Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 184


__ADS_3

Mata Jeremy berbinar melihat Danilo Petrucci yang begitu lebih muda dari nya.


"Princess! Yang ini buat eykey boleh?" Kata Jeremy dengan gaya centil plus kemayunya.


Ayumi terkekek. Ia tiba-tiba ingin mengerjai sahabatnya dengan alasan keinginan calon anaknya yang masih beberapa bulan di dalam perut. Dan membuat Ayumi menganggukan kepalanya. Membuat Jeremy tersenyum karena mendapat jeckpot yang lebih muda.


Jeremy mulai memperlihatkan sisi kewanitaan nya. Ia mengeluarkan cermin ajaib miliknya yang selalu ia bawa di saku sak celana nya.


"Princess! Apa eyke masih cantik membahana?"


"Kau selalu cantik Miss."


"Ember ... Eyke kan ratu keabadian ..."Jeremy terkekek.


Sedangkan Danilo yang mendengar nya. Mulutnya tidak henti-hentinya berkomat- kamit, ntah sumpah serapah apa yang ia ucapkan untuk Jeremy.


Jeremy mendekati Danilo yang masih mematung melihat Jeremy yang begitu menyeramkan bagi Danilo. Bagaimana tidak menyeramkan jika badan dan fisiknya lelaki. tapi berwajah bak putri horor yang baru bangkit dari kuburnya.


Dengan gaya gemulai nan anggun Jeremy melangkah semakin mendekatinya.


"Uhhh la la. Ini mah benar-benar pangeran eyke selama ini eyke cari ..." ujar Jeremy.


"Eh... Valak kenapa semakin mendekat. Stop right there and don't come any closer." Teriak Danilo.


Seakan pendengaran Jeremy tuli ia tetap melangkah mendekati nya. Jeremy menggigit bibir bawahnya.


"Duhh eyke gak tahan pengen di grep- grep dech." Kata Jeremy.


"Bidadari ... Please!" Danilo memohon kepada Ayumi.


"Tapi, Danilo anak Ayumi ingin melihat lho di cium sama dia." Tangan Ayumi menunjuk ke arah Jeremy

__ADS_1


"Apa"pekik Danilo.


"Lho hamil, terus gue yang jadi korban ngidam lho." Tanya Danilo. Sedangkan Ayumi hanya mengangguk. seraya mengelus perutnya dan memainkan pupy eyes.


"Mati gue ... Sial bener hari ini." gumam Danilo.


"Ayumi, ayo kita pulang, kakak tidak mau kau kecapean, kita terlalu lama di luar."teriak Nick dari kejauhan.


Danilo merasa lega karena Nick menyuruh Ayumi untuk pulang. Tapi ia kembali takut saat mendengar Ayumi untuk menunggu.


Ayumi menoleh. "Five more minutes" jawab Ayumi.


"Tapi, Rey sudah telepon." Kata Nick menunjukkan handphone kepada Ayumi.


Ayumi mendengus dan membalikkan badannya menuju Nick. Namun Ayumi berhenti dan menoleh.


"Miss, tidak perlu mencium dia, nanti Miss terkena rabies." Kata Ayumi asal.


"Astaga, Ayumi. Sejak kapan gue terkena rabies." Gerutu Danilo.


"Gak apa dibilang terkena rabies dari pada nanti beneran setelah di cium valakk itu. Tapi lebih serem dia dari pada valakk "


🍃🍃🍃


"Dad, mommy takut Jessica kenapa- kenapa." Seru Jenifer kepada Robert suaminya.


"Sudah lah mom, di sana juga ada dokter dan perawat yang akan menjaga dia." Jawab Robert Muller. Ia menghentikan pekerjaannya sejenak dan menatap istrinya yang berdiri di depan meja kerjanya.


Setelah kejadian di dalam sel. Jessica terlibat perkelahian dengan ketua geng tahanan yang satu sel dengan Jessica. Kini Jesicca mengalami luka yang serius hingga harus di larikan ke rumah sakit.


"Tapi, bagaimana pun dia putri kita." Kata Jenifer.

__ADS_1


"Dia bukan siapa-siapa kita, bahkan ibu nya telah membunuh putri kita mom. Apa kau lupa itu hah."


Deg


Jennifer merasa sakit di dadanya saat suaminya mengingatkan luka lama pada dirinya.


Jennifer hanya bisa diam dan menitihkan air matanya. Ia mengingatkan kembali saat putrinya di bunuh oleh ibu kandung Jessica.


"Jika, dulu kau tidak depresi karena kehilangan Willo dulu. Kita tidak akan mengadopsi anak pembunuh itu mom." Robert sedikit murka saat menceritakan kembali masa lalu yang kelam saat kehilangan putrinya.


"Andai Willi tidak merengek minta dia menjadi adiknya, keluarga kita tidak akan malu mom." Sambung nya lagi.


"Maafkan mommy dad, bagaimana pun mommy juga seorang ibu, Jessica sudah dari kecil bersama kita."


"Ck, tapi dia tidak berterima kasih kepada kita yang sudah merawatnya. bahkan selalu berbuat ulah."


Robert selalu memberikan pengawasan untuk anak-anaknya dari jauh. Dan selalu melaporkan kepada nya apa saja kegiatan mereka.terutama Willi yang selalu bergonta ganti wanita setiap hari.


Jennifer menangis tersedu-sedu ia ambruk ke lantai. Dan Robert segera menghampiri istrinya. Robert memeluk istrinya dan mengusap punggung nya dengan lembut.


"Maafkan Dady, mom ..." Bisik Robert Muller.


"Dady, sudah membuat mommy terluka dengan cerita lama ini." Katanya lagi.ia mengeratkan pelukannya.


"Dady tidak salah, mommy yang tidak bisa menjaga putri kita dulu, dan kita juga tidak memberikan perhatian kepada Jessica. Sehingga ia bisa melakukan perbuatan seperti ini di luar pikiran kita." Ujar Jenifer.


"Ijinkan mommy melihat Jessica dad. ini pertama dan terkahir kalinya mommy untuk bisa melihat Jessica. Mommy janji dad." pinta Jenifer.


Robert Muller menghela nafas kasar. "Baiklah mom, nanti kita menjenguk Jessica kerumah sakit. dan kita akan pindah ke California bersama Willi." Tutur Robert. ia mengurai pelukannya.


"Terimakasih dad, sudah mengijinkan mommy untuk bertemu Jessica." kata Jenifer menatap wajah Suaminya.

__ADS_1


Maafkan mommy Jess, mommy tidak bisa mendukung mu apa lagi membebaskan mu, mommy harus pindah dari negara ini.


Batin Jenifer.


__ADS_2