Ibu Untuk Anakku

Ibu Untuk Anakku
Masih Original bukan Barang KW


__ADS_3

Setelah acara drama saling membalas antara Hasna dan Hujan akhirnya mereka memutuskan makan siang di daerah venue tempat pameran, tempat makan yang dipilih sesuai dengan permintaan Kakak Hujan yaitu makanan Korea.


Hasna biasanya makan dengan teman-teman kuliahnya kalau datang ke Restoran Korea, menu yang disukainya adalah bibimbap, standar sih tapi mengenyangkan dan semuanya ada. Dan yang terpenting adalah menu itu termasuk paling murah.hehehehe maklum anak mahasiswa dulu harus banyak berhemat.


Makan dengan Pa Reza tentu saja Hasna tidak usah memikirkan harga dari menu yang dipesannya, masalahnya adalah dia tidak terlalu familiar dengan menu-menu itu, daripada zong mendingan googling dulu.


Ah tapi ternyata terlalu memusingkan, lebih baik memilih menu yang selalu ia pesan Bibimbap. Yang jadi masalah adalah Maura, kebanyakan masakan korea agak pedas sehingga tidak akan masuk di perut Maura. Ternyata Pak Reza sudah hapal menu kesukaan dari Maura, ia langsung memesankan Kimbab dan Bulgogi untuk dirinya.


Hujan yang memesan banyak makanan yang membuat Hasna sampai bengong, dimulai dari Ramyeon, Tteokbokki, Japchae selanjutnya dia tidak terlalu kenal seperti Haemul Pajeon, Saengson Gui dan Sundubu Jjigae untuk hidangan penutupnya Hujan memilih Chapssal dan Hobakjuk.


Dan saat semua hidangan itu datang Hasna langsung bengong ini apakah akan habis.


“Tenang Tante, ini semua akan habis. Aku suka makanan ini semuanya” ucap Hujan sambil langsung menyiapkan sumpit untuk memulai kulinernya.


“Ini baru ronde ke 1..” sambungnya, pantesan anak ini pedes kalau ngomong ternyata memang bahan dasarnya cabe semua yang masuk ke mulut dia.


Pak Reza seperti biasa langsung menyiapkan makanan untuk Maura, Kimbab dengan Haemul Pajeon. Hasna langsung googling makanan apa ini.


“Kamu mau makan atau main hp” Reza langsung menegur melihat Hasna masih asyik dengan hp.


“Tenang pak saya bukan anak kecil yang bermain hp sambil makan, saya sedang googling makanan apa ini, kandungannya dan cara makannya”


“Haemul Pajeon ini seperti martabak asin di kita, cuma isinya seafood dan sayuran, Maura gampang memakannya dan tidak pedas” jawab Reza ..


“Owh… makan juga bisa sambil belajar Pak, jadi saya bisa buat nanti kalau tahu kandungannya, boleh coba kan Pak...hehehe tenang gak akan ngabisin kok” ucap Hasna sambil langsung mengambil sumpit.


“Ka Asna boyek makan yang banakkk, nanti Papi pesan lagi yang banak” anak koala yang murah hati ini terus mengangguk-angguk dengan mulut yang penuh.


“Hmmmm enyaaaakkk… pantesan Maura gembil, Ka Hasna juga sukaa… “ ucap Hasna sambil menggembungkan pipinya, Maura langsung tertawa-tawa.


“Ini apa Pak..?” ucap Hasna sambil beralih pada piringan daging yang ada dekat Reza


“Bulgogi… daging sapi” ucap Reza sambil menyuap


“Bumbunya apa saja Pak” tanya Hasna sambil mengecap-ngecap indra prasanya


“Yah mana saya tau kamu googling saja sekalian” jawab Reza sambil sibuk makan


“Beuuh tadi katanya gak boleh main hp”  Hasna mengerling sambil cemberut.


“Yang ini namanya Saengson Gui ikan makarel yang dipanggang, Papi sama aku suka soalnya beda rasanya sama ikan yang biasa dimasak di rumah, trus ini Sundubu Jjigae kaya sup pedasnya ada tahu sama seafood ini kesukaan aku sama Papi juga”


“Mola tapi nda syuka… pedaaass” Maura mengibas-ibas tangan dimulutnya.


“Kalau nanti Tante belum kenyang kita pesan Nakji Bokkeum itu loh gurita yang berbumbu pedas, sama mandu hmmm ituloh pangsit isi sayur dan daging” Hujan sibuk menerangkan


"Nah ini hidangan penutupnya chapsal kaya donut kalau dikita isinya kacang merah, ini kesukaan Maura kalau aku sukanya yang ini Hobakjuk ini dari labu kuning" Hujan sambil menyuap semuanya, beuuuh ini anak pantesan sehat makannya kaya kudanil beginih


“Hmmm pantesan Hujan sama Papinya sama sifatnya” Hansa mengangguk-angguk


“Kenapa Tante ngangguk-ngangguk sambil senyum” Hujan kepo sambil berkerut


“Engga Tante suka heran kok Hujan sama Papi mirip banget sifatnya… ternyata bahan baku nya sama”


“Maksudnya?” Reza berkerut


“Suka pedas … jadinya sering meledak, nyamber jedeeeeer…” ucap Hasna sambil mengibaskan tangannya..


“Jedel jedel jedel” Maura langsung menirukan.. Hasna langsung tertawa, korban jederan rupanya Maura.


“Kalau suka makanan korea suka nonton drama korea dong Kakak” tanya Hasna


“Engga.. Aku cuma suka sama BTS aja, kadang suka liat EXO tapi gak sering”


“Bapak suka nonton drama?” tanyanya pada Reza yang langsung disambut gelengan kepala.


“Lah ini trus jadi hobi makanan korea kenapa?” Hasna heran, ia dan teman-teman hobi ke Resto Korea karena penasaran dengan makanan yang disajikan dalam drama yang ditontonnya.

__ADS_1


“Yah suka aja nyoba-nyoba makanan baru, kadang kita ke Resto Thailand, Vietnam semua yang baru suka kita cobain” jawab Hujan, bibirnya yang kecil sudah merah karena pedas.


“Drama hanya ditonton oleh perempuan saja” sambung Reza


“Eh siapa bilang Emran sama teman-temannya hobi nonton drama korea rame-rame” jawab Hasna dengan perasaan menang


“Masaaaa.... Om Emran nonton drama korea? Judulnya apa Tante pasti yang vampir-vampir itu yah atau yang perang dengan Korea Utara” Hujan tampak bersemangat kalau mendengar cerita Emran.


“Bukan terakhir waktu aku liat dia nonton sama teman-temennya itu judulnya Always, dia nonton berempat sama sobat-sobatnya. Waktu itu lewat kamar Emran trus kedengaran pada teriak “ Anyingggg-anyyyiiing didinya …. Koppploookk” Hasna bercerita dengan berbisik-bisik takut terdengar oleh Maura


“Haaah apaan itu artinya” Hujan mengerut tidak mengerti, Reza langsung memandang Hasna dengan tatapan kesal, walaupun ia tidak fasih berbahasa Sunda tapi ia tahu kalau itu bahasa kasar.


“Itu bahasa kasar dalam bahasa sunda yang mengungkap “ituuu disituuu bodooh” sambil terus berbisik takut terdengar Maura.


“Waktu itu ngerasa aneh aja soalnya kedengaran kaya yang nangis, kiraiin mereka main taruhan atau apa makanya,  masuk ke kamar mereka, ternyata mereka lagi liat adegan sedih sambil nunjuk ke pemain dramanya… eh pas tante masuk mereka langsung pada menyusut mukanya… ternyata semuanya lagi pada nangis…. Hahahahaha mukanya aja pada nengil preman kampungan tapi nonton drama korea nangiissss….wqwqwqwqwq”


“Seumur hidup belum pernah ketawa seenak dulu itu… sampai diusir-usir dari kamar”


“Sejak saat itu kalau mereka gak mau disuruh bantuin atau nganterin Kak Hasna pergi tinggal diancam aja mau diungkap aib-nya langsung deh takluk” Hasna tersenyum membayangkan gerombolan kuya Emran dan kawan-kawan.


“Emang adegannya gimana kok sampe mereka sesedih itu” tanya Hujan


“Yah ceritanya ada seorang mantan pembunuh bayaran yang insyaf trus membantu seorang perempuan buta akibat perbuatan nya, demi perempuan itu bisa melihat kembali dia sampai melakukan pekerjaan yang membahayakan jiwanya, perempuan itu bisa melihat kembali tapi gak bisa mengenali lelaki itu karena dulu dia buta. Nah adegan saat mereka bertemu kembali tapi perempuannya gak bisa mengenali itu yang bikin Emran dan kuya lainnya pada termehek mehek” jelas Hasna sambil cekikikan.


“Hahahahaha aku jadi pengen nonton deh” ucap Hujan


“Jangan, nanti kamu malah gak belajar lagi.. Tahun ini kamu naik kelas 3 harus masuk SMA yang bagus” Reza langsung memotong.


"Drama korea itu ceritanya mengada-ngada, mana ada preman isyaf trus seperti itu.." lanjut Reza


“Ihhhhh Papi gak asyik” ucap Hujan “Ayo deee… gak rame ngobrol sama Papi tuh… kita main disana yuk, ada rumah pohon” Hujan langsung pergi mengajak adiknya main.


“Bapak galak amat sih sama anak, gak dikasih kendor have fun dikit” Hasna sibuk menghabiskan sisa makanan yang masih banyak dipiring


“Pak bantuin menghabiskan ini… kalau gak habis nanti mubazir rezekinya dipatok ayam, saya gak biasa menyisakan makanan kalau makan diluar, banyak orang yang kekurangan gak bisa makan Pak”


Reza hanya melihat Hasna sibuk menghabiskan makanan, akhirnya dengan malas-malas diambilnya sumpit dan membantu Hasna menghabiskan makanan di meja.


“Mas kawin? Maksudnya?”


“Mahar… kalau menikah itu perempuan berhak meminta mahar kepada lelaki yang ingin menikahinya” ucap Reza


“Oyaa… saya kira mahar itu sekeinginannya laki-laki saja…. Wuaaah serius saya bisa meminta apapun?” Hasna langsung senyam senyum


“Ya kalau saya mampu akan saya bawakan” jawab Reza tenang


“Heheheheh 100 juta, 200 juta, 500 juta wuiiiiih hihihih” Hasna mengerakkan tangannya ke membentuk bulatan yang terus membesar…


“Hihihihi gak pernah dipikirkan yang namanya uang gak akan pernah cukup loh Pak, tapi kayanya saya akan butuh uang yang banyak supaya kalau Bapak bikin saya ilfil saya bisa beli makanan yang enak kaya gini supaya perasaan saya bisa membaik”


“Kalau ngeliat muka Bapak sih kayanya bapak bakalan sering bikin saya kesal” Hasna tersenyum simpul.


“Kebalikannya mungkin, kamu yang akan sering bikin saya kesal” Reza langsung membalas,


“Hmmm orang jarang kesal dengan saya sih Pak, biasanya mereka suka bersyukur kenal dengan saya”


“Geer kamu”


“Buktinya Bapak baru kenal 2 bulan udah ngajak nikah.. Itu jadi indikator kalau saya orangnya nyenengin”


“Gak ada pilihan lagi aja, Maura sukanya sama kamu”


“Memangnya Bapak gak suka sama saya?” tanya Hasna cepat


“Memangnya kamu suka sama saya” Reza membalas dengan cepat


“Saya yang duluan tanya” jawab Hasna

__ADS_1


“Saya lebih tua dari kamu dan atasan kamu... kamu harus menjawab kalau ditanya sama yang lebih tua” tungkas Reza


“Jadi tua sombong banget, kalau kaya gini ajah suka bawa-bawa umur dan jabatan”


“Bapak bangga yah lebih tua dan punya jabatan bagus”


“Jadi tua itu menyenangkan, bisa melewati banyak hal dan bisa lebih tenang dalam menghadapi masalah”


“Kalau melihat yang seumur kalian, saya tidak pernah merasa iri, hanya kadang merasa tertarik pada topik obrolannya”


“Iya bapak memang terlihat membosankan untuk diajak ngobrol”


“Tapi kalau dari segi kemapanan memang Bapak terlihat lebih baik, cuma kalau diajak ngobrol gak asyik bikin cape”


“Kamu belum pernah ngajak saya ngobrol”


“Hmmm musti mikir dulu ngobrol sama Bapak itu, heheheh gak mengalir”


“Yah nanti akan terbiasa” ucap Reza, dia tidak mau terlalu dipusingkan oleh hal yang tidak dia pahami.


“Kalau kita jadi menikah saya akan meminta kamu berhenti bekerja dan melanjutkan kuliah saja seperti rencana kamu”


“Kedepan saya akan lebih sibuk dengan rencana merger perusahaan sehingga saya membutuhkan kamu untuk membantu merawat anak-anak”


Hasna hanya diam mendengarkan


“Jangan khawatir saya tidak akan mengganggu kamu, selama kamu belum siap untuk menjadi istri saya, saya tahu kalau kita berdua seperti orang asing”


“Tapi kita akan berproses, hanya untuk saat ini prioritas saya adalah anak-anak”


“Setiap bulan kamu akan mendapatkan tunjangan yang lebih dari cukup untuk biaya kuliah dan saving kamu, kalau membutuhkan biaya tambahan kamu tinggal bilang”


“Saya menikah Bapak bukan karena uang, saya mau menikah dengan Bapak karena anak-anak bapak”


“Saya tahu itu”


“Kalau menikah saya harus serumah dengan Bapak?” tanya Hasna


“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja harus tinggal di rumah kami”


“Tidak harus sekamar kan?” tanya Hasna lagi


Reza memandang Hasna


“Kamu ingin tidur sekamar dengan saya?”


“Ehhhh engga-gak mau… kata Bapak tadi bisa menunggu saya siap, saya belum pernah pacaran Pak jadi saya belum siap”


“Belum pernah pacaran? Sama sekali?” Reza merasa heran


“Kamu tapi normal kan?” tanyanya sambil melihat Hasna dari atas sampai bawah


“Yahhh normal dong Pak.. enaknya aja..” Hasna langsung berdiri


“Semua alat vital berfungsi dengan normal Pak, walaupun gak pernah dilakukan uji coba tapi semuanya masih Original pak… bukan produk kw - kw an”


“Duduk kamu apa-apaan sih…. Saya kaya lagi “transaksi” aja…” Reza langsung menarik Hasna duduk kembali


Hadeuuuh Hasna...Hasna kamu tuh kalau ngomong suka gak dipikir efeknya…. Ampun dah


 


***************************


Jadi suka pengen barang Ori .... heheheh tetap semangat yah semua perempuan ori... jangan punya semangat KW baru ditinggal beberapa jam aja udah melenghoy pada melow yellow.... kalau perempuan Ori itu semangat 45 pantang menyerah, gak mau kalah selalu menghasilkan karya terbaik termasuk ngasih vote selalu maksimal hahahahhaha,... ngasih komen gak nanggung-nanggung rungsing trus minta up... like semuanya di like in.... memang perempuan Ori semua disini mah..... Lope lope deh


****************************

__ADS_1


 


 


__ADS_2