Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab.165


__ADS_3

"Aunty terkejut saat salah satu anak buah aunty bilang jika para tamu undangan di karang untuk keluar dari Hotel ini." ucap Karina saat ini wanita itu tengah duduk di samping Ayumi untuk menjaganya.


Tidak hanya Karina dan Irina juga Jeremy yang menjaga Ayumi. Tapi, Rey juga menyuruh bodyguard untuk menjaga para wanita. Rey takut jika Jessica melakukan ini tidak sendirian melainkan di bantu seseorang ntah siapa. Itu yang ada dipikiran Rey.


Ayumi hanya diam. Ia masih syok akan kejadian ini. Jika saja Rey tidak mengetahuinya. Ntah bagaimana nasib calon anak-anaknya. Mungkin Ayumi akan kehilangan calon anak-anaknya.


"Sayang,.apa kau sudah makan?" Tanya Karina. Namun Ayumi hanya diam.


"Sedari tadi aku udah menyuruhnya untuk makan. Bahkan saat aku mengambilkan makanan untuk nya. Ayumi tidak mau makan." Irina mengaduh.


Karina tersenyum. Karena ia tahu jika Ayumi tidak bisa makan. Ayumi hanya bisa makan buah saja.


"Dia tidak bisa makan nasi berserta koloni-koloninya."


"Apa dia hanya bisa makan buah saja selama ini?"tanya Irina ia sudah paham. kenapa Ayumi sedari tadi hanya diam saja. Dan Karina hanya menganggukkan kepalanya.


"Tunggu disini, biar aku ambilkan salad buah untuk mu." Irina bangkit dari tempat duduknya.ia melangkah menuju stand makanan. Irina mengambil salad buah. Dan Irina juga mengambil ice cream. Ia tahu jika wanita hamil itu memiliki emosional yang berubah-ubah.

__ADS_1


Irina mengambil cup ice cream yang lumayan besar. Agar mood ibu hamil ini kembali baik. Ibu hamil memiliki moody yang bisa berubah-ubah, seperti mudah cemas, pemarah, atau sebaliknya ceria dan periang, semua itu bisa jadi karena perubahan hormon selama kehamilan terjadi.


Irina membawa salad buah dan satu cup ice cream yang cukup besar. Dengan susah payah.


"Ya ampun, Jean, kau bisa bilang pelayan untuk membawakan ini semua" ujar Jeremy. Karena bisa melihat bagaimana adiknya kerepotan.


Irina hanya tersenyum dengan menampakkan deretan gigi putihnya.


"Niat aku tuh ambil salad. Tapi, aku tuh ingat jika orang hamil gampang banget berubah hormon. Maka aku ambil sekalian meski susah untuk membawa sampai kesini." Irina tertawa.


"Ayumi tidak apa-apa kak." jawab Ayumi.


"Hei ... Princess. Pikiran dan hatimu itu tidak sama. Maka dari itu Jean ingin membuat mood kamu kembali ceria Bambang."


"Sudah-sudah lebih baik kau makan salad buah saja. Kalau tidak makan, aunty bisa di cincang sama laki lho dan buat santapan anak lho si Angelo kalau pagi." Karina terkekeh.


Membuat Ayumi tertawa seketika. "Maaf Aunty ku sayang, dan kakak ku yang tercinta."

__ADS_1


"Uhhh terhanyut eyke. Cin." Jeremy merentangkan kedua tangannya untuk memeluk ke tiga wanita beda generasi ini. Seperti Teletubbies.


Ayumi akhirnya mau makan. Karena memang Ayumi hanya bisa memakan buah-buah saja yang bisa masuk ke perut. Selebihnya ia akan memutahkan. Tapi tidak terlalu memutahkan jika Ayumi makan nasi goreng.


🍃🍃🍃


Di dalam kamar hotel.


Rey ingin sekali memukul pelayanan itu yang masih berbelit-belit tapi ia sadar jika ia berhadapan dengan seorang wanita. Jika Rey melakukannya Rey akan teringat dengan mami nya. Dan juga Istrinya.


Rey hanya melayangkan tinju ke udara untuk melampiaskan kekesalannya. Karena tidak di ijinkan untuk mengintimidasi pelayan tadi.


"Haahh." Rey menghela napas kasar.


"Kalau tidak di cegah. Mungkin kau akan mati di tangan ku." Ucap Rey dingin.


Brakk ...

__ADS_1


__ADS_2