
Di suatu pagi yang cerah gadis cantik keturunan Jepang Rusia ini begitu semangat. Ia bangun begitu pagi dengan tampilan sudah rapih dan anggun.
Mami Arum yang baru selesai memasak untuk Ayumi dan dirinya.
"Wah putri mami sudah cantik pagi-pagi" sapa mami Arum.
"Iya mih, Ayumi harus cantik karena kak Rey sudah sadar dari koma, pagi ini Ayumi ingin menemui suami Ayumi." Jawab Ayumi yang sudah duduk di meja makan.
"Baiklah, mami mau bersih-bersih dulu, sayang makanlah dulu"kata mami Arum.
"Tidak mih, Ayumi menunggu mami untuk sarapan bersama" teriak Ayumi saat mami Arum pergi.
Ayumi membuka Handphone nya ia melihat beberapa chat masuk. Ayumi tertawa kecil melihat chat dari Danilo dan juga dari Jessica. Dan juga Aunty Karina. Namun yang membuat merasa geli dari Danilo.
Oh bidadariku, hari ini terasa hampa tanpa kehadiran mu di sisiku
"Dasar sahabat sengklek tidak punya akhlak" gumam Ayumi.
Dan ia membaca pesan singkat dari Jessica menanyakan kabar, dan juga kabar akan perusahaan Wu. Akan ulah Selena karena menghina Ayumi jika Ayumi gadis simpanan om-om.
Ayumi tidak ingin menggunakan tangannya atau membuat masalah dengan teman Jessica, padahal ia tidak punya masalah dengan selena sebelumnya.
"Kenapa sayang, ko senyum-senyum sendiri" sahut mami Arum.
"Ini teman satu kampus Ayumi, chat"
Mereka memakan sarapannya bersama, Ayumi begitu senang karena bisa merasakan masakan ibu mertuanya lagi.
"Makasih mih, sudah memasak makanan seenak ini, membuat Ayumi kangen nya terobati "
"Astaga sayang, kau merindukan masakan mami bukan mami" pekik mami Arum.
"Ng- gak mih, bukan begitu, maksudnya Ayumi kangen mami dan juga masakan mami, dulu kan sering masakin Ayumi, jika akan berangkat sekolah" Ayumi sedikit terbatah.
Membuat mami Arum tertawa kecil melihat menantunya. "Baiklah, selama mami di sini, akan memasak makanan kesukaan mu sayang"
"Benar mih" seru Ayumi dengan mata berbinar-binar.
"Iya sayang, of course"
Mereka menyelesaikan sarapan bersama dan mereka akan pergi kerumah sakit bahkan masih pagi.
πππ
Setelah satu Minggu Andreas meninggalkan Rey, ia kembali berkunjung untuk menemani sang putra angkatnya.
Ia belum tahu jika Garrett sudah bangun dari tidur panjangnya. Karena Nick belum memberi tahukan nya akan kabar ini.
Melihat dari luar jendela mata Andreas berkaca-kaca melihat Garrett sudah sadar dan ia sedang duduk di temani Nick.
Andreas menyeka air matanya yang sempat menetes. Sebelum ia masuk menemui mereka berdua.
__ADS_1
Ceklek
Pintu terbuka membuat mereka menoleh dan melihat pria paruh baya masuk kedalam.
"Uncel Andreas anda sudah kembali, maaf saya tidak memberi tahukan anda tentang ini, karena" Andreas memotong perkataan Nick.
"Tidak apa-apa Nick, membuat saya terkejut akan pemandangan ini, putra ku akhirnya sudah kembali" Andreas melangkah mendekati mereka.
"Dady" lirih Rey.
"Iya nak ini Dady, maafkan Dady telah meninggalkan mu satu Minggu ini"
"No problem dad" jawab Rey. "Apa Dady tidak memelukku" ujar Rey.
Andreas merentangkan tangannya untuk memeluk Rey. Ia menangis karena putra angkatnya masih bisa mengingatkan dirinya.
Nick ikut terharu akan kebersamaan mereka meski mereka hanya anak angkat dan Dady angkat mereka berdua saling melengkapi. Rey kehilangan papi nya dan Andres kehilangan putra semata wayangnya.
Bertepatan dengan datang nya mami Arum dan Ayumi yang melihat pemandangan kedua orang beda usia ini.
"Nyonya anda sudah datang, dia uncel Andreas" Nick memperkenalkan mami Arum kepada Andreas yang ingin bertemu. Mereka mengurai pelukannya.
"Tn. Andreas perkenalkan saya Arum Xavier ibu dari Rey dan ini Ayumi" kata mami Arum memperkenalkan dirinya.
"Saya senang bisa bertemu dengan keluarga putraku"
"Ayumi kemarilah nak" kata Andreas. Ayumi melangkah mendekati Andreas dan Rey. Sedangkan Nick di belakang Andreas.
Ayumi berhenti melangkah ia tidak tahu kenapa Rey berkata seperti itu,
"Sayang siapa yang kamu maksud hum" tanya mami Arum.
"Dia" kata Rey menunjuk ke arah Ayumi.
Deg
Membuat hati Ayumi seketika sakit dan hancur ketika suaminya mengatakan orang lain. Membuat Ayumi berkaca-kaca.
"Tapi dia istri kamu Rey" seru mami Arum.
"Rey tidak mengingat apapun mih, jika dia istri Rey" kata Rey menatap wajah Ayumi yang memerah.
"Nick" teriak Rey.
"Iya Rey" jawab
"Usir wanita ini, karena aku tidak ingin melihat wanita ini ada di ruangan ini" teriak Rey.
"Tapi Rey"
"Aku bilang usir iya usir, kenapa kau membantah ku, apa kau ingin aku pecat kamu Nick", Tegas Rey dengan tatapan membunuh.
__ADS_1
Sedangkan Andreas tidak tahu apa-apa. Ia menatap setiap orang ingin rasanya berkata tapi ia tidak tahu harus membela yang mana.
"Kak, ini Ayumi apa kak Rey melupakan Ayumi gadis kecil yang di ajak menikah oleh kak Rey ketika meminta ijin kepada dady" ucap Ayumi dengan berlinang air matanya.
Nick tidak tega melihat Ayumi di perlakukan seperti ini oleh Rey, suaminya sendiri. dan mami Arum menggelengkan kepalanya tidak percaya putra nya mengusir istrinya sendiri.
"Aku tidak pernah mengingatkan apa pun tentang mu, lebih baik kau pergi dari sini"
"Nick jika kau tidak bisa mengusirnya, biar orang suruhan ku yang berjaga di depan untuk mengusirnya. " Hardik Rey.
"Tidak perlu kak, Ayumi akan pergi dari sini" Ayumi menyeka air matanya. Ia menatap mata Rey dengan tatapan dingin.
Deg
Mata mereka saling bertemu. Rey bisa melihat mata Ayumi yang memerah menahan amarahnya. Namun Rey memalingkan wajahnya untuk tidak menatap wajah cantik Ayumi.
Ayumi membalikkan badannya ia melangkah pergi namun tangan Ayumi di cegah oleh mami Arum,
"Sayang jangan pergi mami mohon" pinta mami Arum. "Rey, mami mohon jangan usir Ayumi sayang" kata mami Arum yang sudah menangis.
"Mami, Rey putra mu kenapa kau malah mencegah dia pergi" tegas Rey.
"Ayumi mohon mih, lepaskan Ayumi untuk pergi dan kembali ke Moskow hari ini" pinta Ayumi melepaskan tangan mami Arum.
"Tapi Rey kalian baru saja di pertemukan sayang" ujar mami Arum Keukeh untuk mempertahankan menantunya untuk tidak pergi.
"Aku bilang pergi" Bentak Rey.
Membuat semua orang terhenyak akan suara Rey .
Nick, mami Arum tidak bisa apa-apa melihat kepergian Ayumi.
Jika ini keinginan mu kak, Ayumi akan pergi sesuai keinginan mu, karena Ayumi tidak ingin menjadi istri yang durhaka kepada suaminya
Batin Ayumi.
Ia mulai melangkah pergi meninggalkan ruangan Rey. Ayumi menyeka air matanya yang terus saja mengalir membasahi pipi mulus nya.
Ayumi merogoh tas nya untuk menghubungi Daniel.
"Hallo kak, siapkan private jet nya sekarang" ucap Ayumi setelah sambungan telepon tersambung.
namun sebelum Daniel menjawab Ayumi memutuskan sambungan telepon nya.
Ayumi menyetop taksi ia menggunakan taxsi untuk pergi ke Bandara, ia tidak kembali ke apartemen Rey karena itu bukan apartemen nya. Sedangkan baju Ayumi ia tinggal begitu saja. Itu hanya baju pikir Ayumi jadi tidak di permasalahkan.
"Uncel kita pergi ke bandara sekarang" kata Ayumi kepada sopir taksi. Tidak ingin banyak yang melihat Ayumi ia memakai kacamata hitam untuk menutupi matanya.
to be continued
Wah tidak terasa Janda Tapi Perawan sudah Bab 100 ππππ₯³π₯³. terimakasih buat dukungan kalian, jangan lupa like dan komentar dan juga hadiah, voteππππ₯°π€
__ADS_1