
Willi masih terdiam di dalam ruangan meeting padahal meeting sudah selesai setengah jam yang lalu.
Willi berharap Rey akan kembali masuk ke dalam area ruang meeting. Hingga akhirnya sang asisten membuyarkan lamunan Willi.
"Tuan, meeting sudah selesai, anda harus segera Kembali ke California," ujar lucky.
"Tunggu 10 menit lagi lucky." Pinta Willi.
Lucky hanya bisa menghembuskan napas kasar. Ini sudah ke tiga kalinya membujuk Willi untuk pergi dari perusahaan Rey.
Sedangkan Nick merasa terkejut saat seseorang melapor. Jika, Willi masih berada di area meeting. Sedangkan Rey sudah pergi dari setengah jam yang lalu. Dengan segera Nick mendatangi Willi yang masih berdiam diri.
"Taun Muller anda masih disini?" Tanya Nick.
"Iya, asisten Nick, saya masih mau menunggu Garrett maksud ku Tn. Xavier." Ucap Willi.
"Tapi, maaf Tn. Muller. Jika, Tn. Rey tidak ada di kantor. Anda bisa membuat janji terlebih dulu." Kata Nick.
Willi merasa kecewa. Ternyata Rey tidak da di kantornya. Ia memutuskan untuk pergi dari perusahaan R&A.
"Terimakasih asisten Nick. Lucky kau buat janji dengan Tn. Xavier. Dan kita tunda kepulangan ke California." Tegas Willi. Ia keluar dari area meeting dan di ikuti oleh Asisten nya.
Nick hanya bisa menatap kepergian Willi dan asisten nya saja hingga menghilang di balik pintu.
🍃🍃🍃
"Tenang sayang, percayalah sama Rey. Kita tunggu disini saja iya." Bujuk Karina.
Ayumi menyuruh sopir pribadinya untuk mengikuti kemana Rey pergi dan sekarang Ayumi berada di sebuah bangunan tua yang ada di pinggiran Paris.
"Tidak aunty, Ayumi ingin turun." Pinta Ayumi. Emosi ibu hamil mulai naik. Iyaa tidak mau harus menunggu dan berdiam diri di dalam mobil.
"Tunggu lah sebentar, jika Rey tidak kunjung keluar. kita sama- sama turun dan masuk kedalam."
Sedangkan Rey menemui bodyguard nya yang sudah di tugaskan untuk membawa seseorang yang ada di Paris Disneyland tempo hari.
__ADS_1
"Dimana dia." Ucap Rey tanpa basa basi.
"Tuan anda sudah datang, ada di dalam tuan." Jawab bodyguard Rey.
Rey masuk ke dalam di temani bodyguard nya. Ia melihat seorang wanita yang di tutup mata, mulutnya. Dan kedua tangan nya di ikat.
Rey mengisyaratkan untuk melepaskan semua ikatan dan penutup matanya.
"Kapten,"
Iya, wanita yang sudah menjadi mata- mata Rey adalah Emily. mantan pramugari Rey.
"Kapten," Emily mengucapkan kata yang sama. Ia bangkit dari tempat duduknya dan mulai berjalan menuju dimana Rey berdiri.
"Aku tahu kau pasti datang. Oh my ... doa ku terkabul."
"Apa tujuan mu hendak mencelakai istriku." Ucap Rey menekan kata Istri membuat Emily merasa kecewa.
Flashback on:
Emily menyuruh seseorang untuk memberikan Ayumi minuman saat Rey tengah membeli makanan permintaan Ayumi.
Namun, sebelum nya minum itu sudah di campur oleh nya dengan sesuatu. Agar kandungan Ayumi bermasalah dan Rey menyalahkan Ayumi hingga meninggalkan Rey.
Salah satu anak buah Rey mengetahui hingga seseorang yang di tugaskan untuk mengantarkan minuman untuk Ayumi terjatuh.
Flashback off:
Prediksi Emily salah jika Rey tahu.
"Aku tidak ingin wanita Asia itu menjadi istrimu."
"Kapten tinggal kan istri jalangmu itu."
"Ck,. Harusnya kau ngaca. Kau yang sebenarnya ****** Emily."
__ADS_1
"Kau sudah membuang- buang waktuku saja." Imbuh Rey ia membalikkan badannya dan hendak pergi meninggalkan Emily.
Namun Emily malah memeluk Rey dari belakang.
"Kapten, aku hamil. Ayo kita menikah."
Brug
"Baby,"
Rey melepaskan tangan Emily dan mendorong nya hingga jatuh ke lantai.
"Maaf tuan, jika Nyonya memaksa untuk masuk." Kata salah satu bodyguard nya.
Ayumi nampak berkaca-kaca. Ia tidak bisa berkata apa pun.
"I hate you. Dasar Bastard," teriak Ayumi kepada Rey. Dan ia kembali keluar dan berlari membuat ia menabrak Karina yang hendak menyusul Ayumi.
"Baby tunggu." Seru Rey. Namun Ayumi tidak mempedulikan Rey.
"Shiitt," umpat Rey.
"Dan kau, akan aku beri perhitungan jika terjadi sesuatu kepada istri ku." Sambung nya.
"Sayang, kau menangis? Ada apa?" Tanya Karina kepada Ayumi. Ia merasa binggung melihat ponakan nya menangis.
Ayumi tidak peduli dengan Karina ia berlari seraya memegang perutnya yang sudah membesar.
Ayumi masuk ke mobil dan menyuruh sopir untuk pergi.
"Sayang, mommy mohon jangan sekarang iya sayang." Ucap Ayumi ia memegang perutnya yang terasa kram.
"Nyonya anda baik-baik saja?lebih baik kita pergi kerumah sakit." Kata sopir Ayumi merasa khawatir.
Sopir Ayumi melihat wajah Ayumi yang tengah menangis dan bergumam saat berbicara dengan calon anak-anaknya.
__ADS_1