Ibu Untuk Anakku

Ibu Untuk Anakku
bosan


__ADS_3

Alan tengah menyetir mobilnya menuju kerumah tentunya bersama dengan Mega ..


didalam mobil mereka mengobrol sambil mendengarkan *sebuah lagu dan tentunya Alan akan mengikuti lagu yang dia dengar


Aku hanyalah manusia biasa


Bisa merasakan sakit dan bahagia


Izinkan kubicara


Agar kau juga dapat mengerti


Kamu yang buat hatiku bergetar


Rasa yang telah kulupa kurasakan


Tanpa tahu mengapa


Yang kutahu inilah cinta


Cinta karena cinta


Tak perlu kau tanyakan


Tanpa alasan cinta datang dan bertahta


Cinta karena cinta


Jangan tanyakan mengapa


Tak bisa jelaskan karena hati ini telah bicara


Kamu yang buat hatiku bergetar


Senyumanmu mengartikan semua


Tanpa aku sadari


Merasuk di dalam dada


Cinta karena cinta


Tak perlu kau tanyakan


Tanpa alasan cinta datang dan bertahta


Cinta karena cinta


Jangan tanyakan mengapa


Tak bisa jelaskan karena hati ini telah bicara

__ADS_1


Ho-oo ai-ya ha-a


Cinta karena cinta


Tak perlu kau tanyakan


Tanpa alasan cinta datang dan bertahta


Cinta karena cinta


Jangan tanyakan mengapa


Tak bisa jelaskan karena hati ini telah bicara


Tak bisa jelaskan karena hati ini telah bicara*


" Al kenapa kamu tidak jadi penyanyi saja suaramu bagus "goda Mega


Alan tertawa


" benarkah ??"


"hmm kamu punya bakat Al "


" aku hanya senang dengan musik sayang.. kalau untuk menekuninya sepertinya tidak "ujar Alan


Mega mengangguk tanda mengerti dan kini mereka sampai dirumah


Alan berbaring diatas ranjang sambil membuka ponselnya Mega baru keluar dari kamar mandi dan duduk didepan cermin mengoleskan minyak angin ke leher dan keningnya Alan langsung berdiri dan mendekati Mega


"Kenapa kamu pakai ini Mega..


apa kamu sakit ?"tanya Alan


"tidak sayang aku hanya sedikit pusing "kata Mega


"kita kerumah sakit "


"tidak " Mega menjawab cepat


"maksudku aku mungkin kurang tidur saja setelah tidur pasti akan membaik "kata Mega


"tapi "


"aku baik baik saja sayang percayalah "membelai wajah Alan sambil tersenyum


"kalau begitu tidurlah akan aku bangunkan nanti waktu makan malam "kata Alan


Mega mengangguk dan mereka berjalan keatas ranjang merebahkan badan mereka masing masing


Mega menarik lengan Alan dan membenamkan wajahnya didada Alan

__ADS_1


"kenapa seperti ini sayang ?"tanya Alan


Mega mendongak


"apa tidak boleh ?"tanya Mega


"tidak bukan itu maksudku"


'' aku ingin tidur seperti ini"kembali membenamkan wajahnya Alan hanya diam dan mengusap kepala Mega dengan lembut hanya beberapa menit saja Mega sudah terlelap


dengan perlahan Alan membuka ponselnya dan membaca pesan yang masuk


"kenapa Mega tidak kedokter lagi ?" *kata Alan dalam hatinya


" apa ini yang membuat dia melamun ..


pasti karena belum ada hasil yang dia inginkan jadi dia seperti ini"kata Alan masih dalam hatinya mengusap kembali kepala Mega dengan lembut


"apapun keputusanmu aku akan selalu mendukungmu sayang"mencium kepala Mega*


Alan benar benar terjaga setelah jam makan malam Alan membangunkan Mega


"sayang bangun "


"kita makan malam dulu" kata Alan menggoyang pelan tubuh Mega


Mega membuka matanya perlahan


"bangunlah sudah waktunya makan malam"


"kepalaku pusing Al .."jawab Mega


Alan duduk dan memandang Mega


"kita ke dokter sayang"kata Alan


Mega menggeleng cepat dia sangat enggan kedokter rasanya sudah bosan dia melihat obat dan juga rumah sakit


" tapi sayang "kata Alan


"aku tidak ingin ke dokter Al ..


kamu makan malam sendiri tidak apa apa kan..aku mau istirahat "kata Mega


"lalu bagaimana denganmu apa kamu tidak lapar ?"tanya Alan


*Mega menggeleng dan membelakangi Alan ..


Alan kemudian memutuskan untuk turun dan makan sendiri


Alan makan dengan sangat cepat dia kembali kekamar dengan membawa bubur yang di buat oleh bik Erna atas permintaan Alan*

__ADS_1


__ADS_2