
Sudah 6 bulan berlalu akan kepergian Rey di sisi Ayumi. namun Ayumi masih saja belum terima akan kepergian suaminya itu.
Seperti biasa Ayumi akan sarapan bersama dengan mami Arum, yang sudah seperti mommy nya sendiri.
"Pagi sayang, kenapa kamu belum siap-siap pergi kesekolah?" seru mami Arum melihat Ayumi yang sedang membuat sarapan pagi. meski ada koki tapi Ayumi sudah terbiasa di saat dulu masih tinggal dirumah lamanya.
"Sebentar lagi mih, nanggung"
"No sayang, mami sudah pernah bilang kamu jangan pernah turun langsung ke dapur biar para koki saja yang menyiapkan semuanya"
Ayumi terkekek, jika mami Arum sudah mengomel Ayumi akan menurut. ia menyerahkan semuanya tugas yang belum selesai kepada koki.
"Ok mami, Ayumi bersih-bersih dulu" Ayumi mendekat mami Arum dan ia mencium pipinya.
Ny. Arum hanya menggelengkan kepalanya. selagi menunggu Ayumi selesai Jeff menjelaskan schedule harian Ny.Arum.
Tidak butuh lama Ayumi ikut bergabung dengan mereka. dan sarapan pagi bersama mereka.
"Sayang kau di antar Jeff iya ke sekolah"
"Baiklah mih" Ayumi melihat jam di pergelangan tangan sudah pukul 7, ia menyelesaikan sarapan pagi dengan segera dan menyesap air putih di gelas hingga tandas.
"Ayo kak Jeff, Ayumi hampir terlambat" ajak Ayumi "Mami Ayumi berangkat dulu" Ayumi berpamitan kepada mami Arum dan mencium pipi dan tangan nya. "Hati-hati sayang, Jeff jangan ngebut bawa mobilnya"
Ayumi menarik lengan Jeff karena Jeff tak kunjung bangkit dari duduknya.
"Tunggu nona,apa sudah semua nya?"
Ayumi mengecek ulang isi tasnya dan benar saja ada yang masih tertinggal di meja belajarnya. "Ah kak Jeff Terimakasih sudah mengingatkan, Bentar kak Ayumi ambil dulu" Ayumi sedikit berlari untuk mengambil buku yang tertinggal
"Kak" ucap Ayumi di sela perjalanan menuju kesekolah.membuat Jeff menoleh "Berapa lama kak Nick pergi"
"Saya kurang tahu nona, karena Nick tidak bilang akan pergi berapa lama"
Membuat Ayumi cemberut mendengarkannya, berarti ia akan pergi kesekolah di antar sama sopir pribadi keluarga Xavier.
"Terimakasih kak, sudah mengantar Ayumi sampai kesekolah"
"Ini sudah menjadi tugas saya nona"
"Jika sudah menjadi tugas kak Jeff, kenapa tidak setiap hari saja mengantar Ayumi ke sekolah"
Membuat Jeff terkekeh.
🍃🍃🍃
"Hey Bulan ucap Annabelle memanggil Bulan yang sedang berjalan beriringan dengan Ayumi. membuat Bulan menghentikan langkahnya ia menoleh ke arah Annabel memanggil nya.
"Ada apa" ketus Bulan.
"Hati-hati lho tuh di samping kamu dia simpanan om-om"
__ADS_1
"Jaga bicara kamu iya boneka Annabelle, jangan sembarang kau menuduh orang tanpa bukti" murka Bulan menuduh Sahabat nya.
Annabelle tertawa "Kau ingin bukti, tanyakan saja sama Ayumi sendiri"
Bulan merasa geram dengan Annabelle ia yang hendak menghajar nya namun Ayumi menahannya. "Ay lepaskan aku, orang seperti dia harus di kasih pelajaran"
"Sudah biarkan saja, apa kamu ingin di hukum karena berkelahi dengan dia"
"Tapi ay? dia harus di kasih pelajaran, apa sih salahnya hingga dia seperti itu sama kamu"
Namun Ayumi tidak mempedulikan Bulan kembali jika ia akan berkelahi dengan Annabel. Ayumi pergi meninggalkan Bulan yang masih bersama Annabelle.
Ayumi kini sedang duduk di kantin sembari menunggu pesanan datang.
"Hey dek, tumben sendirian, kemana si cempreng" ucap Saka yang ikut duduk di samping Ayumi.
"Tuh lagi meladeni pengemar kak Saka"
Membuat Saka mengerutkan keningnya "Siapa?" Saka melihat jika Bulan sedang bersama Annabelle berargumen. "Dih amit-amit dek, kakak gak suka iya sama ondel-ondel
Membuat Ayumi terkekeh. "Ay kenapa kamu tinggalin aku sih" ia meminum air milik Ayumi" Hey kebiasaan deck"
"Ah Ay pelit lho"
Saka memberi kode kepada adiknya untuk bisa berdua dengan Bulan sahabatnya itu.
"Gue ke toilet dulu iya bentar, jangan di makan pesenan gue iya"
Bugk
"Aw" Ayumi mengadu kesakitan. karena ia terjatuh di lantai
"Eh sorry gak sengaja" siswa ini mengulurkan tangannya untuk membantu Ayumi berdiri.
Ayumi hanya diam. "Cantik" Gumam nya Ia masih mengulurkan tangannya di saat Ayumi sudah berdiri di hadapannya dan pergi begitu saja.
"Eh tunggu, boleh tidak aku tahu nama kamu"
Ternyata ada bidadari di sekolah ini, tidak sia sia bunda memindahkan ku kesekolah ini.
Semenjak mengenal cinta Ayumi tidak tertarik dengan siapa- siapa. cinta nya Ayumi hanya untuk Rey suaminya, meski sudah pergi lama tapi hati, perasaan, dan cinta nya untuk Rey seorang.
"Ay lama banget sih kamu di toilet"
"Maaf tadi ada insiden sedikit di dekat toilet" Ayumi berjalan dengan sedikit pincang.
"Kenapa, ada apa?" Saka yang sudah mulai panik. melihat adik nya itu.
Ayumi akhirnya menceritakan semuanya kepada Bulan dan Saka. membuat mereka berdua penasaran siapa siswa yang sudah membuat sahabat dan adiknya Samapi terjatuh.
Saka yang hendak berdiri namun di cegah Ayumi, "Kak Saka mau kemana?"
__ADS_1
"Mau cari dia lah, yang sudah membuat adik kakak terjatuh, memang dia siapa?'
"Sudah lah kak, lagian Ayumi tidak apa-apa" Ayumi berdiri dan memperlihatkan dirinya baik-baik saja.
"Ay, baik-baik saja bagaimana, tuh lihat lutut lho berdarah Jubaidah" teriak Bulan. membuat Ayumi baru menyadari jika lututnya berdarah akibat jatuh tadi dan jalannya sedikit pincang.
"Dek, ayo.kita ke UKS sekarang, luka mu harus segera di obati jika tidak akan terinfeksi"
"Tidak apa-apa kak, nanti juga sembuh"
"Tidak dek, ayo cepat" bujuk Saka. "Iya Ay, benar tuh kata kakak lho"
Mereka pergi ke UKS untuk mengobati luka Ayumi. kini Ayumi sedang di obati oleh petugas UKS. Bulan dan Saka memutuskan untuk masuk ke kelas terlebih dulu karena jam istirahat sudah selesai.
Annabelle mendengar Ayumi terjatuh ia menemui Ayumi di dalam UKS. "Hahaha memang enak, makanya jadi orang jangan sok cantik di sekolah ini, sudah punya sugar Dady masih saja keganjenan sama murid baru"
"Sugar Dady" Ayumi tersenyum kecut.
"Hati- Hati lho jangan sampai kau mengambil incaran ku" ancam Annabelle.
"Awas saja jika kau mendekati Danilo murid baru itu" kata Annabelle lagi.dan berlalu pergi dari UKS.
"Danilo siapa aku tidak tahu"
Cukup lama Ayumi di UKS hingga Bulan datang membawakan tas Ayumi.
"Terimakasih iya, sudah ambilkan tasku" Ucap Ayumi "Ayo kita pulang bareng, kebetulan aku di jemput sopir" kata Bulan.
Bulan membantu Ayumi untuk berjalan, karena luka di lututnya begitu serius hingga menyulitkan Ayumi untuk berjalan.
"Ay lihat ada apa tuh, rame sekali, seperti ada bintang idola saja"
"Mana aku tahu nya" ketus Ayumi tidak peduli.
Mereka berdua melewati siswa dan siswi yang sedang berkerumun karena kedatangan seseorang membuat semua murid mendekat ke arah nya.
Ayumi mengingat kembali saat Rey menjemput nya. ia di kelilingi semua penggemar Rey di sekolahnya. gadis ini tertegun ia nampak mulai berkaca-kaca mengingat kembali saat momen Rey masih hidup.
Ini Ayumi saat pakai seragam sekolah.
Ini saat bersama Kaka tiri nya Saka dan sahabat Bulan.
Rey saat tebar pesona.di sekolah Ayumi
Jangan lupa beri dukungan like dan komentar nya. lope lope sebanyak-banyaknya 😘🤗
__ADS_1