
*Alan berada diruangan menemani Mega yang masih belum sadar sepanjang malam Alan mengenggam erat tangan istrinya
sinar matahari sudah mulai terlihat
Alfin masuk kedalam ruangan untuk menemui Alan*
" Al ada yang ingin aku bicarakan "
" hmm kita keluar saja " Alan berdiri dan keluar
" Al putrimu tidak bisa diselamatkan "
" Apa ?"
" tenangkan dirimu Al, kamu harus ikhlas , dokter berkata karena kelahiran prematur ada kelainan pada ototnya, saat bekerja memompa darah, ototnya tidak maksimal, sehingga tidak bisa sampai ke seluruh tubuh meski tidak semua kasus kelahiran prematur sama namun kelahiran prematur memang menjadi salah satu tingkat tertinggi kematian pada bayi "
Alan menunduk
" bagaimana aku menjelaskan pada Mega Fin " matanya berkaca
" kau tahu Al , selama kamu koma Mega tidak berhenti menangis bahkan dia tidak mau makan dia hanya minum air putih , lihat saja badannya menjadi kurus seperti itu"
" berapa lama aku tidak bangun Fin ?"
" kurang lebih 2 minggu, masuklah lagi aku akan mengurus pemakaman putrimu "
" baiklah terimakasih , aku akan membawa Mega kepemakan begitu dia bangun"
" baiklah" Alfin berdiri dan meninggalkan Alan
*Alan kembali masuk dan duduk disamping Mega
Mata Mega terbuka perlahan
" Alan "
__ADS_1
" sayang kamu sudah bangun"
mencoba duduk dan dibantu Alan*
"Al bagaimana dengan putri kita ?"
Menarik nafas panjang dan membuangnya dengan perlahan dan tangannya mengenggam tangan Mega
" Mega dengarkan aku, putri kita dia sudah tiada" dengan suara lirih
" tidak mungkin Al , dia baik baik saja aku akan melihatnya" Berdiri dan mencabut sembarang infus yang ada ditangannya
*Mega berlari men**uju ke ruang NICU namun putrinya sudah tidak ada disana
" kemana anakku ?"
" Mega putri kita sudah ada di ambulance , tenangkan dirimu*"
*Mega hanya menangis berjalan pelan bersama dengan Alan menuju ambulance
"aku ingin menemani dia Al " terisak
" hmm"
*Mega terus menangis memandang peti yamg berisi anaknya anak yang selama ini dia inginkan dan harapkan anak yang sudah lama dia mimpikan harus pergi untuk selamanya bahkan belum sempat dia menimang putri kecilnya
.
.
.
.
Pemakaman sudah selesai Mega masih enggan untuk pergi dia masih menangis dan mengusap batu nisan putrinya yang Alan beri nama PUTRI ARLIEN*
__ADS_1
" maafkan momy sayang,tidak bisa menjagamu" terisak
" Mega sudah jangan seperti ini putri akan sedih jika kamu seperti ini"
" kenapa nasipku seperti ini Al , aku sangat mengingnkannya tapi kenapa dia pergi begitu cepat, ini tidak adil"
*Alan memeluk Mega dan Mega membenamkan wajahnya didada Alan dengan terisak
Alan tidak berkata apa apa dia hanya mengusap punggung Mega agar dia lebih tenang..
Matahari sudah semakin terik akhirnya Mega beridiri dan mau pergi dari pemakaman
karena keadaan Alan yang sudah jauh lebih baik maka Alan tidak harus kembali kerumah sakit
Alan dan Mega duduk dibelakang sedang Alfin menyetir mobil langsung menuju kerumah
selama di perjalanan tidak ada pembicaraan sama sekali hanya sesekali terdengar suara isak tangis Mega dan suara mesin mobil
sampai dirumah Alan dan Mega masuk kedalam rumah begitu juga dengan Alfin
" sayang kekamarlah dahulu"
Mega mengangguk
" bik tolong antar Mega"
" baik tuan" Bik Erna dan Mega berjalan menuju kekamar
Alan dan Alfin duduk disofa
"Fin apa kaamu menanggkap Mereka ?"
" tentu saja , aku sudah sangat ingin membunuh mereka tapi Mega menghalangiku "
" biarkan aku yang akan membunuh mereka, terimaksih Fin, sekarang pulangg dan istirahatlah kemarilah lagi besok"
__ADS_1
" hmm"
setelah Alfin keluar Alan kemudian menuju kekamarnya untuk menemui Mega*