah mengambil keputusan, takut tidak cocok dengan keluarga Bapak” jawab Hasna


“Sampai kapan kamu mau memanggil saya bapak”


“Hehehe lupa terus...maaf..” Hasna langsung nyengir.


“Kalau dibantu sama Syana bagaimana? Dia akan stay di Indonesia sampai hari pernikahan nanti” saran Reza


“Ahhhh ide bagus, saya lebih suka sama Mbak Syana, lebih mudah diskusi kalau sesama perempuan, jadi tadi membebani mmm--maas Reza juga”


“Ngomong mas nya kaya gak ikhlas gitu” komentar Reza.


“Yang ikhlas yaa manggil Bapak udah biasa” jawab Hasna.


“Ya sudah kalau begitu nanti saya minta Syana buat janjian waktunya sama kamu, palingan sepulang dari kantor yah”


“Hmm tadi saya sudah bilang sama Rika kalau kamu mau menikah jadi tidak usah memberikan penugasan yang sifatnya jangka panjang sama kamu” sambung Reza


“Iya tadi Bu Rika sudah mengirim pesan ke saya, besok saya mau memasukan surat pengunduran diri, tadi saya seharian menyelesaikan laporan” lapor Hasna


“Owh jadi bukan sakit tadi tuh tapi beresin laporan?” tanya Reza


“Ya sakit …. sakit hati tapinya…. Udah ah gak usah dibahas lagi suka jadi kesel lagi” ucap Hasna sambil menyodorkan tangannya


“Apa lagi?” tanya Reza bingung


“Salim!... emang apaan disangka mau minta uang… enak nya aja emang cewe apaan sekali keluar minta dikasih uang…” Hasna cemberut


“Eh… uang si memang gak dikasih tapi dibeliin make up, sepatu, cincin… lebih banyak dari uang lagi” ledek Reza


“Arghhhhh AKU GAK MINTAAAAA….. Itu Mas Reza yang kasih” teriak Hasna kesal.


“Hahahahahahah… mau minta uang juga boleh… perlu berapa” ucap Reza sambil bergerak mau mengambil dompet.


“Gak sudi… ya udah gak usah salim ah… sebel” ucap Hasna sambil beranjak keluar


“Hahahahahha… ya-ya gpp.. Sini atuh salim dulu, jangan pergi sambil marah-marah gitu kamu kaya yang lagi PMS aja” ucap Reza sambil menarik tangan Hasna.


Dikecupnya tangan Hasna sebentar dan kemudian diusapnya kepala Hasna.


“Istirahat yah, jangan terlalu banyak memikirkan hal yang tidak perlu. Kita jalani saja perjalanan kedepan dengan baik”


Hasna tertegun. Ini kok malah tangan aku yang dicium padahal aku yang mau salim.


“Terima kasih Pak… mohon maaf kalau saya jadi mudah emosi, mudah-mudahan kedepan lebih bisa beradaptasi dengan Bapak”


“Salim” ucapnya lagi sambil menyodorkan telapak tangan. Reza kemudian menyodorkan tangannya.


Hasna salim sambil menyentuhkan punggung tangan Reza ke dahi dan mengecupnya.


“Ughhh… dapat bonus kecupan malam ini, bakalan gak bisa tidur saya” ucap Reza sambil tertawa-tawa.


“Apaan sih.. Lebay” ucap Hasna sambil manyun dan menutupkan pintu

__ADS_1


Reza tersenyum melihat Hasna masuk langsung ke dalam kost-an tanpa berusaha melihatnya pergi. Perempuan itu benar-benar polos dan tidak banyak kepura-puraan, kalau perempuan yang lain akan menunggunya pergi dan melambai-lambai cantik dengan segala pemberian yang didapatkannya hari ini. Harus belajar banyak untuk berkomunikasi dan membimbingnya sehingga menjadi perempuan yang lebih dewasa.


Hasna segera masuk ke kamar, begitu di kamar ia langsung duduk melorot di karpet.


“Hadeuuuh kenapa jadi degdeg an begini yah.. kaki ampe lemes” pikirnya.


“Si bapak main cium tangan terus” diendusnya tangan yang dicium oleh Reza, “Hmmm kok ga ada aroma apa-apa, tak kok rasanya ada yang menempel di permukaan… aneh” pikirnya.


Dipandangnya cincin pertunangan yang dibelikan oleh Reza,


“Hihihi cantik banget...gak akan dilepas walau udah nikah juga” Hasna berguling-guling di karpet sambil memandang cincinnya itu.


“Owh iya belum kasih liat Mama” Hasna langsung mengambil kamera.


“Hmmm musti ambil angel yang pas nih biar keliatan makin kinclong” Hasna kemudian mengambil beberapa posisi tangannya di atas karpet dengan beberapa bidikan dia melihat hasilnya dan mengirimkan pesan tambahan.


“Aku dibelikan cincin tunangan, katanya kemarin keburu-buru jadi lupa beli”


“Cantik yaa Ma… Aku suka banget sama modelnya”


Tak berapa lama Mama langsung menjawab


“Masya Allah cantiknya, mama seneng Teteh bahagia, semoga lancar yah Teh sampai hari H”


“Banyak-banyak berdoa supaya diberikan kemudahan dan kelancaran untuk menjalankan Sunah Rasul”


“Ingat ya Teh … cincin itu perhiasan dunia, dalam pernikahan nanti sebaik-baiknya perhiasan dalam rumah tangga adalah istri yang sholehah”


“Teteh harus bisa bersinar indah seperti juga cincin yang melingkar di jari teteh”


Dan seperti biasa Mama Ustazah selalu mengingatkan Hasna.


“Iya Ma… makasih sudah diingatkan”


“Teteh masih kagok aja manggil Pak Reza dengan sebutan Mas”


“Enakan manggil Bapak”


“Yah tidak usah dipaksakan, nanti juga kalau kalau sudah nikah akan manggilnya Papi kaya anak-anak manggilnya ayahnya”


“Nanti disangka anaknya lagi Ma.. masa manggil Papi”


“Ya sudah dibiasakan saja, awal mula kagok tapi lama-lama akan terbiasa”


“Gera tidur udah malam, jangan lupa sholat Isya dulu” ucap Mama mengakhir chat.


“Baik Bu Haji, terima kasih nasehatnya, doakan Teteh yaaa… Assalamualaikum.. Mimpi indah Mama, salam sayang buat Ayah”


Hasna mengakhiri pesan kemudian merebaahkan dirinya di kasur. Hari ini terasa banyak hal yang sudah dilalui.


Sedikit banyak mengenal karakter Reza, yang kalau sudah bekerja akan sulit untuk dipecah konsentrasinya. Tapi saat ia sudah keluar dari zona pekerjaan dan dalam keadaan yang lebih santai ia bisa berinteraksi dengan orang lain.


Hanya saja Hasna tidak melihat Reza memiliki aktivitas lain selain dari pekerjaan di kantornya, mungkin karena begitu waktu luang dia menghabiskan waktu dengan anak-anak.


“Owh iya belum update cincin pertunangan sama Aurel dan Ghina….hihihi.. Biar  Aurel mupeng, dulu dia suka nyombongin punya pacar terus… sekarang waktunya pembalasan” Hasna langsung berpikir jahil, persahabatan dengan dua temannya itu tidak membuat mereka sungkan untuk berbagi kebahagian maupun permasalahan.


“Dan tidak cuma Syahrini yang punya cincin blink-blink aku juga akhirnya punya” tulisnya


“Reza vs Reno yaaah 11/12 lah..” ting.. sambil mengirim foto cincil di jarinya


Dan tidak menunggu sampai 1 bulan balasan dari julid-julid Kota Bandung langsung meluncur.

__ADS_1


“Anjaaaay… gaya eung… sirik urang… iraha batur jiga urang jomblo” tulis Ghina


#Anjaaaay...  keren banget.. Sirik aku...kapan yah orang lain kaya aku jomblo”


“Hahahahah… tenang Ghin.. semuanya juga berproses, 2 bulan kebelakang juga aku sama jomblo” jawab Hasna


“Masalahnya si Ghina sekarang jones… jomblo ngenes...qiqiqiqiqiqi” sambung Aurel


“Na.. cek dulu itu berlian aseli kagak.. Beli yang kw juga banyak kaya gitu online”


“Belinya sama aku kok.. Pengen pamer aja sama sesama manusia, masa iya aku update di sosmed.. Ntar disangka ujub lagi” tulis Hasna


“Kalau pamer sama kalian mah kan palingan dibully atau dikasih doa… wqwqwqwq”


“Ya aku sih setulus hati mendoakan Na… biarpun ada sedih dalam hati karena pengen punya yang ngelamar kaya kamu” Ghina


“Aku juga doain kok Na.. skalian mw forward sama Jordy kali aja menginspirasi dia buat ngajak aku kawin” Aurel


“Nikah kali rel… kawin mah bukannya udah sering kamu sama dia” Ghina


“Anjaaay … sembangaran maneh ka urang, gak lagi.. Pusaka leluhur selalu aku jaga” Aurel langsung nyembur


“Maaf ya sesuai dengan tema penelitian aku sekarang yang menggunakan kuantitatif aku udah bisa bikin hipotesis bahwa tidak semua perempuan berambut merah itu melakukan hubungan **** bebas”


“Mana coba hipotesis penelitian yang benernya mau tau kita” sambung Hasna


“Mana...manaaa…. Baheula ge teu bisa ngabedakeun naon  metoda deskriptif jeung survey… anjrit ngerakeun pisan babaturan teh… kuliah bobogohan wae”Ghina


#mana..mana… dulu juga gak bisa membedakan apa itu metoda deskriptif sama survey… anjrit memalukan sekali punya teman tuh… bukannya kuliah malah pacaran”


“Na… masa dia mau bikin angket tapi ditulis metodanya deskriptif… hadeuuuh.. Trus ngakunya mata kuliah metodelogi penelitian dapat B… dosennya gak tau dikasih apa sama si Aurel” sambung Ghina


“Halaaah mentang-mentang udah lulus meni sombong… mau denger gak hipotesis yang udah aku bikin” Aurel


“Hipotesis nol : Tidak terdapat hubungan antara kemampuan berbicara pegawai dengan kualitas produk”


“Hihihihi bagaimana?”


“Kalau penelitian kamu tentang apa memangnya?” tanya Hasna


“Survey kepuasaan konsumen terhadap kualitas produk perusahaan” jawab Aurel


“Trus apa hubungannya dengan kemampuan berbicara pegawai?”


“Yah kan sudah bisa dipastikan gak ada. kalau kemampuan bicara tidak akan berhubungan sama kualitas produk perusahaan, jadi gak susah nyari pembuktiannya”


“Astagfirullahalaziem Aurel… yah gak usah diteliti kalau gitu mah kalau sudah pasti sih, ngapain ngabisin waktu” Hasna langsung garuk-garuk kepala.


“Ajaib aku mah si Aurel bisa lulus SMA dulu… konslet kayanya” jawab Ghina.


“Ah kalian tuh gak pernah ada dukungan sama skripsi aku, kalau mau kritik kasih saran yang membangun, bantuin kek ngerjain” Aurel langsung ngambek.


“Ya udah aku bantuin bikin Bab 1 nya kamu kirimkan aja bahan yang udah di kerjain sama pembimbing, Aurel kamu kerjain lengkapi Bab 2 sama jurnal-jurnal yang nyambung sama pertanyaan penelitian, Ghina kamu bagian bikin bab 3 nanti hipotesisnya sambungin sama pertanyaan penelitian” Hasna langsung bagi-bagi tugas.


Akhirnya sisa malam itu mereka pakai untuk mendiskusikan skripsi Aurel. Niat hati mau pamer cincin malah jadi beresin skripsi artis lokal… nasib-nasib.


***************************


Segini dulu update story nya soalnya lagi kuli jadi wanita kurir.. musti delivery... nanti malam disambung lagi yah, mudah-mudahan tidak lelah jiwa.. membantu Hasna mempersiapkan kelengkapan pernikahan. Ada yang mau kasih saran buat bawaan seserahan apa aja, tolong dong di komen.. aku gak update nih seserahan jaman now apa yang musti dibawa. Awas jangan bilang bawa roti buaya... yang nikah bukan si Doel.. Love u all gurlz...


ps: titip lagu buat Ghina "Superstar" G Dragon... pas banget... " I need somebody I aint got nobody... Helloow" :)

__ADS_1


***************************


__ADS_2