
Karena keadaan Mega sudah pulih hari ini dia sudah diijinkan untuk pulang dan kini Mega tengah berjalan menuju keruangan NICU dimana anaknya berada
" saya masuk dulu bik "
" iya nona "
Mega masuk kedalam ruang NICU meski Mega sudah bertekad tidak ingin menangis namun nyatanya air matanya kembali lolos
" apa aku boleh menyentuhnya ?" tanya Mega pada seorang suster
tersenyum
" boleh "
Mega menyentuh tangan mungil anaknya seorang bayi perempuan yang dominan dengan wajah Alan
"kamu sangat cantik nak , wajahmu mirip dengan dady " kata Mega lirih dengan terisak
" *cepatlah pulih nak, kamu anak yang kuat kamu harus bertahan "
" momy pergi dulu ya sayang " kata Mega kemudian berdiiri dan keluar dari ruangan itu*
kini Mega Menuju keruangan Alan
di depan ruangan Alan terlihat Alfin yang tengah duduk disana
"bik kembali lah kemasi barang barangku aku sudah boleh pulang"
" baiklah Non"
Mega berjalan mendekati Alfin
" Fin "
__ADS_1
" ah iya " Alfin tersentak
" kenapa kaget " duduk disamping Alfin
"tidak aku hanya kaget saja "
" bagaimana keadaan Alan ?"
" masih sama "
" pulanglah Fin istirahat kamu belum istrahat sudah berhari hari "
" tidak aku tidak apa apa "
" aku akan menjaga Alan Fin, istirahatlah"
"temani saja Alan dan aku akan menjaga dari luar,"
menatap Alfin tajam
"tentu saja , aku sudah tidak sabar ingin membunuhnya "
"tidak , kamu jangan bunuh mereka biarkan mereka mati ditangan Alan"mengepal tangan
" baik "
membuang nafas perlahan
"baiklah aku masuk dulu" Alfin hanya mengangguk kemudian Mega berdiri dan masuk kedalam
Mega berjalan menghampiri Alan dan mencium keningnya
" selamat pagi sayang " duduk disamping Alan dengan tangan mengengam tangan Alan
__ADS_1
"*sayang apa kamu tahu anak kita perempuan , bangunlah dan beri dia nama"
" Sayang aku sudah tidak sabar ingin pulang kerumah bersamamu , bukalah matamu sayang bangun "
" bangunlah Al ini sudah terlalu lama , aku merindukanmu Al " mencium tangan Alan*
menatap Alan dalam dalam air matanya kembali menetes
" bangunlah Al , aku tidak bisa sendirian aku sangat membutuhkanmu , bagaimana aku akan hidup kalau kamu tidak bangun Al aku mohon bangun " lirih
pintu terbuka dokter masuk kedalam dengan seorang suster Mega menghapus air matanya dan berdiri membiarkan dokter memeriksa Alan
sekitar 20 menit dokter sudah selesai
"bagaimana dok ? bagaimana keadaan suami saya ?"
" keadaanya masih sama belum ada peningkatan , jika kemauan hidupnya tinggi kemungkinan dia akan bisa sadar, tapi saya tidak bisa memastikan kapan iti terjadi, namun keadaan tubuhnya benar benar dibawah normal kalau bukan karena alat alat itu suami anda mungkin sudah .."
" cukup dok " Mega memotong perkataan Dokter
" kenapa dokter memvonis suami saya, dia akan bangun dok saya yakin " menatap dokter dengan mata berkaca
" maafkan saya , saya tidak bermaksud seperti itu hanya saja saya berbicara Fakta yang ada"
" cukup dok cukup saya tidak mau mendengarnya lagi" berjalan meninggalkan dokter dan mendekati Alan
dokter tersebut akhirnya keluar begitu juga suster
*Mega mengenggam erat tangan Alan dengan terisak
"Al kamu tahu aku percaya padamu kamu pasti akan bangunkan Al ?? aku tidak percaya dengan dokter dokter itu " kata Mega terisak mencium tangan Alan
Alfin yang masuk tanpa Mega tahu tengah berdiri didepan pintu mendengar apa yang Mega katakan
__ADS_1
pada Alan
Alfin mengepal tanganya marah pada dirinya sendiri*