Ibu Untuk Anakku

Ibu Untuk Anakku
Adegan Iya Iya


__ADS_3

“De..” terdengar suara Kak Angga dari belakang.


“Ini ganti sepatunya pakai sandal dari mobil aja dulu”


“Kakak pulang duluan sama Emran, tadi nganterin dulu Tante Ai dan Om Abas ke rumah”


Ternyata memang kakak yang satu ini perhatian banget sama adiknya. Hasna tersenyum lebar, merasa tidak ditinggalkan oleh keluarga.


“Nanti aku mau pulang ke rumah da, belum bawa baju ganti Ka” Hasna langsung mengganti sepatu. Lega rasanya pikir Hasna begitu ia menjejak bumi.


“Kakak duluan, si Emran gak bisa ditinggalin lama suka aneh-aneh kelakuannya kalau lagi banyak orang” Kak Angga langsung memeluk dan beranjak pergi. Dia hanya tersenyum sama Reza dan pamit pada orangtua Reza.


“Waaaah anak Mama jadi nambah 1 nih” ucap Mama Bertha sambil menggandeng Hasna.


“Tenang Ma kalau nambah anak kaya aku cuma butuh modal makanan yang memadai, pasti akan balik modal melakukan kegiatan yang bermanfaat” Hasna nyengir menutupi kegundahan hatinya.


“Hahaha percaya kalau soal itu” Akhirnya mereka berjalan menuju area hotel. Taman hotel yang dijadikan resepsi pernikahan memang terletak di sisi timur hotel. Hotel ini memang menjadi pilihan dari pasangan yang ingin melangsungkan Garden Party dengan suasana dan lingkungan yang asri.


Hati Hasna sudah dagdigdug saat masuk ke lobby hotel. Tidak terlihat Maura disana, tadi ia ikut dengan Hujan untuk berangkat duluan ke hotel. Kalau nanti pas masuk ke kamar mereka tidak ada,  tidak bisa dibayangkan betapa kikuk dan canggungnya mereka berdua.


Kalau sudah seperti ini Hasna merasa menyesal mengapa menyetujui untuk menikah dengan orang yang tidak ia kenal. Kalau dihitung dengan tangan rasanya kurang dari 10 kali ia pernah berpergian bersama dengan Reza. Kalau dipikir-pikir ia benar-benar gila menyetujui menikah dengan orang yang tidak ia kenal dekat.


Dulu Hasna berpikir kalau sekiranya ia menikah, ia ingin menikah dengan sahabat yang sudah ia kenal dengan baik. Rasanya tidak sulit untuk berkomunikasi kalau mereka sudah saling tahu kebiasaan dan sifatnya. Tidak ada lagi unsur tebak-tebakan atau miss komunikasi.


Sesampainya di lift, mama langsung memisahkan diri, ternyata mereka tidak memakai lift karena memilih kamar di lantai satu. Deg--deg--deg--deg.


“Kenapa kamu kaya yang panik begitu” Reza tersenyum melihat muka Hasna yang terlihat pucat. Di dalam lift hanya ada mereka berdua.


“Pa-panik gimana biasa aja ahh” ucapnya sambil mengusap mukanya dengan tangan kiri, tangan sebelah kanan masih menjinjing sepatu yang dilepasnya tadi. Reza mendekat ke arah Hasna, yang langsung bergeser menjauh.


“Jangaaan khawatiiir inihh masih siaaang” bisik Reza ke telinga Hasna.


Hasna langsung meloncat menjauh.


“Apaan si Pak... pan janjinya gak ada kontak-kontak fisik dulu kalau saya belum biasa” Hasna langsung menggosok-gosok pangkal lengan atas yang terasa dingin tiba-tiba.


“Hahahahah… kamu dulu suka bisik-bisik sama telinga saya, sekarang saya balas… gimana rasanya? Geli atau enak?... hahahahaha” Reza tertawa bahagia melihat ekspresi Hasna yang tampak semakin pucat.


“Gak lucu” ucap Hasna sambil keluar dari lift dan berjalan ke lorong hotel, entah mau belok kemana yang penting belok saja dulu daripada ketauan grogi.


“Kesini kamarnya..” ucap Reza sambil memegang dan menarik tangan Hasna.


“Eitsss… tangan kamu dingin begini” Reza kaget, dirasakannya telapak tangan Hasna dingin seperti es.


“Hahaha jangan takut, aku gak akan mengganggu hahahaha..” diusap-usapnya tangan Hasna supaya hangat.


“Ayo kita ke kamar dulu, mungkin anak-anak ada di sana” ucapnya berupaya menenangkan Hasna yang masih terlihat panik.


Hasna mengikuti langkah Reza dengan lemah, terus terang sebetulnya ia tidak memiliki nilai tawar saat ini. Kalau tadi mendengarkan khutbah dari Pak Penghulu saat akad. Beliau menyampaikan kalau saat perempuan menikah, kewajibannya kepada keluarga telah berpindah kepada suami bukan lagi kepada ayahnya. Untuk itu wajib hukumnya bagi seorang perempuan untuk patuh kepada suaminya, karena ridho suami adalah ridhonya dari Allah.


“Aku tidak memesan kamar honeymoon di hotel ini, hanya suite yang memiliki 2 kamar” ucap Reza


“Kamu bilang belum siap satu kamar denganku bukan? Lagipula aku ingin membiasakan anak-anak dengan kehadiran kamu dulu, tanpa adanya kesan harus berduaan. Kita membuat anak-anak merasa nyaman berempat karena selama ini kami selalu bertiga”


“Saya belum tahu bagaimana caranya menjelaskan kepada Maura bahwa kalau kita sudah menikah dan bisa  tinggal sekamar berdua, karena selama ini saya yang selalu tidur menemani Maura”


“Iya… terima kasih” Hasna merasa lega. Ide tidur berdua dengan laki-laki betul-betul belum masuk ke dalam pikirannya.


Jangan menanyakan apakah Hasna tidak pernah menonton film yang menayangkan adegan dewasa. Tidaklah mungkin berteman dengan Aurel kalau sekiranya ia tidak mendapatkan informasi film  iya-iya. Hasna masih ingat saat pertama kali menonton film iya-iya dengan Aurel dan Ghina. Mereka menontonnya di laptop dengan sembunyi-sembunyi, saat Aurel mendapatkan DVD bajakan dari temannya.


Mereka merancang acara menonton dengan penuh hati-hati. Dimulai dari jam berapa rumah nanti akan kosong, kemudian berapa lama waktu tayang film sampai harus memakai baju apa, karena katanya kalau kita menonton film iya-iya harus memakai baju longgar karena akan keringetan. Hingga akhirnya datanglah hari yang direncanakan, Aurel sangat gelisah hari itu, karena ia membawa DVD bajakan di tasnya, ia khawatir akan ada razia di kelas. Tidak terbayang ia kena razia karena membawa DVD Iya-iya.


Begitu sampai ke rumah mereka bertiga langsung berganti baju dengan baju santai, Mama ada jadwal arisan di kompleks, itu sebabnya mereka memilih hari itu. Setelah makan dan sholat mereka langsung beraktivitas seperti akan mengerjakan tugas sekolah seperti biasa, sehingga saat Mama pamit akan pergi arisan semuanya tampak normal.


Begitu terdengar Mama keluar dari pintu gerbang, Hasna langsung mengeluarkan laptop. Aurel kemudian mengeluarkan DVD dari tempat persembunyiannya. Hasna masih ingat DVD itu adalah drama korea tentang kerajaan.


“Memangnya drama kerajaan  ada adegannya?” tanya Ghina sambil membulak balikan DVD seakan-akan bisa menengok isi DVD dari luar.


“Ahhh tong loba tatanya puter weh” Aurel langsung membuka DVD player di laptop Hasna.

__ADS_1


“Ahh jangan banyak bertanya, putar saja”


 “Na… kunci pintu, si Emran sok iseng masuk ke kamar tara keketok” Aurel langsung menginstruksikan Hasna untuk mengunci pintu.


“Owh iya, bahaya kalau si kuya masuk, dia suka ngadu sama Mama” Hasna langsung loncat dari kasur dan mengunci pintu


Ternyata film itu memang film drama kerajaan yang memiliki cerita yang sangat menarik, termasuk menarik karena ada adegan iya-iya nya. Hasna ingat betapa beberapa kali mereka memutar balik setiap adegan yang sampai akhirnya terdengar Emran memanggil-manggil dia.


“Teteh aku mau makan” terdengar Emran di pintu dan berusaha membuka pintu kamar.


“Tetehhhhh bukaaaaa, ade mau makaaan” kuya itu mulai teriak-teriak mengganggu konsentrasi 3 perempuan yang mulai keringetan melihat adegan di laptop.


“Ambil makan sendiri ada di mejaa” Hasna langsung teriak tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop.


“Teteeeeeeh lagi apaa? Ade mau masukkk.. Mama nya gak ada” hadeuuh Ghina langsung melotot ke Hasna.


“Adik kamu mengganggu konsentrasi banget sih Na… suruh pergi sana”


Akhirnya Hasna berjalan ke pintu kamar dan membuka pintu


“Apaan sih de berisik tau, teteh lagi ngerjain tugas sama temen-temen, kamu kan bisa makan sendiri” Hasna langsung memarahi Emran yang berdiri di depan pintu.


“Teteh lagi apa? Kenapa pintunya dikunci segala, gimana coba kalau Emran ada yang nyulik pas Mama gak ada” Emran langsung melongok longok melihat ke dalam kamar dan berusaha melihat ke arah Ghina dan Aurel.


“Kamu tuh di rumah, siapa yang akan nyulik kalau kamunya ada di dalam rumah. Sudah sana-sana makan sendiri” Hasna langsung mendorong Emran pergi dan masuk kembali ke kamar, tapi si Kuya itu benar-benar gesit tiba-tiba sajat dia menerjang masuk dan mendorong Hasna ke pinggir pintu.


“Ade mau ikutan nonton disini aja”


“Arhhghhhh…. “ Ghina dan Aurel langsung menjerit saat Emran berlari masuk. Mereka berdua langsung menutup laptop dengan keras.


“Kamu sana Emran, anak kecil jangan suka ikut-ikutan sama perempuan, nanti suka disunat lagi.. Mau kamu disunat?” Aurel langsung melotot


“Gak mau sakit… nonton apa sih? Emran ikutan” Emran langsung berusaha membuka laptop yang kemudian ditahan oleh Ghina.


“Jangan nonton kesana Emrannya main diluar, nanti Teh Ghina beliin choki-choki” Ghina paling hapal kalau Emran paling suka dikasih choki-choki.


“Gak mau Emran mau liat dulu nonton apa?” ternyata Emran jadi curiga kenapa tiba-tiba semua orang menutupi film yang ditonton. Saat mereka berusaha untuk menahan Emran ternyata Mama sudah datang lebih awal dari arisan dan melihat keributan di dalam kamar.


“Tetehnya gak lagi belajar, lagi pada nonton tapi Emran gak boleh nonton, tadi pintunya juga dikunci Emran gak boleh masuk” Emran langsung mengadu pada Mama.


Mama langsung melihat kearah Hasna, Ghina dan Aurel, tampak terlihat mereka bertiga mukanya merah dan keringatan.


“Kalian nonton apa, coba Mama liat” ucap Mama sambil mengambil laptop dari tangan Hasna.


Hasna ingat betapa saat itu ia merasa nyawanya hilang. Aurel dan Ghina langsung kabur dengan alasan mau pipis ke belakang, tinggal Hasna, Mama dan Emran di kamar.


“Ade tolong Mama ambilin minum” Mama tuh kalau berstrategi paling jago.


Saat Emran keluar Hasna ingat Mama langsung membuka laptop dan melihat film yang ditonton mereka. Hasna mengira Mama akan langsung marah tapi ternyata tidak. Mama hanya menarik nafas dan mengeluarkan DVD dari laptopnya.


“Siapa yang bawa DVD ini?”


“Aurel”


“DVD nya Mama sita… bilang sama Aurel dan Ghina kalau Mama nanti mau bicara sama Mamanya mereka” setelah itu Mama langsung keluar kamar.


Hasna ingat gara-gara kejadian itu mereka dihukum selama sebulan tidak dikasih uang jajan, hanya ongkos transport dan membawa bekal makan dari rumah. Alasannya supaya tidak membeli DVD iya-iya lagi.


Tiga hari dari kejadian itu Mama baru membahas masalah itu dengan Hasna, Mama hanya bilang kalau kita tidak boleh dibiasakan menonton film dengan adegan iya-iya karena nanti akan mempengaruhi perilaku kita. Mama bilang kalau kita terbiasa menonton film seperti itu maka kita akan kecanduan sama seperti kecanduan obat-obatan. Tubuh akan mengeluarkan reaksi kimia sehingga tubuh mengeluarkan dopamin  membuat ingin terus menonton dan bisa menghabiskan energi dan akibat buruk yang terjadi, kita akan terstimulasi untuk mencoba melakukannya padahal kita masih belum memiliki pasangan. Itu sebabnya banyak remaja yang mengalami hamil diluar nikah karena melakukannya dengan pacar akibat menonton film iya-iya.


Sejak saat ini mereka bertiga akhirnya tidak lagi melakukan eksperimen nonton film iya-iya terutama kalau di rumah Hasna. Selama Emran masih berkeliaran mereka jarang mendapatkan ketenangan.


Lamunan Hasna akan masa lalu menonton film iya-iya langsung terhenti saat dia masuk ke dalam kamar hotel. Ternyata Reza menyewa kamar suite yang luas ada ruang tamu, pantry dan 2 kamar tidur di dalamnya. Dan ternyata anak-anak tidak ada disana.


“Anak-anaknya mana?” Hasna langsung mencari Maura dan Hujan ke kamar. Reza langsung tersenyum


“Mungkin di kamar Isyana, Maura paling senang sama Mikail dia selalu bermain dengan Mikail”


“Sini duduk dulu” Reza menarik tangan Hasna ke sofa.

__ADS_1


“Hahahah ya ampun tangan kamu dingin kaya es gini” Ia langsung menggosok-gosok tangan Hasna supaya hangat.


Hasna tersenyum tipis dijauhkannya sedikit tubuhnya dari Reza, duduk berdekatan seperti ini benar-benar membuatnya tidak nyaman.


“Kamu tidak pernah dekat dengan laki-laki sebelumnya sama sekali?” goda Reza melihat Hasna berusaha menjauh.


“Teman laki-laki aku banyak, tapi gak pernah berdekatan secara khusus. Aku gerah! duduknya agak jauhan” Hasna langsung berusaha menjauh.


Reza menarik pinggang Hasna untuk mendekat ke arahnya.


“Aku cuma mau ngobrol aja, jangan takut”


Hasna langsung berdiri, ia sudah langsung keringetan. “Aku mau minum dulu haus”


Reza tertawa melihatnya perempuan ini benar-benar tidak punya pengalaman sama sekali melakukan kontak fisik dengan laki-laki. Diambilkannya minum untuk Hasna yang langsung dihabiskan dalam satu tarikan nafas.


Begitu Hasna menyimpan gelas di meja, Reza langsung merengkuh badan Hasna ke dalam pelukkannya. Gerakan yang sama sekali tidak diantisipasi Hasna.


“Eh….” Hasna langsung tersentak.


“Diam dulu…. Aku cuma mau memeluk kamu saja… kita sudah diperbolehkan untuk melakukan ini, bahkan lebih… aku cuma mau membiasakan kamu saja” Reza memeluk Hasna dengan lembut. Tangan Hasna masih teracung kaget.


“Kalau dipeluk itu kamu mesti peluk balik kaya di film-film jangan tegang begini rileks saja” Reza tertawa merasakan badan Hasna yang kaku seperti kanebo saat dipeluknya.


Hasna menarik nafas panjang beberapa kali dan kemudian mencoba menggoyang-goyangkan badannya supaya rileks.


“Kamu kenapa jadi goyang-goyang?” Reza heran karena Hasna tidak mau diam.


“Supaya rileks Mas gak kaku, kalau olahraga kita suka pemanasan menggoyang-goyangkan badan” katanya sambil terus bergoyang.


“Diem kamu, kalau kamu goyang-goyang begitu malah saya yang nanti jadi kaku” Reza langsung merenggangkan pelukannya. Perempuan ini benar-benar menguji kesabaran.


Ditatapnya muka Hasna dan diciumnya keningnya dengan lembut.


“Tadi saya lupa belum mencium kening kamu” ucapnya sambil kemudian mencium kening Hasna dan kembali memeluknya.


Saat Hasna mencoba memeluk balik Reza dengan perlahan terdengar suara pintu terbuka.


“Bunaaaaa laaagiiih apaa… kok peyukaan sama Papiii”


“Lalaaaa kamu dataaaaaang” ucap Hasna


“Berpelukaaaaaaan”


Hujan yang melihat Hasna berlari memeluk Maura hanya tersenyum sinis.


“Dipssiiiiii” ucap Hasna sambil mencoba memeluk Hujan


“Aapaan sih Tante… emangnya aku anak kecil…. Tercyduk tau gak” ucapnya sambil melengos ke dalam kamar….


Arghhhhhhh….. Gara-gara meluk si Tingki Wingky … Pho jadi pengen guling-guling malu. Woaaaaaaa......


 


 


 ***********************


Susah punya deterjen emak-emak otaknya mesum semua :) . Disini banyak anak dibawah umur pada baca novel, buahaya kalau baca yang ada iya-iya nya... Jadi jangan ngarep ada iya-iya... nanti kalau mereka kebanjiran dopamin siapa yang mau tanggung jawab.  Aku mah gak mau ikutan tercatat dosa. ..  mendingan baca pelajaran biologi aja yaaa nakanak... Materi biologi yang paling ditunggu saat sekolah adalah Pengenalan Organ Tubuh. Dan yang menyebalkan gurunya skip materi itu dengan alasan dibaca sendiri di rumah dikasih LKS aja.... Gak rame huh


************************


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2