Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 51


__ADS_3

Kini Garrett tengah terbang ke Jerman sebagai seorang Pilot ia harus siap terbang kemana pun, bahkan mengelilingi dunia.


Ntah perasaan apa, ia ingin cepat-cepat menyelesaikan pekerjaan dan kembali ke Colorado Amerika. Biasanya ia akan menikmati akan pekerjaan nya sebagai seorang pilot.


Garrett tidak pernah bercerita tentang Ayumi, jika Ayumi tengah menjalani perawatan di Amerika, kepada siapapun termasuk Willi, karena yang Garrett tahu Willi juga menyukai Ayumi.


Ini pertama kali Garrett merasakan jatuh cinta kepada lawan jenisnya. Ia bertekad akan menerima masa lalu Ayumi dan membuat Ayumi seperti dulu lagi.


Diam-diam Garrett mengambil foto Ayumi dan Rey saat ia berkunjung ke Apartemen Ayumi, lalu ia simpan. Tidak henti-hentinya ia menatap foto itu. Memang benar-benar mirip seperti dirinya bagai pinang di belah dua.


🍃🍃🍃


Sedangkan untuk Ayumi sekarang sedang menjalankan terapi pertama nya. Ia di temani Nick. Dan sedangkan Karina dan Tn. Dominik Setelah tahu Ayumi sudah sadar dan hanya butuh terapi ia kembali ke Moskow Rusia. Karena pekerjaan yang ia tinggalkan. Ia akan sering berkunjung jika tidak ada pekerjaan yang penting.


Hanya mami Arum, Nick dan Jeff yang menemani Ayumi terapi saat ini.


"Nick terimakasih kau selalu membantu dan mensport Ayumi untuk bangkit kembali" ucap mami Arum. Di sela-sela ia menunggu terapi Ayumi.


"Ini semua bukan 100% bantuan dari saya nyonya tapi ada orang lain yang sudah banyak membantu kesembuhan Ayumi" jawab Nick. ia menoleh ke nyonya Arum.


"Siapa??" Kata mami Arum


"Siapa? Nick! Yang sudah membantu Ayumi" mami Arum terus mencoba untuk mendesak Nick agar ia berkata jujur, siapa yang membantu Ayumi.


"Nick! Siapa yang sudah membantu Ayumi, jawab Nick", ucap mami Arum dengan sedikit meninggi.


"Dia... Di-a! Garrett nyonya, pria yang mirip dengan Rey, putra anda" jelas Nick. Ia sedikit merasa bersalah karena telah menutupinya.


Mami Arum berdiri dan membalikkan badannya ia menatap wajah Nick tidak percaya.


"Kau jangan bohong Nick, mana mungkin ada orang yang mirip dengan Rey, kau pasti telah berbohong kan Nick ", cecar mami Arum.


"Tidak nyonya, saya tidak bohong," kata Nick. Ia menghela napas berat. Nick menundukkan kepalanya."Saat itu saya tidak sengaja melihat pria itu keluar dari kamar Ayumi beberapa kali", seru Nick. Mereka berhenti berdebat saat melihat Ayumi sudah selesai dan melihat mendekati mereka dengan bantuan perawat.


"Sayang, apa sudah selesai" kata Mami Arum. ia menghampiri Ayumi

__ADS_1


Semenjak kecelakaan Ayumi kembali menjadi gadis yang introver. Ayumi hanya menganggukkan kepalanya.


"Terimakasih sudah membantu putriku terapi hari ini" kata mami Arum lagi. Ia mengambil alih untuk mendorong kursi roda Ayumi.


Ayumi kembali ke kamarnya dan beristirahat karena hari ini sangat menguras tenaga Ayumi untuk bisa berjalan lagi.


"Istirahat lah sayang, hari ini kau nampak capek sekali" seru mami Arum. Ia mengecup kening Ayumi. Sebelum meninggalkan Ayumi.


Nick yang masih berdiri menghadap Ayumi yang hendak pergi namun tangan Ayumi menarik tangan Nick untuk tidak pergi.


"Kak!", Seru Ayumi.


"Iya", jawab Nick membalikkan badannya.


"Temani Ayumi" kata Ayumi.


"Baiklah,kakak akan menemani kamu tidur" kata Nick.


"Kak! Apa boleh Ayumi bertanya sesuatu kepada kak Nick"


Nick hanya menganggukkan kepalanya.


Nick menghela napas panjang, ia binggung harus mulai berbicara dari mana. "Apa kakak boleh meminta sesuatu kepada Ayumi, Kakak minta janji tidak boleh marah, jika mengetahui sesuatu" ucap Nick.


"Maksudnya kak?", Ayumi memicingkan matanya.


"Kakak minta janji dulu tidak boleh marah", kata Nick.


"Iya, Ayumi janji kak", seru Ayumi dengan jarinya membentuk tanda v.


"Selama kamu tidak sadarkan diri. Garrett lah orang yang selama satu minggu ini, selalu datang kepada mu" lirih Nick.


"Tidak" teriak Ayumi. Mengelengkan kepala tidak percaya. "Tidak!! Ini tidak mungkin", teriak Ayumi lagi.


Nick memeluk tubuh Ayumi. "Semua itu benar Ayumi, Garrett datang untuk memberi support kamu" bisik Nick.

__ADS_1


Ayumi mengurai pelukannya, "Kenapa harus dia kak? Kenapa?", Teriak Ayumi.


"Hey!! Ayumi dengerin kakak dulu, dia terlihat tulus membantu kamu Ayumi, kakak mohon kamu bisa kan move on dari Rey", Nick menangkup wajah Ayumi "kakak tidak mau kamu harus selalu tersakiti dan berlarut-larut dalam bayangan Rey. jika dia terus-terusan berada di sisi kamu, mungkin kau akan bisa melupakan Rey di hidupmu Ayumi, kakak mohon" ucap Nick.


Ayumi menangis dalam pelukan Nick. Ia membiarkan Ayumi menangis agar merasa tenang. Nick mengelus rambut panjang Ayumi. Hingga Ayumi tertidur karena terlalu capek menangis dan hari ini terapi pertama nya.


Nick membantu Ayumi untuk berbaring, ia menyelimuti tubuh Ayumi. Di tatapnya wajah cantik Ayumi yang masih tersisa ada air matanya. Nick menyelinap kan rambut Ayumi ke sisi telinga.


"Semoga kamu bisa menerima kenyataan ini Ayumi ", gumam Nick.


***


Di pagi harinya, Ayumi di ajak jalan-jalan oleh Nick ke taman Rumah Sakit agar ia tidak jenuh di dalam kamar rawat terus.


"Kakak bawa kamera, apa kau ingin mengabadikan danau ini" kata Nick. Ia menyerahkan Kamera kepada Ayumi.


Ayumi menerima kamera dari Nick ia mulai fokus mencari spot foto yang bagus.


Dari kejauhan Garrett melihat Ayumi yang sedang duduk di kursi roda menghadap danau yang sedang berada di Taman Rumah Sakit.


Pria bule ini mendekati Ayumi, ia sudah mengumpulkan keberanian untuk bertemu Ayumi secara langsung, tidak seperti biasanya saat ia belum sadarkan diri.


"Hai!! Apa kabarmu hari ini, aku senang akhirnya kau menempati janjimu, saat bertemu lagi kau sudah bangun" sahut Garrett. Ia berdiri di belakang Ayumi.


Ayumi hanya diam, ia tidak mau bertemu Garrett untuk saat ini. "Kak, Ayumi tidak ingin bertemu dia" ucap Ayumi.


"Never mind" kata Garrett, saat Nick mulai mendekatinya "Aku senang kau sudah jauh lebih baik, aku hanya ingin melihatmu saja, aku harap kau bisa menerima kenyataan ini", seru Garrett. menyerahkan sebuket bunga lili berwarna merah kepada Ayumi. Ia mengacak-acak rambut Ayumi dan ia pergi dari Ayumi dan Nick.


"Tunggu!! Jangan pergi" teriak Ayumi. Membuat Garrett tersenyum. "Terimakasih, kau selalu ada buat Ayumi di saat Ayumi tidak", ucapan Ayumi terpotong oleh Garrett


"Jangan pernah berkata seperti itu, aku tulus membantu mu Ayumi", seru Garrett dan sedangkan Nick hanya menatap mereka berdua.


Garrett melihat Ayumi yang memegang Kamera. "Apa kau suka memfoto Ayumi", kata Garrett.


Ternyata bukan hanya dirinya yang suka fotografer, ternyata gadis yang sudah mengacaukan pikirannya, memiliki hobi yang sama.

__ADS_1


Ayumi hanya mengangguk. "Kapan- kapan akan aku ajak kau ke suatu tempat banyak spot foto yang bagus, kau pasti menyukainya," seru Garrett ia berjongkok di hadapan Ayumi.


Nick merasa lega, Ayumi mulai menerima Garrett. Ia tersenyum melihat mereka mulai dekat. Setidaknya Ayumi bisa mulai melupakan Rey. Meski sangat berat bagi Ayumi.


__ADS_2