
Reza PoV
Perempuan itu tampak cemberut sambil mengguwel-uwel ujung bantal. Sesekali dia bicara dengan nada marah, sesekali dia tertawa, sesekali dia akan mengeluarakan suara manja..
“Adeeee gimana sih memangnya uang teteh turun dari langit… yaaah gak bisa.. Udah ah gimana teteh aja kamu jangan banyak permintaan udah syukur kalau dibeliin oleh-oleh juga… emangnya teteh gak tau kamu mau ngasih pacar-pacar kamu yahhh...dasar playboy.. Kak Angga sama Teteh gak pernah pacaran lagi kuliah… kamu tuh waktu habis sama ngurusin pacar…. Aaaaah udah jangan banyak alesan” mukanya tampak kesal rupanya Ia sedang tawar menawar soal oleh-oleh.
“Hahahahaha… trus si Taiyo nya gak mau sama kucing betina Persia itu… hahahahah jual mahal gitu.. Bilangin sama Taiyo jangan suka sok ganteng gitu makanan aja masih dikasih… ehhh ya ampunnnn hahahahahha dia maunya sama kucing kampung yang suka ke rumah hahhahahaha kucing nini-nini itu hahahahahahahha mungkin si Taiyo udah bisa liat si Ema jadi seleranya sama kucing nini-nini...hahahahahhah” sekarang dia tertawa bahagia membicarakan kucingnya, gayanya sudah beda lagi sambil tiduran di kasur guling-guling… haduh kalau orang melihat dia aku benar-benar seperti menikah dengan anak abg...memakai piyama keroppi dengan celana pendek.
“Iyaaa teteh juga pengen pulangg iihh kangen sama ayah, trus ayahnya ga keterusan sakitnya? Kenapa atuh ga telepon ke teteh kasih tau kalau ayah sakit...mangkaning minggu depan teteh udah mau kuliah lagi…. Pengen pulang dulu ke Bandung kalau bisa mah. Ade musti stand by di rumah kalau Ayah lagi sakit jangan naik gunung dulu… Mama kan gak bisa bawa mobil kalau Ayah musti ke dokter atau pergi kemana kamu musti nemenin. Mustinya teteh dulu kerja di Bandung yah biar bisa nemenin Ayah sama Mama… “ ehhhh ini kok malah menyesal sudah meninggalkan rumah, waah gak bener ini itu mukanya pake ditekuk sedih begitu. Kan memang sudah takdirnya kalau perempuan sudah menikah harus ikut sama suami.
Tidak lama setelah menutup telepon dia langsung melakukan panggilan telepon lagi, hmm sekarang panggilan telepon video soalnya dia menatap layar handphone nya.
“Assalamualikum….Ayaaah katanya sakit? Kenapa gak bilang sama aku kalau ayah sakit? Ayah kemarin makan apa sampai naik darah tingginya ” dia langsung memberondong pertanyaan, rupanya Ayah mertua sakit pantesan dia terlihat sedih.
“Apaaa sih neng ayah sehat juga.. Tuh lihat ayah lagi nyiram di taman” terdengar suara ayah mertua, suaranya memang terdengar lebih kalem tidak ceria seperti biasa.
“Ahh bohong bilang aja pura-pura supaya teteh gak khawatir. Kata ade ayah kemarin sampai ke dokter soalnya pusing gak hilang-hilang sama gak bisa tidur, katanya ayah makan duren sama temen sekantor yah?” dia langsung cemberut melihat ke arah handphone, perempuan ini rupanya sangat manja pada ayahnya.
“Atuh kalau makan duren sama temen sekantor mah bakalan gak muat neng… sekantor ayah orangnya ada 30 dibawa ke tukang duren kebayang penuh heheheheheh” kembali terdengar suaranya yang tertawa tapi masih tidak sekeras biasanya.
“Suka banyak alasan ah…. Udah dibilangin ayah tuh punya darah tinggi sama kolestrol gak boleh makan duren banyak-banyak” ehh dia malah marah-marah lagi sama yang sakit, ini sih alamat musti hati-hati kalau sakit bisa-bisa dimarahin kalau gak nurut sama dia.
__ADS_1
“Iyaaa memang bandel.. Coba teh makan duren 5 kepala sama sendiri katanya, makanya jadi sakit coba kalau inget ngirim sama istri gak bakalan sakit” terdengar suara mama mertua di telepon rupanya penyebabnya adalah makan duren kebanyakan, hebat sekali sampai habis 5 kepala dijamin kalau aku bakalan muntah-muntah.
“Ya Allah Ayaaaaah… gimana sih.. Ayah tuh mau masuk Rumah Sakit… haduuuuh ayah gimana sih” dia tampak menangkupkan tangannya ke wajahnya tampaknya kesal dengan sikap ayahnya.
“Sudah atuh sudah… kan sekarang ayahnya udah sehat..doakan aja ayah sehat yaa neng” ayah mencoba menengahi, memang kalau sama perempuan jangan suka memperpanjang suatu masalah karena tetap saja mereka yang akan merasa benar.
“Teteh gak bisa ke Bandung Yah, sekarang lagi di Singapura, habis nonton konser BigBang kemarin, pulang besok tapi minggu depan teteh udah mulai kuliah. Pengennya sih ke Bandung besok tuh tapi sekarang Maura udah sekolah jadi gak bisa diajakin kaya dulu lagi” ahhh...syukurlah dia tidak akan pulang langsung ke Bandung
“Teu nanaon… ayah udah sehat, teteh yang sehat yaah, jangan banyak pikiran. Mama dilarang telepon ke teteh sama Ayah soalnya tahu lagi sibuk. Salam sama Mas Reza yahh… juga sama Maura dan Hujan.. Nanti kalau mau kuliah kasih kabar ke Ayah” Ayah mertua memang sangat bijak walaupun ia sering bergurau, pantas saja anak-anaknya sangat dewasa.
“Iya nanti disampaikan… ayah jaga kesehatan jangan makan yang aneh-aneh lagi yaaa.. Salam ke Mama nanti teteh belikan oleh-oleh buat Mama sama Ayah… Wassamualaikum”
“Sudah jangan terlalu sedih tadi kan sudah terdengar ayahnya sehat lagi” kataku sambil melipat koran. Tampaknya sekarang waktu yang pas untuk mengajaknya jalan keluar. “Kita jalan keluar sekarang pertokoan nanti akan buka sekitar jam 11 siang kemudian makan siang diluar. Kamu mau kemana?” biasanya perempuan akan senang kalau diajak belanja.
“Aku mau telepon anak-anak mereka lagi pada ngapain yaah?” dia langsung kembali menatap layar handphone. Langsung kuambil handphone ditangannya, kalau dia menelepon anak-anak sudah dapat dipastikan akan langsung berkumpul dengan mereka. Sedangkan kesempatan seperti ini sangat sulit di Indonesia. “Nanti saja sore kita ke apartemen Isyana, kasian kalau sekarang kita telepon mereka, pasti nanti Maura jadi manja jadi bikin repot Mama dan Isyana” dia pasti tidak akan mau merepotkan Mama.
“Iya… nanti sore kita ketemu sama anak-anak yaah, kita jalan sama-sama kan kita belum pernah jalan bareng sama anak-anak selama disini” dia selalu terlihat lucu kalau cemberut dan merajuk seperti itu. “Iyaaa.. Nanti kita main bareng sama anak-anak. Sekarang kamu mandi duluan atau mau dimandiin?” dengan ditawari seperti ini biasanya dia akan langsung lari ke kamar mandi dan tidak akan banyak acara merajuk lagi. “Akuuu mandi duluan aja” khan… dia langsung lari menyambar handuk dan menutup pintu. Hmm.. kapan akan punya istri menggoda dan mengajak mandi berdua yah.
Author PoV
Setelah perdebatan panjang tentang lokasi yang akan dituju untuk jalan-jalan di Singapura, akhirnya Reza mengalah mengikuti kemauan Hasna yang fokus untuk mencari objek foto. Ia berusaha meyakinkan bahwa wisata belanja di Singapura menjadi tujuan orang Indonesia untuk datang kesana. Tapi seperti biasa perempuan keras kepala itu yang menang, dan beberapa catatan ia harus mau mengikuti keinginan Reza kalau menemukan barang yang menarik untuk dibeli. Ok …. Jawab Hasna.
__ADS_1
Tujuan pertama mereka yang pertama adalah Haji Lane, Hasna bersikeras ingin melihat tempat itu karena ia membaca kalau tempat itu menjadi pusat dari kebudayaan Indie di Singapura, ada restaurant yang dilukis mural dindingnya dengan tema Suku Maya sehingga menarik untuk menjadi objek foto. Karena jam sudah menunjukkan hampir jam 11 akhirnya Reza menyetujui untuk pergi kesana. Dilihatnya kalau lokasi itu di Kampung Glam … Dari sana nanti mereka akan memutuskan akan melanjutkan perjalanan wisata selanjutnya.
Perjalanan di siang hari itu terasa terik, dimulai di Kampung Glam Hasna langsung tersenyum. Ternyata di Kampung Glam ada empat lokasi yang bisa dilihat, dimulai dari Mesjid Sultan, Jalan Arab, Haji Lane dan Istana Kampung Glame. Mereka memulai jalan-jalan di Haji Lane, kemudian ke Jalan Arab setelah itu sholat dzuhur di Masjid Sultan. Reza hanya mengangguk-angguk saja saat Hasna menentukan arah perjalanan dengan berbekal map dari internet.
“Mas berdiri disana… nyender pandangan matanya mengarah ke samping” Hasna langsung mengarahkan Reza untuk berpose.
“Sekarang ganti posisi duduk di bangku sana… ok kacamatanya dipake aja lebih ganteng keliatannya” Hasna menarik Reza untuk pindah posisi foto. Dalam hati Reza hanya berharap tidak ada rekan kerja yang melihatnya sedang menjadi model dadakan.
“Buka sedikit kemejanya” Hasna kembali meminta Reza membuka kancing kemeja.
“Ishh kamu dari kemarin gimana sih nyuruh terus buka baju” Reza tersenyum simpul mendengar istrinya yang memintanya bergaya sedikit menantang. Hasna langsung melotot. “Gimana sih ngomongnya iiih kesannya aku perempuan kegatelan...ya udah gak usah buka kancing” Hasna langsung cemberut dan diam. Reza langsung tertawa melihat reaksinya, baiklah demi perjuangan untuk nanti malam dia membuka satu kancing kemejanya yang memang terasa lebih nyaman karena udara yang panas.
“Aku dari kemarin jadi foto model terus … aku dulu biasanya yang ngambil objek” Reza mengeluh karena ditarik-tarik Hasna kesana kemari. “Aku tuh gak menjadikan model sebagai objek tapi subjek” kembali Hasna akan memberikan tausiah di siang hari. Reza segera membekap mulutnya “Sudah jangan ceramah tentang perempuan yang punya pendirian lagi aku sudah hapal di luar kepala”
“Sekarang kita foto berdua .. gak ada foto kita berdua” Reza langsung memasang mode selfi di kameranya… “Nassiiiiii…” ucap Hasna hmmm mentang-mentang mau makan siang. Begitu melihat hasil foto Hasna langsung merubah posisi dengan berdiri di belakang pundak Reza. “Sekali lagi Mas…muka aku jadi gede kalau ada posisi depan kamera” akhirnya berbagai gaya diperoleh dimulai dengan saling menempelkan pipi, mencubit pipi Reza, posisi digendong dari belakang.. Semuanya terlihat lucu dan ceria, ternyata siang itu memang menyenangkan untuk mengambil foto kenangan daripada berjalan-jalan untuk belanja.
“Tinggggg… dah upload foto” ucap Hasna saat mereka duduk menunggu di restaurant yang menyajikan masakan mexico yaitu Mexico Piedra Negra. Hasna belum pernah makan masakan mexico sehingga ia sangat bersemangat untuk pergi kesana. Untung saja mereka datang sebelum jam makan siang sehingga tidak usah mengantri. “Hihiihi pasti yang komen anak ababil” Hasna langsung tertawa puas.
“Kamu upload foto apa?” tanya Reza sambil mencoba Jalapeno Poppers yang dipesannya. “Ini..” Hasna memperlihatkan foto yang diupload di instagramnya.. Reza langsung melotot… “Kenapa mas .. pedas” tanya Hasna… ternyata apa yang dilihat dan ditelan sama-sama pedas. Foto yang diupload Hasna adalah saat Reza dicubit pipinya oleh Hasna ia terlihat seperti anak kuliahan… kenapa ekspresinya jadi seperti itu ditambah dengan pedasnya makanan membuatnya sulit untuk menelan makanan.
Mas Reza...Mas Reza… mungkin karena efek sudah membobol gawang sampai 3 : 0 … ngefek sama aura jadi cerah dan bahagia… kesimpulan sering emosi karena kurang nge charge rupanya...hadeuuuh
__ADS_1