Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan
Bab. 84.


__ADS_3

Ayumi merasa tidak semangat pagi ini, semenjak terakhir kali Garrett menelpon nya hingga pagi hari ini ia belum menelpon kembali. Membuat Ayumi merasa tidak tenang.


Ini pertama kalinya Garrett tidak menghubunginya terlalu lama. hingga membuat gadis cantik ini merasa tidak tenang.


"Sayang apa kau sakit?" Tanya Karina kepada keponakan nya.


"Tidak aunty" kata Ayumi yang ikut duduk di meja makan. "Kau ingin makan apa biar aunty buatkan"


"Tidak perlu aunty, Ayumi akan pergi ke apartemen kak Nick hari ini, sebelum kita pergi liburan ke Praha " seru Ayumi.


Karina mengerti ia tidak ingin memaksa Ayumi untuk bercerita, biarkan keponakan nya bercerita sendiri nantinya.


"Aunty, Deduska Ayumi pergi dulu", kata Ayumi ia berpamitan kepada Tn. Dominik dan Karina.


"Sayang, kau mau kemana, apa kau tidak makan dulu sebelum pergi" sahut Tn. Dominik yang baru saja datang.


"Ayumi makan di apartemen kak Nick saja Deduska" jawab Ayumi ia mencium pipi Karina dan Tn. Dominik.


"Baiklah sayang, hati - hati di jalan" teriak Karina saat Ayumi sudah melangkah menjauhi mereka.


Ayumi hanya berjalan kaki menuju apartemen Nick yang tidak terlalu jauh, Ayumi akan menikmati jalan ibu kota Paris di pagi hari.


Padahal jika naik taksi hanya butuh 10 menit dari Apartemen Rey ke Aparteme milik Nick.


"Kak Nick Kenapa tidak tinggal di apartemen yang sama dengan kak Rey sih" gumam Ayumi,


Ternyata jalan kaki membuat Ayumi merasa lelah,. Mungkin ia jarang olahraga sekarang, mengingat sibuknya kegiatan kuliah nya yang begitu padat.


"Sepertinya harus olahraga lagi ini"


Setelah sampai Ayumi menyapa penjaga keamanan Apartemen Nick karena mereka sudah saling mengenal.


Ayumi sudah sampai di depan pintu apartemen Nick. Ia tahu kode apartemen Nick sehingga memudahkan Ayumi untuk masuk kedalam Apartemen.


"Ko sepi sekali, kemana kak Nick" gumam Ayumi.


"Kak Nick, Ayumi datang" teriak Ayumi yang mencari Nick di setiap sudut ruangan.


Hingga akhirnya ia memutuskan untuk mencari Nick di dalam kamarnya.


"Pantesan Jomblo akut sudah siang masih molor",


Ayumi membuka gorden kamar Nick dan membuat si empu pemilik kamar merasa terganggu.

__ADS_1


"Ahhh.. bisa tidak tuh gorden di tutup kembali" keluh Nick. Ia menarik selimut tebalnya untuk menutupi wajahnya dari sinar matahari.


"Pantas saja di hubungi tidak di angkat ternyata masih tidur" seru Ayumi. Seraya melipatkan kedua tangannya di dada dan menatap Nick yang masih setia dengan tidur nya.


"Sepuluh menit lagi" teriak Nick dari balik selimut.


"Ok, Ayumi beri sepuluh menit, Ayumi akan buat sarapan buat kita dulu"


"Tidak perlu, kita sarapan di luar saja, tidak ada bahan makanan di dapur"


Namun Ayumi sudah pergi ia tidak mendengar perkataan Nick.


"Ish, ko tidak ada apa-apa, apa yang mau di masak" keluh Ayumi. Ia mendengus kesal.


"Kak, tidak ada bahan makanan gitu" ucap Ayumi yang kembali ke kamar Nick.


"Kakak belum belanja, lagian kita di Paris tidak lama" sahut Nick. "Kita makan di luar saja"


"Ayumi tunggu di luar, sepuluh menit harus sudah rapi"


Ayumi duduk di depan televisi, ia melihat handphone lagi dan mendesah kasar karena Garrett belum menghubungi dirinya sampai sekarang.


"Kemana sih kenapa belum menghubungi juga" kesal Ayumi.


"Kenapa, adik Kakak yang cantik ini, kelihatannya sedang kesal, sedang berantem sama Garrett?" Tanya Nick pura- pura tidak tahu.


"Tidak, dia tidak ada kabar sama sekali" sendu Ayumi. "Kenapa tidak menghubungi terlebih dulu" kata Nick memberikan saran kepada Ayumi. Ia ikut duduk di samping Ayumi.


"Tidak bisa kak, ini tidak seperti biasanya kak", Ayumi nampak sudah berkaca-kaca. "Ayumi takut jika dia pergi meninggalkan Ayumi", Ayumi menitihkan air matanya.


"Itu tidak akan sayang, berpikir lah positif mungkin dia sedang sibuk, atau sedang terbang kemana gitu hingga susah di hubungi", Nick mencoba menenangkan Ayumi agar gadis keturunan Jepang Rusia ini tidak terlalu memikirkan Garret yang tak kunjung menelpon nya.


Ayumi menangis saat Nick menarik Ayumi dalam pelukannya.


Maafkan kakak sayang jika harus menutupi ini dia dari kamu, jika Garrett masuk kerumah sakit.


Batin Nick, ia juga merasa sedih. Seraya mengelus rambut panjang Ayumi.


"Berdoa saja iya, semoga tidak terjadi apa-apa pada Garrett", kata Nick.


Ia mengurai pelukannya. Dan Ayumi menganggukan kepalanya.


"Tumben adik kakak pagi-pagi sudah kesini" seru Nick memecahkan suasana. Agar Ayumi tidak kembali meningkat Garrett.

__ADS_1


"Ayumi mau bilang jika Ayumi ingin ke Praha Ceko,"


"Berapa hari kau ingin liburan kesana? Biar kakak siapkan semuanya"


"Mungkin tiga hari sebelum kita kembali ke Moskow" jelas Ayumi kepada Nick.


Nick merasa senang jika Ayumi akan ke Praha Ceko untuk berlibur, ini kesempatan Nick untuk pergi ke Colorado Amerika serikat.


"Baiklah, ayo kita pergi"


🍃🍃🍃


Perawat datang memanggil Andreas untuk bertemu dokter di ruangan nya. Ia mengikuti perawat tersebut setelah di beritahu Andreas masuk kedalam ruangan praktek dokter.


"Silahkan duduk Tn. Wilson"


"Bagaimana dok" tanya Andreas.


"Begini Tn Wilson jika putra anda harus segera di operasi karena ada penyumbatan di otaknya, itu yang membuat dia tidak sadarkan diri saat ini"


"Apa" pekik Andreas, ia pikir Garrett hanya tidak sadarkan diri biasa. Namun kenyataan pahit jika Garrett kembali koma, dan ia merasa shock jika Putranya harus di operasi.


"Apa tidak akan berbahaya" tanya Andreas kepada Dokter.


"Kemungkinan resikonya tidak terlalu besar, namun jika di biarkan saja, akan mengakibatkan fatal" seru Dokter.


"Lakukan yang terbaik untuk dia dok, saya mohon Selamat kan dia, aku tidak tega melihatnya menderita"


"Baiklah anda harus mengurus segala sesuatunya termasuk prosedur jalan nya operasi nanti, kita tunggu pasein sadar baru kita akan melakukan operasi "


Andreas keluar dari ruangan dokter dengan sedikit lunglai. Setelah dokter menjelaskan keadaan Garrett saat ini. Ia masih merasa shock dan belum percaya.


"Oh My God, apa yang harus aku katakan kepada Tn. Nick jika dia datang kesini" gumam Andreas nampak frustrasi. Ia mengacak-acak rambutnya yang berwarna pirang.


Setelah menyelesaikan prosedur, Andreas kembali ke kamar Garrett. Ia menatap wajah Garrett dengan sendu. "Nak, Dady mohon berjuang lah untuk keluarga mu yang sudah menanti kehadiran mu selama ini, Dady mohon" Andreas menangis, seraya memegang tangan Rey.


"Kapan penderitaan mu akan berakhir nak, semoga setelah di lakukan operasi nanti, kau bisa mengingat kembali ingatan mu yang hilang nak. Maka Dady mohon kamu harus berjuang untuk hidup dan agar bisa melindungi Ayumi"


Andreas menghapus air mata saat handphone nya berdering ternyata dari Nick.


"Hallo Tn.Nick" sapa Andreas.


"Aku akan terbang ke Colorado nanti sore" tegas Nick. Ia akan pergi setelah Ayumi pergi berlibur.

__ADS_1


"Baik, saya tunggu" jawab Andreas,


__ADS_2