Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 116


__ADS_3

Matahari mulai menampakkan sinarnya, semilir angin laut yang masuk ke ke sela- sela jendela membuat gorden berterbangan karena angin.


Ayumi mulai mengerjapkan matanya,ia terbangun dari tidurnya, Ayumi tersenyum saat melihat wajah Rey yang masih tertidur pulas, Ayumi tidak ingin mengngaggu nya hanya kecupan singkat di bibir tebal Rey.


Cup


"Good morning sayang, I love you" bisik Ayumi sebelum meninggalkannya.


Ia dengan segera turun dari tempat tidur melangkah menuju kamar mandi ia akan membersihkan badannya yang nampak lengket dari sisa bercinta semalam.


Memandang ke luar jendela kaca di dalam kamar mandi Ayumi menyudahi acara berendam nya, ia tersenyum melihat kolam renang di depan nya.


Ayumi memakai baju renang nya dan Ayumi merentangkan kedua tangannya saat sudah membuka pintu dan merasakan hembusan angin laut yang menusuk tubuhnya.


Rey menggerakkan tubuhnya, Rey terhenyah saat tangan nya meraba di depan nya, ia membuka matanya saat melihat tidak ada Ayumi di samping nya, ternyata istri kecilnya sudah bangun terlebih dulu tanpa membangunkan nya,


Rey menyibakan selimutnya lalu turun dari tempat tidur nya, Rey memungut dan memakai celana boxer nya yang tercecer di lantai dan mencari keberadaan Ayumi.


"Baby"


"Baby" teriak Rey dengan kata yang sama. Namun pria yang baru saja bangun tidur dengan rambut yang sedikit acak-acakan.


Rey melihat pintu terbuka ia bisa melihat dari kejauhan melihat istrinya yang sedang berenang.


Rey tersenyum lalu ia ikut berenang bersama. Ayumi terhenyah saat ada tangan yang memeluk tubuh dari dalam air.


"Ahhhh" teriak Ayumi.


Sedangkan Rey menampakkan dirinya di hadapan Ayumi, ia tersenyum melihat istrinya terkejut.


"Sayang, kau membuat ku jantungan" keluh Ayumi memegang dadanya.


Rey tertawa "maaf baby, kenapa kau berenang tidak mengajak ku" tanya Rey. Ia menarik pinggang Ayumi untuk mendekat dan membuat mereka berdua saling menempel.


"Ayumi tidak tega membangunkan mu" jawab Ayumi.


Rey memeluk pinggang Ayumi, sedangkan Ayumi mengalungkan tangannya ke leher Rey. Mereka saling berciuman di dalam air cukup lama, "lain kali bangunkan aku juga baby, aku tidak mau kamu sendirian", Rey mengangkat pinggang Ayumi ke atas mendudukkan dipinggir kolam. Ayumi menganggukan kepalanya.

__ADS_1


Horse menyuruh salah satu pelayan untuk mengantar makanan Rey dan Ayumi yang masih di pinggir kolam.


"Permisi, kami datang atas perintah Horse untuk mengantar makanan Tuan dan Nyonya"


Rey menganggukan kepalanya dan menyuruh para pelayan tadi untuk pergi.


"Sayang lebih baik kita makan dulu, habis itu temani Ayumi ke bukit itu," kata Ayumi menunjuk ke arah belakang resort.


"Baiklah baby, aku temani kamu keliling pulau kecil ini, kau pasti akan senang jika melihat nya nanti" jawab Rey.


"Memang ada apa?" tanya Ayumi polos.


"Lebih baik kita makan dulu" ajak Rey yang membuat Ayumi penasaran.


"Sayang jawab dulu apa?" rengek Ayumi yang ikut menyusul Rey yang akan ke kursi.


"Makanya kita makan dulu, jika di jelaskan sekarang kau tidak akan terkejut nanti baby" Rey membalikkan badannya dan menoel hidung Ayumi.


Membuat Ayumi cemberut dan menghentak-hentakan kakinya. Saat Rey meninggalkan Ayumi dan Rey tersenyum sudah membuat istrinya kesal karena penasaran.


Ayumi ikut duduk di samping Rey yang sudah memakan makanannya. Ia mengambil piring dan memakannya dengan lahap.


Rey mengikuti istrinya yang sedang kesal itu, ia bisa melihat Ayumi yang berada di bawa air shower. Rey ikut bergabung ia memeluk tubuh Ayumi dari belakang, membuat Ayumi tersentak ketika Rey memeluknya. Meski sering memeluk tiba-tiba tapi Ayumi masih saja terkejut.


"Honey apa kau marah padaku" bisik Rey yang mencium leher jenjang Ayumi.


Ayumi mengigit bibir saat merasakan desiran seluruh tubuh karena hembusan napas Rey membuatnya ingin mendesah. Karena Rey mencium salah satu daerah sensitif Ayumi.


"Keluar kan lah baby, jangan di tahan" ucap Rey. Ayumi mencoba menolak, tangannya sudah melepaskan tangan Rey. Namun suara Ayumi yang membuat Rey terdengar seksi di telinganya.


"Good honey"


"Rey"


"Ya Baby"


"Ahhh Rey lepas!" Pinta Ayumi tanpa embel-embel kakak atau sayang untuk menyudahinya,namun Rey sudah melepaskan seluruh kain yang melekat di tubuh Ayumi.

__ADS_1


Rey tidak mempedulikannya saat Ayumi meminta Rey melepaskan tangan nya. Ayumi membalikkan tubuhnya menghadap Rey ia tersenyum tipis. Tangan Ayumi membelai wajah tampan Rey dan rambut nya. Ayumi mencium bibir Rey dengan rakus. Membuat mata Rey melebar karena terkejut mendapatkan serangan dari Ayumi yang mendadak. Karena tadi Ayumi menolaknya.


Rey merasa senang karena di balas dengan Ayumi yang begitu agresif. Rey tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk kembali bercumbu dengan istri kecilnya. Jendral kecil Rey sudah merasakan ketegangan namun Ayumi malah menyudahi cumbuannya.


"Selamat bertarung sendiri" ucap Ayumi menepuk pipi suaminya dan meninggalkan Rey.


"Tapi honey tidak mungkin jendral kecil bertarung sendiri" keluh Rey.


Ayumi melambaikan tangannya dengan tubuh seksinya tanpa menutup. "Ahh baby kau sudah berani menggodaku" seru Rey. Namun Ayumi tidak mempedulikannya.


Ayumi sudah rapih ia memainkan handphone nya ia mendengus kesal karena tidak ada sinyal di pulau pribadi nya seraya menunggu Rey menyelesaikan Jenderal kecilnya bertempur.


"Sayang apa di pulau ini tidak ada sinyal sama sekali?" Tanya Ayumi kepada Rey yang sedang berjalan kearahnya.


"Ada" jawab Rey singkat.


"Lalu kenapa punya Ayumi tidak ada? " Tutur Ayumi memperlihatkan handphone ke arah Rey.


"Pakai saja handphone ku baby, karena hanya handphone miliku yang bisa" kata Rey seraya memakai bajunya yang sudah disiapkan oleh Ayumi.


"What" pekik Ayumi, "ini tidak adil, kita sama-sama sedang di pulau kecil ini tapi hanya handphone kak Rey saja yang bisa" keluh Rey.


Rey tersenyum ia ikut duduk di samping Ayumi yang sedang kesal dan cemberut. Rey menoleh ke samping. "Aku tidak mau acara honeymoon kita di ganggu baby,"


Ayumi mengerutkan bibirnya. Rey menyerahkannya handphone miliknya kepada Ayumi. " Pakai ini" kata Rey. Meski ia sedikit kesal tapi menerima handphone dari Rey.


Dengan senyum kikuk ia mulai membuka handphone milik Rey.


Ayumi mengerutkan keningnya saat melihat wallpaper di handphone Rey dirinya yang sedang tertidur di dalam pelukannya.


"Apa-apa an ini, kenapa memasang wallpaper saat Ayumi tertidur?" Tanya Ayumi.


"Itu salah satu foto yang paling menggemaskan baby" jawab Rey.


Ayumi memperhatikan dengan intens, memang benar apa yang di katakan Rey jika Ayumi yang sedang tidur itu jauh lebih menggemaskan.


"Baby apa kita jadi jalan- jalannya?" Tanya Rey menoleh ke Ayumi yang sedang bermain Handphone nya.

__ADS_1


"Wait" kata Ayumi yang matanya masih fokus ke handphone Rey, ia tersenyum saat melihat isi handphone dan nama- nama kontak nya hanya ada nama Ayumi, keluarga dan orang kepercayaan nya saja.


__ADS_2