
Tanpa terasa waktu bergulir cepat. Besok adalah hari dimana Rey akan mengikat janji suci pernikahan secara sah di mata hukum. Setelah mereka terlebih dulu mengesahkan di mata agama mengingat usia Ayumi yang terbilang sangat belia di usia nya kala itu dan tidak di perbolehkan di mata hukum.. kini usia Ayumi sudah cukup untuk mendaftar pernikahan mereka di catatan sipil.
Meski Ayumi dan Rey sudah menikah tapi, mereka harus melewati proses pingit. Rey sebagai asli orang Indonesia mengikuti sebagian budaya pernikahan di Indonesia melaksanakan pingitan pada calon pengantin, khususnya pengantin wanita.
Meski acara pernikahan di luar negeri tapi, tetap melakukan acara pingitan.
Setelah acara wisuda malam nya mami Arum dan Kakak tiri nya Saka dan juga Sahabat nya datang dari Indonesia. Mami Arum meminta agar Rey putranya dan Ayumi harus melakukan acara pingitan.
Tadinya Rey menolak keras ia tidak mau di pingit apa lagi di pisahkan dengan Ayumi istrinya.
Rey masih belum tenang karena sudah 3 hari ini tidak bisa bertemu Ayumi bahkan tidak boleh melakukan video call atau sekedar telepon.
Rey sekarang ada di apartemen bersama mami Arum. Sedangkan Ayumi di Mansion.
"Rey, tenang lah, besok juga akan bertemu Ayumi" kata mami Arum.
"Mih, bagaimana bisa tenang, sehari saja tidak melihat Ayumi rasanya seperti seribu tahun lamanya" desis Rey.
Membuat Nick, Sean dan Tom tertawa. "Bukannya kau yang meminta pernikahan mu di sahkan di mata hukum Rey" Nick buka suara.
"Aku baru tahu tradisi orang Indonesia, ternyata seperti ini Unik. Ahh ...jadi ingin punya calon istri orang Indonesia" keluh Lukas.
Berbeda dengan Ayumi. Ia di temani sahabat nya Bulan dan juga Irina untuk melakukan perawatan di mansion. Ayumi tidak perlu pergi ke salon atau spa. Karena di mansion semua fasilitas tersedia.
Bulan dan Ayumi banyak bercerita tentang mereka selama berjauhan dan Bulan juga menceritakan bagaimana dia bisa jadian dengan kakak tirinya.
Kenapa mama Ria tidak diundang? Itu salah. Karena Mama Ria merasa malu terhadap anak sambung itu. selama hidup bersama ia selalu memperlakukan Ayumi dengan buruk.meski Saka dan Bulan membujuknya untuk hadir di acara pernikahan Ayumi.
"Kapan pernikahan kak Irina?" Tanya Ayumi di saat sela- sela perawatan nya.
"Secepatnya Ayumi, mungkin setelah kamu dengan Rey" jawab Irina.
Bulan sedari tadi menyimak obrolan mereka namun ia terkejut saat mengetahui wanita dewasa di antar mereka.
"Apa kakak calon istri bodyguard mu Ay?"
"Ck, dia itu asisten kak Rey. Bukan bodyguard Ayumi. Lagian dia anggap Ayumi adiknya tahu"
Irina tersenyum melihat Ayumi dan Bulan.
Tidak lama pelayan mansion masuk ke dalam ruangan khusus untuk spa.
"Nona muda ini minuman yang anda minta" kata pelayan.
"Terimakasih" jawab Ayumi lembut.
🍃🍃🍃
Pagi pun tiba Ayumi sudah bangun sejak subuh tadi. Karena acara akan di lakukan pukul sembilan pagi waktu Moskow.
Jeremy nampak serius mengmakover Ayumi agar tampil cantik di hari ini.
Karina masuk kedalam kamar Ayumi.
__ADS_1
Ceklek
"Sayang" sapa Karina.
Ayumi dan Jeremy menoleh ke sumber suara.
"Aunty"
"Kau cantik sekali, aunty jadi ingat mommy mu, kau seperti Kak Katherine" sendu Karina. Ia nampak berkaca-kaca melihat Ayumi yang seperti mendiang kakaknya.
"Eyke akan membereskan ini dulu, ye berbincang-bincang lah dulu,tapi ye tidak boleh ada adegan menangis eyke tidak mau repot memperbaiki make up ye. Paham" Jeremy memperingati Ayumi.
"Iya Miss" kata Ayumi.
Karina memeluk Ayumi. Ia tidak bisa membendung air matanya. Ia bisa melihat kakak nya lagi namun dalam bentuk Ayumi.
"Aunty tidak menyangka jika, keponakan aunty sudah menikah, padahal aunty ingin sekali memanjakan mu" keluh Karina mengurai pelukannya.
"Mommy mu pasti bangga di atas sana sayang"
Ayumi ingin menangis tapi di tahan. Karena ingat ucapan Jeremy tadi.
"Aunty" Ayumi tidak bisa berkata apa-apa. Yang terpenting di saat pernikahan nya ada keluarga nya yang mendampingi.
Akhirnya Ayumi meneteskan air matanya. "Sayang jangan menangis, mak lampir pasti akan marah jika kau menangis" kata Karina seraya menghapus air mata Ayumi.
Deduska masuk kedalam kamar cucunya. Ia bisa melihat Ayumi begitu seperti putrinya saat dulu akan menikah. Tn. Dominik meneteskan air mata sebelum masuk bergabung dengan putrinya dan cucu kesayangan nya.
"Katherine sayang, Dady bangga pada mu memiliki seorang putri seperti Ayumi. Dia memiliki paras cantik seperti mu, maaf kan Dady yang baru bisa membahagiakan cucu Dady" gumam Tn. Dominik.
Tn. Dominik menyeka air matanya. Ia melangkah masuk ke dalam kamar Ayumi dan bergabung dengan nya.
Mereka saling berpelukan. Rasanya baru kemarin Ayumi hadir di tengah-tengah mereka. Namun hari ini ia harus merelakan Ayumi. Meski tahu jika Ayumi sudah menikah tapi saat baru tiba di Moskow status Ayumi sebagai seorang Janda seperti putrinya.
Niat hati Tn Dominik untuk menjemput Ayumi untuk turun ke bawah. Karena pihak keluarga Rey sudah datang. Acara di lakukan di halaman mansion.
Bulan menunggu di bawah tapi saat akan di mulai Ayumi dan keluarga belum turun juga. Bulan memutuskan untuk pergi ke kamar Ayumi.
Ceklek.
"Maaf menganggu kebersamaan kalian. Acara sudah di mulai dan sudah di tunggu di bawah" kata Bulan.
Mereka bertiga yang sedang saling berpelukan mengurai pelukan nya. "Maaf kan Deduska sayang, niat ingin memanggil mu tapi malah mengajak berpelukan seperti ini"
"Ayo kita turun" bujuk Karina menggandeng tangan Ayumi.
Ayumi di apit oleh Karina dan Tn Dominik. Sedangkan Bulan mengekor di belakang mereka.
Rey terpesona melihat istrinya yang begitu cantik hari ini. Dulu saat pernikahan nya Rey melihat wajah Ayumi yang nampak tidak bahagia. Namun berbeda hari ini. Nampak terpancar aura kebahagiaan terpancar dari wajah cantik Ayumi.
"Istrimu begitu cantik" kata Tom.
Mendengar ada yang memuji kecantikan Ayumi membuat Rey mendengus kesal. "Tidak ada yang boleh memuji kecantikan Ayumi selain aku. Kau paham"tegas Rey dingin.
__ADS_1
"Ck,, hanya memuji saja tidak boleh. Pelit sekali kau" kata Tom.
Berbeda dengan Sean memandang Karina yang begitu cantik di matanya. Sean tersenyum ia membayangkan. jika, ia menikah dengan Karina. Melihat Sean senyum-senyum sendiri membuat Lukas mengerutkan keningnya.
"Kau kenapa Sean, kenapa malah senyum- senyuman sendiri?" Tanya Lukas. Hanya Lukas yang tahu. Jika, Sean menyukai Karina.
"Aku tidak apa-apa, hanya sedang membayangkan jika aku menikah dengan Karina."
Bugh
Bahu Sean di pukul Lukas. "Makanya cepat katakan padanya sebelum aku tikung" cibir Lukas.
"Ck, jangan harap kau bisa merebut Karina dariku Lukas." Sean tidak terima dengan perkataan Lukas.
"Ck, sepertinya kau sudah tertular Rey dan Nick menjadi bodoh karena bucin terhadap wanita"
Sean terkekeh. "Makanya cepat cari pasangan, dan kau akan merasakan sendiri bagaimana rasanya jatuh cinta"
Rey dan Ayumi sudah duduk di pelaminan. Halaman belakang Mansion sudah di sulap bak negeri dongeng.
"Baby, kau sangat cantik hari ini" bisik Rey. Membuat Ayumi malu dan wajahnya merah seperti kepiting rebus.
Rey mengundang para rekan bisnisnya dan juga para teman-teman satu atlet balapnya juga tidak ketinggalan. Dan juga beberapa teman dulu saat menjadi pilot.
Dady Andreas datang ke cara pernikahan Rey dan Ayumi. Jessica juga di undang meski ia tidak suka dengan pernikahan ini. Sangat terlihat jelas sorot matanya yang tajam memandang Ayumi dan Rey di atas sana.
Danilo juga ikut serta hadir. Ia melihat Jessica dan mendekati nya.
"Bagaimana jessi, apa kau sudah puasa dengan kenyataan ini.jika, Ayumi lah yang win dan kamu lose" bisik Danilo.
"Kau.." Jessica mengarahkan jari tangan menunjuk ke wajah Danilo.
"Sudah lah jika, kau mengaku kalah"cibir Danilo.
Jessi menurunkan tangannya dan meremas tangannya dengan kuat.
Tunggu saja pembalasan dari ku Ayumi
batin Jessica
Mami Arum dan Tn Dominik juga mengundang para rekan bisnisnya untuk datang di acara spesial pernikahan putra semata wayangnya dan cucu semata wayangnya keluarga Sander.
Setelah semua tamu undangan memberikan selamat kepada Ayumi. Kini waktunya untuk pelemparan bunga pengantin.
Semua para tamu yang merasa lajang ikut serta dalam perayaan pelemparan bunga.
Ayumi dan Rey membalikkan badannya membelakangi para tamu dan mereka menghitung hingga tiga baru buket bunga di lempar.
Satu...
Dua...
Tiga..
__ADS_1
Hap
Seketika mereka saling beradu pandang karena tidak menyangka akan mendapatkan buket bunga secara bersamaan.