Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 114


__ADS_3

Pagi telah menjelang, sinar matahari telah menyinari bumi, namun sepasang suami istri masih terlelap dari tidurnya dengan saling berpelukan erat.


Ayumi mengerjapkan matanya saat jam beker berbunyi menganggu tidur nya. Ayumi bergerak saat akan mengrengangkan tangannya, namun Ayumi merasakan berat di tangan dan tubuhnya yang dihimpit oleh Rey. Ayumi tersenyum saat melihat wajah rupawan suaminya, meski sekarang bisa melihat nya lagi tapi Ayumi tidak bosan- bosannya menatap wajah Rey.


Ayumi menyingkirkan tangan Rey yang memeluk tubuh nya. Ayumi mengerakkan jarinya untuk membelai dan mengusap wajah tampan suaminya yang masih terpejam itu.


"Di luar sana banyak yang tergila-gila dengan ketampanan mu, tapi kamu hanya milik Ayumi" gumam Ayumi.


Setelah jarinya berhenti menjelajahi wajah Rey dengan lembut. Ayumi yang hendak bangun, ia merasa terhenyah saat melihat suaminya membuka matanya.


"Baby, kenapa berhenti?" Tanya Rey dengan suara khas orang bangun tidur.


"Sayang" pekik Ayumi.


"Sejak kapan sayang bangun" tanya Ayumi.


"Sejak honey menyentuh wajahku" ucap Rey.


Wajah Ayumi memerah karena malu, yang hendak bangun dari tidurnya untuk menghindari Rey.


"Baby mau kemana?" Rey lebih merapatkan tubuhnya ia mengunci tubuh Ayumi yang masih berbaring di sampingnya.


"Mau membersihkan badan terlebih dulu, ini sudah siang lepaskan sayang" rengek Ayumi kepada Rey.


"Berikan aku ciuman selamat pagi dulu, apa kau lupa sekarang baby, jika dulu kita selalu melakukannya" pinta Rey kepada istri kecilnya.


Ayumi baru ingat jika dulu saat ia baru bangun tidur ia selalu mencuri ciuman untuk Rey sebelum pergi membuat sarapan untuk nya, meski Rey masih tidur tapi karena gerakan tubuh Ayumi, membuat Rey terbangun dan ia pura-pura tidur lagi. Karena ia tahu Ayumi akan mencium bibir nya.


Ayumi terkejut saat Rey bilang dulu selalu menciumnya. Karena sudah tahu Ayumi mulai mencium bibir Rey namun Rey malah membalas ciuman selamat pagi nya. Mereka menyudahi ciuman selamat pagi yang panjang setelah merasa kehabisan napas. Rey dan Ayumi tersenyum.


"I Love You honey" ucap Rey seraya mengelap bibir basah bekas ciumannya.


"Me too" Ayumi tersenyum saat jari Rey masih mengusap lembut bibir nya, dan Ayumi malah mencium jari Rey.


Ayumi bangun dari tidurnya dan menyibakkan selimut tebal yang membungkus mereka berdua. Ayumi meras terkejut saat melihat kakinya yang sedikit memar biru keunguan yang sangat kontras dengan warna kulit mulus kakinya namun tidak merasa sakit.


"Ahhh " teriak Ayumi, membuat pria bule yang masih berbaring di sampingnya merasa terkejut akan teriakan Ayumi, ia bangkit.


"Baby ada apa? Kenapa berteriak" tanya Rey.


"Lihat kaki Ayumi kenapa begini" seru Ayumi dengan tangisan. Ia menunjuk kaki nya.


"Astaga baby, kenapa sampai begini" kata Rey. " Apa ini sakit seperti semalam?" tanya Rey seraya menyentuh kaki Ayumi. Namun wanita yang di samping nya menggelangkan kepalanya.


"Ini tidak sakit seperti semalam tapi kenapa menjadi seperti ini" keluh Ayumi yang masih menangis.

__ADS_1


"Kita ke dokter iya honey" bujuk Rey. Ayumi mengangguk kepalanya.


"Kita mandi bersama, karena aku akan memandikan mu" kata Rey.


Sekarang Ayumi tidak meras canggung lagi ketika Rey mengajak mandi bersama atau sekedar memandikan nya.


Rey menyingkirkan selimut tebalnya dan turun dari kasur ia mulai menganggat tubuh ramping istrinya kedalam gendong nya. Lalu membawa Ayumi ke dalam kamar mandi. Mereka hanya mandi tidak bercinta seperti biasanya. Rey menempati janjinya karena hanya memandikan saja.


Setelah selesai Rey masih menggendong Ayumi ke dalam Walker in closet mini yang menyatu dengan kamar mandi.


Ayumi hanya diam memperhatikan Rey saat memilih baju untuk nya. Yang masih menggunakan handuk yang terlilit di pinggang nya yang sedang sibuk di depan lemari pakaian nya.


"Baby, kenapa baju mu tanpa lengan semua" gumam Rey, yang melihat isi pakaian Ayumi.


Rey memilih dress selutut berwarna putih "lumayan" ucap Rey saat memandang dress yang ia ambil.


"Baby pakai lah yang ini saja" kata Rey menyerahkan dress kepada Ayumi.


Sedangkan Rey memilih kaos berwarna putih dan celana pendek.


Lagi-lagi Rey membantu Ayumi merapihkan rambut panjang nya. Sedangkan Ayumi memilih memakai aksesoris untuk memadukan dress yang ia pakai.


Setelah selesai ia mengecup pucuk kepala Ayumi. Ia memandang wajah istrinya di depan cermin.


"My husband is handsome too" jawab Ayumi membuat mereka tertawa bersama.


"Lebih baik kita sarapan di luar sebelum pergi ke Rumah sakit " ucap Rey.


"Tapi sayang tunggu dulu, kita belum siap-siap untuk pergi ke California?" Tanya Ayumi.


"Kau tidak perlu khawatir, Horse sudah menyiapkan semuanya kebutuhan kita selama di sana" tutur Rey.


"Termasuk baju-baju Ayumi dan ahh tidak" ujar Ayumi. "Tidak honey, Horse hanya bawa baju mu yang semalam kau beli." Jelas Rey kepada sang istri.


Ayumi menghela napas panjang. Ayumi merasa malau jika semua baju dan kawan-kawan yang memilih Horse. Tidak lucu jika ia memakai selera Horse.


Rey menggulirkan tangan nya untuk Ayumi. Mereka saling bergantengan menuju basman dimana mobil Rey terparkir. Ia memilih mengemudi sendiri padahal ada Horse yang siap menjadi sopir mereka. Mobil Rey melaju ke Rumah sakit untuk memeriksakan kaki Ayumi. Tidak butuh lama sampai di tempat tujuan.


Kini mereka sudah berada di dalam ruangan Dokter, sedangkan Ayumi sedang di periksa oleh dokter.


"Ini tidak apa-apa, mungkin karena kecapean" kata Dokter.


"Apa bisa hilang dok" tanya Ayumi khawatir. Rey tidak melepaskan genggaman tangannya.


"Bisa hilang, nunggu dua atau tiga hari nanti ilang dengan sendirinya" kata Dokter menjelaskan.

__ADS_1


Setelah selesai Rey pergi menuju Banda, kali ini Rey membawa pesawat mini nya sendiri ia ingin mengajak istrinya terbang bersama menuju California.


Ayumi terkejut bukan karena baru melihat pesawat tapi karena bukan jet private milik Rey atau keluarga Sander.


"Tunggu sayang" kata Ayumi. "Yes baby kenapa berhenti?"


"Bukan nya pesawat kita di sana" tanya Ayumi.


Rey tersenyum. "Aku ingin membawa pesawat sendiri dan membawa terbang bersama istri tercinta ku ini" kata Rey.


Rey membantu Ayumi untuk naik ke atas pesawat. Baru kali ini Ayumi melihat suaminya membawa pesawat terbang, tidak henti-hentinya menatap Rey yang begitu serius mengoperasikan mesin pesawat. Merasa di perhatikan Rey menoleh dan tersenyum kepada Ayumi.


Sedangkan Horse duduk di belakang. Ayumi begitu menikmati pemandangan dari atas langsung tidak henti nya ia berceloteh karena kagum akan pemandangan alam yang ia lihat dari atas.


"Apa kau menyukainya baby"


"Iya sayang, melihat langsung dari depan seperti ini ternyata lebih indah" seru Ayumi.


"Terimakasih Sayang, kau membawa Ayumi terbang bersama mu, kau tau ini adalah salah satu keinginan Ayumi saat dulu baru mengenal Garrett yang seorang pilot"


"Wow, dan ternyata pilot itu suamimu" Rey tertawa renyah.


Tidak butuh lama hanya butuh dua jam sebelas menit pesawat terbang mereka sampai di California.


Rey membantu Ayumi untuk turun. Namun perjalanan mereka masih berlanjut. Rey ingin mengajak Ayumi nak jet ski karena Ayumi memakai dress pilihan nya ia urungkan, Rey menggunakan kapal yang akan mengantar mereka ke tempat tujuan.


Horse sudah siap mengemudi kapal mereka. Ayumi tercengah dari kejauhan nampak pulau kecil yang sangat indah meski dari kejauhan.


"Sayang apa tujuan kita ke pulau kecil itu?"


"Iya honey"


Hanya butuh sepuluh menit mereka sampai.


"Selamat datang di pulau pribadi kita baby"


Ayumi menutup mulutnya tidak percaya. Jika pulau kecil ini milik Rey. "Oh my God sayang, ini indah sekali"


"Sejak kapan kau memilikinya?" tanya Ayumi.


"Sejak dulu, ini sebenarnya untuk hadiah pernikahan, namun karena baru sekarang kita bisa kesini aku persembahkan pulau ini sebagai hadiah ulang tahun mu baby, happy birthday wife, maaf aku baru kasih kamu sekarang " tutur Rey. Ayumi memeluk tubuh Rey dan memberikan ciuman bertubi-tubi kepadanya. "Terimakasih sayang tidak masalah, kau ada disisi Ayumi saja hadiah terindah di hidup ayumi, I love you"


"Aku juga"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2