Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 146


__ADS_3

Tok.. tok.. tok..


Terdengar ketukan pintu dari luar. Membuat si pemilik kamar merasa terganggu dengan suara ketukan pintu beberapa kali.


Rey yang masih memeluk Ayumi dalam pelukannya. Rey mengerjapkan matanya dan melihat wajah istrinya yang masih tertidur pulas. Rey tersenyum mengingat kembali percintaan mereka tadi sore. Tidak ingin mengganggu istri kecilnya terbangun. Rey menyingkirkan tangan Ayumi dengan pelan.


Rey turun dari tempat tidur nya dan memunguti baju nya yang berserakan. Rey memaki kaos dan celana pendek nya. Untuk membuka pintu kamarnya. Karena ia takut akan membuat Ayumi terbangun.


Ceklek.


Rey melihat Kepala pelayan Mansion berdiri di depan pintu kamar.


"Maaf, tuan muda jika, saya mengngaggu istirahat anda." Kata Berta saat melihat penampilan Rey yang sedikit acak-acakan.


"Hmm"


"Saya hanya memberitahukan jika waktunya untuk makan malam bersama" kata Berta.


"Iya, Berta terimakasih, saya akan bangunkan istri saya dulu"


Setelah pamit undur diri. Rey kembali menutup pintu dan masuk ke dalam kamar. Tidak mau membangunkan Ayumi. Rey memilik membersihkan badannya terlebih dulu baru membangunkan Ayumi pikir Rey.


Setelah selesai membersihkan badannya dan sudah rapi. Rey membangun Ayumi untuk makan malam. Meski takut mengganggu Ayumi. tapi, istri kecilnya harus makan.


Rey mendekati Ayumi yang masih terpejam. Ia membelai wajah cantik Ayumi. Rey berbisik " Baby, bangunlah, kita makan malam dulu baru kau kembali tidur lagi!"


Namun Ayumi tidak kunjung bangun. Rey mencoba membangunkan Ayumi dengan cara nya sendiri. Rey kembali mel-umat bibir Ayumi yang tadi sore menyebut namanya.


Hingga membuat Si empu nya terbangun karena terganggu.


Ayumi membulatkan matanya saat mata Rey berada di depan wajahnya yang sedang mencium bibirnya.


Rey tersenyum akhirnya dengan cara yang manis istri kecilnya terbangun.


"Kita makan malam dulu, nanti kau lanjutkan tidurmu," pinta Rey.


Namun tangan Ayumi melingkarkan pada tubuh Rey. Rey terkekeh. "Iya baby, aku tahu kau menginginkan lagi. makanya kita makan dulu agar nanti kuat hingga pagi"


Ayumi malah mencubit pinggang Rey membuat Rey mengadu kesakitan.


"Aduh honey sakit" seraya tangannya mengusap pinggangnya.


"Ayo bangun atau kau ingin makan di sini saja. biar aku perintahkan Berta mengantar makanan kita" tawaran Rey kepada Ayumi.


Ayumi menggelengkan kepalanya. "Tidak sayang, Ayumi ingin makan bersama di bawah"

__ADS_1


"Baiklah, ayo lekas bersihkan badanmu dulu."Ayumi belum bangun dari tempat tidur nya tapi, Rey sudah menggendong tubuh Ayumi yang masih polos ke dalam kamar mandi.


"Sayang, Ayumi bisa sendiri, turunin" Rengek Ayumi.


"Sst, diam lah baby, kau akan membangunkan sesuatu di bawah sana"


Ayumi mencebik kesal. Karena Rey melarang Ayumi dan ia membawa ke kamar mandi. Ayumi pikir jika, dia bisa jalan sendiri tidak.perlu di bantu.


"Aku tunggu di luar, kita akan turun bersama" bisik Rey saat sudah membaringkan tubuh Ayumi ke dalam bak mandi yang sudah diisi air tadi olehnya.


Berbeda dengan Karina. Di sepanjang perjalanan pulang menuju mansion tidak hentinya Karina tersenyum. Melihat Jari tangan nya yang sudah ada cincin berlian yang di sematkan di jari manisnya.


Sean melihat jika, Karina begitu senang. Ia menarik tubuh Karina ke dalam pelukannya. dan satu tangannya masih fokus menengah kemudi mobilnya.


"Baby, apa kau suka cincinnya" bisik Sean. seraya mengecup pucuk kepala Karina.


"Aku suka sekali Sean. Tapi, kau sedang menyetir jangan seperti ini fokuskan pandangan mu ke depan" pinta Karina.


"Tidak sayang, aku lebih fokus menatap bidadariku yang ada di sampingku" kata Sean.


"Sean Jangan ngaco, aku tidak mau mati konyol dan aku juga belum merasakan keluarga Kecil kita"


Sean terkekek geli. "Baby, kau tenang saja apa kau lupa calon suami kamu ini adalah seorang pembalap" ujar Sean menyombongkan dirinya.


Membuat Sean tertawa. Sean bersyukur akhirnya bisa membukakan hati Karina untuk nya dan kini Karina tidak bersikap dingin dan membatasi dirinya. Tidak seperti kemarin-kemarin.


"Aku juga masih waras baby, aku juga tidak mau mati konyol sebelum kita memiliki keluarga kecil nanti."


"Terimakasih sean"


Sean mengerutkan keningnya. Dia binggung kenapa malah Karina bilang Terimakasih.


"Untuk apa terimakasih?" Tanya Sean.


"Karena kau berhasil membuka hatiku ini yang susah sekali "


"Itu mudah bagiku sayang, karena kau, aku berusaha untuk mendapatkan hati mu dengan tulus dan sekarang aku bahagia kau mau menerimaku"


"Apa kau suka sekali merayu para wanita"


"Tidak baby, aku seperti Rey dan semua sahabat ku itu sama susah di taklukkan oleh wanita meski wanita itu cantik dan seksi tapi bagiku kau wanita satu-satunya yang sudah membuat hatiku bergelora dan membuat dunia ku jungkir balik" tutur Sean panjang lebar.


Blus


Membuat pipi Karina merah seperti Kepiting rebus. Untuk mengurangi rasa gugupnya. Karina bangun dari bahu Sean yang tadi.

__ADS_1


Karina memilih melihat ke luar Jendela mobil. Karena malu jika, Sean tahu ia sedang menahan malu.


🍃🍃🍃


Ayumi dan Rey turun bergandengan tangan. Rey menuntun Ayumi dengan sangat hati-hati, meski Ayumi belum hamil tapi, Rey selalu memperlakukan Ayumi begitu lembut dan hati-hati.


Tn. Dominik tersenyum melihat Ayumi dan Rey akhirnya turun.


"Selamat malam Deduska" sapa Ayumi dan Rey bersamaan.


"Malam sayang"


"Deduska, dimana Aunty? Apa dia belum pulang?"


"Belum sayang, tadi Sean memberikan kabar jika akan mengajak Karina berkencan"


Sedangkan Ayumi hanya beroria saja.


Ayumi membantu Rey mengambil makanan nya. Dan untuk dirinya juga.


Mereka makan dengan hikmat tidak ada percakapan apapun selama makan bersama.


Hingga kedatangan Karina dan Sean. Sean mengantar Kekasihnya sampai ke dalam. Meski Karina sempat menolak.


Kini mereka berdua sudah berada di area ruangan makan.


"Malam semuanya" sapa Sean.


Membuat ketiga orang yang sudah menyelesaikan makan malamnya menoleh. " Malam Sean, apa kau sudah makan malam" tawar Tn. Dominik.


"Terimakasih Tuan, saya dan Karina tadi sudah makan di luar"


"Sebelum nya Sean mau meminta maaf. Karena sudah membawa Karina cukup lama"


"Tidak masalah Sean, Terimakasih kau sudah mengantar Putriku sampai mansion dengan selamat"


"Kalau begitu, Sean pamit untuk pulang, karena besok Sean harus kembali ke Paris"


Sedangkan tangan Sean dan Karina saling berpegangan seperti mau menyebrang.


Rey, Ayumi dan Deduska tersenyum melihat Tangan Karina di genggam oleh Sean. Mereka berpikir apa mungkin Karina sudah menerima Sean.


Mereka cukup bahagia meski belum bertanya kepada Sean atau Karina tapi perlakuan mereka adalah jawaban dari pikiran ketiga orang itu.


Tn. Dominik merasa bersyukur ternyata Sean lah obat dari sakit hati Karina selama ini. Dan membuat putrinya kembali bahagia setelah beberapa tahun tertutup dengan sikap keras kepala nya untuk mendapatkan cintanya kembali.

__ADS_1


__ADS_2