Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 21


__ADS_3

"Bagaimana kondisi Ayumi dok?" Tanya Nick Kepada Dokter.


"Jika Demam nya tak kunjung reda, lebih baik tes laboratorium untuk tes darah lengkap" seru Dokter.


"Apa sakitnya serius Dokter?harus melakukan Tes laboratoriun segala" Nick merasa khawatir mendengar Ayumi harus tes darah lengkap.


"Kita lihat dari hasil tes laboratorium dulu tuan, kalau begitu kami permisi dulu"


"Iya Dokter"


Nick berjalan ke ranjang, di tatapnya wajah Ayumi yang pucat dan terbaring lemah tak berdaya.


Dilihatnya Handphone Nick kembali, harusnya Ny. Arum sudah mendarat di bandara Haneda atau biasa dikenal Bandara Tokyo. Nick mencoba menghubungi Jeff kembali. Nick merasa senang saat nada dering tersambung. Tidak butuh lama Jeff mengangkat telepon Nick.


"Jeff!! Apa kau bersama Nyonya?"


"Tidak Nick, nyonya besar sudah masuk ke apartemen nya"


Terdengar Nick menghela nafas kasar.


"Ada apa Nick? Apa telah terjadi sesuatu?


"Iya, nona Ayumi masuk kerumah sakit"


"Baik, akan aku sampaikan kepada nyonya besar" Jeff


"Terimakasih Jeff"


"Ya Nick" Jeff


Perawat ngecek suhu tubuh Ayumi ternyata tidak ada perubahan, membuat Nick merasa khawatir.


"Apa memang harus di lakukan tes darah sus"


"Iya tuan, seperti yang dokter jelaskan tadi siang"


Setelah pemeriksaan suhu tubuh Ayumi yang tak kunjung turun, perawat mengambil darah ayumi untuk di cek di laboratorium sesuai yang dokter katakan.


Nick menatap perawat pergi dari ruangan Ayumi.


Ayumi masih saja meracau tak henti-hentinya memanggil Rey ati Nick terenyuh mendengarnya.


"Ya Tuhan, aku tidak tega melihat dia berbaring lemah seperti ini dan terus saja memanggil nama Rey"


Rey Kenapa kau pergi secepat ini, kau orang baik kenapa harus pergi begitu mendadak, sampai sekarang aku belum percaya jika kau pergi.


Batin Nick menangis.


Di saat itu Ny. Arum menghubungi Nick.


"Hallo Nick, ini saya Arum" seru seseorang di sebrang telepon.


"Ya, nyonya besar"


"Apa yang terjadi dengan putriku,Jeff bilang Ayumi masuk kerumah sakit, kenapa-kenapa dia sampai masuk rumah sakit"


Di sela-sela percakapan nya Ny. Arum mendengar Ayumi meracau.


"Kak Rey.... Jangan pergi.."

__ADS_1


"Kak Rey .... Jangan pergi"


Membuat Ny.Arum menangis.


Ny. Arum ingin sekali cepat pulang dan merawat Ayumi. Ia tidak mungkin untuk kembali mengingat dirinya baru sampai beberapa jam.


"Maafkan mami sayang, maafkan mami, andai mami mendengarkan mu dulu dan tidak pergi dengan buru-buru, mungkin tidak akan terjadi seperti ini"


"Are You ok Ny. Xavier?" Tanya rekan bisnisnya yang orang Jepang melihat Arum bersedih.


"Saya, sedang tidak baik" keluh mami Arum "Saya dapat kabar jika putriku masuk rumah sakit"


"Astaga, saya turut bersedih, baik lah kita persingkat saja pertemuan ini, saya tidak tega jika menyangkut pada diriku juga" ucap Hasimoto.


Selama pertemuan ini Arum tidak fokus namun demi kemajuan perusahaan ia mencoba profesional.


Empat jam akhirnya mereka selesai dan mengdiel kerja sama nya. Membuat Ny. Arum merasa lega. Dengan segera ia menyuruh Jeff untuk mengurus kepulangan nya ke tanah air. Sesungguhnya ia di Jepang 4Hari namun karena kabar buruk ia persingkat waktunya. Rekan bisnis nya untuk memahami dan menyetujuinya.


"Terimakasih tuan Hasimoto atas kerja samanya, akan saya perintahkan Jeff untuk mengurus surat kontrak dengan segera"


Setelah pertemuan itu Ny. Arum segera terbang kembali ke tanah air.


🍃🍃🍃


Mendengar Ayumi masuk kerumah sakit membuat Bulan dan Saka merasa bersedih.


"Bulan, aku ingin pergi menjengkuk adikku Ayumi, dia sekarang sedang di rawat dirumah sakit"


"Apa!! Ayumi sakit?" Saka menganggukkan kepalanya "Apa aku boleh ikut jika kau ingin pergi kerumah sakit?"


"Tentu saja boleh, baik lah habis pulang sekolah kita kesana"


Danilo yang sedang bersama teman-temannya yang baru saja ia kenal beberapa hari lalu.ia merasa terkejut dengan datang nya Bulan.


"Kau!!, Harus di kasih pelajaran karena sudah membuat sahabatku masuk kerumah sakit'


"Apa!!"


Danilo merasa terkejut ternyata gadis incaran nya masuk kerumah sakit, Danilo merasa sedih mendengarnya. Ia tidak peduli dirinya di injak-injak oleh Bulan saat gadis ini memaki-maki nya.


"Apa aku boleh ikutan, jika kau menjenguknya nanti?" Tanya Danilo.


Bulan yang dari tadi sudah naik pitam tiba-tiba berhenti mengomel.


"Kau serius?" Bulan menatap dengan tajam melihat mata berwarna biru itu tidak ada kebohongan.


Danilo mengangguk "Baik lah habis pulang sekolah, kau tunggu di depan sekolah" Kata Bulan lagi.


Danilo sudah menunggu Bulan namun belum kunjung datang, membuat pria blasteran ini mendesah kesal.


"Ahh mana sih ini cewek, awas saja jika dia kibulin gue" gerutu Danilo.


Namun beberapa saat kemudian Bulan datang bersama Saka kakak Tiri Ayumi.


"Hey Sori sudah mau menunggu lama" ucap Ayumi.


"Owg Tidak apa-apa santai saja, Kita belum saling kenal" Danilo mengulurkan tangannya.


"Danilo Petrucci, panggil saja" Perkataan Danilo terpotong.

__ADS_1


"Sudah Tahu"Ketus Bulan "Aku Bulan dan ini Saka kakak Ayumi"


"Owg jadi namanya Ayumi, Cantik seperti orang nya" Gombal Danilo.


"Eh lho ternyata Ngeselin banget iya jadi orang" Bulan ngegas ia maju selangkah dan mangajaknya berantem.


"Eh lho cewek apa cowok ko ngajak berantem sih" Ucap Danilo Tidak terima.


"Ck Sudah-sudah Kalian mau ribut atau mau jenguk Ayumi tidak sih" Saka melerai mereka berdua.


"Diam" Teriak Danilo dan Bulan bersama.


"Wow jodoh lho Kompak bener" Sahut Saka meninggalkan mereka berdua.


Tin... Tin... Tin.


"Gue Jalan dulu ya" Saka melambaikan tangannya kepada mereka berdua yang masih bersih tegang. Membuat mereka melongo karena melihat Saka begitu saja.


"Ko kita di tinggalin, lho sih" Bulan mendengus kesal dan menarik tangan Danilo untuk pergi mengikuti Saka kerumah sakit.


Plak


"Aduh"Danilo mengadu kesakitan saat Bulan menepuk bahunya. "Lho benar-benar ya gue lagi nyetir nih, kalau jatuh bagaimana?"


"Lho bisa bawa motor gak sih, lelet benar kaya siput"


"Berisik lho" sahut Danilo.


Danilo menambah kecepatan tinggi laju motor nya hingga bisa menyelip Saka yang sudah jauh. Saka mengelengkan kepala melihat teman nya itu.


"Kudanil lho mau bunuh gue" Teriak Bulan namun Danilo tidak mendengarkan nya ia tetap melaju dengan kecepatan tinggi, hingga akhirnya sampai di rumah sakit dimana Ayumi di rawat.


Bulan merasa mual dan pusing setelah turun dari motor Danilo.


Membuat Danilo mengerutkan keningnya heran "Lho kenapa?Sakit?"


Bulan menggelengkan kepalanya.


"Bisa tidak sih bawa motor"Kesal Bulan yang masih memijit pelipisnya yang terasa pusing.


"Bisa lah, buktinya sampai" Danilo berjalan menuju Saka yang baru saja tiba di parkiran Rumah sakit.


"Kenapa dia?" tanya Saka.


Danilo menganggat bahunya tidak tahu.


Mereka akhirnya memutuskan bertanya kepada resepsionis Rumah sakit untuk menanyakan dimana ruangan Ayumi berada, setelah di beritahu mereka berdua menuju ruangan VVIP yang sudah di beritahu sebelumnya.


Nick melihat kedatangan teman Ayumi. termasuk cowok yang membuat Ayumi terluka dan hingga masuk kerumah sakit.


"Uncel bagaimana keadaan Ayumi" tanya Saka kepada Nick.


"Demam nya belum kunjung turun, tadi perawat baru saja memberikan obat" tegas Nick.


"Ay!!" Bulan memegang tangan Ayumi "aku disini, cepat sembuh, aku kesini bersama kakak kamu kak Saka dan kudanil juga disini" Bulan menatap mereka berdua namun Danilo menatap tajam mendengar Bulan memanggil Kudanil.


Bersambung.


Jangan lupa untuk kasih like dan komentar nya dan juga hadiahnya jangan banyak 🤗😘.

__ADS_1


__ADS_2