Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 210


__ADS_3

"Kenapa dengan putriku, kenapa di harus di larikan kerumah sakit." kata mami Arum yang baru saja datang dengan berbagai pertanyaan.


"Mami, sabar dulu, kasian Ayumi yang sedang istirahat nanti terganggu." Dady Andreas membujuk Istri nya untuk tidak membuat kegaduhan.


"Dady, diam dulu, mami hanya ingin tahu putri mami" ujar mami Arum.


Sepasang suami istri ini baru saja tiba di Paris. Ia tidak memberitahukan akan kedatangan nya. Karena akan berencana membuat kejutan kepada anak dan menantunya. Namun, saat sampai di apartemen malah mendapat kejutan balik mendengar Ayumi di bawa kerumah sakit dari asisten rumah tangga nya.


"Hay, Kenapa kalian semua pada diam?" Tanya mami Arum seraya berdecak pinggang. Menatap satu persatu yang ada di ruangan itu.


Rey menghela napas panjang. Ia sudah tau jika tidak di jelaskan mami Arum kan terus bertanya.


"Ini semua salah Rey mih, dad." Tegas Rey.


"Apa,"pekik mami Arum ia mendekati putranya dan menjewer telinga Rey.


"Kau, apakan putri mami."


"AW .. AW.. sakit mih," Rey mengadu kesakitan saat mami Arum menjewer telinga nya.


Sean dan Karina menahan tawanya saat melihat Rey tidak berkutik di hadapan mami Arum.


"Mih, lepaskan dulu. Rey akan menjelaskan semuanya."


Mami Arum melepaskan tangan nya dari telinga Rey. Sedangkan Rey mengusap telinga nya yang merah.


Rey menjelaskan panjang lebar kepada orang tua nya.


"Meski ini salah paham tapi, kau Rey sudah membuat putri kesayangan mami terbaring seperti ini. Dan bagaimana kondisi cucu-cucu mami?"

__ADS_1


"Mereka baik-baik saja mih, beruntung segera di bawa kerumah sakit."


Mami Arum mengelus dadanya. "Syukurlah, jika mereka baik-baik saja. Tapi mami ingin bertemu ulat bulu itu dimana mami harus bertemu."


"Biar Karina yang antar mami," sahut Karina.


"Honey apa kau tau dimana wanita itu?" Tanya Sean.


"Iya, Karina tau, karena pas itu Karina mau pergi bersama Ayumi." Jawab Karina.


"Ya sudah, ayo temani mami sayang,"ajak mami Arum.


"Dady disini saja awasi anak nakal ini. Mami pergi dulu" kata mami Arum kepada Dady Andreas.


"Tapi, mami tidak boleh melukai dia. Ingat itu mih." Ucap Dady Andreas.


"Dady percaya sama mami kan?" Tanya mami Arum. Ia menolah ke arah suaminya yang masih berdiri di dekat pintu.


"Hey, kalian cepat lepaskan aku." Teriak Emily.


"Apa kalian tidak mendengar perkataan ku, hah," bentaknya.


"Maaf nona, kami hanya akan menuruti perintah tuan Rey."


"Ck, jika aku sudah menjadi istri Rey, kalian akan aku pecat," Seru Emily dengan sombongnya.


"Siapa yang akan menjadi istri Rey?" Tanya seseorang yang mengejutkan semua orang yang ada di ruangan itu.


Wanita paruh baya berjalan dengan sangat anggun kedalam ruangan yang di jadikan sandra oleh Rey. Dan diikuti wanita cantik di belakang nya.

__ADS_1


Emily terdiam saat ada seseorang yang ia tidak tahu masuk kedalam. Dan menatap nya dengan tatapan tajam.


"Si-siapa kalian. Mau apa kalian." Ucap Emily terbatah- batah.


"Saya tanya siapa disini yang akan menjadi istri Rey."


"Saya, yang akan menjadi istri kapten Garret anda siapa," jawab Emily.


Mami Arum tersenyum kecut. "Ck, saya tidak Sudi mempunyai menantu ulat bulu kaya kamu," kata mami Arum menunjuk ke arah Emily.


Emily justru tertawa mendengar mami Arum. "Tante, saya juga tidak mau mempunyai mertua seperti anda, galak." Jawab Emily random.


"Tapi, anda salah besar nona Emily, jika yang anda bilang galak adalah ibu dari kapten Garret yang kau cintai itu." Sahut Karina.


Glek


Emily menelan Saliva nya. Namun, ia tidak percaya ia malah tertawa terbahak bahak mendengar penjelasan Karina.


"Kapten Garret tidak mungkin memiliki seorang ibu seperti anda nyonya. Sedangkan kapten Garrett seorang bule. Anda orang Asia."


"Tapi, kenyataan seperti itu, aku tidak Sudi memiliki menantu seperti ulat bulu macam ini."


"Apa tujuan mu, ingin menikah dengan putraku dan membuat menantu kesayangan ku harus masuk kerumah sakit." Mami Arum menarik rambut Emily. Karena ia sudah geram melihat ulat bulu yang begitu pede ingin menjadi istri Rey.


"AW! lepaskan nenek sihir, kau sudah merusakkan penampilan ku" teriak nya.


Karina hanya bisa. tertawa dan menjadi penonton saja. melihat mami Arum yang begitu bar-bar menurut nya.


"Jawab jujur, apa tujuan mu. Apa kau ingin masuk penjara."

__ADS_1


Emily akhirnya mengakui nya. Karena ia tidak ingin rambutnya di tarik oleh mami Arum. Karina masih tertawa melihat Mami Arum memperlakukan Emily.


"Kirim dia ke Antartika, untuk di jadikan santapan beruang kutub di sana." Pinta mami Arum kepada anak buah Rey.


__ADS_2