
Reza PoV
Sudah aku perkirakan kalau Hasna lupa tanggal pernikahan, padahal dari kemarin aku sudah mencoba memancing-mancing dia. Saat dia bertanya ada acara spesial apa, aku biarkan dia berpikir dengan harapan ia akan ingat tanggal pernikahan, ehh tapi dengan lempengnya dia malah bertanya tanggal berapa kita menikah.
Sudah berminggu-minggu aku merancang ini, ingin memberikan kenangan yang paling indah di tahun pertama pernikahan, berlatih setiap hari sampai pulang terlambat. Seumur hidupku aku belum pernah melakukan hal seperti ini, tapi selalu ada kata untuk pertama kalinya dalam kehidupan.
Aku tidak ingin membooking restoran hanya untuk kami berdua, aku ingin dia melihat kalau aku sudah mencoba menjadi orang yang berbeda yang bisa mengungkapkan perasaan di depan orang banyak. Ternyata ini lebih sulit daripada harus presentasi project di depan orang asing, kurasa aku tidak akan pernah lagi melakukan ini ke depan terlalu memakan energi, tanganku sampai berkeringat dingin seperti ini.
“Mau makan apa?” tanyaku saat melihat daftar menu, dia tampak bingung. “Kenapa?”
“Hmm aku agak gak enak perut, mau makan sup saja yang tidak terlalu berat Mas” mukanya memang terlihat agak pucat.
“Kenapa ac nya terlalu dingin?” ia menggeleng, “Gak .. biasa aja, mungkin gara-gara tadi di scrubnya kelamaan jadi masuk angin.. Aku pengen terlihat cantik jadi perawatan tadi dari kepala sampai ujung kaki” memang harus diakui ia terlihat cantik malam ini dengan gaun warna biru lembut yang aku pilihkan kemarin.
“Aku ke toilet dulu yah” akhirnya the show must begin, aku memberikan tanda pada pemain musik untuk menyiapkan panggung, dan berjalan ke arah toilet. Di dekat kasir sudah menunggu manager restoran yang menunggu instruksi. Ok ready semuanya, diam-diam aku menyelinap ke pinggir stage dan Hasna tidak melihat karena asyik dengan handphone.
Pemain musik langsung turun dan aku duduk di depan piano. Lampu stage langsung diarahkan kepadaku, dia masih belum menyadari kalau aku sudah di atas panggung. Hufff… perempuan ini memang tidak peka.
“Hmmmmm..” akhirnya aku bersuara di depan mike, dan dia langsung melihat ke arah panggung dan melotot kemudian tersenyum melihatku. “Whaaaat…” ia terlihat kaget
Aku memberikan simbol diam di bibir, dia terlihat menutup mukanya sambil tertawa, aku tahu dia pasti kaget, yang seharusnya menutup muka itu aku Hasna. Aku malu dilihat oleh orang-orang, dan meja-meja restoran mulai terlihat penuh oleh orang-orang karena ini adalah jam makan malam.
“Saya mohon ijin untuk menguasai panggung sebentar. Mohon maaf kalau mengganggu anda semuanya” semoga saja tidak ada klien atau perusahaan mitra yang datang makan malam disini malam ini.
“Malam ini saya ingin memberikan kenangan yang terindah untuk orang yang tercinta, yang telah menemani saya selama setahun. Sebagai informasi dia lupa kalau hari ini adalah ulang tahun pernikahan kami” terdengar orang tertawa mendengar ucapanku, ternyata menjadi penghibur tidak terlalu sulit. Ok not bad kita lanjutkan.
“Perempuan ini sudah mengikat hidup saya sejak pertama kali kami bertemu, dia perempuan yang pintar, tahu bagaimana caranya membuat semua orang bertekuk lutut tanpa harus mengeluarkan biaya” terdengar lagi orang-orang tertawa, padahal menurutku sama sekali tidak lucu.
“Di hari pernikahan kami, saya memainkan sebuah lagu untuknya sebagai kado pernikahan, dan hari ini juga diulang tahun pernikahan pertama kami, saya akan menyanyikan sebuah lagu supaya dia tahu bahwa hingga saat ini saya tidak pernah bisa berhenti untuk mencintainya. Can't Help Falling in Love”
Aku menatap perempuan yang tampak berkaca-kaca sambil menutup mulutnya itu. Perempuan yang telah mengubah semua aturan-aturan yang aku buat selama ini, perempuan yang mengobrak-abrik semua perasaanku, perempuan yang telah membawaku naik hingga langit ketujuh dan menjatuhkanku terhempas ke dalam jurang cinta yang terdalam.
“Sayang lagu ini untuk kamu”
Wise man say, only fools rush in
Orang yang bijak berkata kalau hanya orang bodoh yang tergesa. Aku sempat merasa menyesal karena terburu-buru mengajakmu menikah hanya karena anak-anak sangat menyukaimu.
But i can't help fall in love with you
__ADS_1
Tapi aku tidak bisa menahan untuk tidak jatuh cinta kepadamu. Seiring waktu pesona dan kebaikanmu terlalu mempengaruhiku sehingga aku tidak bisa menahan semua perasaan cinta yang aku rasakan padamu.
Shall I stay, would it be a sin
Bolehkah aku tetap bersamamu, akankah ini menjadi sebuah dosa, kalau aku bersikeras untuk memiliki kamu walaupun pada awalnya hubungan kita hanya sebagai sebuah kewajiban saja.
If I can't help falling in love with you
Jika aku tidak bisa berhenti untuk jatuh cinta kepadamu, tolong jangan abaikan semua perasaanku padamu, jangan pernah berpikir untuk meninggalkan aku dengan siapapun.
Like a river flows, surely to the sea
Seperti air sungai yang pasti mengalir ke laut. Semua perasaan cinta ini terus mengarah padamu tanpa ada yang bisa menghalangi.
Darling so it goes, something are meant to be
Sayang begitulah adanya, semua itu memang sudah digariskan kalau pada akhirnya kita memang ditakdirkan untuk bersama
Take my hand, take my whole life too
Genggam tanganku, genggam juga seluruh hidupku, karena tanpa adanya dirimu kehidupan menjadi tidak lagi memiliki arti.
Karena aku tidak bisa berhenti untuk mencintaimu seumur hidupku.
For I cant help falling in love with you
Karena aku akan terus mencintaimu hingga akhir hidupku
Syukurlah semua lagu dan puisi yang aku nyanyikan bisa aku ucapkan dengan lancar. Padahal beberapa kali saat aku berlatih selalu saja nadanya ada yang kurang pas. Tulisan lirik lagu dan puisi yang aku bacakan terpampang jelas di tempat partitur piano, orang pasti tidak menyangka aku membacanya.
Semua orang bertepuk tangan, malah ada yang berdiri segala. Aku terpaksa harus menundukkan badan menandakan apresiasi atas tepuk tangan yang diberikan. Seluruh staf dan waiters bertepuk tangan. Mungkin belum pernah ada pengunjung yang menyajikan live performance pada pasangannya.
Saat aku duduk aku bisa melihat air mata bahagia di matanya. Perempuan ini memang gampang menangis, terpaksa aku peluk dan cium dahinya, malah terus menangis.
“Akku akuu gak nyangka banget…. Hadiah yang paling indah yang pernah aku dapatkan seumur hidup aku...hwaaaa” dia masih saja terus menangis.
“Jangan menangis hadiahnya belum selesai” ucapku, kuambil cincin yang aku simpan di celana.
“Aku ingin kamu akan terus mengingat semua ini setiap aku membuat kesalahan, kebodohan di masa depan. Jadikan ini tabungan kebaikan yang tidak akan pernah habis, supaya kamu tidak pernah lupa dengan melihat cincin ini kamu akan ingat bahwa ada laki-laki yang tidak akan pernah berhenti mencintai kamu, seperti air yang mengalir dan akan terus mengarahkan cintanya hanya padamu”
__ADS_1
Aku pasangkan cincin yang berhiasan permata, yang beriak seperti air. Aku bisa melihat bibirnya yang terus bergetar dan matanya menatapku dengan tatapan yang tak akan pernah aku lupakan.
“Terima kasih …. Aku akan selalu mencintai kamu” ucapnya, seperti berbisik dan rapuh dan hanya bisa didengar oleh aku.
Perempuan yang menjadi bagian dari jiwaku ini adalah ibu dari anak-anakku.
**************
THE END
**************
PS:
Saat hidangan datang ada satu catatan dari koki restoran.
“I wish you both a Happy Wedding Anniversary. Enjoy the meal, It’s on Me. You inspire me to go home and say, “I love you” to my wife. Happy to see you both"
Regards
Chef Akhha
Ternyata chef restoran yang berasal dari Singapura itu rupanya ikut menonton live performance dari Reza yang hanya tersenyum dan kemudian memandang istrinya.
“Gimana kamu suka pertunjukkan aku” Reza tampak bangga, beberapa orang pelanggan yang makan dan melewati mereka mengucapkan selamat atas ulang tahun pernikahan mereka walaupun tidak saling mengenal.
Muka Hasna tampak pucat, air matanya masih mengalir di pipi.
“Kenapa kok sampai sesedih itu? Aku salah yah” Reza tampak bingung. Hasna mengusap air mata dengan tisu dan ingus yang tampak di hidung. Reza terlihat senang Hasna sudah tidak mengusap ingus dengan lengan bajunya lagi.
“Ehmm Mas… aku senang tapi aku minta tolong Mas jangan panik…” kembali muka Hasna terlihat mengerenyit dan sekarang keluar lagi air mata. Reza langsung kaget, ini ekspresi yang berbeda dengan sebelumnya.
“Kenapa… kontraksi lagi?” Reza langsung berdiri, dan menghampiri kursi Hasna.
“Iya … sekarang sudah lima menit sekali… kata dokter ini tanda-tanda mau melahirkan… air ketubannya sudah merembes” kembali Hasna mengeluarkan air mata seperti menahan sakit.
“Massss…. Hwaaa…. Sakiiiit.. Maafkan aku jadi begini… aku bahagia banget… tapi hwaaa sakit banget….hwaaaaa” Hasna terus menangis tersedu….
Reza langsung melotot dan panik dilihatnya ke bawah meja tampak air menetes dari kursi Hasna.
__ADS_1
“Hasnaaaa…. Ya Allah”