Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 222


__ADS_3

Bab. 222


Setelah mengetahui Karina tengah hamil. Sean begitu protektif terhadap Karina. Bahkan jika Karina ingin sesuatu atau akan melakukan apapun ia harus memanggil Sean atau pelayan pribadinya. Karena Sean tidak mau terjadi sesuatu pada calon anaknya.


Tn. Dominik lebih memilih untuk tinggal di Paris, ia juga sangat protektif terhadap putrinya. Membuat Karina menggelengkan kepalanya melihat kedua laki-laki yang ia sayangi peduli kepada nya.


"Sayang, Dady. Karina itu bukan sakit, kenapa kalian memperlakukan Karina seperti orang penyakitan." Keluh Karina. Karena melihat suami dan Dady nya membuat sakit kepala. Mereka selalu berdebat jika menyangkut Karina.


"Astaga honey, kita ini peduli sama kamu dan juga anak kita. Aku tidak mau kamu capek," ucap Sean.


"Tapi, sayang. Kamu lihat Ayumi saja tidak seperti ini." Kata Karina membandingkan Ayumi dengan dirinya.


"Suami kamu benar sayang. Kita berdua masih wajar, apa kamu melupakan sesuatu jika dulu yang manja dan ngidam itu Rey bukan Ayumi?"


Karina tertegun sejenak ia mengingat kembali saat di buat pusing oleh Rey. Karena dulu Rey selalu ngidam yang aneh-aneh. Dan orang terdekat termasuk Karina di buat kualahan oleh permintaan Rey.


Tiba-tiba Karina tertawa mengingat dirinya dulu.


"Ada apa ini, kenapa pada tertawa?" Terdengar suara seseorang yang mereka kenal mengejutkan ketiga nya. Seorang wanita hamil yang berjalan ke arah mereka dengan susah payahnya.


Membuat ketiga orang yang ada di ruangan tersebut pias. Karena, dulu saat Rey ngidam sesuatu Ayumi tidak pernah tahu.


"Oh ... Cucu Deduska sayang, kau sudah kembali." Ucap Tn. Dominik mengalihkan pembicaraan mereka. Ia merentangkan kedua tangannya untuk menyambut kedatangan Ayumi.


"Deduska ada disini, Ayumi kangen." Ayumi menerima pelukan hangat Tn. Dominik.


Rey yang melihat istrinya yang begitu antusias melihat istrinya yang sedikit berlari.


"Baby, jangan lari, ingat kamu sedang hamil." Peringatan Rey untuk Ayumi.


Ayumi tersenyum sebelum memeluk Tn. Dominik.

__ADS_1


"Maaf sayang, habis sudah kangen sekali." Ayumi memperlihatkan gigi putihnya.


"Bagaimana babymoon nya sayang?"


"Sebenarnya Ayumi tidak ingin kembali dan ingin melahirkan disana, tapi, setelah mendengar kak Nick akan menikah dan mendengar aunty hamil jadi tidak sabar ingin cepat- cepat pulang, tapi, kak Rey malah menyuruh untuk keliling Thailand." Keluh Ayumi.


Rey hanya bisa diam, saat istrinya mengadu kepada Tn. Dominik dan juga yang lain.


Membuat semua orang tertawa.


"Kenapa kalian malah tertawa?" Ayumi menatap satu persatu.


"Oh sayang ku, apa kau tidak mengucapkan selamat kepada Aunty mu ini hemm?" Seru Karina mengalihkan pembicaraan. Karena mood orang hamil akan berubah- ubah seperti dirinya.


Karina hendak bangun dari tempat duduknya, namun Sean melarang nya.


"Honey, No! " Sean memberikan peringatan.


"Aku hanya merindukan nya saja." Imbuh Karina.


"Tapi,"


Tn. Dominik memberikan isyarat agar mengijinkan nya. Toh ia hanya merindukan keponakan yang baru pulang dari babymoon beberapa Minggu yang lalu.


Rey yang melihat Sean tertawa kecil, karena dulu Rey sering di tertawa kan oleh teman-teman lucknut nya termasuk Sean.


Sedangkan Sean mengendus kesal karena melihat Rey tertawa. Dan membiarkan keponakan nya bersama Karina. "Awas aja lho, sahabat macam apa kau Rey." Sean mendekat. Ia menatap Rey menantang saat jarak keduanya begitu tipis. Sean mendekatkan bibirnya ke telinga Rey. Ia berbisik, "Aku lihat kau tadi tertawa mengejekku Rey."


Sean merasa kesal dengan sahabat sekaligus suami dari keponakan nya. "Kita satu sama Sean, aku juga pernah merasakan di posisi kamu sekarang ini, dimana begitu posesif terhadap pasangan kita. Nikmati saja bro," ucap Rey tanpa dosa.


"Sialan kau," kata Sean ia memukul bahu Rey,namun Rey bisa menghindarinya. Membuat mereka tertawa bersama.

__ADS_1


Tn. Dominik melihat pemandangan Rey dan Sean yang begitu dekat. Ia merasa beruntung putri dan cucu kesayangannya mendapatkan pria-pria hebat dan baik seperti Rey dan Sean.


"Oh my God, terimakasih kau kirimkan orang baik seperti mereka berdua untuk putri dan cucu ku." Gumam Tn. Dominik


Ayumi dan Karina memilih untuk mengobrol berdua seputar babymoon dan kehamilan.


Dan para lelaki memilih untuk pergi ke halaman belakang rumah untuk membahas perusahaan.


🍃🍃🍃


Dua bulan telah berlalu, hari ini jadwalnya Karina untuk memeriksakan kandungan. Sejak semalam Sean sangat antusias ketika Karina mengingatkan Sean.


"Honey, ayo bangun, aku sudah tidak sabar ingin melihat anak kita." Ucap Sean.


Karina yang merasa terganggu dengan suara suaminya yang pagi- pagi sudah membangunkan nya.


"Sayang, ini masih pagi. Lihatlah ini baru jam berapa." Tanya Karina. Ia menarik selimutnya dan kembali memejamkan matanya.


"Astaga baby, ini sudah jam 6, lebih baik bangun. Sinar matahari pagi bagus untuk ibu hamil." Cerocos Sean memaksa Karina untuk bangun.


Sean tersenyum kemenangan saat Karina mau di ajak untuk jalan pagi.


Karina mendengus kesal. Namun saat beberapa langkah kakinya melangkah ke depan. Karina merasakan kepalanya yang berkunang-kunang dan menghentikan langkahnya.


Sean tidak menyadari jika Karina tertinggal di belakang.


Karina memegang kepalanya yang berdenyut hebatnya membuat pandangan matanya kabur membuat Karina jatuh tak sadarkan diri.


"Nyonya ..."teriak pelayan yang melihat Karina pingsan.


Sean menoleh ketika mendengar salah satu pelayan berteriak menyebut nama Istrinya.

__ADS_1


"Astaga, honey," seru Sean. Dengan sigap menangkap Karina.


__ADS_2