
Garrett baru menyadari jika mata Ayumi sedikit sembab.
Citt ....
Garrett mengerem mendadak membuat Ayumi tersungkur ke depan.
"Sayang...." teriak Ayumi, seraya memegang kening nya yang terkena dasboard. "Kenapa mengerem mendadak, sakit nih" keluh Ayumi.
"Honey mata kamu kenapa sedikit sembab apa kamu sakit" tanya Garrett. Ia malah tidak menjawab pertanyaan Ayumi. "Ayumi tidak apa-apa, yang sakit ini" menunjuk kening nya yang sedikit benjol.
"Astaga maaf baby, aku tak sengaja, tadi fokus melihat matamu saja karena sedikit sembab" Garrett memiringkan badannya menghadap Ayumi. Ia menangkup wajah Ayumi karena kening nya benjol.
"Apa rasanya sangat sakit?" Tanya Garrett merasa khawatir. "Sedikit, tapi kalau di obati juga nanti sembuh" kata Ayumi. "Yasudah kita obati dulu, dimana kotak obat nya"
Ayumi mengambil kotak obat dan Garrett membantu nya. Ayumi menatap wajah Garrett dengan sangat lekat, mata, hidung dan seluruh wajahnya tidak berkedip.
Kenapa dia mirip sekali dengan kak Rey, apa jangan-jangan dia memang kak Rey, tidak... Tidak.. mungkin.
Batin Ayumi Acapkali melihat wajah Garrett. Seraya mengelengkan kepalanya.
"Baby, sakit iya? Maaf" seru Garrett. "Tidak, terimakasih sudah mengobati luka Ayumi" Ayumi mengecup bibir Garrett sekilas untuk menghindari pertanyaan Garrett yang macam-macam. Namun Garrett membalas kecupan Ayumi dengan ciuman yang cukup lama. Ayumi berasa terkejut karena ciuman kali ini begitu lama, Garrett tersenyum melihat Ayumi yang masih menatap nya.
"Apa kau menyukainya" tanya Garrett, Ayumi mengangguk dan Garrett kembali mencium bibir manis Ayumi, menyesap dengan penuh kelembutan. Tangan Garrett tidak tinggal diam ia memegang tengkuk Ayumi, ciuman mereka semakin dalam hingga saling bertukar saliva.
Ayumi mendorong tubuh Garrett saat dirinya ingin meminta lebih.
"Kak, lebih baik kita pergi ke kampus Sekarang" ucap Ayumi menghindari rasa malu dan gugupnya.
"Baiklah Honey" jawab Garrett ia tahu jika Ayumi sedang gugup.
Tidak butuh lama mobil yang di naiki Ayumi sampai di halaman kampus, ini pertama kalinya Ayumi kembali ke kampus tanpa menggunakan kursi roda lagi. Saat Garrett ingin mengantar Ayumi namun Ayumi melarang ia takut jika Jessica melihat Ayumi di antar Garrett.
"Sayang, sampai disini saja, Ayumi takut.."
"Baiklah sayang aku tahu jika kamu takut Jessica melihat ku" tanya Garrett. Ayumi mengangguk dan ia memakai kaca matanya untuk menghindari pertanyaan tentang matanya sedikit sembab.
__ADS_1
Garrett mengecup bibir Ayumi sebelum wanitanya turun dari mobil. Ayumi melambaikan tangannya sebelum mobil meninggalkan halaman kampus, Garrett membalasnya dengan membunyikan klakson mobilnya.
Danilo melihat Ayumi yang kembali bisa berjalan ia merasa senang, ia menghampiri Ayumi dan ia berteriak heboh.
"Welcome bidadariku, syukurlah jika kau sudah bisa kembali berjalan, gue merasa ikut terharu melihatnya"
Ayumi tersenyum, "Terimakasih Danilo, ayo kita kekelas" Ayumi melihat jam yang melingkar di tangannya jika beberapa menit lagi Dosen pembimbing sebentar lagi masuk.
Jessica melihat Ayumi dari kejauhan dengan senyuman mengejek. "Ck, wanita itu ternyata sudah bisa berjalan kembali" gumam Jessica.
Banyak para mahasiswa dan mahasiswi yang memberikan selamat kepada Ayumi karena sudah bisa berjalan kembali seperti dulu lagi. Dan Ayumi tidak hentinya mengucapkan terima kasih kepada mereka.
"Terimakasih semuanya, ini juga berkat doa dari kalian, kalau begitu Ayumi masuk ke kelas dulu bye" seru Ayumi.
"Aku kira dia sombong ternyata ramah juga anaknya" kata mahasiswa yang baru tahu Ayumi.
"Iya, yang aku dengar dia mahasiswi yang sangat jenius, bukan hanya ramah saja tapi cantik dan baik" kata mahasiswa yang lainnya, banyak yang membicarakan tentang Ayumi.
🍃🍃🍃
Garrett mengirimkan pesan singkat kepada Ayumi. "baby, jika sudah selesai jangan lupa kabari ok"
Ayumi membalas dengan kirim emoticon ok.
Sebelum menjemput Ayumi Garrett pergi ke toko bunga dan coklat sebagai permintaan maaf tentang kejadian tadi pagi. Ia tersenyum saat ia mengingatkan kembali berciuman dengan Ayumi yang begitu lama.
"Jika seperti ini aku tidak rela melepas mu baby, meski dia suami kamu sekalipun"
Kini Garrett sudah menunggu Ayumi di tempat seperti tadi pagi ia mengantar Ayumi. Ia berencana untuk menyusul Ayumi yang masih di dalam namun ia tidak sengaja melihat Jessica ke arahnya. dengan segera Garrett masuk kembali ke dalam mobil.
'Harusnya aku tidak perlu menghindari dia, tapi bagaimana nasib Ayumi jika Jessica tahu, aku ada di Moskow" gumam Garrett.
Garrett memilih untuk menghubungi Ayumi jika dirinya sudah ada di halaman kampus.
Ayumi bergegas pergi namun Danilo mencegah Ayumi ia ingin makan bersama di kantin seperti biasanya.
__ADS_1
"Ayumi kita makan dulu bagaimana" tanya Danilo.
"Maaf, Ayumi sudah di tunggu, lain waktu saja iya"
Danilo merasa kecewa karena Ayumi orang yang susah jika di ajak untuk berduaan saja. Tapi saat mendengar jawaban Ayumi Danilo tidak keberatan. "Ok gue tunggu itu"
"Maaf sudah menunggu lama" seru Ayumi yang baru saja masuk kedalam mobilnya. "It's Ok Honey, ini untuk mu sebagai permintaan maaf soal kejadian tadi pagi" ucap Garrett dengan tulus ia memberikan buket bunga dan sekotak coklat.
Ayumi merasa senang dengan pemberian kekasihnya. "Terimakasih,"
Ayumi membuka kotak coklat dan memakannya. "Ini enak banget sayang" seru Ayumi. "Jika kau menyukainya, aku akan sering membelikan mu coklat"
Ayumi menyuapi Garrett coklat, di saat Garrett mengemudi mobilnya. "Sayang berapa lama di Moskow" Tanya Ayumi. "Aku di Moskow hanya empat hari baby" kata Garrett membuat Ayumi memalingkan wajahnya. Ia sudah berkaca-kaca ingin menangis.
"Honey, jangan sedih, nanti kita bertemu lagi kau tidak perlu sedih"
"Kenapa tidak. Satu bulan gitu" membuat Garrett tertawa. " Baby aku harus kembali bekerja, aku janji saat kau libur kuliah, aku akan cuti untuk mu, kita liburan bersama bagaimana"
"Aku bisa lebih lama lagi disini asal kita menikah bagaimana"
"Tidak" tegas Ayumi. "Bukannya sudah berjanji di saat Ayumi berusia 18 tahun"
"Tapi baby menikah sekarang atau nanti sama saja, tapi aku takut jika.."
"Kenapa? Takut jika Rey kembali" tanya Ayumi
Garrett tersentak dengan jawaban Ayumi "Baby"
"Ayumi sudah tahu " jawab Ayumi santai. "Apa kau akan kembali pada Rey jika ia di temukan dan kembali kepadamu"
"Lalu kau akan melepaskan Ayumi untuk kak Rey?"
"Jika itu membuatmu bahagia baby, aku ikhlas melepaskan mu kepada suamimu meski terdengar menyakitkan"
Ayumi terdiam ada rasa sakit yang menusuk hati dan perasaannya. Kedua pria yang sama-sama memiliki wajah dan fisik yang sama, yang sudah menggoyahkan hatinya. Rey adalah suami tercinta Ayumi, tapi Garrett pria yang sudah membuat Ayumi bahagia kembali di saat ia kehilangan Rey.
__ADS_1
Bagaimana perasaan Ayumi? Akan kah ia melepaskan Garrett dan kembali ke pelukan Rey sang suami atau tetap di sisi Garrett untuk selama-lamanya. Ayumi membuang wajahnya ke arah jendela mobil. Bagaimana jika Garrett ternyata Rey orang yang sama, pikiran Ayumi masih berputar-putar. Jika itu benar Ayumi merasa bersyukur.