Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 217


__ADS_3

Setelah sarapan pagi bersama dan membuat kan permintaan ibu hamil. Rey membawa Ayumi ke pantai yang cukup terkenal di pulau Phuket Thailand.


Ayumi begitu spicless melihat hamparan pasir dan laut yang membentang sepanjang satu mil, di dekat area resort yang mereka menginap. Rey benar-benar memanjakan Ayumi untuk menikmati liburan impiannya. Di Ujung selatan pantai ini menawarkan tempat yang cocok untuk bersantai sedangkan ujung utara pantai menawarkan beragam aktivitas menarik seperti scuba diving dan kayaking.


Dan tidak jauh dari resort ada banyak restoran yang menyajikan beragam masakan internasional di sekitar pantai.


Rey memilih Negara Thailand atas rekomendasi Dady Andreas untuk pergi babymoon ke pulau Phuket.


Untuk menjelajahi pantai yang terbaik yang terkenal dengan keindahan pantai tropisnya.


Disini Rey dan Ayumi menemukan beberapa pantai paling cantik di dunia di sepanjang garis pantai Phuket, dengan pasir putih lembut dan air yang jernih dan hangat.


Selain di suguhkan dengan menikmati berenang dan bersantai di pinggir pantai sambil menikmati minuman dan makanan. Namun, di suguhkan dengan berpetualang yang ada di Phuket juga menawarkan berbagai pilihan olahraga air.


"Baby apa kau ingin olahraga air seperti surfing, snorkeling, kayaking, scuba diving, wakeboarding, kite surfing, jet ski, parasailing, windsurfing?" Tanya Rey memberikan banyak pilihan untuk Ayumi melakukan olahraga air.


"Sayang, apa kau lupa jika perut Ayumi sudah sebesar drum minyak." Random Ayumi dengan sedikit cemberut. Membuat Rey tertawa. Karena Istrinya menyebut dirinya drum minyak.


"Astaga, baby, kamu seperti ini juga karena aku," Rey menarik tubuh Ayumi agar lebih mendekat. Dan, Rey mencium bibir Ayumi sekilas.


"Sayang, seperti nya asyik berenang di tengah laut" pinta Ayumi.


"Baik lah, kebetulan Nick sudah menyiapkan yacht untuk kita pergi ke tengah laut," kata Rey.


"Really sayang?"


Rey menganggukan kepalanya dan mengulurkan tangan Ayumi menuju yacht yang tidak jauh dari bibir pantai.


Rey membantu Ayumi untuk naik yacht. tidak butuh lama yacht yang mereka naiki sampai di tengah laut. Ayumi begitu menikmati hembusan angin laut yang sangat menyejukkan di atas yacht.


__ADS_1


(Anggap saja Ayumi tengah hamil iya. 🤭)


Rey tersenyum melihat istrinya yang begitu bahagia. Sebelum turun untuk berenang Ayumi memilih untuk bersantai di atas yacht dan menikmati keindahan lautan yang begitu cantik.


Sedangkan Rey memilih untuk pergi snorkeling tanpa di temani istri tercinta. Rey tidak masalah jika Ayumi tidak ingin pergi. Ia juga tahu jika perutnya sudah membesar.


"Honey, aku pergi turun dulu. tidak akan lama aku akan kembali," ijin Rey.


Cup


Rey mencium bibir Ayumi dan juga perutnya.


"Dady titip mommy kalian iya sayang." Kata Rey.


"Iya Dady," jawab Ayumi



Di belahan dunia lain. Nick tengah menenangkan kekasihnya. Karena ia baru saja mendapatkan kabar dari sang kakak Jeremy yang tengah di negara London Inggris.


"Sayang, Aku ingin ke London sekarang,kak Jeremy pasti sendirian di rumah sakit." Ucap Iriana sambil menangis.


"Tenang honey, aku sudah menyuruh seseorang untuk menemani kakak kamu." Ucap Nick.


"Tapi, sayang. Ini pasti ulah Zeck Holcim." Irina yakin Jeremy masuk kerumah sakit ulah anak buah Zeck. Pria yang dulu menyandra Irina bertahun-tahun.


Apa benar, kedatangan Jeremy untuk balas dendam di ketahui oleh Zeck Holcim.


Batin Nick.


"Tenang honey, kak Jeremy pasti baik-baik saja."

__ADS_1


Irina menggelengkan kepalanya. Ia tahu Nick tengah berbohong. Karena Jeremy pria gemulai seperti dia tidak bisa berkelahi.


"Aku akan pergi sendiri. dapat ijin atau tidak dari kak Nicko aku akan tetap pergi." Kekeuh Irina.


Nick memijat keningnya. "Aku tidak akan pernah mengijinkan kau pergi sendirian." Tolak Nick.


"Kak Nicko, dia adalah keluarga ku yang masih tersisa. Aku tidak ingin terjadi sesuatu padanya. Ijinkan aku untuk pergi ke London hari ini juga." Irina memohon dengan derai air mata. Seraya menangkup kedua tangannya.


Nick binggung ia ingin menemani kekasih. Namun, disisi lain Nick sedang di tugaskan untuk menghandle perusahaan selama Rey pergi babymoon. Ia tidak ingin kekasihnya pergi sendirian. Apalagi ke London. Dimana Zeck Holcim tinggal. Nick tidak ingin kehilangan Irina kembali.


"Baik, aku inginkan kamu untuk pergi. Tapi, aku ingin kita menikah terlebih dulu sebelum kau pergi Irina." Pinta Nick.


"Kak Nick, please jangan bercanda di saat seperti ini,.aku ingin menikah di hadiri kak Jeremy." Kata Irina.


"Nick benar Irina, Nick hanya takut kau di ambil oleh Zeck Holcim lagi. Maka jalan satu-satunya kalian harus menikah." Sahut Karina yang baru saja datang bersama Sean.


"Itu tidak mungkin, Zeck tidak akan berani menculik ku lagi." Kata Irina mengelengkan kepalanya.


"Itu bisa saja, bukan nya dia begitu obsesi kepada mu Irina." Seru Sean. Mengingatkan kembali.


Irina diam membisu dengan air mata yang masih menetes di pipinya.


Ini adalah pernikahan nya sekali seumur hidup. Ingin di hadiri oleh keluarga nya. Namun, Jeremy tengah berjuang di rumah sakit London sendirian.


Irina menghela napas dalam-dalam. Ia menerima keputusan Nick.


"Baik, Irina mau kita menikah" ujar Irina. Membuat ketiga orang yang ada di situ terkejut mendengar Irina yang tiba- tiba menyetujuinya.


"Honey,kau serius menerima keputusan ku,"tanya Nick kepada Irina.


Irina mengangguk kepalanya. Membuat Karina tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2