
Setelah menempuh perjalanan jauh kurang lebih sepuluh jam privat jet mereka sampai di Bandara ini Denver Colorado.
Salah satu pramugari memberitahu kepada Rey jika pesawat sudah mendarat sedangkan Rey masih menemani Ayumi tidur. Meski sempat bangun hanya untuk sekedar makan di dalam pesawat tapi Rey menyuruh Ayumi untuk kembali tidur.
"Tuan Xavier pesawat sudah mendarat di bandara internasional Denver" ucap pramugari dari balik pintu kamar.
Rey yang sudah bangun mendengar suara dari luar ia membuka pintu dan melihat pramugari berdiri di depan pintu.
"Iya kami akan keluar sebentar" kata Rey. Ia kembali masuk ke kamar dan melihat istrinya yang masih terlelap dalam tidurnya. Ia tidak tega membangun kan Ayumi. Rey mengendong Ayumi ala bridal style kedalam pelukannya. Sedangkan sopir pribadi Rey yang di tugaskan Nick sudah nunggu kedatangan nya.
Rey memilih pulang ke apartemennya yang biasa di pakai Ayumi di kawasan elite. Untuk sementara mereka tinggal.
Rey menidurkan Ayumi di atas kasur miliknya. Rey mengecup kening Ayumi sebelum meninggalkannya.
Rey menghubungi Dady Andreas jika ia sudah di Colorado. Rey memilih memesan makanan untuk nya dan juga Ayumi. Karena tidak ada persediaan bahan makanan di dapur apartemen.
Rey memilih membersihkan badannya sembari menunggu Ayumi bangun dari tidurnya. Tidak lama bel apartemen berbunyi. Rey membuka pintu ternyata kurir makanan yang ia pesan tadi. Ia menata makanan tadi di atas meja makan.
"Sayang kenapa kau tidak membangunkan Ayumi, jika kita sudah sampai" sahut Ayumi saat ia menuruni anak tangga melihat Rey yang sedang menata makanan.
"Kemari lah honey, aku sudah siapkan makanan untuk kita, maaf jika tidak membangunkan mu, kau terlalu nyenyak tidurnya hingga aku tidak tega membangunkan mu baby" kata Rey seraya menyiapkan kursi untuk Ayumi.
"Terimakasih" seru Ayumi. Rey mengecup bibir Ayumi sebelum ia ikut duduk.
"Apa kita akan ke kantor mu sayang?" Tanya Ayumi karena seingat Ayumi tujuan Rey kembali ke Colorado untuk mengurus pengunduran dirinya sebagai pilot. Dan juga cek up kesehatan Rey pasca operasi tempo hari.
"Iya baby, tapi kita kerumah sakit dulu" tutur Rey.
"Bagaimana apa masih sakit baby? Jika masih nanti kita periksa ke dokter sekalian"
"Sudah agak mendingan, tidak perlu pergi ke dokter"
"Tapi Honey, aku takut kamu hamil"
Uhuk..uhuk..
Ayumi terbatuk mendengar perkataan Rey. "Baby kau tidak apa?"
"Apa secepat itu aku hamil?" Membuat Ayumi sedikit murung. Rey hanya mengangkat bahunya tidak tahu. "Apa kau keberatan baby jika kau hamil dulu sekarang?" Tanya Rey, ia merasa takut jika Ayumi malah tidak ingin hamil dulu.
"Ayumi ingin hamil tapi bagaimana dengan"
"Baby kau tidak perlu khawatir jika baby ingin melanjutkan starta 2, aku akan mendukung mu"
"Bukan itu sayang, Ayumi takut tidak bisa membagi waktu antar kuliah, sama kamu jika nanti punya baby" keluh Ayumi. Rey tersenyum. "Kita bisa sewa baby sitter, sudah tidak perlu memikirkan itu, lebih baik kita lanjutkan makan saja" Ayumi menganggukan kepalanya.
🍃🍃🍃
"Bagaimana Dokter?" Tanya Ayumi.
"Sudah jauh lebih baik, dan luka bekas operasi juga sudah kering, sepertinya tidak perlu di balut kasa lagi " tutur Dokter.
Mereka kini sedang berada di dalam ruangan Dokter yang menangani Rey.
Ayumi nampak senang mendengar kesembuhan Rey. Sepanjang perjalanan menuju parkiran Ayumi tidak hentinya bercerita jika ia sedang senang karena kesembuhan Rey. Sedangkan Rey nampak setia mendengar celotehan Ayumi. Ia juga ikut senang seperti sang istri kecilnya.
__ADS_1
Rey membuka kan pintu mobil untuk Ayumi masuk kedalam. Ayumi senang akan hal kecil yang di berikan Rey untuk nya. Mobil Rey meninggalkan halaman parkiran rumah sakit. Rey tidak henti-hentinya tersenyum dan menatap wajah cantik Ayumi.
"Sayang fokus ke depan bukan ke Ayumi" tegur Ayumi.
"Iya baby, tapi aku lebih suka menatap mu seperti ini" kata Rey yang sedang menatap Ayumi.
"Tapi sayang" protes Ayumi. "Apa kau lupa suami kamu itu seorang pembalap" ucap Rey sombong.
"Iya- iya jika suami Ayumi adalah rajanya jalanan tapi tidak disini juga, ini bukan arena balap sayang"
"Berikan aku ciuman dulu" pinta Rey. "Astaga sayang" kata Ayumi. "Ayo lah sayang!, Jika tidak aku akan terus menatap mu sampai kebandara"tutur Rey. Membuat Ayumi mendesahh kasar.
Cup
Satu kecupan mendarat di bibir Rey. Namun Rey menahan wajah Ayumi seraya menghentikan laju mobilnya. Rey malah mencium bibir Ayumi hingga kehabisan napas. Rey mengelap bibir Ayumi yang basah, ia tersenyum lalu melanjutkan perjalanan mereka yang tertunda. hingga akhirnya sampai di tempat tujuan.
Saat mereka berjalan saling menggenggam tangan tiba-tiba ada yang memanggilnya.
"Kapten"
"Kapten Garrett" teriak seseorang. Membuat Ayumi menghentikan langkahnya.
"Sayang tunggu ada yang memanggil nama Garrett, coba kau dengar"
"Kapten, syukurlah kalian berhenti" ucap Emily.
Rey menoleh dan melihat Emily, yang menghampirinya.
"Emily" sahut Rey. "Bagaimana kabarmu kapten dan siapa wanita ini" nampak Emily tidak senang dengan Ayumi yang mengandeng tangan Rey.
"Ayumi tunggu di sana iya" bisik Ayumi kepada Rey.
"Tidak honey tetap lah disini" tolak Rey seraya memeluk tubuh Ayumi dengan mesra "Maaf Emily aku harus bertemu Tn. Damor" kata Rey menyudahi percakapan dengan Emily. Karena Rey tahu Ayumi tidak nyaman dengan hadirnya Emily.
"Apa aku boleh menemani mu kapten" tawar Emily
"Terimakasih Emily, aku pergi dulu" sahut Rey.
"Maaf Honey jika kau tidak nyaman akan kehadiran dia tadi" namun Ayumi hanya diam tidak menjawab pertanyaan Rey.
Sedangkan Emily mengepalkan tangannya karena Garrett memilih untuk pergi bersama istrinya.
"Tunggu saja, kau akan ku dapat kan Garrett" Emily tersenyum kecut.
"Sayang, aku tunggu di situ saja," ucap Ayumi saat ia sampai di kantor.
"Kau serius tidak ingin masuk," tanya Rey. Ayumi menggeleng kepalanya. "Baiklah aku masuk dulu ke dalam, dan baby tetap duduk manis di cafe situ, aku tidak akan lama" seru Rey mengecup bibir Ayumi sebelum masuk.
Ayumi duduk di cafe tidak jauh. Ia sebelumnya sudah memesan minuman sembari menunggu Rey datang.
Namun dari kejauhan ada seseorang yang memperhatikan Ayumi yang duduk sendirian.
"Hay boleh aku duduk disini" sapa nya. Sedangkan Ayumi mengerutkan keningnya karena tidak mengenalinya. "Apa kau lupa dengan ku Ayumi?"
"Maaf Ayumi tidak ingat"
__ADS_1
"Aku Willi kakak Jessica sahabat kamu" Willi mengulurkan tangannya. Ayumi menerima.
"Apa kau sendirian Ayumi? Dimana kakak kamu itu siapa namanya?"
"Kak Nick masih di Moskow" jawab Ayumi singkat, karena ia tidak ingin bertemu dengan siapapun termasuk Willi. Mood Ayumi sedang tidak baik setelah bertemu Emily tadi. Ia lebih memilih memainkan handphone dan mengirimkan pesan singkat kepada Rey jika ia tidak boleh lama.
"Ayumi apa aku boleh bertanya sesuatu?"
"Katakanlah kak"
"Ayumi sejak pertama kalinya aku melihat mu, aku sudah mulai menyukaimu, apa aku boleh menjadikan mu kekasihku" tanya Ayumi.
Membuat Ayumi membelalak tidak percaya akan pernyataan Willi. Padahal ini pertama kalinya mereka bertatapan muka.
"Maaf kak tapi" ucapan Ayumi terpotong. "Aku tahu jika kamu itu jamu" seru Willi. Ia memegang tangan Ayumi.
"Jamu??" Tanya Ayumi karena memang tidak tahu. Membuat Willi tertawa dan Ayumi berusaha melepaskan tangan dari genggaman willi. "Janda muda Ayumi masa kau tidak tahu" Willi masih tertawa renyah. "Aku tidak masalah Ayumi jika kau seorang Janda"
"Honey"
Nampak terdengar suara bariton yang mengejutkan namun tidak dengan Ayumi karena siapa pemilik suara itu. Membuat willi tidak percaya siapa yang berdiri di belakangnya
"Garrett" gumam Willi.
Membuat Ayumi tersenyum melihat kedatangan Rey. "Sayang kau sudah kembali" tanya Ayumi ia bangkit dari tempat duduknya dan memeluk tubuh Rey di depan Willi.
Willi ikut bangkit dan menghampiri Rey. "Kau menipuku Garrett, kau ternyata ada main dengan Ayumi, bajingan kau Garrett" teriak Willi yang sudah di sulit emosi. Willi mengangkat tangannya untuk memukul wajah Rey.
"Jangan" teriak Ayumi memeluk tubuh Rey membelakangi Willi.
"Awas Ayumi menyingkir, dia pria brengsek" pinta Willi.
"Siapa yang brengsek kak?" Tanya Ayumi. Rey hanya diam, ia masih bisa tahan emosi nya ia hanya ingin melihat sejauh mana reaksi Willi terhadapnya.
"Pria yang kau peluk" Willi menarik bahu Ayumi untuk menyingkir dari hadapan nya. Membuat Rey nampak mulai murka.
"Jangan sentuh istriku" teriak Rey. "ck,Istri? Sejak kapan kau menikah Garrett?" Tanya Willi.
"Baby kau kembali lah ke mobil dulu, biar si brengsek ini aku kasih pelajaran" bisik Rey. "Tapi sayang, Ayumi takut kau"
Cup
Rey malah memberikan ciuman kepada Ayumi. Membuat Willi semakin panas ia hendak memukul Rey namun bisa di cegah oleh Rey.
Ayumi pergi namun ia masih menoleh ke belakang,ia takut Rey terluka lagi mengingat kejadian Rey kemarin. Gara-gara Willi biang keroknya.
"Kau ingin memukulku karena kau tidak terima aku menikah dengan Ayumi" Rey tersenyum sinis.
"Aku Rey Bukan Garrett yang kau maksudkan itu,"
"Buk-bukan nya kau sudah meninggal" tanya Willi.
"Iya itu hanya berita sampah dan aku masih hidup, dan satu lagi jangan pernah kau sentuh atau dekati istriku lagi jika kau masih ingin hidup ingat itu kata-kata ku" ancam Rey kepada Willi. Ia menarik kerah baju Willi. Dan ia pergi menyusul Ayumi di dalam mobil.
Membuat Willi merasa tubuhnya tidak memiliki tulang ia tertunduk lemas di lantai. Ia masih belum percaya akan pernyataan Rey.
__ADS_1