
Alan tengah berada diruanganya bersama dengan Alfin bertatap muka dengan wajah yang serius
Alan menjelaskan kejadian yang di alami oleh Mega semalam
" lalu bagaimana keadaan Mega ?"
" dia baik baik saja, tapi apa anak buahmu tidak menemuka sesuatu yang ganjal ? bagaimana dia bisa datang kerestoran ? pasti dia merencankan sesuatu"
Alfin membuang nafas perlahan
" aku rasa dia datang sebagai pembeli direstoran semalam Al "
" benarkah ?? menurutmu begitu ??"
" hmm aku rasa memang begitu,
lagi pula anak buahku juga selalu mengawasi
pergerakan Mega dari jauh dan tidak ada hal yang mencurigakan "
Alan hanya mengangguk
"aku akan terus awasi Al tenanglah "
" baiklah "
" kalau begitu aku keluar dulu"berdiri
" hmm"
Alfin kemudian berjalan keluar dari ruangan Alan
Mega sudah ada didalam mobil dengan Membawa makanan sedari pagi Mega sudah berfikir ingin makan dikantor bersama dengan Alan karena sudah cukup lama Mega tidak berkunjung ke kantor Alan..
" jangan jangan Nanti Alan sudah makan ?"
" aku telfon saja dia "mengambil ponsel didalam tasnya dan menguhubungi Alan
ponsel Alan berdering
"mega "gumam Alan kemudian mengangkat ponselnya
📞" halo sayang "
__ADS_1
📞" sayang apa kamu sudah makan siang ??"
📞" belum sayang ada kenapa ??"
📞"tunggu aku Al aku ingin makan siang di kantor"
📞 kenapa ??kalau kamu mau aku bisa pulang sekarang "
📞 tidak, aku hanya ingin makan dikantor Al ..pokoknya kamu jangan dulu makan"
📞 " tapi Me.." suara Alan terpotong Mega lebih dulu mematikan ponselnya
Alan hanya menggeleng
" lakukan sesukamu sayang " kata Alan memandang foto Mega dilayar ponselnya
Alan kembali melanjutkan pekerjaannya sambil menunggu Mega sampai ..
15 menit Mega sudah ada dikantor dan langsung masuk kedalam menaiki lift yang akan langsung mengantarnya sampai diruangan Alan
tok tok tok
" masuk "
" sayang "
Mega tertawa
" aku tadi sudah dekat sini sayang waktu menelfonmu, aku hanya ingin memastikan kamu tidak makan dulu"
mencium kening Mega
"kalau begitu ayo makan pasti dia sudah lapar" mengusap perut Mega
Mega mengangguk mereka berjalan kearah sofa kemudian duduk
" lihat bik Erna masak enak siang ini" membuka makanan yang dia bawa
"apa menu ini keinginanmu?"
" tidak sayang ini keinginannya " menujuk perutnya sendiri
Alan tergelak
__ADS_1
"benarkah kamu ingin makan ini " Mega berbicara didepan perut Mega
"Al hentikan itu, ayo kita makan"
*Alan tersenyum
mereka berdua mulai melahap makanan yang ada didepannya
kini melihat Mega makan sungguh menyenangkan menurut Alan walau dia juga mengunyah namun mata Alan tetap memperhatikan Mega dan sesekali tersenyum melihat istrinya melahap makanann dengan semangat
Mereka sudah selesai makan Mega menyenderkan badannya disofa*
" akh sepertinya aku terlalu kenyang" mengusap perutnya
" tentu saja Sayang kamu makan lebih banyak dariku"
" apa ?? aku makan tidak sebanyak itu Al"
" aku hanya bercanda sayang, ayo istirahat dikamar saja "
" hmm baiklah" kata Mega kemudian beranjak berjalan bersama dengan Alan masuk kedalam kamar didalam ruangan Alan
.
.
.
.
Plakkk..
menyentuh pipinya
"kenapa kamu bodoh sekali"
" a apa salahku ?? "
" kenapa kamu menemui Mega ??
dia akan memperketat kembali penjagaan Mereka "
" lantas kamu mau aku hanya diam saja ,"mengusap sudut bibirnya yang berdarah
__ADS_1
" aku sudah bersusah payah agar bisa masuk kesana dan bertemu dengan Mega,dengan aku bertemu Mega aku tahu pasti dia akan memperketat penjagaan tapi itu tidak akan lama , aku punya rencana yang lain"
" awas saja kalau sampai rencanamu gagal , aku tidak bisa memastikanmu hidup lama" berjalan meninggalkan istrinya