Ibu Untuk Anakku

Ibu Untuk Anakku
Uri Saranghaji Marayo


__ADS_3

Sesampai di kamar hotel jam sudah menunjukkan 10 malam, benar-benar hari yang padat dan menyenangkan. Hari ini Hasna bisa bertemu dengan laki-laki yang telah menjadi pujaan hatinya sejak kuliah.


“Losseer oetori sen cheok khaneun geop jangi... Mos doen yanga chi geoul soge neon.. Just a loser oetori sangcheo punin meijeri…. Deoreoun sseuregi geoul soge nan i’m a loseer” Hasna terus menyanyikan lagu Loser yang tidak sempat dia tonton. Reza memutar kepala Hasna mengarah ke kamar mandi. “Sudah cukup nyanyinya… tadi 2 jam aku sudah aku mendengar lagu korea mendenging telingaku… sekarang kamu mandi dulu.. Bau keringet”  Hasna di dorong masuk ke kamar mandi.


“Mas kamar mandinya kok sampai bisa besar beginih yaaah… ini buat apa coba orang bikin kamar mandi segede gini, bisa dipake nyimpen kasur….hihihihi” Hasna terus saja membicarakan kamar mandi dari dalam sambil berteriak-teriak. “Supaya bisa dipakai mandi berdua… mau?” langsung hening tidak lagi terdengar komentar dari dalam kamar mandi. Reza langsung tertawa, perempuan itu paling takut kalau pembahasan sudah menjurus ke arah sana.


Reza mengecek pesan-pesan yang masuk, ternyata salah satunya adalah pesan dari Emran. “Mas katanya teteh lagi ke Singapura? Kok hp nya gak bisa dihubungi yah.. Tolong ke teteh suruh hubungi Emran. Terima kasih” Reza langsung tersenyum, Emran pasti ingin dibelikan sesuatu pada kakaknya. Reza tadi tidak sempat mengecek apakah Hasna sudah menghidupkan paket rooming saat tiba di Singapura tadi.


Terdengar pintu terbuka, dan Hasna terlihat mengeluarkan hanya kepalanya dari pintu. “Mmass… itu koper aku bisa digeser kesini?” ucapnya, Reza melirik dan melihat koper yang diminta Hasna. “Ambil sendiri aku lagi sibuk” ucapnya tanpa memalingkan pandangan dari handphonenya. Hasna merengut, ia tahu kalau itu hanya akal-akalan Reza saja, sambil memakai kimono handuk dia melangkah pelan menuju  kopernya. Udara dingin dalam kamar langsung menyergap Hasna. Rambutnya yang digulung dengan menggunakan handuk seperti ice cream yang menjulang tinggi. Reza berusaha menahan senyum melihat tingkah laku Hasna yang mengendap-endap seperti maling.


Saat Hasna sibuk mencari pakaian tidur, ia terlihat kebingungan membulak balik pakaian yang ada di kopernya sehingga tidak menyadari kalau Reza sudah ada di belakangnya dan  sengaja berkata dengan keras untuk mengagetkan  “KHAAAMU MENCARI APA” Hasna yang fokus mencari barang terlonjak dan berteriak.. “Arkkkkkkk…” ia langsung menggulung dirinya seperti Trenggiling yang diserang musuh. “Hahahahhaha…. Kamu tuh seperti yang takut akan disergap” Reza tertawa-tawa melihat sikap Hasna yang menggulung dirinya di atas koper.


“Masss nyebelin ihhhh… “ Hasna merasa malu sendiri, terus terang ia memang sudah nervous sejak dari kamar mandi, hanya memakai kimono handuk tanpa memakai pakaian dalam dan hanya berdua dengan Reza di kamar menjadikan posisi dia sangat lemah. “Kamu nyari apa sih sampai diacak-acak begitu?” ia melihat Hasna seperti yang kebingungan dengan pakaian di kopernya.


“Mass… baju tidur aku…” Hasna menunduk bingung berjongkok melihat ke kopernya sambil menghela nafas. “Kenapa baju tidurnya.. Kamu gak bawa baju tidur?” tanya Reza, rasanya sudah dari kemarin malam Hasna terlihat sudah menyiapkan koper. “Aku bawa baju tidur… tapi bajunya ...bajunya… bajunya Hello Kitty” Hasna menunduk malu.. Reza tertawa ia akan tidur dengan perempuan yang memakai baju Hello Kitty. “Memangnya cuma bawa satu?” sambil melongok ke koper. Hasna masih menunduk sambil menguwel-uwel baju di koper “ ada satu lagi.. Hmmm… Piyama keroppi tapi celananya pendek… aku kira bakalan tidur sama anak-anak jadi aku pakai baju yang santai”


Reza tersenyum lebar, dia hanya menggeleng-gelengkan kepala, semenjak menikah dengan Hasna perempuan ini tidak pernah berhenti membuatnya terkejut dengan kelakuannya. Ini berarti pada saat berangkat ke Singapura, Hasna tidak berniat sedikitpun juga untuk tidur dengannya. “Ya sudah gak apa-apa daripada gak bawa baju tidur sama sekali, gimana mau ganti bajunya disini atau di kamar mandi? Aku mau mandi soalnya” tanya Reza sambil tersenyum.


“Ehhhh di kamar mandi, bentar-bentar gak lama kok” Hasna langsung mengambil baju Hello Kitty nya dan berlari ke kamar mandi. Saat keluar Reza hanya bisa bengong dan menarik nafas panjang berusaha mengalihkan pandangan dari istrinya sebelum ia langsung khilaf dan menyeretnya ke tempat tidur. Ternyata baju Hello Kitty nya adalah  model baby doll selutut dengan lengan yang pendek, siapa bilang Hello Kitty itu baju anak-anak, soalnya kalau dipakai di orang dewasa bisa terlihat seseksi itu.


“Ehehehe… bajunya seksi yah...hehehe aku kira mau tidur sama Maura, bajunya kompakan Hello Kitty” Hasna cengar cengir gak jelas melihat ekspresi muka Reza yang bengong melihatnya dengan baju itu. “Ehmmmm… ya sudah aku mandi dulu” Reza bergegas masuk ke kamar mandi ia takut tidak bisa mengendalikan dirinya. Sebetulnya Hasna ingin mengeringkan rambutnya tapi karena melihat Reza yang terburu-buru masuk ke kamar mandi akhirnya ia memilih mengeringkan rambutnya dengan menggunakan tissue supaya cepat. Ternyata daripada memakai handuk untuk menyerap air di rambut dengan tissue lebih cepat.


Setelah Hasna melaksanakan sholat Isya, disiapkannya pakaian ganti Reza namun saat ia melihat Reza yang keluar dari kamar mandi hanya mengenakan kimono sambil mengeringkan kepalanya. Hasna langsung menunduk, kimononya terbuka bagian dadanya, ia seperti melihat film drama korea live. “Kamu sudah sholat Isya?” tanya Reza pendek. “Sudah” ucapnya sambil melihat kearah lain. Reza kembali tersenyum melihat Hasna yang terlihat salah tingkah.

__ADS_1


“Ehh kok pakai bajunya disini” Hasna langsung panik melihat Reza yang membuka kimononya, “Memangnya kenapa? Kan gak ada siapa-siapa” Reza dengan santainya memakai kaus dan celana panjangnya tanpa memperdulikan Hasna yang langsung membalik arah. “Mas gak malu gitu sama aku?” Hasna terdengar kesal karena ia tidak menyangka dengan beraninya Reza membuka kimono di depannya. “Kenapa musti malu, kan kamu istri aku… sholat dulu” Reza langsung mengambil sajadah yang sudah terlipat di meja kamar.


Hasna hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, sekilas ia tadi melihat Reza tanpa pakaian, matanya tidak dipersiapkan untuk melihat tubuh laki-laki. Dia hanya bisa mengusap-usap mukanya sama istigfar. “Astagfirullahalaziem… ya allah mustinya kemarin aku telepon dulu sama si Aurel… kalau ngeliat kaya gini aku musti gimana?” pikirnya, tapi ia kemudian ingat kalau temannya itu mengaku tidak sampai pernah melewati batas, jadi tidak akan mungkin bisa memberikan informasi yang bermanfaat.


Akhirnya Hasna memutuskan membaringkan tubuhnya di kasur, tidak akan mungkin malam ini mereka akan tidur terpisah. Kamar hotel ini walaupun luas hanya memiliki satu tempat tidur jadi sudah dapat dipastikan mereka akan tidur bersama. Duh kalau sampai kejadian malam ini jadi malam pengantin Hasna belum sempat googling harus melakukan apa saat suaminya nanti memintanya untuk melakukan itu… untuk menyebutnya saja Hasna gak tega apalagi membayangkannya. Satu-satunya pengetahuan dia hanyalah film yang ditonton dulu dengan Aurel dan Ghina.


“Sudah tidur?” tanya Reza yang terasa naik ke tempat tidur. “Hmm belummm….” Hasna masih memunggungi Reza, dia betul-betul bingung harus bagaimana. “AC nya terlalu dingin gak? tangan bajunya kamu pendek gitu” tanya Reza yang melihat Hasna menggulung dirinya dengan selimut. “Hmmm engga cukup kok”... jawab Hasna masih dengan posisi yang sama. “Kenapa sampai digulung sampai ke leher begitu kaya kedinginan” Reza menyentuh pundak Hasna yang terbungkus rapat “Kamu jadi kaya lemper…” godanya sambil tertawa.. Mendengar ledekan Reza, ia menjadi malu sendiri, kenapa dia kok jadi panik sendiri, akhirnya Hasna berbalik dan berbaring diam.


“Aku kira baju Hello Kitty hanya dipakai oleh anak-anak seumuran Maura” ledek Reza, Hasna langsung cemberut dia kemudian duduk dan bersandar di kepala tempat tidur, “ini baju kesukaan Maura, kemarin beli di online shop supaya bisa kembaran tapi eh ternyata malah tidur sama Papinya” ia merapihkan baju Hello Kitty yang dipakainya. “Aku jadi kaya paedofil begini, tidur sama anak SD” goda Reza, Hasna langsung memukul tangannya dengan cemberut malu.


“Aku kan ga tahu bakalan tidur sama Mas Reza, tahu gitu aku pakai piyama panjang” jawab Hasna, Reza langsung tergelak “Hahaha kirain aku kamu mau pake lingerie kalau tahu tidur sama aku, mendingan ini aja deh daripada piyama panjang kapan lagi bisa tidur sama anak SD tapi seksi” Reza langsung tergelak melihat Hasna yang semakin malu dan menutup mukanya dengan selimut.


“Diantara lagu BigBang tadi lagu yang paling kamu suka apa?” Reza sudah hapal kalau Hasna suka gugup kalau berdekatan intim dengannya, ia harus dialihkan perhatiannya pada hal yang paling dia sukai, Hasna langsung membuka selimut yang menutupi seluruh tubuhnya dan kembali duduk sempurna, mukanya langsung terlihat bersemangat.


“Beda sama GD Oppa dia tuh kaya yang merangkul sama semua orang trus kalau udah malu dia itu manis banget tangannya suka nutupin mulutnya kaya gini” Hasna menirukan bagaimana G Dragon yang malu dan menutup mulutnya dengan tangan yang telapaknya terarah keluar.


Reza langsung tersenyum sinis “aneh laki-laki kok gitu”.. Ucapnya sambil melengos sebal melihat gaya Hasna yang terlihat imut. “Ihhh engga lagi, liat coba” Hasna langsung memperlihatkan video di youtube yang memperlihatkan Bigbang dalam acara SitKom. “Tuh kan lucu..ihhh ya ampun imut banget...gemesin banget ngeliatnya” Hasna tidak sadar saking konsentrasinya memperlihatkan video G Dragon, mereka telah duduk rapat.


“Yang keliatan normal cuma yang ini mukanya seperti laki-laki” Reza menunjuk salah seorang penyanyi “ Owh ini Taeyang.. dia posisinya vokal suaranya bagus, ada single dia yang terkenal sekarang Eyes, Nose Lips… aku paling hapal mianhae mianhae hajiman.. Kita lihat deh videonya lagunya enak banget” Hasna langsung memutarkan video MV dari Taeyang. Belum sampai setengah lagu selesai Reza langsung berkomentar “ini lagu tentang apa sih kok videonya cuma memperlihatkan badan laki-laki gak pakai baju… kamu suka lagu ini bukan karena lagunya tapi liat si Taeyang nya aja gak pake baju” Reza tersenyum sinis.


“Ihhh ini lagunya tuh dalem banget Mas.. isinya tentang laki-laki yang merelakan perempuan yang dia cintai pergi karena keegoisannya hanya membuat perempuan itu terkekang dan terpenjara, tapi setelah perempuan itu pergi dia malah merindukan semua tentang perempuan itu matanya, hidungnya dan bibirnya semua dan membuatnya sakit, tapi dia akan terus mengingat perempuan itu sebagai kenangan…. Ihh so  sweet banget kan” ucap Hasna tanpa sadar apa yang ia ucapkan.


Reza hanya diam dan memandang video yang terus berputar, tiba-tiba Hasna sadar “ehheheheheh… maafkan aduuhhh ucuk-ucuk jadi inget sama Mbak Mitha yaah..hehhehe kan kata Taeyang juga akan diingat sebagai kenangan” ucap Hasna sambil mengusap pipi Reza dengan sebelah tangannya.  “Ehhh Mas malah aku kalau denger lagu yang ini kayanya miriiiip banget sama kita” Hasna mencoba mengalihkan pikiran Reza yang terlihat sendu.

__ADS_1


“Lagu BigBang lagi… males ah gak ngerti” Reza mengalihkan pandangannya ke TV. Hasna langsung mengambil remote dan mematikan TV. “Sini biar aku terjemahkan .. aku sudah hapal” Hasna kemudian memutarkan satu lagu BigBang yang ia sukai “judulnya tuh Lets not Fall in Love” Reza langsung berpaling mendengar judul lagunya. “Judulnya aja sudah aneh, sudah suami istri malah dilarang jatuh cinta ..malah memprovokasi” Reza langsung membaringkan dirinya dengan muka yang ditekuk, mendengar lirik lagu Taeyang membuat dirinya menjadi tidak nyaman, seperti memperlihatkan kesalahannya kepada Mitha.


“Dengerin yah.. uri saranghaji marayo ajigeun jal moreujanhayo… sasil jogeumeun duryeoun geoya geudae mianhaeyo...dia bilang kita jangan saling jatuh cinta, kita belum mengenal satu sama lain, saya merasa takut, maafkan saya... tuh kan kita banget Mas” Reza kemudian duduk dan menatap Hasna.


“uri yaksokhaji marayo naeireun tto moreujanhayo...hajiman i mal maneun jinsimiya geudae johahaeyo… jangan suka menjanjikan suatu hal, kita gak tau kedepan kita gimana, cuma saya tau kalau saya menyukaimu.. Hehehe..aku suka sama Mas Reza soalnya udah ngajak aku nonton BigBang” Hasna tersenyum malu, saat Reza terus menatapnya dalam.


“nal gajiryeo haji marayo… geujeo idaero jogeumman isseoyo….galsurok deo maeum apajige wae.. Jangan mencoba untuk saling memiliki,  sebaiknya tetap seperti ini karena nanti hanya akan membuatnya terasa menyakitkan” Hasna menunduk saat mengucapkan itu, ia ingat pada saat melihat foto Mitha yang membuatnya sedih saat merasa ia sudah dekat Reza. Reza hanya tersenyum dan memandangnya.


“Jangan tersenyum Mas.. ada lirik yang bilang gini nareul bomyeo usji marayo..jeongdeulmyeon seulpeojyeoyo...yeppeun geu misoga nunmuri doelkka bwa artinya tuh jangan  tersenyum padaku nanti aku akan terikat padamu, aku takut nanti senyuman itu akan berubah menjadi airmata..” Hasna mengucapkan itu dengan mata yang berkaca-kaca.. Perasaannya saat ini campur aduk. Melihat itu Reza menarik tangan Hasna dan memeluk perempuan itu dengan penuh perasaan.


Diusapnya rambut Hasna dan dikecupnya matanya dengan perlahan, air mata yang menetes disudut mata Hasna diusapnya dengan lembut “jadi selama ini itu yang kamu pikirkan” ucapnya lembut. “Aku tidak peduli dengan apapun isi lirik itu, aku cuma ingin memilikimu malam ini dan selamanya” sambil mengecup bibir Hasna lembut.


Hasnaaaaaa… kamu kok lupa lagunya belum selesai Na…..


gipeojigi jeone sangcheo ipgi jeone…..nal mitji marayo.. Sebelum segalanya terlalu jauh, sebelum kamu terlukaaa… jangan percaya diaaa Hasnaaaa…..


neon hangsang geurae …..igijeogin saekki… dia akan selalu begituuu Hasna.. Laki-laki berengsek yang egois….


Hasnaaaaaaa………. :(


**********************


Kenapa cerita bahagianya malah bikin aku nangis… Hasnaa…  nulis story ini suka malah bikin nangis sama ceritanya ngeselin banget… gak mau komen ahhh… dengerin aja sendiri lagu Let’s not fall in love… Tapi aku beneran love sama kalian yah… Makasih dukungannya

__ADS_1


**********************


__ADS_2