Ibu Untuk Anakku

Ibu Untuk Anakku
Hanya Cium Tangan Saja


__ADS_3

Alhamdulillah…. Semua yang ada di ruangan mengucap syukur saat Hasna menjawab kesediaannya atas pinangan Reza.


“Dengan kesediaan dari Teh Hasna, maka sudah jelas kiranya, rencana yang kedepan yang dapat dirancang oleh kedua keluarga”


“Untuk teknisnya saya persilahkan kepada kedua orangtua dan calon mempelai, kapan sekiranya bisa menyepakati waktu untuk akad nikah dan walimatul ursy”


“Kami tadi sekeluarga menyepakati tadi kalau sekiranya keluarga besar Kang Iwan menyetujui kami ingin acara akad nikah untuk dapat diselenggarakan secepatnya. Untuk itu kami bersedia menyiapkan segala kelengkapan dan persiapan agar memudahkan kedua belah pihak.”


“Terus terang saja tadi Mamanya Reza khawatir kalau di lama-lama ada yang menyalip di tikungan katanya….hehehehe. Kalau Reza sih insya allah banyak satpamnya tidak akan kemana-mana” ucap Pak Ardy yang langsung meminta udah disegerakan pernikahan keduanya.


Hasna langsung menatap Mama dengan tatapan penuh harap agar dibantu, digeleng-gelengkan kepalanya sambil berkomat kamit


“Gak mau cepet-cepet” Hasna menatap Ayah sambil menatap penuh putus asa.


“Wahahahahaha Nak Reza sudah tidak sabar rupanya” ucap Ayah


“Ini anak saya malah jadi stress disuruh nikah cepet-cepet.. Mulutnya udah komat-kamit aja… padahal saya sih seneng nambah anak lagi punya menantu jadi nanti bisa ada yang bantuin kalau nyuci mobil heheheheheh”


“Hadeuuh si ayah mikirnya nyuci mobil melulu” pikir Hasna.


“Kapan Mas Ardy harapan waktunya untuk bisa meresmikan pernikahan anak-anak?” tanya Ayah


“Kalau saya sih minggu depan juga bisa Kang?” ucap Pak Ardy dengan santai.


“Waaaah jangan-jangan terlalu cepat.. Nanti sangkaan negatif kalau menikah tiba-tiba itu, bukannya kami tidak ingin dibantu tapi kami ingin menyiapkan dengan baik pernikahan anak kami, secara Hasna ini anak perempuan kami satu-satunya” ucap Mama


“Dalam budaya Sunda, orangtua bisa hajatan itu untuk anak perempuan saja, karena anak laki-laki kami hanya mengantarkan…. Mohon diberikan waktu yang cukup sehingga kami bisa mempersiapkan dengan baik” sambung Mama dengan bijak.


Hasna langsung mengacungi jempol sama Mama.


“Ya baik, kami memahami keinginan dari pihak Kang Iwan dan keluarga, tapi mohon ijin juga karena sekitar 1 bulan kedepan, secara agenda pekerjaan kami sudah mulai proses untuk melakukan merger dengan Tiongkok sehingga kemungkinan Reza akan banyak bepergian keluar negeri.”


“Untuk itu kami minta apakah dimungkinkan pernikahan dilangsungkan paling lambat satu bulan dari sekarang”


Ayah langsung memandang Mama dan Hasna, tersenyum dan menepuk-nepuk tangan Hasna.


“Alhamdulillah saya sangat bahagia mendengar keinginan dari Keluarga Mas Ardy yang sudah tidak sabar punya menantu anak saya ini, insya allah saya akan membicarakan dulu dengan keluarga”


“Tapi dari saya pribadi, kalau niat baik itu harus disegerakan, karena pada dasarnya secara kematangan usia dan kemampuan insya allah putri saya sudah cukup usia untuk dinikahkan, kami selaku orangtua sudah berusaha membekalinya untuk bisa berumahtangga.


“Nak Reza sudah memiliki pengalaman bagaimana berumahtangga sebelumnya, harapan saya bisa menjadi pengalaman yang baik untuk dapat membimbing anak saya dalam berumahtangga menyempurnakan ahlaknya dan amal solehnya menjadi seorang istri dan ibu bagi anak-anaknya”


“Walaupun Hujan dan Maura adalah anak sambung untuk Hasna, saya berdoa tidak akan ada perbedaan dalam mendidik dan mengurus anak-anaknya kedepan. Sudah bisa dilihat sebetulnya sekarang juga ini Maura tidurnya mirip sama Hasna kalau tidur suka mangap..heheheheh” Ayah mengusap-usap kepala Maura yang masih tidur dengan nyenyak di pangkuan Hasna.


“Pertimbangan dari Pak Ardy dan keluarga bulan depan karena semakin banyaknya kesibukan akan kami pertimbangan dengan baik, insya allah Allah meridhoi”


“Ehh ini mah naga-naganya bulan depan jadi beneran nikah” pikir Hasna


“Untuk teknis persiapan nikah kami sudah menyiapkan Wedding Organizer yang sudah memiliki pengalaman dalam pernikahan di keluarga kami, mudah-mudahan bisa membantu karena Hasna sibuk bekerja dan Reza pun sama” ucap Pak Ardy kembali.


“Alhamdulillah, semuanya diberikan kemudahan, Hasna memang anak perempuan yang baik Pak Ardy, saya sebagai pamannya mengasuh dari bayi sampai besar sekarang, suka bertanya-tanya dengan siapa nanti Hasna mendapatkan pasangan hidup, alhamdulillah ternyata mendapatkan calon pasangan hidup yang mapan, dari keluarga baik-baik semoga bisa menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warohman nantinya” ucap Om Abas


“Amiiin yra” semuanya serempak mengaminkan doa dari Om Abas.


“Baik kalau tidak ada lagi yang akan kita tutup acara pinangan ini dengan ucapan hamdallah, semoga apa yang kita rencanakan diberikan kemudahan dan kelancaran dari Allah swt”


“Alhamdulillahirobbil alamin” semuanya serempak mengucap syukur.


“Silahkan kami persilahkan keluarga Pak Ardy untuk mencicipi Nasi Liwet khas Bandung, meskipun malam hari, sekali-kali kita makan besar, insha allah tidak akan gemuk karena menunya 4 sehat 5 kenyang” kembali Ayah ngabodor garing lagi.


“Wahahaha ini yang saya tunggu Kang Iwan, saya seringnya disuguhi steak sama makanan western tapi gak senikmat makan di rumah Kang Iwan seperti minggu kemarin, jadi ketagihan pengen makan terus kesini”


“Aduuuh Papa ini bikin malu aja, numpang makan terus dirumah orang” Mama Bertha langsung nyambung

__ADS_1


“Saya mesti belajar bikin Nasi Liwet  ini sama Mamanya Hasna” sambungnya


“Minggu kemarin saya bawa Bolu Putu Ayu aja sampai pada kagum orang rumah gak percaya saya bisa masak” ucapnya. Mereka langsung menuju ke meja makan untuk menikmati hidangan yang sudah disiapkan, Ema sudah senyam senyum manis ingin segera unjuk kabisa menyajikan masakan yang dibuat sama orang tapi dijaga sama Ema.


“Kak Hasna perkenalkan saya Isyana dan ini Steve suami saya” Isyana, adiknya Pak Reza langsung mendekat kepada Hasna, ternyata beneran mirip sama Mama Bertha tinggi dan cantik, Hujan itu lebih mirip ke Tantenya daripada Pak Reza.


“Owh iya alhamdulillah bisa bertemu, waah ternyata Hujan ini mirip sama Tantenya cantik dan tinggi” Hasna langsung mencoba berdiri tapi karena sedang memangku Maura jadi tidak bisa bergerak.


“Sini Maura saya tidurkan di kamar saja” Reza langsung membawa Maura dari pangkuan Hasna dan membawanya ke kamar Hasna.


“Waah Abang sudah sangat terbiasa di sini sampai seperti anggota keluarga beneran” Isyana menggoda kakaknya yang tampak kalem saja


“Steve can you speak Bahasa” tanya Hasna


“Yes I can speak Bahasa a little, like halo apa kabar, terima kasih, selamat pagi, selamat siang, selamat malam… something like that”


“Don't worry Mr. Steve I can teach you another language Bahasa Sunda, its very easy and fun also” Emran langsung nimbrung, “Wah ini mah dijamin gak bener” pikir Hasna


“Ade awas kamu mah suka ngajarin yang gak bener, jangan percaya sama Emran… suka kacau dia tuh” Hasna langsung memberikan peringatan pada Isyana.


“Hahahah dari sejak tadi udah ngajarin yang gak bener Kak… masa waktu nanyain size baju disuruh ngomong “minta no beha eneng sabaraha” sama penjaga outletnya" ucap Isyana sambil tertawa-tawa


“Astagfirullah Ade….. kamu tuh” Hasna langsung dipelintir telinga Emran.


“Ampun teh ampun, kirain tadi gak akan diomongin langsung ternyata dia telinganya bagus langsung bisa ngomong gitu…. Ampun aduh ampun” Emran langsung menahan telinganya.


“Steve please forgive my little brother like my father said before he always become a troublemaker in this house” Hasna langsung minta maaf, bikin malu aja.


“Its fine, actually I enjoy his companion, can you image that girl  face, she look so confuse, so I have to repeat my question asking about “minta no beha eneng sabaraha”


“Luckily Isyana came in the right time and asking apologize to her” Steve bercerita sambil cekikikan membayangkan kejadian tadi siang.


“Udah kamu sana jauh-jauh, jangan deket-deket sama Steve”


“Bahasa inggris kamu bagus juga” ucap Reza singkat.


‘Bagus dong toefl aku 650, udah bisa kuliah S2 keluar negeri” jawab Hasna, setelah melihat Steve dan Isyana ke meja makan.


“S2 nya boleh di luar negeri kan?” goda Hasna sambil tersenyum-senyum.


“Untuk apa saya menikah sama kamu sekarang kalau kamunya malah pergi keluar negeri, memangnya saya penyedia beasiswa” Reza beranjak berdiri.


“Hahahahah tau aku juga tugasku kan jadi baby sitter anakmu, kuliah S2 itu cuma bonus aja, awas aja jangan minta bonus” Hasna mencibir


“Jangan khawatir saya bisa menjamin kamu yang nanti minta bonus” Reza meninggalkan Hasna sambil tersenyum penuh arti.


“Huh orang ini mesti diwaspadai, mukanya mungkin kalem pendiam tapi banyak akal bulusnya” Hasna langsung mencatat itu dalam hati.


“Assalamualaikum…” terdengar suara perempuan di luar.


“Waalaikum salam wr wb” jawab Emran sambil keluar.


“Ehhhh ini gadis jaman baheula tahu aja kalau ada kondangan, pasti mau numpang makan gratis yah” sambung Emran


“Teh ini, ada teman uka-ukanya” sambungnya


“Ihh Emran, kamu tuh, segini kita udah cantik disebut Uka-uka, nanti bogoh sama Teteh tau rasa” ucap Aurel.


“Ewwww… aku mah suka cewe original bukan yang penampakan kaya gini” Emran langsung mendapatkan pelintiran cubitan di perutnya.


“Ihhhhh ya Allah, ini hari aku dipelintir telinga sama perut, mimpi apa sih… haduuuh ampun-ampun, Teh Aurel paling cantik sejagat raya, tiada bandingannya, awal mula kecantikan teh Aurel itu hanya rahasia alam”


“Emang dulu aku gak cantik, dari dulu sudah cantik kamu nya aja masih SD jadi gak bisa bedain perempuan”

__ADS_1


“Anak SD itu masih murni teh bisa membedakan mana perempuan yang cantik aseli atau penampakan”


“Emang kamu lagi SD ngeliat aku kaya gimana gitu”


“Aku kan anak SD atuh, gak akan mungkin tertarik liat anak SMA, pusing aja liat teteh bajunya ngatung, duduknya kemana-mana sampai celana dalam kelihatan”


“Emran kamu suka noong yah”


“Aku gak noong teh, da kalau Teh Aurel duduknya suka asal, ingat ini mata aku tuh bukan asesoris bisa ngeliat celana dalam bunga-bunga sama pink yang ada rendanya” dan pelintiran di perut juga jadi nambah sama Hasna


“Kamu mendingan ajak Hujan makan, supaya dia ada teman ngobrol daripada ngacapruk kaya gini” Hasna langsung mendorong Emran pergi. Dari dulu musuh Emran adalah Aurel selalu saja mereka berdua ribut, tapi Aurel paling sayang sama Emran sebetulnya, kalau jalan-jalan keluar kota selalu membelikan hadiah oleh-oleh untuk adik sahabatnya.


“Kamu tuh Na kenapa gak bilang mau tunangan, tega sama temen” ucap Ghina


“Mana Mama sama Ayah, aku mau salam dulu, udah lama gak ketemu” sambungnya sambil masuk ke dalam rumah.


“Waaaaah gening ada gadis-gadisnya Ayah datang juga heheheheh… pengen kecipratan punya jodoh juga yah kaya Hasna….sok atuh minta restu dulu sama Ayah nanti insya allah langsung dapat yang ganteng kaya calonnya Hasna” Ayah langsung menyambut Ghina dan Aurel yang menyalaminya.


“Makanya kalau ayah ngajakin kalian nyuci mobil kalian musti mau, tuh ini Hasna bisa cepat dapat calon karena sering disuruh sama ayah ganti ban sambil nyuci mobil”


“Atuh kalau kita jagoan ganti ban nyuci mobil sih nanti dapat pasangannya tukang tambal atau teknisi servis mobil yah” sambung Aurel gak mau kalah.


“Hasna tega banget yah gak bilang-bilang mau nikah, kemarin kita ketemu pas di PVJ juga gak ngaku bilangnya bos nya aja, tapi masa bos udah pegang-pegangan loh yah waktu jalan di PVJ” Aurel langsung membuat gibah demi mendapatkan restu ayah.


“Tah-tah Hasna gak bilang suka jalan sambil pegangan sama Ayah.. kapan itu?” ayah langsung kepo


“Bohong ayah, itu dasar mereka suka ngomong yang gak bener, aku waktu pulang dari Bandung kemarin yang baregan sama anak-anak, kebetulan tertinggal jadi disuruh cepat-cepat bukan lagi pegangan tangan… kamu tuh awas” Hasna langsung menarik tangan Aurel.


Tak lama keributan langsung terpecah oleh suara Maura yang rupanya sudah bangun dan keluar dari kamar.


“Ehhhh ini ada anak cantik katanya udah mau punya adik yahh” Aurel langsung menyambut Maura dan menggendongnya.


Maura yang baru terbangun melihat kepada Aurel dan mencari Papinya.


“Papiiiii…. Tadi kata Buna di pelutnya udah ada ade bayi … Buna udah hamil” ucap Maura sambil menggosok-gosok matanya.


“Arggghhhh…. Engga-engga Buna gak hamil….” Hasna langsung teriak.


“Ade … kamu tuh... “ Angga langsung menarik tangan Hasna dan menyentakkannya


“Kakak beneran aku gak hamil”


“Itu tadi Maura ngedenger aku telepon sama Aurel …”


“Aurel bilang sama Kak Angga kalau tadi kamu yang telepon bilang aku hamil terus aku bilang enggak kan”


“Apaan engga ih .. aku gak nanya gitu” Aurel dalam misi balas dendam karena gak kebagian lelaki ganteng langsung senyam senyum, bakat jail dan menyebalkannya selalu keluar disaat yang tepat.


“Kamu tuh bilang yang jujur, dalam Islam perempuan yang hamil dilarang dinikahkan sampai dia melahirkan” Angga langsung berkata keras.


“Aku gak hamil Kakak beneran sumpah, aku paling jauh cuma dicium tangan doang sama Pak Reza… cuma sampai segitu itu juga aku sampai lemes, boro-boro dihamili aku pingsan kali”


Reza yang mendengar percakapan itu hanya bisa narik nafas......


“Ya ampun Hasna dicium tangan pakek dibilang-bilang pulak…. “


 


****************************


Wooooiiii..... dilarang berisik.... sabar napa..... minta up melulu... hehehehe aku teh lelah hayati udah ngelembur banyak kerjaan. Sabar donk ... ampun deh.. memang kalau sama orang baik selalu banyak cobaan, salah satunya dikasih pembaca yang gak sabaran bikin mata and hatiku gak tenang .... Kalau udah up 1 story jangan nyuruh cepat-cepat bikin lagi story yah... berikan waktu dan kesempatan untuk mengendapkan pikiran dan perasaan untuk membuat story yang bagus... Love u all


****************************

__ADS_1


__ADS_2