
Nick tersenyum saat melihat kedatangan Ayumi dan Karina di pintu kedatangan. Namun berubah kecut saat melihat Jeremy ada di belakang mereka.
Karina berpamitan kepada Jeremy karena harus berpisah dengan pria gemulai itu. hari ini ia tidak sedang ingin bercanda jadi memutuskan untuk tidak memberitahu Jeremy jika ada sang pangeran nya Jeremy.
Karina hanya sedang khawatir dengan Ayumi semenjak di Praha, saat Ayumi berdebat hebat dengan dirinya. Kini Ayumi menjadi diam.
Ayumi melewati Nick begitu saja membuat Nick bertanya kepada Karina. Karena baru kali ini melihat sikap Ayumi yang tidak memeluk dirinya seperti biasa.
"Nona ada apa ini"tanya Nick.
"Selama di Praha, Garrett tidak pernah menghubungi Ayumi sama sekali, membuat kita berdebat kemarin, dan aku baru melihat Ayumi begitu marah"
"Astaga, ini yang aku takutkan" gumam Nick yang masih terdengar Karina. Sedangkan Karina menghentikan langkahnya.
"Sebenarnya ada apa Nick? apa ada sesuatu yang aku tidak tahu? Anak buahku belum kasih kabar apapun, karena selama di Praha aku belum melihat handphone ku."
Nick mendesah kasar. "Garrett masuk rumah sakit, setelah berkelahi dengan Willi kakak Jessica"
Membuat Karina shock seketika. "Apa" pekik Karian. "Tidak adik,tidak kakaknya semua biang kerok, Nick bagaimana keadaan Garrett, lalu kenapa hanya kamu yang di beritahu kenapa aku atau Ayumi tidak di beritahu" cerocos Karina.
"Ayo kita susul Ayumi dulu, nanti aku ceritakan" tutur Nick saat melihat Ayumi yang sudah jauh dari mereka. Nick mengambil alih koper milik Karina.
"Tidak Nick, kau membuat ku penasaran, kau bisa bercerita sambil kita jalan" ujar Karina.
"Garrett tidak terima jika kakaknya Jessica sengaja ingin melecehkan Ayumi, dia akan mendekati Ayumi hanya untuk teman ranjangnya saja" Nick nampaknya emosi saat ia menceritakan semua kepada Karina.
"Astaga, Jika aku di posisi Garrett tentu aku tidak terima. Ini harus di laporkan Nick" ujar Karina.
Nick belum berani memberitahu kan kepada Karina, jika Garrett itu Rey.
"Membuat Garrett tidak sadarkan diri karena ada penyumbatan di otaknya,"
"Apa sebrutal itu dia hingga membuat Garrett tidak sadarkan diri,"
"Apa kau bilang Nick,Penyumbatan di otaknya?" Karina terkejut.
"Iya nona, Sampai detik ini belum ada kabar lagi l,aku akan memberi tahukan Ayumi tentang masalah ini" tutur Nick, karena tidak tega melihat Ayumi. mungkin saja dengan kehadiran Ayumi di sisi Rey yang sedang koma bisa memberikan semangat untuk Rey kembali sadar.
Karina menahan tangan Nick. "Sepertinya ini bukan waktunya untuk bercerita kepada Ayumi, lihat Ayumi pergi menggunakan taksi" kata Karina, terlalu lama mendengar Nick bercerita, mereka tidak memperhatikan Ayumi.
"Maafkan aku Nick, kita jadi kehilangan Ayumi,ayo kita ikuti Ayumi sekarang"pinta Karina.
Dengan segera Nick menuju mobilnya dan ia mulai mengejar Taksi yang membawa Ayumi. Ia tidak mau kejadian kecelakaan yang lalu menimpa Ayumi.
Cukup kemarin terakhir kalinya, Nick menambah kecepatan mobilnya untuk bisa mengejarnya.
__ADS_1
Sopir taksi menyadari jika ada mobil mewah yang mengikutinya karena tidak henti-hentinya mobil Nick memberi tanda untuk berhenti.
"Nona, kita di ikuti mobil di belakang dan sepertinya menyuruh kita untuk berhenti"
Ayumi bisa melihat jika Nick mengejarnya. "Jalan saja terus pak" perintah Ayumi.
"Baik nona"
Karina menghubungi Ayumi namun Ayumi mengabaikan panggilan dari Karina.
"Ayo lah sayang, di angkat telepon dari Aunty" gumam Karina.
Nick tidak mau diam saja ia menambahkan kecepatan mobilnya hingga ia berhasil menyelip taksi yang membawa Ayumi. Mobil Nick berhenti tiba-tiba di depan taksi.
citt...
Membuat sopir taksi mengerem mendadak.
Membuat Ayumi terjungkal ke depan. "Aw.. pak kenapa kita berhenti mendadak sih" kesal Ayumi. seraya memegang dadanya yang terkena jok depan.
"Maaf nona, mobil yang tadi berhasil menghalangi jalan kita, ada di depan, membuat saya harus mengerem mendadak" kata sopir taksi.
Nick keluar dari mobilnya dan mendekati taksi yang ada di belakangnya.
Tok.. tok..
"Ayumi, kakak mohon keluar lah" ujar Nick.
"Nona bagaimana ini, lebih baik nona urusi masalah anda dengan kekasih anda itu" ujar sopir taksi. Ia tidak mau terlibat. Membuat Ayumi mendengus kesal.
"Ada apa" ketus Ayumi.l Ia yang sudah turun dan melipatkan tangan ke dalam dadanya.
"Pindah sekarang ke mobil" perintah Nick.
"Kalau Ayumi tidak mau" tegas Ayumi menolak.
"Ayolah Ayumi sayang, kau itu kenapa? Baru pulang liburan tapi seperti kakak tidak mengenal adik sendiri "
Nick mengeluarkan uang dari dompet dan memberikan kepada sopir taksi, dan ia mengambil koper Ayumi.
"Kak apa-apa ini, Ayumi tidak mau" Ayumi menolak.
"Terimakasih pak, ini ongkos nya" seru Nick. ia tidak peduli penolakan dari Ayumi.
Nick mengulurkan tangannya untuk menggenggam tangan Ayumi menuju mobilnya. Ia membukakan pintu mobil belakang dan menyuruh Ayumi masuk.
__ADS_1
membuat Ayumi menghentak- hentakan kakinya.
"Masuklah" pinta Nick.
Ayumi masuk karena ia tidak ingin berdebat sekarang. Nick memasukkan koper Ayumi ke bagasi mobilnya. Dan ia kembali masuk ke dalam mobil melanjutkan perjalanan menuju apartemen mereka.
"Sayang, aunty khawatir jika kau pergi sendirian menggunakan taksi, Aunty masih trauma" seru Karina menoleh ke belakang.
"Maaf, harusnya Ayumi tidak ke kanak-kanakan dan pergi begitu saja" tutur Ayumi.
"Tidak apa-apa, kau kan memang masih anak-anak jadi wajar,jika kau masih bersikap labil dan pergi begitu saja" Nick terkekek.
Membuat Ayumi tidak terima dengan ejekan Nick. Ia memukul bahu Nick dari belakang, membuat si empunya mengadu.
"Aduh" Nick mengadu kesakitan. "Tiga hari tidak bertemu, kakak tidak percaya adik kakak ini bisa berubah begitu, apa ada yang salah saat liburan atau kau kesambet setan di Praha" cerocos Nick yang tidak henti-hentinya meledek Ayumi.
"Sepertinya memang iya Nick, di sana kan banyak bangunan kastil tua dan gedung-gedung bersejarah" timpal Karina yang ikut meledek Ayumi.
"Kalian berdua jahat banget sih, asal kalian tahu Ayumi tidak kesambet dimana pun, ini Ayumi masih waras masih sehat" ketus Ayumi.
Membuat Nick dan Karina tertawa melihat Ayumi.
"Iya siapa tahu iya kan nona Karina"
Membuat Ayumi membuang wajahnya ke samping karena tidak mau melihat orang di depannya.
"Huft menyebalkan" gumam Ayumi.
"Nick kita mampir ke restoran dulu iya, gara-gara ada yang ngambek tidak sempat untuk makan" cibir Karina.
"Ok, bisa di atur" kata Nick.
"Ayumi tidak mau, kalian saja yang makan, Ayumi ingin pulang"
"Kak turunin Ayumi disini saja" kata Ayumi lagi. Namun perut Ayumi tidak bisa di bohongi setelah terdengar perutnya bunyi.
Ahh perut tidak bisa di ajak kompromi, kenapa harus bunyi sekarang sih
Batin Ayumi kesal.
Sedangkan Nick dan Karina saling memandang dan ia tersenyum.
"Serius ingin di turunin disini, padahal lagi ada demo lho, gak kasian apa tuh cacing" kata Nick ia menepihkan mobilnya.
Ayumi berpikir sejenak, ia ragu untuk tidak menolak ajakan mereka. Namun jika ia menuruti ego nya, Ayumi akan kelaparan di jalan. mengingat di Praha Ayumi belum sempat makan apapun,dan di dalam private jet nya ia hanya di habiskan untuk menangis. Dan sekarang matanya sedikit sembab. Untuk menutupinya Ayumi memakai kaca matanya.
__ADS_1
"Baiklah, Ayumi ikut kalian" ucap Ayumi dengan malu-malu.
Nick melanjutkan perjalanan menuju restoran yang cukup terkenal di kota Paris.