Ibu Untuk Anakku

Ibu Untuk Anakku
Paket Hemat Beli 2 dapat 3


__ADS_3

Pesat Resepsi berlangsung hingga jam 1 siang. Setelah itu dilanjutkan dengan acara makan siang untuk keluarga besar. Hasna sudah merasa lapar sangat, kakinya sudah lelah karena berdiri menggunakan heels yang tinggi. Ia sudah terbiasa memakai sneaker atau flat shoes.


“Hadeuuuhhh… “ Hasna langsung membuka sepatunya di panggung saat MC menutup acara. Reza memalingkan mukanya dan melihat Hasna yang duduk kelelahan di kursi pelaminan.


“Amit-amit nikah berkali-kali… aku mah nikah sekali aja cape jiwa raga beginih” Hasna mulai mengigau


“Memangnya asalnya mau niat menikah berapa kali” tanya Reza. Hasna menatap Reza dengan tatapan putus asa.


“Jangan ngajak ribut… lagi gak ada tenaga.. Aku suka emosi jiwa kalau diajak ribut pas lagi cape… ini warning yah” jawab Hasna sambil meminum air mineral yang disimpan di belakang kursi.


Reza tersenyum mendengar jawaban Hasna, perempuan ini sudah mulai berani mengancam. Dulu saat ia marahi di kantor lebih banyak menunduk dan tidak berani menatap mukanya.


“Ayo kita makan” ajak Reza sambil beranjak menuju meja perjamuan, disana telah berkumpul beberapa anggota keluarga.


Hasna memaksakan berdiri, kakinya terasa lemas. Kalau boleh dia ingin merebahkan diri di kursi pelaminan.


“Sebentar ah lemes nih, gula darah turun banget kayanya” Hasna kembali duduk, kakinya seperti tidak bertenaga.


“Mau dibopong kaya pengantin baru” tawar Reza sambil tersenyum.


Hasna langsung melotot


“Jangan suka iseng” Reza tertawa melihatnya,


“Ya sudah ayo aku pegang, bilang aja pengen di gandeng” Reza mengulurkan tangannya dan menarik tangan Hasna supaya berdiri. Akhirnya mereka berjalan  dari pelaminan dengan perlahan.


“Hahaha teteh meni sok-sok an lemah lembut begitu biasanya juga loncat-loncat” Emran langsung mengomentari kakaknya yang terlihat berjalan dengan penuh kehati-hatian.


“Emran diam… teteh lagi cape” Hasna cuma melotot dan Emran langsung mengunci mulutnya, rupanya pengalaman sering dimarahi saat Hasna capek membuatnya mundur dari keisengan.


“Sini sayang duduk dekat Mama” ucap Mama Bertha yang langsung menunjuk kursi kosong yang ada di sebelahnya. Hasna menatap melihat kearah Mama dan Ayah mereka langsung tersenyum dan menyuruhnya duduk dengan Mama Bertha.


“Hahahaha masih minta ijin Mamanya buat duduk sama kita, dibiasakan punya keluarga baru Hasna” Mama Bertha tampaknya melihat kalau Hasna masih bingung memposisikan dirinya.


“Hehehe enggak Mam, cuma agak bingung aja” Hasna langsung duduk dan menatap hidangan di depannya, begitu lengkap dan serba ada. Yang terlihat di matanya adalah cake yang lucu dan berwarna warni. Langsung diambilnya kue yang mengandung krim dan strawberry.


“Kamu seperti Maura saja langsung makan kue manis” ucap Reza sambil mengambil pasta.


“Ini makan dulu nanti setelahnya kamu bisa makan cake sebagai hidangan penutup” ucapnya sambil menyodorkan pasta ke depan Hasna.


Hasna mengambil pasta yang disodorkan Reza sambil tersenyum tipis. Di rumah semua orang tahu kalau Hasna paling suka makan cake manis, itu karena Mama rajin membuat kue di rumah. Saat ia sedang menyantap pasta terdengar panggilan dari Mama dari meja seberang.


“Hasna… teman-teman kuliah kamu datang” Mama menunjuk ke arah pelaminan, terlihat ada 3 orang yang sedang berdiri dan memandang kearahnya. 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan. Yang perempuan berteriak.


“Hasnaaaaa” sambil melambai-lambaikan tangannya.


“Mbak Ziaaaa…. Hahahahaha kalian bisa datang” Hasna langsung berdiri.


“Mama Papa Hasna izin sebentar ada teman sahabat lagi kuliah… eh Mas maaf ada teman kuliah datang, mereka sebetulnya tadi gak yakin bisa datang katanya… Mas Reza makan aja dulu nanti aku kenalin mereka… mereka senior aku waktu di BEM” Hasna langsung berdiri dan bergegas menghampiri kakak kelasnya saat kuliah.


Reza hanya bengong melihat cepatnya Hasna berdiri dan berjalan menuju seniornya. Alasan lemas dan kurang gula tampaknya langsung hilang begitu melihat teman-temannya. Dilihatnya teman-teman yang dimaksud Hasna, terlihat rapi dan bergaya seperti anak muda sekarang yang memakai pakaian pas di badan. Yang perempuan berkerudung modern dan 2 laki-lakinya berkacamata dengan potongan rambut pendek. Tidak tampak usaha untuk menghampiri orang tua Hasna, hmmm khas gaya anak sekarang kurang kesantunan pada orangtua pikir Reza.


Terdengar suara ramai tertawa Hasna dan perempuan temannya. Kemudian Hasna mengajak mereka menghampiri orang tuanya terlebih dahulu dan kemudian mendekati meja Reza dan orangtuanya.


“Kang Arkan, Mbak Zia, dan Kak Reyhan  ini suami aku dengan orangtuanya”


Reza melihat ketiga teman Hasna, semuanya hanya berbeda 1 atau 2 tahun dengan Hasna.

__ADS_1


“Ini bukannya Arkan putranya Selvi dan Felix” tanya Mama Bertha.


“Eh iya Tante, kenal dengan orangtua saya” tanya Arkan kaget.


“Hahahahah ya ampun Om sampai pangling.. Reza kamu masih ingat gak ini anak kecil yang dulu suka lari-lari nyebur ke kolam renang dulu, ya ampun dulu bandel banget… sekarang ganteng begini..hahahahhahaha” Papa langsung berdiri dan tertawa-tawa.


“Sini duduk makan bersama kami, Reza minta waiters untuk membawakan dua extra kursi untuk teman-teman Hasna” Papa langsung menyuruh Reza untuk memanggil waiters. Reza langsung menatap malas.


“Biar sama aku aja Pa” Hasna langsung berdiri dan melambaikan tangannya memanggil waiters untuk membawakan kursi dan kelengkapan makan untuk teman-teman Hasna.


“Gak usah Om kami gak lama kok” Arkan langsung menolak dengan sopan.


“Jangan begitu sudah lama sekali gak pernah ketemu, lebih dari 20 tahun kayanya, iya lebih dari 20 tahun yang lalu, waktu itu kalian pindah ke Malaysia yah karena Felix diangkat jadi Branch Manager disana”


“Mukanya mirip banget sama Felix ya Pap” ucap Mama sambil tersenyum menatap Arkan.


“Kok bisa kenal sama Hasna gimana” tanya Mama.


“Saya kakak kelas Hasna waktu kuliah” ucap Arkan


“Kebetulan sama-sama aktif di BEM”


“Iya Mam aku dulu jadi sekretarisnya pas Kang Arkan jadi Ketua BEM, kesiksa banget waktu dia jadi ketua itu, makanya dia pas aku nikahan datang, merasa bersalah kali ya Mbak Zia” Hasna langsung menyenggol Zia yang duduk di sebelahnya.


“Iya saya kebetulan barengan sama Hasna jadi Kabiro yang suka dihantam sama Arkan kalau telat setor kerjaan” Zia langsung cekikan. Arkan tampak diam saja seperti tidak peduli.


“Sekarang kamu kerja dimana? Di Perusahaan Papa kamu? Om denger papa kamu membuka perusahaan sendiri sepulang dari Malaysia” Papa terlihat sangat bersemangat bertemu anak sahabatnya.


“Saya kuliah lagi Om, kata papa tahun depan baru diminta gabung, harus mengambil S2 ekonomi dulu karena saya dulu S1 nya Psikologi”


“Waaah bisa belajar sama Reza, dia juga dulu ambil ekonomi… ya sudah sekarang makan dulu”


“Belum Om masih jauh” jawab Arkan dengan tenang, ia mulai asyik mengambil makanan yang terhidang di meja.


“Papa Mbak Zia ini calonnya Kak Reyhan… mereka berdua teman senasib dimarahin sama Kang Arkan jadi aja memutuskan buat nikah meratapi nasib...hahahaha” Hasna langsung cekikikan.


“Kalau Arkan sudah punya calon… pasti cantik soalnya ganteng begini putranya Mama Selvi” tanya Mama Bertha


“Dia masih patah hati Tante, soalnya calon gebetannya menikah duluan, perempuannya dulu gak peka gak bisa dikodein” Zia langsung tertawa-tawa.


“Makanya Kang jangan suka kode-kodean… kaya bukan anak Psikologi aja” sambung Hasna sambil tertawa-tawa. Zia malah tertawa semakin keras mendengarnya, dan langsung disikut oleh Reyhan.


Percakapan mereka terputus dengan kedatangan Maura di meja mereka.


“Buna syudah makannya? Mola tadi makan keik buanyaaaak sama Om Emlan” Maura langsung duduk di pangkuan Hasna.


“Woaaaa… pasti makan yang ada strrrrrawwwberrryyy nya…” ucap Hasna sambil menjembel pipi Maura.. Sengaja menekankan hurruuuufff rrrrr


“Iyaaa Mola syuka syama stlaaawveliiii nya” Maura ketawa-tawa mendengar Hasna menyebut strawberry dengan panjang. Arkan tampak kaget dan melihat ke arah Maura dan Hasna dengan tajam.


“Papi aku mau duluan ke kamar, ada peer yang musti aku kerjakan dan besok harus dilaporkan sama teacher. Aku gak bisa beralasan gak ngerjain homework gara-gara Papi menikah… terlalu aneh” Hujan menghampiri Reza.


“Malam ini aku mau tidur di suite yang Granny, sekarang mau ambil koper dulu.. Kuncinya mana” Hujan langsung meminta kunci kamarnya kepada Reza.


“Kuncinya Papi titip di resepsionis, kamu ditemani siapa kesana?” Reza langsung berdiri.


Arkan tampak mengamati Hujan dan Maura silih berganti. Hasna langsung tertawa.

__ADS_1


“Kang gak usah kaget gitu, aku dapat paket hemat beli 2 dapat 3” Hasna cekikikan melihat ekspresi Arkan yang bingung.


“Iya menikah dengan anaknya dikasih bonus bapaknya… jadi beli 2 dapat 3 kan..hahahahaha”


“Emang dia gak tau Mbak?” tanya Hasna kepada Zia.


“Hehe kita gak sempat cerita sama Arkan, soalnya tadi begitu ketemu langsung berangkat di Bandara” Zia hanya tersenyum tipis.


Reza melirik ke arah Arkan yang tampak diam dan memandang Hasna dan Maura silih berganti.


“Istrinya Reza meninggal 3 tahun yang lalu, dan sekarang dia menikahi Hasna” ucap Papa dengan senyuman.


“Ow maaf saya tidak tahu” ucap Arkan singkat.


“Tampaknya Om dan Tante akan istirahat, kami akan pamit pulang saja” ucap Zia cepat.


“Selamat yaa Hasna dan Mas Reza semoga samawa selamanya, titip Hasna teman kami ini ya Mas, dia mood boster kami selama berorganisasi, kalau gak ada dia kayanya semua anggota sudah hengkang dari BEM kena tembakan dari Arkan trus” Zia mencoba memecah kekakuan.


“Terima kasih yaa sudah jauh-jauh datang, katanya lagi pada di Malaysia, sampai pada repot maksain datang… cepat menyusul ya Mbak Zia dan Kak Reyhan” Hasna langsung memeluk Zia.


“Kang makasih yaaaa… semoga segera menemukan calon yang ngerti di kodein” goda Hasna kepada Arkan yang dibalas dengan senyuman tipis oleh Arkan.


Akhirnya ketiga teman Hasna langsung pamit. Sebagian keluarga besar juga sudah pamit pulang tinggal keluarga inti yang masih ada. Isyana sudah pulang duluan ke hotel karena Mikail mengamuk karena udara cukup panas.


“Kang Iwan nanti malam kita dinner dulu yah, pembubaran panitia sama WO” ucap Papa Ardy saat Ayah dan Mama bersiap untuk pulang.


“Siap… asal menunya nasi liwet saya nanti mau bawa bandrek”


“Waaah pas dong, saya sudah minta menu pesta barbeque buat nanti malam”


“Waaah kalau barbeque cocoknya sambil bawa ubi dan singkong buat dibakar”  Ayah langsung keluar ide aneh, ini hotel ayah bukan barbeque kemping.


“Setuju kang… itu gak bikin kolestrol” jawab Papa Ardy.


Mama langsung memotong “Sudah Ayaaah, jangan banyak ide aneh ah… ayo kita pulang dulu, istirahat, nanti sakit punggungnya kambuh kalau kecapean” Mama langsung menarik ayah pulang.


“Mama … aku pulang sama siapa?” Hasna langsung kaget melihat dirinya ditinggalkan.


“Ehhh ari teteh sudah nikah pulang sama suami, masa masih ngintil sama Mama Ayah… Maaf Pak Ardy Bu Bertha … anak saya belum terbiasa..hehehe” Mama langsung melotot pada Hasna.


Hasna langsung terdiam dan bingung.


“Aku gak bawa baju ganti, tadi gak kepikiran nyiapin baju ganti” Hasna langsung teringat tadi saking paniknya sampai lupa menyiapkan baju untuk ganti, pikiran Hasna ia akan pulang kembali ke rumah.


“Hasna sudah disiapkan kamar di hotel, nanti untuk pakaian ganti diambilkan saja sama supir bagaimana?” Mama Bertha tersenyum melihat kepanikan Hasna. Wajar pikirnya anak ini belum terlalu dekat dan kenal dengan keluarga Reza karena proses perkenalan yang cepat.


“Nanti aku antar pulang ke rumah, sekarang kita ke kamar dulu saja, mengantarkan Hujan” Reza menengahi


“Eh… ke kamar?” Hasna langsung melirik ke arah Mama Bertha tidak mungkin dia bilang soal kamar yang terpisah di sini.


“Mauraaa mana?” Hasna langsung celingukan.


Anak koala maaanaa? Bahaya kalau masuk kamar cuma berdua … Mauraaaaa…. Buna mau ceritaaa nih….


****************************


Baiklah saya lanjutkan.... Mohon dukungan dan doa rebunya yaaaaa...

__ADS_1


Sudah ada calon pengganti Arya nih... teman dari masa lalu mulai bermunculan 1/1. Episode kedepan kita mulai Season 2 dengan Tema Awal : Belajar Untuk Taat meskipun Berat". Kalau sudah menikah istri harus taat pada suami meskipun berat. Mari ibu-ibu kita mulai narik nafaaas panjaaaang..... huaaaahhhhh....


*****************************


__ADS_2