
Pagi ini Hasna bangun dengan perasaan campur aduk, degdegan, tidak sabar, cemas, senang, takut dan sedih semuanya beraduk menjadi satu. Rasa yang aneh yang tidak akan mungkin dialaminya lagi nanti. Setelah sholat subuh Hasna langsung keluar dari kamar ternyata semua orang sudah bangun. Semuanya seperti siap untuk berangkat ke medan perang.
Jam 6 pagi dari pihak MUA sudah untuk merias Hasna dan Mama. Jam 8 mereka harus sudah bersiap untuk berangkat ke tempat akad. Saat jam 6.30 saat Hasna sedang dirias datanglah Duo Wekwek ingin menemani Hasna dimulai dari pagi. Mereka telah memakai baju seragam Bridesmaid warna pastel yang mereka rancang buat berdua saat Hasna telah dilamar dulu.
“Assalamualaikum” terdengar perlahan suara perempuan dan pintu terbuka.
“Teh maaf boleh masuk? Kita mau lihat Hasna lagi dirias” suaranya adalah Gina
“Boleh tapi tidak boleh ribut yah, nanti takut mengganggu konsentrasi” asisten MUA membolehkan Ghina dan Aurel untuk masuk.
“Hasnaaaaaa….” Aurel langsung menjerit perlahan melihat Hasna yang lagi dirias…
“Sttttt… kalau berisik teteh tunggu diluar yah” ucap Asisten Perias
Ghina langsung menutup mulut Aurel.
“Engga teh kita mau diam, tolong yah teh, Hasna sahabat dari SMA pengen liat dari awal sampai akhir, maaf yah teh”
Hasna langsung membuat simbol ok kepada perias untuk meng acc permintaan Ghina. Ia melirik mereka berdua dan tersenyum. Hasna tidak bisa banyak bicara karena mukanya sedang mulai di rias.
“Bantu baca doa yah teteh-tetehnya, supaya hasil make up nya nanti manglingi’ ucap Perias sambil melihat ke arah Aurel dan Ghina.
Ghina malah mulai tampai berkaca-kaca tidak menyangka temannya akan secepat ini melepas masa lajang, tanpa banyak cerita dan drama seperti Aurel.
Jam 7.30 riasan Hasna sudah selesai, ternyata tidak memakai makeup dengan dandanan yang berat hanya sanggol cepol sederhana dengan hiasan 3 melati dan mutiara di sanggulnya...Veil terikat lepas di belakangnya panjang hingga melampui kaki.
Ternyata Hasna tidak memakai baju adat sunda dengan siger dan hiasan lainnya, kebayanya pun modern putih. Pada saat kemarin membuat baju pengantin, Hasna menolak membuat kebaya sunda tradisional karena nanti tidak akan bisa dipakai lagi alasannya. Hanya saja veil yang dipakai Hasna panjang dan memakai hiasan kristal swarovski sehingga terlihat mewah, pada kebayanya juga terdapat beberapa mutiara kecil tapi tidak terlalu banyak seperti permintaan Hasna.
Sepatu yang digunakan Hasna ternyata adalah sepatu yang dengan merk yang sama dengan sepatu untuk seserahan, kristal pada bagian sepatu yang berkilau tampak mewah. Saat Hasna selesai mengenakan baju pengantin Aurel dan Ghina tampak berkaca-kaca.
“Sebentar Mbak Hasna, ini tadi ada perhiasan yang dikirimkan oleh keluarga mempelai pria tadi malam untuk dikenakan oleh Mbak Hasna saat akad. Saya lihat cocok dengan gaun pengantin dan make up juga”
Perias mengeluarkan kotak perhiasan dari kantong kertas yang dibawanya.
“Kotaknya saya simpan di kamar Mbak Hasna, karena ini menjadi milik Mbak Hasna tadi katanya sebagai bagian dari seserahan dari mempelai pria”
Perias langsung memasangkan kalung berlian dengan bandul batu safir ditengahnya sewarna dengan kebaya yang dipakai, kemudian memasangkan perhiasan mahkota sebagai tambahan asesoris dengan bunga-bunga yang sangat halus dan kecil dipasangkan di kepala Hasna.
“Gak berat yah, jauh banget kalau pakai siger sunda lumayan agak bikin pusing... wah ini memang mempelainya aselinya cantik”
“Bagus sekali ini mahkotanya, walaupun kecil tapi terlihat mewah, Mbak Hasna sangat beruntung, mahkota yang saya beli ini baru pertama kali dipakai oleh mempelai perempuan” Perias sangat senang melihat hasil riasannya semakin terlihat cantik dengan tambahan asesoris mahkota kecil.
“Hasnaaa…. Cantikk Masya Allah… whaaaawhaaaa..“ ucap Ghina dan Aurel mereka berdua lalu berpelukan berdua dan menangis, tidak berani memeluk Hasna takut mengganggu riasan.
“Hahahahah… aku meni gak dipeluk ihhh” Hasna langsung membuka tangannya untuk memeluk sahabatnya….
“Sudah yaaa jangan terlalu lama… maaf jangan terlalu dekat dulu takut mengotori baju pengantin” Perias langsung mewarning melihat Aurel dan Ghina yang akan memeluk Hasna.
“Ya Allah teteh meni galak, untung saja hasil riasannya bagus banget, jadi kami ridho dimarahin juga” Aurel langsung menyusut air matanya.
“Kita keluar sekarang yah, sudah ditunggu untuk bersiap menuju gedung” Perias langsung merapikan pakaian pengantin Hasna dibantu oleh asistennya. Aurel dan Ghina minggir merapat ke dinding takut kena salah melangkah dan kena semprotan Perias.
Saat Hasna keluar kamar, sebagian anggota keluarga telah berkumpul dan siap.
“Masya allah teteh meni cantik....” semua orang pada tersenyum haru melihat Hasna yang tampak terlihat berbeda dengan pakaian pengantin.
“Jaman sekarang mah baju pengantin teh meni bagus, gak riweuh bikin susah jalan, ternyata gak pakai siger juga tetap terlihat cantik” Tante Tri langsung mengusap-usap tangan Hasna, tidak terasa keponakannya yang dulu manja sekarang sudah akan menikah.
“Sudah siap teh” Mama dan Ayah keluar dari ruang tamu, rupanya sudah menunggu dari tadi.
“Aduuuh anak ayah meni geulis begini, ternyata kalau cantiknya Mama dikasih gantengnya Ayah jadi bikin pangling” Ayah memandang Hasna sambil muter-muter depan belakang.
“Ayahhhh mah iiiihhh” Hasna langsung cemberut.
“Waduuuuh teteh… naha jadi kaya artis selegram beginih” Emran datang langsung dari depan, sudah lengkap memakai jas pernikahan yang modern.
“Ini pake apa mukanya teh sampai glowing begini” tangan Emran sudah mau menyentuh muka Hasna langsung di hempas sama Mama
__ADS_1
“Jangan sentuh muka teteh, cuma boleh diliat aja” Mama langsung melotot.
“Haduuuuh Bu Kades meni galak begitu” Emran langsung mundur takut kena semprot Mama.
“Selamat pagi Bapak Ibu, Pengantin Wanitanya sudah siap yah alhamdulillah tepat waktu, mohon untuk keluarga besar bisa mulai masuk ke dalam kendaraan yang sudah disiapkan” Petugas dari pihak WO ternyata bersiap untuk keberangkatan menuju tempat pernikahan.
“Pengantin Wanita dan orangtua bisa masuk ke mobil pengantin, sedangkan yang lain masuk ke mobil yang sudah disiapkan… Silahkan” petugas WO benar-benar gerak cepat.
Perjalanan hanya memakan waktu 15 menit untuk sampai ke tempat pernikahan. Di sana telah disiapkan kamar khusus untuk pengantin wanita dan keluarganya untuk menunggu. Tapi kebanyakan anggota keluarga memilih keluar dan berjalan di sekitaran tempat pernikahan karena tempat yang indah dan asri, ditambah dengan dekorasi yang menarik dan banyak spot foto sehingga banyak yang sibuk berfoto. Mereka menunggu hingga jam 8.30 sebelum acara pernikahan dimulai karena akad dilaksanakan mulai jam 9 pagi.
Hasna tampak duduk di kamar dengan ditemani Aurel dan Ghina.
“Hasna… aku tuh pengen meluk kamu banget, tapi takut jadi nanti ngeganggu baju sama makeup kamu” ucap Ghina sambil mengusap-usap tangan Hasna.
“Iya aku juga pengen meluk kamu” Aurel ikutan mengusap-usap tangan Hasna yang 1 lagi.
“Gak apa-apa peluk aja” Hasna langsung membuka kedua tangannya untuk memeluk keduanya”
“Mbak Hasna mohon jangan memeluk dulu siapa-siapa sampai akad yah, khawatir nanti ada lipstik atau bedak yang menempel ke baju” Asisten Perias langsung siaga 1 dari tadi ternyata jadi pengawas.
“Hehehehhehe iya teh gak akan, jangan khawatir kita juga ngerti kok” ucap Ghina sambil cengar cengir.
Sedangkan Perias tampak sedang melakukan touch up make up ke Mama karena dirasa ada yang kurang pas dengan make up Mama.
Lalu terdengar ketukan di pintu.
“Bisa bertemu dengan Ayah mempelai wanita Pak Iwan” seorang pria dengan memakai jas muncul di pintu.
“Saya sendiri.. Silahkan masuk Kang” Ayah langsung berdiri dari duduknya.
“Saya mau menyampaikan catatan dari Pak Reza untuk ijab kabul” kemudian ia memberikan amplop putih kepada ayah.
“Alhamdulillah… terima kasih Kang” Ayah langsung terlihat lega, rupanya dari dulu ayah bulak balik gelisah karena masih memikirkan proses ijab kabul nanti.
Ayah tampak sedang duduk saat membuka amplop dan membaca ijab yang nanti akan dibacakan. Beberapa kali ayah tampak mengusap mukanya.. Dan kemudian melihat ke arah Hasna berulang kali sambil melihat ke catatan yang ditangannya.
“Kenapa yah” tanya Hasna
“Orangtua kedua mempelai wanita bisa segera masuk ke ruangan tempat acara akad nikah, mempelai perempuan nanti bisa ditemani oleh kedua temannya dan tantenya” Petugas WO sudah datang menjemput Ayah dan Mama untuk masuk ke ruangan akad nikah.
Muka Hasna tampak pucat, perasaannya semakin tidak karuan.
“Na.. mau minum teh manis hangat yah, biar tenang” Ghina langsung membuatkan minuman untuk Hasna.
“Hehehe iya makasih, hadeuuh kok degdeg-an gini rel.. Tolong liat ih di ruangan akad kaya gimana” Hasna jadi kepo membayangkan suasana tempat akad.
“Ok aku liat kesana bentar yah, nanti difoto supaya kamunya kebayang” Aurel langsung beranjak dan keluar ruangan. Hasna selalu menyiapkan segala sesuatunya sendiri, sehingga saat menjalani pernikahan dan disiapkan oleh orang lain ia merasa tidak percaya diri.
Setelah minum air teh dari Ghina, Hasna merasa lebih tenang. Tak lama kemudian Aurel muncul dengan muka yang tampak penuh semangat.
“Na… ya Allah, indah banget ruangannya. Pak Reza udah dateng … Masya Allah Hasna ganteng banget… aku tuh jarang ngomong islami ini mah aku ngaku bertobat supaya bisa dapat cowok ganteng… Masya Allah ...hadeuuuh.. Gantengnya to the max… hadeeeuuuh aku jadi mules liatnya….Naha saya jadi degdeg an kieu” Aurel langsung nyerocos gak berhenti. Hasna jadi tertawa melihat Aurel yang tampak sibuk bercerita sambil memegang dadanya.
“Aurel kamu tuh disuruh liat setting ruangan malah gagal fokus liat Pak Reza” Ghina langsung melotot melihat ke Aurel karena Tante Ai dan Tante Ningsih yang tertawa-tawa melihat kelakuan Aurel.
“Pengantin perempuan diminta masuk sekarang” Petugas WO yang berjaga di pintu langsung memberitahu ke dalam ruangan supaya Hasna segera bersiap.
Tante Ai dan Tante Ningsih dibantu asisten perias langsung merapikan pakaian Hasna. Di belakang Hasna Aurel dan Ghina menjaga agar Veil yang panjang tidak sampai tersangkut. Akhirnya mereka semua keluar ruangan dengan berjalan dengan sangat hati-hati, karena Hasna menggunakan sepatu dengan heels yang cukup tinggi.
Sebelum masuk ke dalam ruangan akad, petugas WO meminta mereka untuk menunggu aba-aba untuk masuk ke dalam ruangan. Hasna tampak bibirnya tampak komat kamit membacakan doa dalam hati, untuk menenangkan diri.
“Mempelai wanita memasuki ruangan akad” terdengar aba-aba dari pembawa acara mempersilahkan Hasna dan rombongan untuk memasuki ruangan.
Saat memasuki ruangan terlihat setting ruangan yang serba berwarna putih dan pastel dengan banyak bunga di pinggir kiri dan kanan. Di tengah-tengah telah ditempatkan kursi dan meja yang telah diduduki oleh banyak orang, Hasna tidak memperhatikan satu persatu, ia merasa gugup khawatir jatuh sehingga berpegangan erat pada tangan Tante Ai dan Tante Ningsih. Terdengar gumanan orang-orang yang melihat kedatangan Hasna dan memuji kecantikannya tapi yang paling jelas adalah suara Maura
“Itu Buna….. Bunaaaaa tantikkkk”
Hasna langsung mengangkat wajahnya dan mencari Maura ternyata duduk bersama di pangkuan dengan Mama Bertha. Hasna tersenyum. Tidak terasa ia sudah sampai pada kursi tempat akad dan duduk ditempatkan di sebelah Reza. Hasna tidak berani melihat ke arah Reza tangannya terasa dingin. Perias datang dan memperbaiki posisi pakaian Hasna dan memasangkan kain yang menyatukan pengantin laki-laki dan perempuan.
__ADS_1
Penghulu yang duduk kemudian bertanya kepada Reza
“Betul ini pengantinnya?”
Reza memalingkan wajahnya ke arah Hasna, Hasna hanya bisa melirik merasa malu, dia masih belum bisa melihat ke arah Reza.
“Betul Pak, tapi ini kenapa semakin cantik” Reza sambil terus memandang ke arah Hasna. Hasna semakin merasa malu sampai menutup mulutnya.
“Neng coba dilihat dulu calon suaminya, betul yang ini, sebelum akad, khawatir salah ruangan soalnya” penghulu yang iseng ini makin menggoda Hasna yang terlihat gugup. Akhirnya Hasna memalingkan wajahnya sambil menggigit bibirnya karena gugup.
Dilihatnya Reza yang sedang tersenyum melihat kearahnya. Betul saja apa yang dikatakan Aurel, Reza tampak tampan dengan pakaian berwarna krem tua dan dasi biru dongker serta bunga yang tersemat di jasnya.
“Iya betul Pak” jawab Hasna pelan.
Reza memegang tangan Hasna yang tampak gelisah meremas-remas tissue di tangannya.
“Kamu terlihat sangat cantik” bisiknya sambil tersenyum.
Hasna merasa lega, genggaman tangan Reza di tangannya yang dingin menjadikan ia merasa lebih tenang.
“Pegangan tangannya nanti yah kalau sudah sah yaa Kang… sekarang kita melakukan ijab kabul terlebih dahulu.” ucap Penghulu yang kemudian mempersilahkan ayah dari mempelai wanita dan 2 orang saksi untuk maju dan bersiap melakukan akad.
Selanjutnya MC mempersilahkan untuk pembacaan ayat suci Al Quran terlebih dahulu, dan kemudian menyerahkan acara akad kepada Penghulu.
“Ayah mempelai wanitanya betul Bapak Iwan Kartaatmaja?” ucap penghulu
“Ya saya sendiri Pak”
“Tenang Pak Iwan jangan gugup, yang mau nikah itu anaknya, kok keliatannya malah Pak Iwan yang nervous...hehehehe”
“Heheheh bisa aja Pak Penghulu, hehehehe”
“Iya baiklah silahkan Pak Iwan nanti yang mengucapkan Ijab yang harus langsung dijawab kabulnya oleh Saudara Reza tanpa adanya jeda dalam satu tarikan nafas yah. Saksi dimohon untuk menyaksikan dengan seksama.
Ayah dan Reza langsung saling berpegangan tangan untuk melakukan ijab kabul. Ayah telah terlebih dahulu mengeluarkan catatan dan menyimpannya di meja. Hasna merasa terharu melihat ayah yang terlihat sendu untuk membacakan ijab.
“Ananda Reza Ardiansyah Bin Ardy Bratadireja. Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan anak saya Hasna Humaira Putri Binti Iwan dengan maskawinnya berupa seperangkat alat sholat dan uang sebesar 1 milyar rupiah, tunai.”
“Saya terima nikah dan kawinnya Hasna Humaira Putri Binti Iwan dengan maskawinnya yang tersebut, tunai.”
“Sah?”
Sempat semuanya hening karena mendengar isi dari ijab kabul sehingga suasana menjadi diam. Krik ...krik...krikkk
Kembali penghulu mengucap sambil melihat kepada saksi sambil dahi berkerut
“Bagaimana saksi Sah?
Dan bersamaan dengan saksi yang menjawab terdengar suara yang paling keras di belakang… EMRAN
“Syahhh…. Syah….”
Emran mah syah...syah… aja da modus pengen dikasih bagian dari 1 milyar…. Hasna sampai bengong dan pucat mendengarnya 1 Milyar gak salah dengar. Pantesan Ayah tadi terlihat kaget saat membaca catatan.
“Alhamdulillah … mari sekarang kita berdoa” Kemudian penghulu membacakan doa dan khutbah nikah setelahnya.
Hasna menatap Reza, yang ditatap tersenyum.
“1 Milyar” ucap Hasna tanpa suara sambil dahinya berkerut.
Reza kemudian mendekat dan berbisik
“Khan katanya mau mas kawinnya uang saja sebagai pengganti biaya ilfill”....
Hadeuuuhhh ini mah alamat banyak acara ilfill nya kalau uang penggantinya 1 Milyar mah…. Hasna musti banyakin sabar dan sholehah…..
********************************
__ADS_1
Alhamdulillah... sudah ijab kabul sodara-sodari Deterjen... ternyata 1 Milyar, horang kaya mah bebas... makanya tanam saham yah dimana-mana biar banyak punya keuntungan jangan habis dijajankan. Bisa investasi reksadana atau beli emas yang banyak..kalau gak dapat emas batangan yah mas ganteng aja kaya Reza heheheheh... Next boom episode selanjutnya adalah acara resepsi... seperti biasa Mas Arya bakalan nyanyi... nyanyi apa yaaa... hihihihi
*******************************