Ibu Untuk Anakku

Ibu Untuk Anakku
tidak bisakah kita menua bersama ??


__ADS_3

*Alfin menyetir mobilnya menuju tempat dimana Aldi berada dengan rahang mengeras Alfin menyentir mobil dengan kecepatan diatas rata rata


hanya 15 menit dia sudah sampai disana dan langsung masukk


Alfin mendekat kearah Aldi dan mencekik leher Aldi*


" kamu bukan manusia kamu iblis karena perbuatanmu keluarga Alan menderita" melepaskan tangannya dari leher Aldi


Aldi terbatuk


" hahaha seharusnya mereka langsung mati bodoh, mereka tidak akan merasakan sakit lagi jika mereka mati"


"tuan lepaskan saya" sarah bersuara


Alfin menatap tajam dan berjalan kearah sarah


"plak"


satu buah tamparan untuk sarah


"melepaskanmu untuk semua yang sudah kamu perbuat jangan bermimpi "


" bagaimanapun juga aku tetap paman Mega" Anto berusuara


Alfin beralih mendekati laki laki paruh baya itu dan memukul wajahnya


" apa kamu tidak malu berkata seperti itu hah !!" Alfin berteriak


" berapa Alan membayarmu ?, aku akan bayar kamu lebih tinggi jika kita bekerja sama ?" ujar Aldi


senyum menyeringai


"benarkah ??" kata Aldi

__ADS_1


" tentu saja , meski aku buronan tapi aku masih punya banyak harta " nada angkuh


Alfin tertawa


" ha haha haha"


" apa yang kamu banggakan ??kamu bahkan tidak tahu istrimu sekarang tinggal dijalanan dan anakkmu bunuh diri "


" apa ??"


menggeliat mencoba melepas ikatan tangan dan kakinya


Alfin menarik kursi dan duduk dengan satu kaki menopang kaki lainya


" kenapa ? kamu terkejut ?? apa yang kamu bisa tawarkan untukku , ?"


" kenapa kamu ikut campurkan keluargaku ?" kata Aldi meninggi


" nikmati sisa hidup kalian disini " Alfin berdiri dan meninggalkan Mereka dan kembali kerumah sakit


.


.


.


.


Alfin masuk kedalam ruangan Alan karena sudah larut malam dan Mega belum juga keluar dari sana begitu masuk dia melihat Mega yang tidur dengan menggengam tangan Alan


" mega bangun " kata Alfin pelan


Mega membuka mata dan mengangkat kepalanya

__ADS_1


" Fin ada apa ?"


" pulang dan istirahatlah , Alan biar aku yang menjaga "


" tidak apa apa Fin aku ingin menemani Alan"


" istirahatlah Mega , kalau Alan bangun dan melihat kondisimu seperti ini dia akan marah padaku "


Mega tersenyum kecil


" dia tidak akan marah, kalau aku pergi dan tiba tiba dia bangun bagaimana ?aku tidak ingin melewatkan sedetikpun "


Alfin membuang nafas kasar


" sudahlah Mega istirahat , lihat keadaanmu " kata Alfin mengacak rambutnya kasar


Ya keadaan Mega memprihatinkan dengan rambut yang diikat sembarang badannya kurus karana tidak mau makan dia hanya minum air putih


"keluarlah Fin " kata Mega tanpa menatap Alfin


"keras kepala " kata Alfin dalam hatinya lalu keluar dan menjaga dari luar


" Al jangan dengarkan Alfin " kata Mega sambil membelai kepala Alan


Mega mencium kening Alan


" sayang aku harap kamu besok akan bangun dan kita bisa pulang kerumah "


" aku tidak tahu harus memberi nama anak kita apa sayang , jadi cepatlah bangun dan buatkan nama untuk putri kita "


" kamu tidak lupa pesanku bukan Al , kamu harus bangun masih banyak hal yang harus kamu selesaikan , kita akan selalu bersama sama kita akan melihat anak kita tumbuh besar menikah dan mempunyai anak kita akan melihat cucu kita bermain , kita harus menua bersama Al bangunlah aku mencintaimu "


" apa kamu lupa janjimu untuk tidak membuatku menangis Al ??, aku menangis Al kamu sudah ingkat janji bangunlah Al bangun tidak bisakah kita menua bersama Al ?? " kembali terisak dan hanya bisa menggenggam tangan Alan dengan erat

__ADS_1


__ADS_2