
"Sepertinya kau harus berjuang sendiri Jes", Kata Willi.
"Ahh kak Willi gak asyik, gak mau bantuin Jessi", ucap Jessica dengan sedikit kesal. "Biar Jessi aduin ke mommy kalau kak Willi tuh jahat", ancam Jessica.
"Jangan dong Jes, Kalau mommy sudah ngomel tidak akan berhenti sampai 7 hari", Jelas Willi
"Ya sudah bantuin kek, sama adik sendiri,please kak bantuin adik kak Willi yang cantik, rajin menabung dan tidak sombong ini", Jessica memohon.
"Ck.. kau ini, jika bukan adik sendiri sudah kakak kirim ke Antartika, segitunya kau mencintai si kulkas berjalan", kata Willi.
Membuat Jessica tertawa. "Kak ini masalah hati adikmu, makanya Kak willi tuh cari cewek yang pakai hati bukan pakai uang kak Willi saja",
Membuat Willi mendengus kesal, ia adalah cowok yang sukanya berganti-ganti pasangan. paling lama menjalin hubungan hingga 1bulan lamanya.
Jessica merasa senang ia berhasil mengerjain Kakak untuk bisa dekat dengan temannya Garret.
Ayumi yang memperhatikan sahabatnya dari tadi merasa binggung saat menelpon dengan seseorang.
"Sepertinya kau bahagia banget, saat telepon- teleponan tadi", sahut Ayumi.
"Iya dong, kapan lagi bisa mengerjain kak Willi untuk membujuk temannya. untuk menjadi pacarnya",
Ayumi memicingkan matanya "Astaga kau Jess, seperti tidak laku saja", Ayumi mencibir.
"Kau belum lihat seperti apa dia, jika kau melihatnya, kau akan tergila-gila padanya", Ucap Jessica.
"Ck kau ini, Aku tidak seperti mu, tidak ada yang bisa menggantikan Rey dari posisi siapa saja, termasuk pria yang kau maksud itu",
Membuat Jessica tertawa. "Lihat saja nanti kau akan terpesona, kau tahu Ayumi jika kak Garret tidak mudah di gapai wanita mana pun dan juga susah sekali di dekati wanita", jelas Jessica.
Deg
Ayumi sedikit terkejut, kata-kata Jessica seperti omongan Nick dan mami Arum ketika bercerita tentang Rey. Yang susah sekali untuk jatuh cinta pada wanita, padahal Rey adalah seorang pembalap yang banyak wanita cantik yang mendekati hanya untuk menjadikannya kekasih. tapi Rey itu berbeda. merasa jika Jessica sedang menceritakan Rey.
Tapi Ayumi menyadari jika Jessica bukan sedang bercerita tentang Rey melainkan pria lain yang bernama Garret orang yang hampir sama dengan kehidupan percintaan sama dengan Rey.
Ayumi mencoba menepiskan pikiran nya.
Itu bukan kak Rey, itu hanya kebetulan saja sama, pasti orang nya beda.karena tidak mungkin kak Rey ada di dunia ini
"Apa kau ingin melihatnya Ayumi kebetulan Jessi punya foto kak Garret",Tawar Jessica. ia menyerahkan handphone kepada Ayumi.
Ayumi ragu untuk menerima tawaran Jessica untuk melihat foto Garret pria yang di cintai Jessica di handphone. Belum sempat handphone di pegang oleh Ayumi.
"Ayumi kau sudah di apartemen, kakak kira kau masih di mansion Tn Dominik, hampir saja kakak akan kesana", sahut Nick saat tiba di Apartemen Ayumi.
__ADS_1
"Jessi kau disini?", Kata Nick melihat Jessica ada di apartemen Ayumi.
"Iya kak, tapi melihat kakak sudah pulang, Jessi mau pulang banyak tugas dari kampus", kata Jessica.
"Iya.. padahal kakak bawa makanan banyak", ucap Nick memperlihatkan beberapa kantong makanan yang Nick beli.
"Tidak kak, terimakasih lain waktu saja", ucap Jessica.
"Ayumi!! Jessi pulang dulu", Kata Jessica ia memeluk tubuh Ayumi sebelum keluar dari apartemen Ayumi.
"Iya, kau Hati-hati di jalan, terimakasih buat hari ini, sudah menemaniku", jawab Ayumi.
Mereka mengurai pelukannya. "Sama-sama, Jessica pulang dulu, bye kak Nick", ucap Jessica seraya melambaikan tangan kepada Nick dan Ayumi.
Ayumi menatap kepergian Jessica hingga tak terlihat punggung nya lagi.
Ayumi langsung saja bergegas masuk ke dalam kamarnya. Melihat Ayumi pergi begitu saja membuat Nick mengerutkan keningnya.
"Ayumi, kau mau kemana? kakak bawa makanan banyak", Teriak Nick. Namun Ayumi tidak bereaksi apa-apa membuat Nick merasa binggung.
"Ada apa sebenarnya yang terjadi tadi antara Ayumi dan Jessica? dan Jessica juga langsung pulang saat aku datang", gumam Nick menatap pintu kamar Ayumi dari pantry.
Nick meninggalkan makanan tadi yang ia beli dan mendekati kamar Ayumi.
Tok.. tok..
"Ayumi. Are you ok?", kata Nick lagi.
"Ayumi tidak apa-apa kak, Ayumi ingin bersih-bersih dulu", sahut Ayumi dari dalam kamar dengan suara yang sedikit bergetar. Ayumi saat ini sedang menahan untuk tidak menangis saat mengingatkan Rey Kemabli.
"Kak!! apa kak Rey masih hidup?" lirih Ayumi saat menatap foto Rey.
Ayumi mengingatkan kembali saat Rey kecelakaan. ia melihat sendiri saat kecelakaan terjadi meski hanya lewat streaming Nick sambungkan. ia menggelengkan kepalanya dan Ayumi berteriak. hingga Nick yang belum jauh dari kamar Ayumi mendengar Ayumi berteriak.
"Tidak!..Tidak..!!" teriak Ayumi histeris.
Nick kembali mengetuk pintu kamar Ayumi.
"Ayumi kamu kenapa? Tolong buka pintunya?", kata Nick.
Terpaksa Nick harus mendobrak pintu kamar Ayumi. ia takut Ayumi kenapa-kenapa, masih terdengar Ayumi berteriak dan menangis.
Dengan sekuat tenaga yang tersisa Nick mencoba mendobrak kembali.
Brak!!!.....Bark!!..
__ADS_1
Setelah pintu kamar Ayumi jebol dan terbuka Nick merasa lega, ia bergegas masuk dan mencari Ayumi.
Melihat Ayumi memeluk kakinya dengan kepala berbaring di lutut. Ayumi menangis hingga menyembunyikan wajahnya.
Nick berjongkok dan mengangkat kepala Ayumi. nampak terlihat air mata yang berlinang. Nick tidak berbicara apa-apa. yang Ayumi butuhkan adalah ketenangan.
Nick menarik Ayumi dalam pelukannya. Nick melihat foto Rey tergeletak di lantai samping Ayumi.
Nick mendesah kasar. Ayumi sepertinya kembali down mengingat Rey kembali.
"Are you ok, Ayumi?", Bisik Nick. seraya mengelus rambut panjang Ayumi.
"Apa yang sebenarnya terjadi?", kata Nick kembali.
Ayumi hanya menangis dalam diam. Nick mengurai pelukannya. ia menatap wajah Ayumi.
"Look my eyes Ayumi", Ucap Nick.
Ayumi menatap wajah Nick. "Kak Rey!!.. Kak Rey!!", ucap Ayumi menyebut nama Rey.
"Ada apa dengan Rey? apa kau bisa cerita dengan kakak Ayumi?",
Ayumi akhirnya menceritakan semua kepada Nick.
"Mungkin hanya kebetulan sama saja, Itu bukan Rey, kakak melihat sendiri saat kecelakaan terjadi, meski tubuh Rey terbakar dan tidak terbentuk lagi, tapi kakak yakin itu Rey", ucap Nick.
Nick membantu Ayumi bangun dan berdiri. untuk duduk di atas kasur, Nick memberikan segelas air putih yang sudah tersedia di atas Nakas kamar Ayumi.
"Tapi.. hati kecil Ayumi berkata jika kak Rey masih hidup", ucap Ayumi dengan bibir bergetar.
"Ayumi dengarkan kakak, Jika Rey masih hidup dia pasti menghubungi kita?", jelas Nick kepada Ayumi.
"Tidak.. itu pasti kak Rey masih hidup kak", kata Ayumi dengan ambigu.
"Ayumi!! Rey sudah meninggal", Bentak Nick.
Membuat Ayumi kembali menangis. Nick merasa bersalah karena telah membentak Ayumi. ia keluar dari kamar Ayumi, jika terus-terusan di dalam kamar Ayumi akan terus berdebat tentang Rey.
"Kakak, akan mencari orang untuk memperbaiki pintu kamar kamu, istirahatlah di kamar kakak dulu", ucap Nick.
Nick keluar dari Apartemen dan masuk ke dalam mobilnya ia pergi untuk menenangkan pikiran. Nick juga merasa kehilangan Bos sekaligus sahabatnya itu.
Jika kau masih hidup setidaknya kau datang menemui keluargamu. ini hampir satu tahun Rey kamu meninggalkan kita semua, terutama Ayumi merasa kehilangan dirimu. batin Nick. Dia mengendarai mobil nya dengan sangat kencang dan berhenti mendadak di tepi jalan.
"Argggghh",
__ADS_1
Nick memukul setir mobilnya.