
Setiap hari Garrett akan menyempatkan datang berkunjung kerumah Sakit dimana Ayumi di rawat. Tanpa sepengetahuan nya. Nick tahu akan kedatangan Garrett yang setiap hari selalu datang menjenguk Ayumi meski hanya menyapanya saja. Dan setiap hari juga Garrett selalu membawa buket bunga Tulip berwarna merah. Dimana bunga Tulip adalah bunga kesukaan Ayumi.
"Ini sudah hampir satu Minggu kenapa kau belum kunjung bangun, apa tidur mu sangat nyenyak hingga tidak ingin bangun", ucap Garrett yang saat ini sedang bersama Ayumi.
"Untuk beberapa hari, aku tidak berkunjung, aku harus terbang ke Jerman, semoga saat aku kembali kau sudah membuka mata", seru Garrett.
"Baiklah, semoga kau cepat sembuh" kata Garrett lagi.
Ia keluar dari kamar rawat Ayumi namun kali ini Nick ingin bertemu dengan Garrett.
Nick yang sudah menunggu Garrett di depan pintu. Membuat Garrett terkejut melihat ada seseorang yang sudah menunggunya.
"Maaf saya mengejutkan anda, bisa kita bicara sebentar", seru Nick. Mengajak Garrett untuk berbicara berdua.
"Baiklah, kita akan berbicara dimana" kata Garrett dengan dingin.
Nick tersenyum, ia merasa benar-benar mirip dengan Rey.
Nick membawa Garrett ke cafe yang berada di seberang Rumah sakit.
"Duduklah" ucap Nick. mempersilahkan Garrett untuk duduk.
"Terimakasih", jawab Garrett.
"Perkenalkan saya Nick, yang selalu bersama Ayumi, ini mungkin pertemuan kita yang kedua di saat Birthday party Jessica sahabat Ayumi", jelas Nick.
"Iya, kita pernah bertemu, nama saya",
"Saya sudah tahu Tuan Garrett" seru Nick tersenyum. "Saya tahu, jika kau sering berkunjung ke kamar rawat Ayumi",
"Terimakasih, jika dengan kedatangan mu, membuat Ayumi banyak ke majuan",
Membuat Garrett tertegun, ia masih mencerna kata-kata Nick.
"Tapi, jika kau terus- menerus datang bertemu Ayumi, ia akan semakin terluka",
Membuat Garrett terdiam, ia belum tahu apa-apa tentang yang di bicarakan Nick, membuat Ayumi terluka apa maksud dari perkataan. Garrett ingin sekali menjawab namun sangat berat.
"Jika, kau ingin tahu jawabannya, datang lah jam 7 malam di Apartemen xxx no 18", kata Nick, ia bangkit dari tempat duduk. Dan meninggalkan Garrett sendirian yang masih mencerna kata-kata Nick barusan.
🍃🍃🍃
Nick kembali ke kamar Ayumi, namun melihat Ayumi sudah sadarkan diri. Nick dengan segera menghubungi Dokter Ayumi.
Sementara Ayumi di priksa oleh Dokter dan perawat yang membantu, Nick mengabari Keluarga Sander dan juga Mami Arum. Jika Ayumi sudah sadar dari koma, membuat mereka merasa senang.
__ADS_1
Mereka berempat datang bersamaan, Tn. Dominik Karina, dan mami Arum, sedang Jeff datang setelah mami Arum karena ia harus memarkirkan mobilnya terlebih dulu.
"Bagaimana kondisi Ayumi" Tanya Karina yang masih berjalan bergandengan dengan Tn. Dominik. Dan mamai Arum masih melangkah di belakang nya.
"Ayumi baru saja sadar dari koma, sudah satu Minggu ini kondisi Ayumi naik pesat dan hari ini ia mau bangun dari komanya", seru Nick yang menjelaskan keadaan Ayumi.
"Kenapa kau baru bercerita sekarang Nick", kata Mami Arum.
"Maaf", kata maaf yang Nick ucapkan, ia tidak mengatakan jika pria yang mirip Rey sering datang untuk Ayumi.
"Dimana Ayumi, kenapa kau malah di luar", kata Karina.
"Ayumi masih di periksa oleh dokter nona", jawab Nick.
Mereka semua mengerti, dan mau menunggu sampai dokter memeriksa Ayumi selesai. Dan tidak butuh lama dokter dan perawat keluar dari kamar rawat Ayumi.
Tn. Dominik dan mami Arum bangkit dari tempat duduknya.
"Bagaimana kondisi Ayumi saat ini Dokter", kata mereka bersama.
"Seperti yang saya katakan, respon seminggu ini sangat baik, maka cepat atau lambat ia akan bangun dengan sendirinya, untuk sementara jangan di ajak berbicara, mungkin beberapa jam untuk memulihkan ingatan nya."
"Baik Dokter, Terimakasih" kata Mamai Arum.
Mereka semua masuk dan melihat Ayumi yang sedang menatap ke arah jendela.
Merasakan ada seseorang Ayumi menoleh dan ia tersenyum melihat aunty Karina, Mami Arum dan Deduska nya yang berkumpul di dalam kamarnya.
"Aunty, mami, Deduska", lirih Ayumi memanggil mereka, namun masih bisa di dengar oleh mereka.
"Iya sayang, kami disini, kami senang kau sudah kembali" seru Karina. Ayumi hanya mengangguk dan menangis.
Karina mendekati dan memeluknya. "Jangan menangis sayang, kita semua disini untuk kamu", bisik Karina seraya tangannya mengelus rambut panjang nya.
Ayumi merasa beruntung memiliki keluarga yang sangat peduli padanya, di saat dia kembali bisa melihat keluarga tercinta di depan mata, tanpa Ayumi minta.
Nick tersenyum dari kejauhan, ia menitihkan air matanya.
Apa aku harus berterimakasih pada Garrett, tapi Ayumi jangan sampai tahu, takut jika ia akan kecewa lagi, karena dia bukan Rey, melainkan orang lain. Sepertinya harus pelan- pelan untuk menjelaskan kepada Ayumi.
"Aunty", mengurai pelukannya, "iya sayang, apa kau ingin sesuatu", kata Karina. Ayumi hanya menggelengkan kepalanya.
"Berapa lama Ayumi tertidur", ucap Ayumi.
"Satu Minggu sayang, kau tidak sadarkan diri" jawab Karina.
__ADS_1
Ayumi membekam mulutnya tidak percaya selama itu ia tidak sadarkan diri. "Pasti Ayumi merepotkan kalian, terimakasih sudah mau menunggu dan menjaga, merawat Ayumi selama itu", keluh Ayumi menundukkan kepalanya.
"Tidak sayang, disini tidak ada yang di repotkan, kami senang merawatmu" sahut Tn. Dominik.
"Lebih baik, kau istirahat kata Dokter kau baru saja sadar butuh istirahat yang cukup", ucap Mami Arum. Ia tidak mau membuat Ayumi sedih dengan terus-terusan bertanya.
"Benar itu sayang, kau lebih baik istirahat, kami semua akan menjaga mu disini", kata Karina yang masih duduk di samping ranjang Ayumi, ia membetulkan posisi Ayumi dan menyelimutinya hingga Ayumi kembali tertidur.
Nick memutuskan untuk istirahat di apartemen dan ia juga sudah janji untuk bertemu seseorang. Setelah pamit untuk pulang lebih dulu.
***
Pukul 7 malam, Garrett memenuhi permintaan Nick untuk datang ke apartemen nya. Nick melihat jam di pergelangan tangan ia tersenyum siapa yang datang saat bunyi bel berbunyi.
Nick membukakan pintu dan mempersilahkan Garrett untuk masuk ke dalam.
"Masuklah kita bicara di dalam saja", kata Nick.
Nick memilih studio mini milik Rey. Melihat foto dirinya yang terpanjang rapih di sini membuat Garrett shock dan sekaligus kaget, kenapa ada foto dirinya disini dan foto bersama Ayumi juga.
"Kau pasti terkejut melihat foto mu kan" tanya Nick, ia tersenyum melihat Garrett kebingungan.
Garrett menatap foto satu persatu. sebelum ia bertanya lebih dalam lagi.
"Dia siapa kenapa mirip sekali dengan ku" ucap Garrett yang akhirnya mau berbicara.
"Dia Rey, suami Ayumi,"
Deg
Mendengar suami, perasaan Garrett menjadi campur aduk, ntah perasaan apa ini, ia mencoba untuk tenang dan melanjutkan penjelasan tentang Ayumi dan Foto yang mirip dirinya.
"Ayumi kini sudah sadarkan diri berkat dirimu," kata Nick.
Kini Garrett sudah mulai tahu, " Apa kecelakaan Ayumi ada sangkut paut dengan pertemuan itu ", seru Garrett.
"Iya kau benar" ucap Nick. Ia duduk di sofa depan televisi. "Awal mulai Jessica sering bercerita tentang mu, dan membuat Ayumi jika yang di ceritakan sahabat itu Rey suaminya", Nick menatap Garrett. " Dan malam itu, Ayumi membuktikan sendiri jika yang selama ini Jessica ceritakan ternyata benar, saat Ayumi melihat langsung kamu di depan Ayumi, ia merasa shock dan pergi meninggalkan acara Jessi begitu saja hingga kecelakaan itu terjadi", jelas Nick.
Membuat Garrett percaya, " Dimana Rey" tanya Garrett.
Nick menghela napas berat, ia sesungguhnya tidak ingin menceritakan Rey, namun ia yang mengundang Garrett untuk datang ke apartemen. Nick menceritakan semuanya kepada Garrett tanpa terkecuali.
Garrett kini sudah kembali ke rumah nya, ia masih memikirkan kata-kata Nick tentang Ayumi. Ntah perasaan apa ini, perasaan sayang kepada ayumi karena tulus, atau rasa ingin tanggung jawab karena dia seperti ini. Itu yang membuat Garrett binggung.
Perasaan apa ini, apa aku tulus mencintainya atau karena kasian
__ADS_1
Batin Garrett.
Bersambung..