
Bapak kepala sekolah tiba-tiba menjadi pucat Pasih, ia juga harus bagaimana menjelaskan kepada orang tua murid.
Dia sudah janji tidak akan membocorkan rahasia yang sudah menjadi mandatnya dengan Rey putra pemilik yayasan.
"Bapak Kepala Sekolah anda jangan diam saja"
Bulan menarik Ayumi dari genggaman para ibu-ibu yang hendak mengadilinya.
"Ay!! Kau tidak apa-apa?"
"Aku tidak apa-apa, kau tenang saja" ucap Ayumi dengan santai. meski ia takut jika para ibu-ibu membuat kekerasan kepada dirinya.
Kak Rey tolong Ayumi
Batin Ayumi menjerit memanggil Rey, berharap ia akan datang. namun itu semua mustahil orang yang sudah meninggal tidak mungkin akan kembali ataupun datang menyelamatkan nya.
Danilo yang belum tahu tentang Ayumi ia merasa terkejut.
"Jadi Ayumi sudah menikah, dan aku selama ini mengejar-ngejar dia, bagaimana bisa aku menjadi seorang pebinor??" Gumam Danilo.
"Ya dia sudah menikah. apa kau merasa kecewa" sahut Saka. yang datang tiba-tiba di belakang Danilo. Saka yang hendak membantu Ayumi namun tidak sengaja mendengar gumam Danilo.
Danilo menoleh ke belakang dan bagaimana terkejutnya saat melihat kedatangan Saka, kakak Ayumi. "Kau disini"
"Ya karena aku ingin membantu adikku, dari amukan para ibu-ibu itu". ucap Saka dengan tatapan dingin. dia tidak mau jika adiknya di perlakukan tidak adil seperti itu oleh orang tua murid. meski Ayumi adik tiri Saka. tapi pria ini sangat sayang pada Ayumi.
"Aku tidak kecewa tapi aku merasa terkejut saja" seru Danilo. Saka yang hendak pergi dari Danilo. " Syukurlah jika Ayumi akan aman sama dia" ucap Saka saat melihat Jeff datang. Saka tahu siapa keluarga Rey sebenarnya.
"Apa suaminya pria bule itu" Danilo menunjuk ke depan dimana Jeff menenteng tas laptop milik Ayumi yang tertinggal di dalam mobil nya.
"Dia asisten keluarga nya, suami Ayumi sudah meninggal"
Danilo kembali terkejut lagi "Astaga kasian sekali Ayumi"
Jeff yang sudah pergi dari sekolah Ayumi. melihat jika Laptop Ayumi tertinggal di mobilnya, beruntung jika belum terlalu jauh dari sekolah.
Namun Jeff saat sampai di sekolah merasa heran kenapa banyak sekali ibu-ibu yang datang kesekolah. ia tahu jika tidak ada pertemuan para orang tua murid.
__ADS_1
Jeff melihat Ayumi dari jauh berada di kerumunan para orang tua murid dan para guru pengajar, juga kepala sekolah.
Dia melihat salah satu ibu-ibu menunjuk-nunjuk ke arah Ayumi. Jeff semakin penasaran ia mempercepat langkahnya menuju Ayumi.
"Ibu Dan bapak sekalian, lebih baik kita masuk dan bicarakan di dalam saja, tidak enak jika di lihat para murid lain".
"Dan kalian semua bubar masuk kelas kalian masing-masing" Kata Kepala Sekolah lagi.
Semua murid bubar saat kepala sekolah membubarkan murid yang menonton.
"Ada apa ini" Sahut Jeff. membuat semua orang yang akan masuk kedalam berhenti.
"Oh!! jadi ini suami gadis ini" ucap ibu Sofimenunjuk -nunjuk ke arah Jeff
"Ada apa ini?" ucap Jeff mengulangi kata yang sama.
"Kami semua para orang tua murid tidak setuju jika ada murid yang sudah menikah masih saja sekolah, apa jadinya nanti? akan membuat murid lain ikut-ikutan dan nama sekolah ini akan tercoreng tidak baik, dia harus di DO dari sekolah ini" salah satu ibu-ibu.
"Tunggu anda tidak boleh memutuskan sepihak seperti ini, anda harus mendengarkan penjelasan pihak Yayasan sekolah ini" tegas Jeff kepada orang tua murid.
"Lebih baik kita bicara di dalam" Ajak kepala sekolah.
"saya akan hubungi beliau dulu"
Jeff menghubungi Ny. Arum beruntung meeting belum di mulai Jeff bisa menghubungi nya.
"Hallo Jeff kau dimana?" ucap di sebrang telepon.
"Saya berada di sekolah nona Ayumi nyonya"
"Kenapa kau masih disana? bukan nya kita akan meeting pagi ini?"
"Maaf nyonya, ada masalah di sekolah, jika para orang tua murid sudah mengetahui jika nona Ayumi sudah menikah"
"Apa??" Ny. Arum merasa terkejut.
"Iya nyonya, mereka tidak mau jika Ayumi masih pergi kesekolah, mereka ingin Ayumi di Do karena takut membuat pengaruh buruk"
__ADS_1
"Bagaimana keadaan Ayumi sekarang, kau jaga Ayumi Jeff saya takut dia pasti takut, tunggu saya akan datang"
"Baik nyonya"
"Kamu lebih baik kembali ke kelas kamu, biar Ayumi bersama saya" pinta Jeff kepada Bulan.
Bulan menatap Ayumi, di lihat nya Ayumi. "Aku tidak apa-apa"
"Kabari aku jika terjadi sesuatu" Ayumi menggangguk.
Semua para orang tua murid nampak mulai tidak sabar, untuk apa mereka disuruh masuk kedalam aula sekolah hanya diam saja seperti ini.
"Bapak kepala sekolah, berikan kami penjelasan terkait tujuan kami datang kesekolah" sahut ibu Sofia.
"Sabar!! kami masih menunggu pemilik yayasan sekolah ini, kami tidak bisa memutuskan sepihak"
Ny. Arum merasa murka, setelah mendapat kabar dari Jeff. ia pergi begitu saja dari perusahaan, membuat karyawan yang hendak ikut meeting merasa heran dengan kepergian bos nya itu.
meski meeting pagi ini penting bagi perusahaan tapi jika menyangkut Ayumi Ny. Arum tidak akan diam saja.
Tidak butuh lama Ny. Arum sampai di sekolah, beruntung jarak dari perusahaan ke sekolah tidak terlalu jauh.
Ny. Arum berjalan dengan tergesa-gesa. ia hanya memikirkan Ayumi menantunya itu pasti merasa ketakutan.
"Itu dia, Ny. Xavier datang, silahkan Ny. Xavier" Kepala Sekolah mempersilahkan Ny. Arum untuk masuk dan duduk di kursi yang sudah di siapkan oleh pihak sekolah. namun ia tidak langsung duduk, Ny. Arum melihat Ayumi yang nampak sedih ia memberikan isyarat dengan tatapan jika Ayumi akan baik-baik saja.
Ayumi nampaknya sudah mulai berkaca-kaca saat melihat kedatangan mami Arum. wali kelas Ayumi melihat Ayumi yang hendak menangis. ia memeluk Ayumi dalam pelukannya. "Tenang Ayumi, kamu tidak akan pernah di keluarkan dari sekolah ini, percayalah pada ibu"
"Ayumi takut Bu"
"Berhubung Ny. Xavier sudah datang, silahkan yang ingin mengajukan pertanyaan tentang Ayumi" ucap Kepala Sekolah.
Ibu sofi yang sudah menjadi biak kerok ia berdiri, dia ingin sekali Ayumi di keluarkan agar putrinya tidak ada yang tersaingi akan kepikiran nya.
"Ny. Xavier saya mewakili ibu-ibu disini, jika kami keberatan jika Gadis itu" Ibu sofi menunjuk ke arah Ayumi "Masih di biarkan sekolah disini, ini sangat meresahkan semua orang tua murid, bagaimana nanti jika berpengaruh buruk pada murid lain"
"Apa yang membuat anda semua keberatan jika dia sekolah disini?" Ucap mami Arum dengan tegas. "Dia siswi yang pintar bahkan sudah beberapa kali mengharumkan nama sekolah ini" membuat semua terdiam dan membeku tidak bisa berkata-kata.
__ADS_1
"Saya pribadi keberatan, karena dia sudah menikah"
"Apa salahnya jika sudah menikah masih sekolah? bukanya mencari ilmu itu tidak memandang umur?" tegas mami Arum.