
📞" tentu saja itu mustahil.kawan Pasha sama sekali tidak bersalah tenang saja , tapi kau tau han tangganku rasanya sudah tidak sabar untuk menghajarnya"kata Veno
📞"Aku percayakan masalah ini denganmu sepertinya putriku tidak sadar semalam dan tidak tahu menahu jadi masalah ini jangan sampai bocor dan selesaikan secepatnya "Kata Farhan
📞"baiklah " kata Veno
📞"dan juga satu lagi handle kantor aku tidak bisa ke kantor ibuku sakit dan sekarang masih di rumah sakit "kata Farhan
📞" ya han tenanglah "kata Veno kemudian menutup ponsel dan Farhan keluar dari kamar mandi
" Arumi "panggil Farhan
"Ayah astaga mengaggetkanku "kata Arumi satu tangannya menyenyuh dadanya
"Maafkan ayah sayang "kata Farhan dan Arumi mengangguk
Arumi langsung berdiri
"Bunda "panggil Arumi
" Bagaimana keadaan ibu ?" tanya Farhan
"Ibu masih belum sadar mas "kata Karin
" Kakek tidak ikit keluar bun?"tanya Arumi
"hmm kakek tidak mau meninggalkan nenek sendirian di sana Rumi "kata Karin
" Bunda "panggil Akash
" Bun ayah kak rumi lebih baik kalian makan dulu "kata Amira
"benar bun aku akan.masuk menggantikan kakek "kata Amira
__ADS_1
" ya aku akan bersama kak amira "kata Akash
"kalian sudah makan ?"tanya Karin
"Ya bun sambil menunggu.kami tadi.makan di sana "jelas Arumi
"Yasudah kalian masuklah begitu kakek keluar kita akan makan sama sama "kata Farhan
Kemudian Arumi dan Akash masuk.ke dalam
Awalnya kakek enggan meninggalkan istrinya karena rayuan dari Amira akhirnya kakek menuruti cucunya dan keluar dari ruangan
"Kak nenek bergerak "kata Akash melihat ujung jari neneknya
Amira berdiri dan memperhatikan wajah neneknya
"Nenek ?" panggil Amira pelan
namun neneknya hanya tersenyum kecil dan mengedipkan matanya pelan
"Nenek mau minum ?" tanya Akash
namun neneknya menggeleng pelan
"Nenek mau aku panggilkan kakek ?" tanya Akash
terlihat neneknya mengangguk pelan
Akash segera keluar dari ruangan dan memanggil kakeknya dengan segera mereka semua masuk ke ruangan
hanya Kakek yang mendekati ibu Karin sedangkan yang lain hanya melihat dari jauh
" Bu " kata Kakek seraya menggenggam tangan istrinya
__ADS_1
" Apa yang kamu rasakan ? lekaslah pulih " kata kakek lagi namun istrinya hanya diam dan matanya penuh dengan air mata
" Kamu ingin berbicara ? katakan perlahan bu "kata Suaminya
namun istrinya kesulitan untuk bicara
tiba tiba saja suara monitor terdengar nyaring
Titttttttttt
karin berlari mendekati ibunya begitu juga anak anak nya sedang Farhan memanggil dokter
" ibuuu "panggil.karin
"Nenekk " suara anak karin hampir bersamaan
kakek hanya diam dengan air mata yang sudah lolos dari ke dua matamya tanggannya masih menggenggam erat tangan istrinya
Dokter segera datang mereka semua menjauh
dan dokter mulai memeriksa
Karin memeluk erat Ayahnya dengan terisak
" Bagaimana dok ?"tanya Farhan setelah dokter berjalan ke arah mereka
" beliau sudah meninggal "kata dokter kemudian keluar dari ruangan
Ayah karin ,karin farhan dan anak anaknya berlari mendekati nenek.mereka sambil terisak
Ayah karin hanya bisa terdiam menangisi istrinya dunia nya benar benar sudah hilang karena istri yang menemaninya selama puluhan tahun kini sudah pergi meninggalkannya
" kenapa kamu meninggalkanku kenapa " ucap kakek lirih menambah perih hati anak dan cucunya
__ADS_1
mereka tidak bisa berbuat apa apa selain menangis
" Ibu kenapa ibu pergi secepat ini"isak Karin seraya memeluk jenazah ibunya