
Pagi ini adalah hari dimana Nick dan Irina akan melangsungkan pernikahan mereka yang di adakan mendadak. Meski konsep nya sederhana tapi. nampak begitu glamor.
Karina begitu antusias membantu Nick dan Irina. Meski hanya pihak keluarga saja. Namun, kedua calon pengantin pria dan wanita tidak memiliki saudara atau keluarga. Kecuali Jeremy yang tengah kritis di London dan Nick hanya keluarga dari Rey. Mami Arum dan Dady Andreas lah yang menjadi orang tua Nick. Sedangkan Irina dampingi oleh kedua orang tua dari Sean.
Sean melarang Karina untuk turun tangan. Karena sudah ada pihak W.O yang melakukan tugasnya. Namun, Karina tidak mau ia ingin sekali ikut andil dalam pernikahan Irina dan Nick yang sudah Karina anggap keluarga.
"Honey, sudah cukup, ada pihak W.O yang akan melakukan pekerjaan ini semua!" Pinta Sean.
"Tapi, sayang aku kurang puas dengan hasil kerja mereka."
"Astaga, honey!, Mereka itu sudah profesional. sudah menjadi pekerjaan mereka, kamu lebih baik istirahat, aku tidak mau kamu kelelahan." Ujar Sean.
"Sayang," Karina memohon kepada Sean untuk ikut berpartisipasi dan tidak melarangnya.
"Lihat, honey kau begitu pucat, aku tidak mau kamu sakit, ayo lebih baik kita istirahat."
Jika Sean sudah mengomel. Karina tidak bisa membantah suaminya. Karina menuruti Sean untuk istirahat. Sean mengajak istrinya menuju sofa yang tidak jauh dari nya. Ia mendudukkan Karina di sana.
"Tunggu disini honey, aku ambilkan air untuk mu. Kau pasti capek kan?"
Karina menganggukan kepalanya.
Karina merasa kepalanya terasa sedikit pusing ia memegang kepalanya.
Sean yang melihat nya langsung menghampiri istrinya. Ia menaruh nampan yang berisi gelas air putih yang batu saja Sean ambil di atas meja.
"Honey, kau kenapa? Apa ada yang sakit?," Tanya Sean khawatir.
"Tidak sayang, aku hanya lelah saja."
"Ya sudah lebih baik kita istirahat. Ini minum dulu." Sean mengambil gelas yang berisi air putih tadi dan membantu Karina untuk meminumnya.
"Bagaimana, apa sudah merasa enakan?" Tanya Sean.
"Sayang, kepala ku sedikit pusing." jawab Karina. Seraya menyenderkan kepalanya di bahu Sean.
"Oh my, baby kau terlihat pucat sekali. Ayo kita istirahat, dan aku akan panggilkan dokter untuk mu."
__ADS_1
"No, Sean. Aku hanya butuh istirahat tidur saja."
"Baiklah jika itu mau kamu baby," ujar Sean.
Sean menggendong Karina menuju salah satu kamar hotel yang sudah mereka pesan. Meski Karina menolak untuk di gendong. Ia merasa masih bisa untuk berjalan sendiri. Namun, Sean melarang nya dan tetap membawa Karina dengan mengendong nya meski dengan sedikit paksaan.
Cup
"Istirahat lah baby," bisik Sean. Dan beranjak dari tempat tidur. Namun, Karina menahan Sean untuk pergi.
"Jangan pergi, temani aku disini." Pinta Karina. Ia mendadak menjadi manja kepada Sean.
"Tidak akan baby, aku tidak akan pernah meninggalkan mu, aku hanya ingin membersihkan badan saja."
"Astaga, honey kau menangis hem?" Tanya Sean. tiba-tiba melihat istrinya menangis.
"Jangan pergi," kata Karina.
Sean tersenyum melihat istrinya mendadak menjadi lebih sensitif.
🍃🍃🍃
"Baby, jika merasa tidak enak badan lagi, kau bilang ke aku ya." Kata Sean mengingatkan.
"Aku sudah tidak apa-apa sayang, kau tidak perlu khawatir lagi, ok,"
"Baiklah baby,"
Irina begitu cantik dan anggun dengan balutan gaun pengantin yang di buat oleh kakak tercinta nya yang tengah berjuang. Sedangkan Nick begitu tampan dengan Tuxedo berwarna hitam.
Nick yang akan mengucapkan janji suci pernikahan. Namun, harus berhenti melihat Karina yang tidak sadarkan diri.
Bugh
"Honey," teriak Sean.
Membuat semua orang menoleh ke sumber suara.
__ADS_1
"Karina,"
"Sayang"
"Menantuku,"
Kedua orang tua Sean, mami Arum dan juga Tn Dominik merasa khawatir melihat Karina tiba tiba tidak sadarkan diri.
"Sean, bawa istrimu ke rumah sakit sekarang, mommy tidak mau terjadi kenapa- kenapa dengan menantu mommy."
"Sean cepat," kata Tn. Dominik.
Sean menggendong Karina menuju mobilnya. Dan membawa nya ke rumah sakit terdekat. Sedangkan Daniel menjadi sopir untuk mengantar Karina dan Sean kerumah sakit.
Sean hanya bisa mondar-mandir di depan pintu UGD saat Karina tengah di periksa oleh Dokter.
Sedangkan keluarga lain nya menyusul ke rumah sakit. Nick dan Irina sepakat untuk membatalkan pernikahan mereka.
"Sean, tenanglah, kita berdoa saja, semoga Karina tidak kenapa-kenapa," kata orang tua Sean menenangkan Sean.
"Mom, Sean hanya khawatir dengan Karina, ia ngeluh sakit sudah dari pagi. Tapi, Karina menolak jika Sean memanggil Dokter,"
"Tenang Sean, Karina tidak akan terjadi apa-apa," kata Tn. Dominik. Ia juga merasa khawatir dengan putrinya. Bohong kalau dia tidak memikirkan keadaan putrinya.
"Keluarga Pasien," ucap Dokter.
Semua orang menoleh dan berdiri saat dokter memanggil keluarga pasien.
"Sa-saya suaminya dok, bagaimana dengan kondisi istri saya?"
"Istri anda tidak apa-apa, hanya butuh istirahat, saya sarankan untuk pergi ke Dokter Obygu." Kata Dokter memberikan saran.
"Apa," pekik semua orang, karena mereka tahu harus pergi ke Dokter bagian apa.
"Jadi menantu saya hamil dokter."
"Astaga, Sean, mommy akan menjadi granmom," ibu Sean memeluk putranya dan memberikan ucapan selamat bertubi-tubi.
__ADS_1
"Selamat Sean kau akan menjadi seorang Ayah." Seru Tn. Dominik kepada menantunya.